Mahligaimu Dari Air Mataku

Mahligaimu Dari Air Mataku
Bab 63. Pulang Kampung.


__ADS_3

Ayun memekik kaget saat mendengar apa yang adiknya katakan. "Kenapa, Dek? Apa penyakit ibu kambuh lagi?" Dia bertanya dengan bibir dan suara yang bergetar.


"Iya, Mbak. Mbak cepat ke sini ya, dari tadi ibu nyebut-nyebut nama Mbak terus. Aku takut," ucap Yuni disebrang telepon. Ayun bahkan bisa mendengar jika adiknya juga sedang gemetaran sekarang.


"Ya sudah, kau jangan takut ya. Mbak pasti akan segera datang, sekarang temani ibu dulu," ucap Ayun yang memberitahu jika dia akan segera datang.


Kemudian panggilan itu terputus, dan sontak membuat tubuh Ayun langsung lemas begitu saja.


"Ayun, apa yang terjadi padamu?" tanya Nayla dengan wajah panik sambil berlari masuk ke dalam kamar itu, suaranya yang kuat membuat yang lain ikut masuk ke dalam kamar.


"Ibu!" Ezra dan Adel juga terkejut saat melihat sang ibu sedang bersandar dibahu Nayla, terlihat wajah Ayun sangat pucat sekali.


"Ambilkan minum, Mas!" ucap Nayla pada sang suami sambil membaringkan tubuh Ayun di atas ranjang.


Dengan Sigap Rio berlari ke dapur untuk mengambilkan air untuk Ayun, setelah itu dia kembali lagi ke kamar dan memberikan minum yang dia ambil pada sang istri.


"Minum dulu, Bu," ucap Ezra sambil menahan tubuh sang ibu agar bisa meminum air yang diberi oleh Nayla, setelah itu dia kembali membaringkan sang ibu diranjang dengan penuh khawatir.


"Sebenarnya ada apa, Yun? Kenapa tiba-tiba kau drop seperti ini?" tanya Nayla dengan perasaam bingung dan khawatir secara bersamaan.


"Ibuku, Nay. Ibu masuk ke rumah sakit." Lirih Ayun dengan suara yang bergetar.

__ADS_1


Semua orang tampak terkejut saat mendengarnya. "Jadi kau mau pulang sekarang?" Nayla bertanya sambil menggenggam tangan Ayun, seakan ingin memerikan ketenangan dan kekuatan untuk sahabatnya itu.


Ayun mengangguk lemah. "Iya, aku akan menyewa mobil untuk berangkat sekarang juga." Dia lalu berusaha untuk bangun walau tubuhnya terasa lemas.


"Apa yang Ibu lakukan? Ibu masih lemas," seru Ezra yang menahan tubuh sang ibu agar tidak tejatuh membentur lantai.


"Enggak usah nyewa mobil, Yun. Pakai saja mobil kami, lagian ada dua," ucap Rio memberi penawaran.


Ayun menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mau terus-terusan merepotkan-"


"Sstt. Memangnya apa yang kau pikirikan sih? Gak ada yang namanya merepotkan, jadi cepat kalian bersiap," ucap Nayla dengan tajam dan penuh penekanan..


Setelah semuanya siap, Ayun dan anak-anak segera masuk ke dalam mobil dan yang akan menyetir adalah seorang supir yang bekerja dengan orang tua Nayla. Wanita itu menelepon sang mama dan meminta agar salah satu supir mereka dikirim ke rumahnya karena harus mengantar Ayun pulang.


Perjalanan dari kota ke desa orangtua Ayun memakan waktu sampai 3 jam lamanya. Ayun terus berdo'a agar keadaan sang ibu baik-baik saja, begitu juga dengan Ezra dan Adela. Mereka berdoa agar keadaan sang nenek baik-baik saja.


***


Setelah 3 jam perjalanan, akhirnya sampai juga mereka di tempat tujuan. Ayun memutuskan untuk langsung ke rumah sakit di mana ibunya berada.


Ayun dan yang lainnya segera masuk ke dalam rumah sakit itu dan langsung bertanya di mana ruangan sang ibu. Namun, di jam segini pihak rumah sakit melarang siapa saja untuk mengunjungi pasien tanpa terkecuali.

__ADS_1


Ayun dan anak-anaknya terpaksa duduk di lobi dulu sambil menunggu matahari naik, agar diperbolehkan untuk menjenguk pasien.


Ayun lalu segera menghubungi sang adik dan memberitahu mereka jika dia sudah sampai di rumah sakit, dan akan menunggu sampai bisa masuk ke dalam tempat itu.


Setelah menunggu selama beberapa jam, akhirnya mereka semua sudah diperbolehkan untuk masuk dan segera berjalan cepat ke ruangan yang berada di lantai 3.


"Mbak Ayun!"


Ayun dan yang lainnya langsung melihat ke arah samping saat mendengar suara panggilan seseorang, mereka lalu segera berjalan menghampiri Yuni yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka.


"Bagaimana kabar ibu, Dek? Ibu, ibu baik-baik saja kan?" tanya Ayun dengan wajah panik dan juga khawatir.


"Kata Dokter, ibu, ibu harus dioperasi, Mbak."





Tbc.

__ADS_1


__ADS_2