Mahligaimu Dari Air Mataku

Mahligaimu Dari Air Mataku
Bab 37. Tidak Sadar Diri, Malah Menyalahkan Orang Lain.


__ADS_3

Semua orang terdiam saat mendengar semua ucapan Ayun. Mereka tersentak kaget dan tidak menyangka jika wanita itu akan mengatakan hal seperti itu, khususnya Evan.


Ayun sendiri menatap Mery dengan getir. Sungguh dia merasa sangat lelah jika harus selalu bertengkar seperti ini, rasanya setiap hari dia hampir kehilangan kewarasaannya.


"Jadi aku mohon cukup, Bu. Hentikan semua perdebatan ini, aku mohon," ucap Ayun dengan suara parau menahan tangis. Dia menatap sang mertua dengan nanar, dan helaan napas frustasi.


Mery terdiam di tempatnya dan tidak bisa membantah apa yang Ayun ucapkan, sementara Abbas menarik sudut bibirnya hingga membentuk senyum tipis saat mendengar apa yang wanita itu katakan.


"Kalau Ibu memang tidak suka dengan keberadaan mereka, maka aku akan membawa mereka pergi. Jadi, Ibu tidak perlu marah-marah lagi." Lirih Ayun sambil mengusap punggung tangan Mery, membuat wanita paruh baya itu menghela napas kasar.


Ayun lalu berbalik dan melihat ke arah Nindi dengan sendu. Dia seperti sedang meminta maaf atas apa yang terjadi melalui sorot matanya yang terhunus pada wanita itu. Kemudian dia melihat ke arah Abbas dengan menundukkan kepala.


"Maaf karena sudah membuat Anda dan keluarga tidak nyaman, Paman." Lirih Ayun dengan penuh sesal karena tidak memperlakukan tamu dengan baik.


"Tidak apa-apa, Paman mengerti," ucap Abbas sambil menganggukkan kepalanya.


"Ka-kalau gitu mari, saya akan mengantar Paman. Sekali lagi saya minta maaf karena sudah mengusir Paman seperti ini," ujar Ayun. Dia benar-benar malu sekali dengan mereka.


Abbas menganggukkan kepalanya lalu mengajak Nindi dan Keanu untuk pergi dari tempat itu. Namun, sebelum dia benar-benar pergi. Dia kembali melihat ke arah Mery dengan tajam.


"Saya datang ke sini hanya untuk satu tujuan, yaitu meminta maaf dengan wanita yang sudah disakiti oleh Sherly. Karena itulah sejak tadi saya diam walau pun Anda terus berkata buruk, tanpa sadar jika yang seharusnya mendapat sumpah serapah Anda itu adalah putra Anda sendiri," ucap Abbas dengan tajam, ucapannya itu kembali membangkitkan kemarahan dalam diri Mery.


Evan sendiri hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Jelas dia tidak bisa membantah, karena memang dialah yang telah membuat keributan. Namun, kenapa bisa sampai separah ini? Padahal banyak orang-orang di luar sana yang melakukan hal sama sepertinya.

__ADS_1


"Saya mengatakan hal seperti ini bukan ingin membela putri saya, tapi apa yang menantu Anda katakan adalah benar. Seharusnya Anda melakukan itu pada putra Anda, saya masih ingat betul malam di mana dia datang untuk menemui saya sambil menggandeng tangan anak saya, dan meminta restu untuk menikah. Benarkan, Evan?" ucap Abbas dengan tajam, dan diakhiri dengan pertanyaan yang seperti anak panah menembus jantung Evan.


Semua mata kembali tertuju ke arah Evan dengan tajam, sementara laki-laki itu hanya menggigit bibir karena tidak bisa membantah apa yang Abbas katakan.


"Sayangnya saya tidak bisa hadir saat mereka menikah, jika saya hadir, maka saat ini putra Anda yang sangat luar biasa pintar itu pasti tidak akan hidup lagi," sambung Abbas dengan sarkas, membuat kedua orang tua Evan terkesiap.


"Baiklah, saya sudah terlalu banyak bicara sesuatu yang tidak penting. Saya permisi." Abbas menganggukkan wajahnya yang datar di hadapan mereka semua, lalu tersenyum hangat saat bersitatap mata dengan Ayun.


Evan dan kedua orang tuanya terdiam di tempat mereka karena merasa terpukul dengan ucapan Abbas, sementara Ayun bergegas mengantar Nindi dan keluarga wanita itu keluar dari rumahnya.


"Sekali lagi maafkan saya, saya benar-benar menyesal atas apa yang terjadi," ucap Ayun sambil menundukkan kepalanya, dengan diliputi rasa bersalah.


"Kenapa kau terus minta maaf, Ayun? Angkat kepalamu, kau tidak melakukan kesalahan apapun!" bantah Nindi dengan tajam. Dia memegang dagu Ayun agar menegakkan kepala dan menatapnya.


Abbas ikut tersenyum saat melihatnya. Dia senang saat melihat sifat Ayun yang kuat dan berani. Walau luka yang dirasakan wanita itu sangat besar, dan terlihat dari sorot matanya yang sayu.


Setelah sedikit berbincang, Nindi dan yang lainnya bergegas pamit dari tempat itu. Ayun mengantar mereka sampai masuk ke dalam mobil, lalu melambaikan tangannya dan di balas dengan Nindi dan juga Abbas.


"Ya Allah, aku mohon beri kekuatan padaku," gumam Ayun. Dia menarik napas panjang lalu menghembuskannya dengan perlahan, dia yakin saat masuk ke dalam rumah pasti akan terjadi keributan kembali.


Sementara itu, Keanu yang sedang mengendarai mobil tiba-tiba menginjak rem secara mendadak saat ada seorang lelaki yang tiba-tiba berlari ke depan mobilnya.


Abbas dan Nindi terlonjak kaget dengan apa yang terjadi, dada mereka berdegup kencang karena merasa terkejut saat melihat ada seorang lelaki yang berdiri di depan mereka.

__ADS_1


"Apa dia sudah gila?" teriak Keanu dengan kesal. Dia segera keluar dari mobil untuk menemui laki-laki gila yang berlari ke depan mobilnya.


Melihat itu, sontak membuat Nindi dan Abbas panik. Mereka segera keluar dari mobil untuk mencegah sesuatu yang mungkin akan Keanu lakukan pada laki-laki itu.


"Apa kau sudah tidak waras, hah?" ketus Keanu sambil mencengkram kerah kemeja laki-laki itu, tentu saja membuat Abbas langsung menahan tangannya.


"Lepaskan dia, Ken!" perintah Abbas dengan tajam, membuat Keanu langsung menghempaskan tubuh laki-laki itu dengan kasar.


Beberapa orang yang ada di tempat itu tampak memperhatikan mereka, jelas orang-orang yang ada di sana juga merasa terkejut bahkan berteriak saat Keanu hampir saja menabrak lelaki itu.


"Tenangkan dirimu, Ken," ucap Abbas sambil menepuk bahu sang menantu, dan meminta laki-laki itu agar mengendalikan emosinya.


Nindi bergegas mendekati laki-laki yang tadi hampir saja ditabrak oleh suaminya. "Kau tidak apa-apa 'kan? Apa ada yang terluka?" Dia bertanya dengan wajah panik.


Laki-laki itu menggelengkan kepalanya, lalu menatap Nindi dengan sayu. "Maaf, saya sengaja melakukan itu karena buru-buru untuk menghentikan Anda."





Tbc.

__ADS_1


__ADS_2