
Tidak mau ambil pusing, Fathir segera pergi dari tempat itu untuk pulang ke rumah. Hari ini dia harus pergi ke kota sebelah untuk meninjau lokasi proyek baru, belum lagi memeriksa laporan dari setiap bawahannya yang menjalankan semua pekerjaan darinya.
Sementara itu, Keanu kembali melanjutkan langkahnya untuk melihat keadaan Ayun. Dia bertemu dengan sang mertua, dan mendengarkan semua penjelasan dari mertuanya tentang keadaan Ayun dan Nindi saat ini.
"Syukurlah kalau mbak Ayun sudah sadar," ucap Keanu dengan tersenyum seneng. Walau sang istri belum sadar seperti Ayun, tetapi dia tetap merasa bahagia karena keadaan wanita itu baik-baik saja.
Mereka lalu segera menghubungi keluarga Ayun untuk memberitahukan tentang apa yang terjadi pada wanita itu saat ini, mereka yakin jika semua orang pasti akan sangat bahagia saat mendengarnya.
Pada saat yang sama, Hasna sedang berada di dapur bersama dengan Yuni untuk menyiapkan sarapan, padahal Abbas sudah menyediakan pembantu untuk memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah.
"Bu, ada telepon dari tuan Abbas," ucap Angga sambil membawa ponselnya menemui sang mertua, membuat Hasna dan Yuni langsung melihat ke arah belakang.
"Tuan Abbas?" Hasna bertanya sambil mengernyitkan kening dengan tatapan heran, tumben sekali Abbas menelepon Angga dan malah ingin bicara dengannya.
"Iya, Bu. Tadi beliau bilang sudah menelepon Ibu sampai beberapa kali, tapi tidak dijawab," balas Angga memberikan penjelasan. Dia lalu menyerahkan ponsel itu pada sang mertua yang diterima oleh Hasna dengan ragu.
Angga lalu berbalik dan keluar dari dapur, sementara Yuni masih setia di tempat itu karena merasa penasaran dengan apa yang akan Abbas katakan pada sang ibu.
__ADS_1
"Ha-halo, assalamu'alaikum, Tuan," ucap Hasna dengan gugup dan bingung.
"Wa'alaikum salam, apa aku mengganggumu, Hasna?" tanya Abbas di seberang telepon.
Hasna langsung menggelengkan kepalanya walau laki-laki itu tidak melihat apa yang dia lakukan. "Tidak, Tuan. Saya hanya sedang melihat Bik Jum membuat sarapan saja." Dia menjawab dengan cepat karena tidak mau jika Abbas tahu apa yang dia lakukan.
"Syukurlah kalau gitu, kau dan Yuni masih harus banyak istirahat," ucap Abbas kemudian. Dia lalu memberitahu bagaimana kondisi Ayun saat ini pada Hasna, juga penjelasan Dokter bahwa keadaan wanita itu sudah sangat baik saat ini.
"Alhamdulillah," ujar Hasna dengan tersenyum bahagia saat mendengar bahwa Ayun sudah sadar. Rasa khawatir yang sejak semalam memenuhi hatinya kini mulai pudar karena kabar baik tersebut. "Baiklah, terima kasih karena sudah memberitahu saya, Tuan. Saya dan yang lainnya akan segera datang ke sana." Dia berucap sambil tersenyum cerah membuat Yuni juga ikut tersenyum.
Abbas lalu mengiyakan ucapan Hasna, dan mematikan panggilan tersebut. Senyum simpul terbit diwajahnya dengan kedua mata berbinar-binar, saat mengetahui jika Hasna akan datang ke rumah sakit.
***
Setelah mendengar kabar jika Ayun sudah sadar, Hasna segera memberitahukannya pada semua orang. Terutama Ezra dan Adel yang langsung menjerit senang penuh rasa syukur saat mendengar ibu mereka sudah sadar.
Dengan cepat, semua orang bersiap untuk berangkat ke rumah sakit. Tidak lupa Hasna membawakan sarapan untuk Keanu dan juga Abbas, yang pastinya masih berada di tempat itu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Hasna dan semua keluarganya sudah berada di rumah sakit. Mereka segera menuju ruangan Ayun untuk melihat keadaan wanita itu, lalu tangis bahagia pecah di dalam ruangan tersebut kala melihat Ayun sedang tersenyum sambil menatap mereka.
"Ibu!" Adel segera berlari masuk ke dalam ruangan itu dan menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan sang ibu, dia merasa benar-benar senang dan tenang saat melihat ibunya seperti ini.
"Kenapa menangis, Nak?" tanya Ayun sambil mengusap punggung Adel dengan lembut. "Ibu baik-baik saja, Adel. Maaf kalau sudah membuatmu khawatir."
Adel langsung melepaskan pelukannya sambil menggelengkan kepala. "Tidak, Bu. Ibu tidak salah apa-apa, malah Ibu yang sudah membantu tante Nindi. Aku bangga pada Ibu, jadi jangan minta maaf padaku." Dia kembali memeluk snag ibu dengan erat, membuat semua orang yang melihatnya merasa senang dan sendu.
Ezra sendiri tersenyum lega saat melihat ibunya sudah sadar, apalagi melihat senyum simpul dan wajah ibunya yang berseri-seri walau masih terliat pucat.
"Terima kasih, ya Allah. Engkau telah mengabulkan do'aku dengan membuat ibu sadar dan dalam keadaan baik-baik saja. Sekarang bantulah aku untuk menyelesaikan masalah hak milik ibu, dan semoga semuanya berjalan dengan lancar."
•
•
•
__ADS_1
Tbc.