Mahligaimu Dari Air Mataku

Mahligaimu Dari Air Mataku
S2 Bab 4. Semoga Cepat Membaik.


__ADS_3

Fathir yang mengikuti sang Ibu tiba-tiba menghentikan langkahnya saat melihat wanita yang sedang berbaring di atas ranjang, dia mengernyitkan kening karena merasa tidak asing dengan wajah wanita itu yang terlihat dari depan dinding kaca.


"Dia 'kan wanita yang menangis di depan mobilku waktu itu?" Fathir menajamkan pandangannya ke dalam ruangan yang dimasuki oleh sang ibu tadi, dan berhasil mengingat wanita yang pernah bertemu dengannya waktu itu.


Di sisi lain, Abbas yang sudah berada di dalam ruangan Ayun tersenyum bahagia saat melihat wanita itu menatapnya dengan hangat. Air mata tidak kuasa untuk ditahan, hingga membuat Ayun juga ikut menatap dengan mata berkaca-kaca.


"Ayun, kau, kau baik-baik saja 'kan?" tanya Abbas dengan pelan sambil mengusap air mata yang membasahi wajah.


Ayun tersenyum dengan mata berbinar. "Aku baik-baik saja, Pa. Papa tidak perlu khawatir, sebentar lagi Nindi pasti akan segera bangun dan keadaan juga akan baik-baik saja."


Abbas langsung menganggukkan kepalanya dengan air mata yang kembali berjatuhan, hatinya terasa sendu saat melihat kebaikan dan pengorbanan yang telah Ayun berikan untuk Nindi.


"Tentu saja, Nak. Tentu saja adikmu akan segera bangun dan baik-baik saja, karena kakaknya 'lah yang telah membantunya," balas Abbas dengan tatapan hangat sambil melirik ke arah Nindi yang terbaring di atas ranjang tepat berada di samping Ayun.


Ayun menganggukkan kepalanya dan mulai bertanya bagaimana keadaan anak-anaknya dan juga semua keluarga, entah kenapa saat ini dia sangat merindukan mereka seperti sudah lama tidak bertemu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Alma mengajak Abbas untuk keluar karena Ayun masih harus banyak istirahat. Setelah itu dia mengatakan jika Ayun sudah bisa dipindahkan dari ruang ICU ke ruang perawatan biasa.


"Alhamdulillah. Lalu, bagaimana dengan keadaan Nindi?" tanya Abbas saat sudah keluar dari ruangan Ayun.


"Keadaan nona Nindi juga semakin membaik, Tuan. Tapi kami tidak bisa memastikan kapan beliau akan sadar, semoga secepatnya," jawab Alma. Mereka sudah melakukan yang terbaik dan semuanya berjalan dengan lancar, untuk hasil akhirnya hanya bisa menyerahkannya pada Tuhan saja.


Abbas mengangguk paham sambil berharap agar Nindi juga cepat sadar, dan mereka bisa hidup bersama-sama dengan membuka lembaran baru.


Sementara itu, Keanu yang berniat untuk ikut melihat keadaan Ayun menghentikan langkahnya saat bertemu dengan Fathir yang sedang berjalan dari arah ruang ICU.


"Fathir? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Keanu dengan heran saat melihat keberadaan Fathir di rumah sakit, apalagi dijam seperti ini.


Keanu mengangguk paham karena memang orang tua Fathir ditugaskan khusus untuk menjaga Nindi dan juga Ayun. "Bagaimana, apa ada kendala di perusahaan?" Dia lalu bertanya tentang pekerjaan karena memang sudah beberapa hari ini tidak datang ke perusahaan.


Fathir menggelengkan kepalanya. "Semuanya baik-baik saja, Tuan. Pertemuan dengan tuan Alex sudah saya undur sampai lusa jam 10 pagi, dan masalah proyek hotel di kota sebelah juga sudah hampir rampung." Dia menjelaskan semuanya.

__ADS_1


Keanu kembali mengangukkan kepalanya. Dia merasa senang karena semua pekerjaan beres di tangan Fathir, sang asisten pribadinya. Jadi dia tidak perlu susah-susah memikirkannya lagi, apalagi Fathir sangat paham bagaimana keadaan sang istri saat ini.


"Maaf, Tuan. Boleh saya bertanya sesuatu?" ucap Fathir, yang dijawab dengan anggukan kepala Keanu. "Apa wanita yang berada dalam satu ruangan dengan Nyonya adalah kakak kandung beliau?" Dia bertanya dengan ragu.


"Benar, Ayun adalah kakak kandungnya. Aku bersyukur bahwa Tuhan memberikan bantuan pada istriku," jawab Keanu.


Fathir mengangguk paham. Jika diingat-ingat, wajah wanita itu dan istri dari atasannya juga terlihat mirip. "Kalau gitu saya permisi, Tuan. Nanti saya akan mengirim hasil dari rapat kemarin pada Anda melalui email."


Keanu kembali menganggukkan kepalanya membuat Fathir berlalu pergi dari tempat itu. Masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan, apalagi bosnya tidak pernah datang bekerja membuat pekerjaannya bertambah dua kali lipat.


"Tapi, kenapa waktu itu dia menangis?" Tiba-tiba Fathir ingat saat bertemu dengan wanita yang merupakan kakak ipar Keanu tadi. "Cih, terserahlah. Lagian bukan urusanku."



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2