
Akhirnya penyergapan itu telah selesai dilaksanakan, dan Rian sudah dibawa oleh petugas medis ke rumah sakit untuk segera mendapat penanganan.
Ada puluhan polisi yang berada di tempat itu untuk mengamankan semuanya, apalagi ada banyak masayarakat yang berada di sana untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Kini bar itu ditutup dan diberi garis tanda polisi agar masyarakat tidak mendekat, terlihat ada berberapa wartawan juga yang memadati tempat itu untuk mencari informasi. Apalagi kasus ini melibatkan para petinggi kepolisian dan juga tentara, jelas saja mengundang tanda tanya besar bagi semua lapisan masyarakat.
Abbas dan yang lainnya masih berada di dalam bar itu, begitu juga dengan pihak penyidik yang langsung melakukan penyelidikan terhadap tempat itu. Terutama ruang bawah tanah yang dijadikan tempat penyekapan para gadis-gadis muda.
"Ini adalah bukti yang Alden kumpulkan, kami harap kasus ini selesai tanpa ada masalah," ucap Keanu sambil menyerahkan flashdisk kepada Hery.
Laki-laki paruh baya itu mengangguk. "Kau tidak perlu khawatir, Ken. Serahkan saja semuanya pada kami, kami pasti akan membereskan kasus ini." Haris menepuk bahu Keanu seolah menyuruh laki-laki itu untuk tenang.
Keanu lalu mengangguk dan mengucapkan banyak terima kasih pada semua orang yang terlibat dalam hal ini, begitu juga dengan Fathir dan Abbas.
"Anda semua tidak perlu berterima kasih, karena seharusnya kamilah yang berterima kasih karena Anda sudah membongkar kejahatan di tempat ini," ucap seorang lelaki yang baru saja tiba di tempat itu dan menjabat sebagai Kapolri. Dia yang sedang berada di luar kota langsung menuju ke tempat ini saat mendengar masalah yang terjadi, apalagi saat mengetahui banyak para petinggi yang terlibat.
Semua orang menganggukkan kepala pada laki-laki itu, begitu juga dengan Abbas dan kedua menantunya.
"Terima kasih karena telah bekerja sama dengan pihak kepolisian dan tentara untuk membongkar kejahatan ini, mereka harus dihukum berat karena sudah mengekspl*oitasi gadis-gadis di bawah umur," sambungnya.
Fathir dan Keanu kembali menganggukkan kepala mereka saat mendengar ucapan laki-laki itu, sementara Abbas membalasnya dengan senyuman.
"Banyak korban yang meninggal atas kejadian ini, saya harap Anda bijak dalam menanggapinya," ucap Abbas sambil melirik ke arah Fathir dan Keanu, seolah memberitahu bahwa mereka berdualah yang telah membunuh orang-orang itu.
Laki-laki itu mengangguk paham. "Saya mengerti, Tuan. Semua itu hanya bentuk dari perlindungan diri, dan saya sendiri yang akan mengurusnya. Tapi, Anda semua tetap akan dipanggil ke kantor untuk dimintai keterangan."
Abbas menghela napas lega, dia lalu mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan laki-laki itu, dan langsung dibalas dengan senang.
Fathir dan Keanu sendiri saling menatap dengan penuh makna saat mendengar ucapan Kapolri barusan. Tentu saja pembantaian yang mereka lakukan bukan karena bentuk perlindungan diri, tetapi bentuk kemarahan dan dendam yang harus dilampiaskan.
Setelah semuanya selesai, Abbas segera mengajak Fathir dan Keanu ke rumah sakit. Mereka harus mendapat pertolongan medis juga, apalagi Fathir yang memang babak belur akibat berkelahi dengan Rian.
"Tapi, di mana Alden?" tanya Abbas saat tidak melihat keberadaan Alden. Laki-laki itu langsung menghilang saat semuanya selesai.
__ADS_1
"Dia tidak boleh muncul di hadapan mereka, Pa. Salah satu di antara mereka pasti akan mengenalinya," jawab Keanu.
Berbeda dengannya yang sudah tobat dan tidak lagi berhubungan dengan dunia mafia, Alden masih sangat erat dengan dunia hitam tersebut. Bahkan teman-teman Abbas saja berulang kali bertanya siapa sosok Alden yang sebenarnya, tentu mereka curiga karena Alden sangat mahir dalam penyergapan itu.
"Ah, benar. Dia memang tidak boleh muncul di depan polisi," ucap Abbas. Sekilas dia lupa siapa Alden yang sebenarnya.
Kemudian mereka bertiga beranjak pergi dari tempat itu, sementara Alden dan para anak buahnya sudah bersembunyi di rumah yang mereka tempati untuk mengintai bar milik Rian.
Hery dan Haris terus menatap kepergian Abbas, mereka masih berada di tempat itu untuk melakukan penyelidikan.
"Bagaimana, apa Anda sudah mendapatkan laporan tentang kasus tuan Fathan?" tanya Hery.
Haris menganggukkan kepalanya. "Setelah ini saya akan ke kantor polisi untuk bertemu dengan mereka, saya harap bukti-bukti baru akan menunjukkan keterlibatan Rian dalam kejadian malam itu. Dan tadi tuan Keanu juga sudah memberikan bukti yang dia temukan."
Hery menghela napas lega. Jika semua bukti itu mengarah pada Rian, maka kasus Fathan akan kembali dibuka, apalagi Rian jugalah yang menjadi dalang penggelapan dana di perusahaan milik keluarga Fathan.
"Maaf menyela, Tuan." Tiba-tiba seorang polisi menghampiri mereka membuat Hery dan Haris langsung menganggukkan kepala mereka. "Saya baru mendapat kabar bahwa ada seseorang yang melaporkan tuan Fathir atas pembunuhan yang terjadi beberapa tahun silam, disertai bukti berbentuk rekaman cctv."
"Ayo, kita harus segera ke kantor polisi!" ajak Haris kemudian.
Mereka berdua lalu segera pergi ke kantor polisi untuk melihat laporan tersebut, dan bertemu langsung dengan polisi yang akan memproses laporannya.
***
Beberapa jam kemudian, Abbas, Keanu, dan juga Fathir sudah sampai di rumah sakit. Mereka sengaja pergi ke rumah sakit di mana orangtua Fathir berada, supaya jaraknya lebih dekat dari rumah.
Dokter segera melakukan pemeriksaan dan pengobatan pada Fathir, sementara Keanu hanya diobati ringan saja karena tidak terdapat luka serius ditubuhnya.
"Tuan Abbas!"
Abbas dan Keanu langsung menoleh ke arah kanan saat mendengar panggilan seseorang, terlihat Farhan sedang berjalan ke arah mereka bersama dengan Alma.
"Apa Anda semua baik-baik saja?" tanya Alma saat sudah sampai di tempat itu. Terlihat jelas kekhawatiran diwajahnya.
__ADS_1
Abbas dan Keanu menganggukkan kepala mereka. "Kami baik-baik saja, Anda tidak perlu khawatir. Fathir juga baik, dan sekarang dia sedang diobati."
Alma dan Farhan menghela napas lega saat mendengar jawaban Abbas. Mereka benar-benar merasa sangat cemas, apalagi saat Fathir memberitahu jika sedang berada di rumah sakit, karena tadi Alma tidak berada di tempat.
"Lalu, bagaimana dengan Rian?" tanya Farhan dengan penasaran.
Keanu lalu menceritakan semua yang telah terjadi pada Rian, juga tentang keterlibatan semua petinggi dalam kasus ini. Dia yakin sekali jika Rian akan tamat kali ini.
Farhan benar-benar merasa lega mendengarnya. Dia segera mengucapkan banyak terima kasih pada Abbas dan juga Keanu.
"Semua ini adalah masalah keluarga saya, tapi malah orang lain yang direpotkan," ucap Farhan dengan sendu. Dia sebagai kepala rumah tangga merasa gagal melindungi keluarganya sendiri, dia bahkan tidak bisa menyelesaikan masalah.
Abbas tersenyum. Dia lalu mendekati Farhan dan menepuk bahu laki-laki itu. "Jangan berkata seperti itu. Kami juga keluarga Anda, jadi sudah seharusnya kami membantu menyelesaikan masalah yang sedang Anda alami."
Farhan mengangguk sambil menatap Abbas penuh syukur, begitu juga dengan Alma. Dia benar-benar merasa bersyukur karena semua masalah telah selesai, dan semua keburukan Rian sudah terbongkar.
Sementara itu, di tempat lain terlihat Ayun dan Nindi sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Mereka segera pergi setelah mendapat kabar dari Keanu, walaupun laki-laki itu mengatakan bahwa keadaan semuanya baik-baik saja.
"Alhamdulillah," ucap Ayun sambil mengusap air mata yang membasahi wajah. Dia merasa senang mendengar kabar dari Keanu bahwa semuanya baik-baik saja.
Nindi juga tersenyum lega sambil memeluk lengan sang kakak. Dia senang karena akhirnya semua masalah telah selesai dan tidak ada lagi yang harus dikhawatirkan.
"Semoga tidak ada lagi masalah yang terjadi, Mbak. Setelah ini, Mbak dan Fathir akan menikah dan hidup bahagia."
•
•
•
Tbc.
__ADS_1