Mahligaimu Dari Air Mataku

Mahligaimu Dari Air Mataku
S2 Bab 43. Setelah Sekian Lama.


__ADS_3

Fathir melayangkan tamparan ke pipi Faiz sampai membuat tubuh putranya itu terhuyung ke belakang. Dia benar-benar tidak bisa bersabar lagi, hingga untuk pertama kalinya dia melayangkan sebuah pukulan pada Faiz.


Faiz sendiri merasa terkejut karena mendapat tamparan dari sang papa. Dia memegangi pipinya yang terasa panas dan berdenyut sakit, lalu memberikan tatapan nyalang ke arah papanya.


Fathir yang terbawa emosi sebenarnya merasa kaget karena sampai melayangkan tamparan. Namun, apa yang Faiz katakan memang sudah sangat keterlaluan.


"Apa Papa sudah puas, hah?" tanya Faiz dengan suara gemetar menahan tangis.


Fathir terdiam saat menatap kedua manik mata sang putra, rasa bersalah mulai memenuhi relung hatinya saat ini.


"Maaf, Faiz. Papa tidak-"


"Seharusnya sejak dulu Papa memperlakukan aku seperti ini!" potong Faiz dengan kuat. "Seharusnya Papa membuangku dan menghilangkanku dari muka bumi ini. Seharusnya Papa menguburku bersama dengan Mama!"


"Tunggu, Faiz!" teriak Fathir saat melihat putranya berlari pergi dari tempat itu. "Sia*lan!" Dia mengumpat kesal dengan apa yang terjadi saat ini.


Sementara itu, Faiz terus berlari menjauhi tempat itu dengan terisak. Hatinya terasa sangat sakit, bahkan rasa sakit itu sudah lama terpendam dalam relung hatinya yang paling dalam.


Bruk.


"Astaghfirullah." Tubuh Ayun terhuyung ke depan saat tiba-tiba ada yang menabraknya dari belakang, sontak membuat tubuhnya menabrak mobil dengan sedikit kuat.


"Ma-maaf, maafkan aku," ucap Faiz tanpa menghentikan langkah kakinya. Sangking buru-burunya lari, dia sampai tidak sengaja menabrak tubuh seorang wanita.


Ayun menghela napas kasar saat melihat siapa yang sudah menabraknya. Padahal baru semenit yang lalu dia keluar dari mobil dan hendak mencari Fathir karena laki-laki itu tidak kunjung kembali, tetapi ada saja kejadian yang membuat tubuhnya terasa sakit.


"Faiz!"


Tubuh Ayun terlonjak kaget saat mendengar teriakan seseorang, seketika dia menoleh ke arah samping di mana Fathir sedang berlari ke arahnya.


Orang-orang yang berada di sekitar tempat itu juga tampak terkejut saat mendengar suara teriakan Fathir, tetapi tentu saja laki-laki itu sama sekali tidak peduli.


Dengan cepat Faiz menaiki taksi saat melihat sang papa. Sangking tidak fokusnya, dia sampai lupa jika tadi membawa motor, dan seharusnya dia menaiki motor itu dari pada naik taksi.

__ADS_1


"Sia*lan!" umpat Fathir dengan kesal saat melihat Faiz masuk ke dalam taksi dan pergi meninggalkan tempat itu.


Ayun yang melihat semuanya terpaku di tempat. Kedua matanya terbelalak lebar dengan tatapan penuh tanda tanya, apalagi saat melihat Fathir mengejar seorang laki-laki yang masih memakai seragam sekolah.


"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa tuan Fathir mengejar anak itu?" Ayun menjadi sangat penasaran dan bingung. Ingin bertanya, tetapi dia merasa takut saat melihat kemarahan diwajah Fathir.


Setelah kepergian Faiz, Fathir lalu menghampiri Ayun yang tampak berdiri di samping mobil. "Maaf membuat Anda menunggu." Dia berucap dengan lirih dan langsung masuk ke dalam mobil.


Ayun terkesiap saat mendengar ucapan Fathir. Dia lalu segera masuk ke dalam mobil karena takut membuat laki-laki itu menunggu terlalu lama.


Fathir lalu kembali melanjutkan perjalanan mereka yang sudah sangat terlambat. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya, membuat Ayun yang berada di kursi belakang merasa tegang.


Beberapa kali Ayun melihat ke arah Fathir, tetapi dia langsung menundukkan pandangan saat bersitatap mata dengan laki-laki itu.


"Ya Allah, aku merasa tegang sekali sekarang." Ayun menarik napas panjang lalu menghembuskannya dengan perlahan, dan terus seperti itu untuk mengurangi ketegangan yang sedang dirasakan.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Fathir segera mengajak Ayun untuk masuk ke dalam restoran tersebut, dan mereka langsung menuju ruangan di mana Keanu dan Evan berada.


Tok, tok. "Tuan, ini saya." Fathir mengetuk pintu ruangan yang ada di hadapannya. Dia lalu membuka pintu tersebut saat mendengar suara balasan dari dalam.


"Se-sebentar," ucap Ayun sambil menarik ujung jas Fathir saat laki-laki itu akan berbalik dan berjalan masuk ke dalam ruangan.


Fathir terdiam sambil melihat tangan Ayun yang menarik ujung jasnya, membuat Ayun langsung melepaskan genggaman tangannya. "Ada apa?" Dia bertanya seraya menatap kedua manik mata Ayun.


"Apa, apa Anda baik-baik saja?" tanya Ayun dengan ragu, membuat Fathir mengernyitkan kening bingung. "Maaf jika saya lancang, tapi saya merasa Anda sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja." Dia menunduk dengan tidak enak hati.


Fathir tertegun saat mendengar ucapan Ayun. Ya, wanita itu pasti tadi melihat semua yang terjadi. "Saya tidak apa-apa. Silahkan." Dia segera berbalik dan berjalan masuk ke dalam ruangan.


Ayun menghela napas kasar. Dia merutuki diri sendiri karena sudah berkata seperti itu, seharusnya dia tidak ikut campur atau pun membahasnya.


"Kenapa Mbak tidak masuk?"


Ayun terjingkat kaget saat mendengar suara Keanu, dengan cepat dia melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan itu mengikuti Fathir.

__ADS_1


Betapa kagetnya Evan saat melihat kedatangan Ayun. Dia yang semula duduk, langsung beranjak berdiri saat melihat wanita itu.


"A-Ayun?" gumam Evan dengan lirih. Tidak disangka ternyata Ayun juga datang ke tempat ini, dan kenapa Keanu harus menyuruh wanitu datang?


"Maaf sudah membuat kalian menunggu," ucap Ayun tidak enak hati. Sekilas dia melihat ke arah Evan yang menatapnya dengan tajam, lalu kembali mengarahkan pandangannya pada Keanu.


"Tidak apa-apa, Mbak. Tapi, kenapa kalian lama sekali?" tanya Keanu dengan bingung, apalagi tidak biasanya Fathir terlambat datang.


"Em ...." Ayun terlihat bingung ingin menjawab apa, dia lalu melirik ke arah Fathir yang juga sedang melihat ke arahnya.


Seolah tahu jika Ayun sedang kebingungan, Fathir lalu menjawab jika tadi dia tidak sengaja bertemu dengan putranya, lalu tanpa sadar memakan banyak waktu.


"Loh, jadi laki-laki itu tadi anak Anda?" tanya Ayun dengan tidak percaya.


Fathir menganggukkan kepalanya. "Iya, wajahnya sama persis dengan saya. Anda tidak melihatnya?"


Ayun langsung menggelengkan kepala, tentu saja dia tidak sempat memperhatikan wajah laki-laki itu. Namun, jika laki-laki itu adalah anak Fathir. Kenapa mereka kejar-kejaran?


"Jadi, Mbak jumpa sama Faiz?" tanya Keanu membuat Ayun melihat ke arahnya, lalu wanita itu mengangguk.


"Iya, tapi cuma sebentar. Lagian, mbak gak tau kalau itu anaknya tuan Fathir," jawab Ayun.


Keanu menganggukkan kepalanya. Pantas saja raut wajah Fathir tampak sangat menyeramkan seperti itu, dia yakin jika laki-laki itu pasti bertengkar dengan Faiz.


Evan yang sejak tadi diam menjadi pendengar dan penonton budiman tampak mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Dia merasa heran dan tidak percaya saat melihat interaksi antara Ayun dan kedua lelaki itu.


"Sejak kapan Ayun dekat dengan mereka?" Evan merasa bertanya-tanya. "Lalu, apa dia tidak melihat keberadaanku di sini? Dia berbicara akrab dengan mereka, tapi sama sekali tidak menyapaku." Dia merasa kesal dan gusar.




__ADS_1


Tbc.



__ADS_2