Mahligaimu Dari Air Mataku

Mahligaimu Dari Air Mataku
S2 Bab 41. Tukar Tambah.


__ADS_3

Dengan cepat Evan beranjak bangun saat mendengar ucapan polisi itu. Sebelum keluar, dia melirik ke arah tiga orang lelaki yang sedang menatapnya dengan tajam.


Evan lalu mengikuti kedua polisi itu ke suatu tempat. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya, hanya kakinya saja yang bergerak mengikuti perintah.


"Evan!"


Evan terdiam di ambang pintu saat melihat kedua orang tuanya. Dengan cepat sang ibu memeluk tubuhnya dengan erat, disertai tangisan pilu seperti sudah bertahun-tahun tidak bertemu.


Bukan hanya kedua orang tua Evan saja yang ada di tempat itu, tetapi pengacaranya dan Keanu juga ada di ruangan yang sama dengannya. Tampak asisten pribadi Keanu sedang bicara dengan salah satu polisi, begitu juga dengan pengacaranya.


"Apa saat ini mereka sedang membebaskanku?" Evan menjadi bertanya-tanya tentang keberadaan mereka di tempat ini.


"Apa kau baik-baik saja, Evan?" tanya Mery sambil melerai pelukannya.


Evan tersentak kaget saat mendengar pertanyaan sang ibu. Dengan cepat dia menganggukkan kepalanya. "Aku baik-baik saja, Bu. Tapi, apa yang Ibu-"


"Ada apa dengan bibirmu, perasaan semalam tidak seperti ini?" potong Mery dengan tajam.


Seketika Evan memegang sudut bibirnya yang terluka akibat dipukul oleh laki-laki durjana tadi, dia bahkan tidak ingat jika tidak ditanya oleh sang ibu.


"Tidak apa-apa, Bu. Ini enggak sengaja kena meja," ucapnya dengan berbohong.


Keanu yang sejak tadi diam tampak tersenyum tipis. Tentu saja dia tahu berasal dari mana luka yang ada di sudut bibir Evan, karena hidup di penjara tidak kalah keras dengan hidup dijalanan.


Setelah bertanya dengan ibunya kenapa semua orang ada di tempat ini, akhirnya dugaan Evan benar jika Keanu sedang mengurus kebebasannya. Laki-laki itu bahkan berhubungan langsung dengan pihak pengadilan, itu sebabnya hanya butuh waktu sebentar saja untuk menyelesaikannya.


Kemudian Evan dipanggil oleh polisi yang tadi bicara dengan Fathir untuk menandatangani beberapa berkas. Dia lalu beranjak mendekati mereka dan duduk tepat di samping sang pengacara.


Setelah segala urusan selesai, akhirnya Evan dinyatakan bebas dengan pembayaran denda pidana sesuai dengan keputusan hakim beberapa waktu lalu. Segala hal yang berkaitan dengan kejahatannya sudah tercatat, dan hari ini juga dia sudah bisa meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Mereka semua lalu keluar dari ruangan, begitu juga dengan Fathir dan Keanu yang sudah berhasil menyelesaikan semuanya. Sebenarnya Keanu merasa tidak puas karena Evan hanya berada di penjara selama satu malam saja, tetapi dia tidak mau membuat masalah semakin berlarut-larut.


"Terima kasih atas semua bantuan Anda, Tuan," ucap Endri pada Keanu.


Keanu menganggukkan kepalanya. "Saya senang bisa melihat putra Anda bebas, Tuan." Dia berucap dengan pelan tetapi penuh dengan penekanan.


Evan yang sejak tadi belum berbicara dengan Keanu beranjak mendekati laki-laki itu. "Saya juga ingin mengucapkan terima kasih pada Anda, Tuan." Dia tampak menundukkan kepala.


Harus Evan akui, koneksi dan kekuasaan Keanu memang tidak bisa diragukan lagi. Jika dia sendiri yang mengurus masalah ini, setidaknya akan menghabiskan waktu sampai berhari-hari lamanya. Apalagi dengan bantuan Fathir yang juga sudah terkenal akan kehebatannya, jelas saja dalam waktu beberapa jam saja semua selesai tanpa kendala.


"Sama-sama, Tuan Evan. Saya juga berterima kasih karena Anda sudah menjual Dhean property pada saya," balas Keanu.


Evan langsung terdiam saat mendengarnya. Benar, kebebasannya adalah ganti dari Dhean property. Namun, apa lagi yang bisa dia lakukan selain ikhlas? Toh dia sendiri yang sudah mengambil keputusan.


Mereka lalu pergi ke sebuah restoran yang ada di sekitar tempat itu untuk membahas masalah lebih lanjut, karena ada beberapa berkas yang harus ditanda tangani sebagai bukti pemindahan kepemilikan.


Dari dalam sebuah mobil, tampak seorang wanita sedang memperhatikan Evan dengan tajam. Dia mengucap syukur karena laki-laki itu sudah bebas, dan merasa lega saat melihat kedua mantan mertuanya baik-baik saja.


Saat mendapat kabar dari Keanu jika hari ini Evan bebas, dia segera beranjak pergi ke kantor polisi bersama dengan supir yang memang sudah sang papa siapkan. Bukannya dia masih merasa peduli pada laki-laki itu, dia hanya ingin memastikan jika semua baik-baik saja. Setidaknya dia tidak merasa bersalah dengan keadaan Evan saat ini.


Tok, tok, tok.


Ayun tersentak kaget saat tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk jendela mobilnya. Dengan cepat dia menoleh ke arah samping dan semakin terkejut saat melihat Fathir berdiri di hadapannya.


"Tu-tuan Fathir?" ucap Ayun dengan tergagap.


Terlihat Fathir menganggukkan kepalanya dan memberi kode agar Ayun segera keluar dari mobil.


Ayun menelan salivenya dengan kasar. Dengan perlahan dia membuka pintu mobilnya untuk menemui laki-laki itu. Seketika dadanya berdegup kencang karena merasa cemas dan juga takut.

__ADS_1


"Anda datang ke sini juga ya, Nona," ucap Fathir dengan pelan, tetapi suara laki-laki itu membuat Ayun menjadi tegang.


"Ma-maaf, Tuan. Saya, saya hanya ingin memastikan kebebasannya saja," ucap Ayun dengan jujur. Dia lalu mengatakan jika hatinya merasa tidak tenang jika Evan masih berada di penjara. Dia hanya merasa khawatir dengan mantan mertuanya, karena hanya Evan lah satu-satunya tempat mereka bergantung.


Fathir terdiam saat mendengar penjelasan Ayun. Sebenarnya, dia sama sekali tidak peduli dengan apa yang wanita itu katakan. Namun, entah kenapa lagi-lagi Keanu menyuruhnya mendatangi Ayun saat tahu jika wanita itu datang ke kantor polisi.


"Kalau gitu mari, Nona. Ada berkas yang harus Anda tanda tangani," ucap Fathir kemudian.


Ayun terpaku di tempat saat mendengar ucapan Fathir. Apakah laki-laki itu tidak marah padanya? Dia merasa bingung sendiri.


"A-Anda tidak marah, Tuan?" tanya Ayun dengan ragu.


Fathir mengernyitkan kening heran. "Kenapa saya harus marah? Saya kan bukan suami Anda yang marah saat Anda menemui mantan suami."


"A-apa?" Ayun terkesiap saat mendengar jawaban Fathir, lebih tepatnya ucapan yang tidak pernah dia duga sebelumnya.


Bisa-bisanya Fathir mengatakan hal seperti itu. Memang sih, laki-laki itu bukan suami Ayun, dan kapan pula dia menganggap Fathir sebagai suaminya? Dia berkata seperti itu 'kan karena Fathir pernah mengancamnya agar tidak membantu Evan. Benar-benar tidak habis pikir.


"Loh, ke-kenapa Anda masuk ke dalam mobil ini, Tuan?" tanya Ayun dengan heran, dan dia merasa semakin bingung saat melihat supirnya malah keluar dari mobil.


"Mobil saya dipakai tuan Keanu, jadi saya yang akan menyetir mobil ini," jawab Fathir.


Ayun benar-benar dibuat tidak bisa berkata-kata dengan apa yang Fathir lakukan. Dia lalu kembali masuk ke dalam mobil saat mendapat tatapan tajam dari laki-laki itu.


"Sebenarnya bagaimana sifat dan karakter makhluk ciptaan-Mu yang satu ini, ya Allah? Kenapa perilakunya sangat di luar akal sekali?"



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2