Mahligaimu Dari Air Mataku

Mahligaimu Dari Air Mataku
S2 Bab 152. Versi Fathir.


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya sampai juga Fathir dan Keanu ke tempat tujuan. Mereka segera turun dari mobil dan bergegas menemui Abbas serta yang lainnya, terlihat beberapa anak buah Keanu menyambut kedatangan mereka.


"Di mana papa?" tanya Keanu pada anak buahnya.


Salah satu dari mereka memberitahu jika Abbas ada di rooftop bersama dengan teman-teman laki-laki paruh baya itu, lalu Keanu dan Fathir segera masuk untuk menghampiri mereka.


Abbas sendiri sedang mengamati keadaan bersama dengan teman-temannya. Ada enam orang lelaki yang bersama dengannya. Dua orang sudah menjadi pensiunan sepertinya, sedangkan empat orang lagi masih aktif menjadi abdi negara.


"Papa!"


Abbas dan yang lainnya langsung menoleh ke belakang saat mendengar suara seseorang. "Kalian sudah sampai?" Dia tersenyum senang melihat menantu dan calon menantunya sudah datang.


Keanu dan Fathir menganggukkan kepala secara bersamaan sambil melangkah mendekati mereka, sementara para teman-teman Abbas juga tersenyum untuk menyambut kedatangan dua lelaki itu.


"Bagaimana, apa semuanya berhasil?" tanya Abbas. Dia sudah sangat penasaran dengan apa yang terjadi di perusahaan Fathir tadi.


Sekilas Keanu melirik ke arah Fathir yang terlihat menganggukkan kepala. Dia memilih untuk diam, dan biarlah laki-laki itu sendiri yang menjawab pertanyaan sang mertua.


"Semua berjalan baik, Pa. Kami berhasil menggagalkan kenaikan Rian dan mengusirnya dari perusahaan," jawab Fathir.


Abbas menghela napas lega saat mendengar jawaban Fathir. Syukurlah jika semuanya berjalan dengan lancar, dan akhirnya Rian mendapatkan balasan atas kejahatan yang telah dilakukan.


"Laki-laki bajing*an itu sekarang pasti sedang mengamuk karena rencananya berhasil kalian gagalkan," ucap Abbas dengan senyum senang. Dia ingin sekalu melihat kemarahan diwajah Rian saat ini.


Fathir melirik ke arah Keanu yang sejak tadi menatapnya, dia lalu memberi kode agar tidak memberitahukan tentang ancaman Rian itu kepada Abbas.


"Tidak, Fathir. Kau harus memberitahu papa tentang rekaman itu," ujar Keanu dengan tajam saat mengerti akan kode yang Fathir berikan. "Di sini juga bukan hanya ada papa, tapi ada Om Hery dan yang lainnya. Mereka bisa mengatasi ancaman bajing*an itu." Dia mempertegas ucapannya dan mengingatkan jika saat ini mereka sedang bersama dengan orang-orang hebat, bahkan seorang Jenderal juga sedang bersama dengan mereka.


Abbas dan teman-temannya mengernyitkan kening bingung saat mendengar ucapan Keanu. Tampak salah satu di antara mereka beranjak dari kursi lalu mendekati laki-laki itu.


"Ada apa, Ken? Apa ada masalah lagi?" tanya Hery. Dia adalah seorang panglima TNI yang baru saja dilantik beberapa bulan yang lalu oleh presiden, dan merupakan junior Abbas saat masa pelatihan dulu.

__ADS_1


Keanu menganggukkan kepalanya. "Kami memang berhasil mengusir Rian dari perusahaan, tapi bajing*an itu benar-benar licik. Dia mendatangi Fathan dan mengancam akan menyebarkan rekaman video kematian Clarissa pada polisi." Jelasnya dengan berapi-api.


Kedua mata Abbas membulat sempurna saat mendengar ucapan Keanu, sementara yang lainnya tampak bingung karena tidak mengerti dengan apa yang laki-laki itu ucapkan.


"Bajing*an! Jadi selama ini dia sengaja menyimpan rekaman video itu?" ucap Abbas dengan tajam dan penuh kemarahan.


Keanu kembali menganggukkan kepalanya. Lalu mulai menceritakan apa yang terjadi di kantor polisi antara Rian dan Fathan, juga ancaman yang laki-laki itu layangkan.


Abbas kembali murka mendengar tingkah biad*ab Rian yang tidak ada habisnya. Laki-laki itu masih saja mencoba untuk menghancurkan Fathir walau keadaan sudah sampai seperti ini.


"Kenapa Anda semua khawatir, sebenarnya rekaman apa itu?" tanya Hery dengan bingung, begitu juga dengan teman-temannya yang.


"Bukankah rekaman video itu tidak berbahaya?" ucap lelaki bernama Haris, dia adalah sahabat Abbas sekaligus mantan wakil kepala Polri yang sudah tidak bertugas lagi. Namun, dia masih memiliki kuasa dan koneksi sama seperti Abbas.


Semua yang bersama Abbas memang bukan orang-orang sembarangan, karena dia sendiri juga sangat berkuasa sama seperti mereka. Itu sebabnya dia meminta mereka semua untuk datang agar bisa langsung mengamankan Rian.


"Tidak, Tuan," jawab Fathir. "Rekaman itu memang tidak berbahaya karena isinya tentang kematian mendiang istri saya, juga tentang pembunuhnya." Dia berucap dengan pelan.


Seketika suasana menjadi hening. Baik Keanu dan Abbas sama-sama terdiam sambil menatap Fathir, sementara Fathir sendiri juga diam karena sedang bersiap untuk menceritakan semuanya.


"Karena pelakukanya bukan kakak saya, tapi saya sendiri," ucap Fathir membuat semua orang tersentak kaget, kecuali Keanu dan Abbas. "Sayalah yang sebenarnya sudah membunuh Clarissa." Dia lalu menceritakan apa yang terjadi di malam itu pada mereka semua yang sedang menatap dengan tidak percaya.


Malam itu, adalah malam yang sangat menyakitkan bagi Fathir, di mana dia baru mengetahui kenyataan pahit tentang perselingkuhan sang istri dengan kakak kandungnya sendiri.


Amarah, kekecewaan, dan rasa sakit benar-benar membakar hati dan jiwanya, hingga menyebabkan pertengkaran hebat dengan Clarissa.


Pertengkaran itu terus berlanjut, sampai akhirnya dia pergi dari rumah orangtuanya untuk menemui Fathan yang sedang berada di apartemen.


Kemarahan yang membara membuat Fathir tidak bisa mengendalikan diri. Dia langsung membuka paksa pintu apartemen Fathan, sampai akhirnya berhadapan langsung dengan laki-laki itu.


Pertengkaran kembali terjadi. Jelas Fathir semakin murka saat Fathan mengakui tentang perselingkuhan yang telah dilakukan bersama istrinya. Hati suami mana yang tidak terluka saat mendengar kenyataan pahit itu?

__ADS_1


Tanpa basa-basi, Fathir langsung menghajar Fathan dengan membabi buta. Namun, tiba-tiba Clarissa datang ke tempat itu dan melerai pertengkaran mereka.


Demi Tuhan, hati Fathir semakin hancur tidak bersisa melihat kedua manusia itu. Walau Clarissa sudah berulang kali meminta maaf, tetapi tidak bisa menghapus rasa sakitnya.


Di tengah ketegangan itu, tiba-tiba Fathan melayangkan sebuah pengakuan bahwa Faiz adalah putra kandungnya. Jelas saja membuat Fathir semakin kehilangan akal sehat.


Dia yang saat itu berdiri di samping sofa tidak sengaja melihat sebuah pistol yang ada di tempat itu, sontak dia langsung mengambilnya sebelum Fathan menggunakan senjata itu untuk membunuhnya atau Clarissa.


"Aku langsung menodongkan senjata itu ke hadapan Fathan, lalu mengancam akan membunuhnya dan juga Clarissa. Setelah itu kami kembali beradu mulut, sampai akhirnya dia berusaha untuk merebut senjata itu dan aku tidak sengaja melepaskan tembakan yang mengenai Clarissa," ucap Fathir setelah selesai menceritakan kejadian di malam itu.


Semua orang tampak terkejut saat mendengarnya, terutama Haris yang merasa tidak percaya dengan pengakuan Fathir.


"Itu, itu berbeda dari apa yang tuan Fathan katakan. Dia bilang-"


"Kakak saya berbohong, Tuan. Dia membuat pernyataan itu supaya saya terbebas dari hukum," potong Fathir dengan cepat.


Haris mengangguk paham, sementara yang lain hanya diam mendengarkan cerita Fathir yang benar-benar sangat tragis sekali.


"Mereka berdua tidak bersalah, Tuan. Anda tahu sendiri siapa dalang dibalik semua ini, dan mereka hanyalah korban. Bahkan mereka saja tidak tahu dari mana pistol itu berada, bagaimana bisa sebuah senjata berada di sana jika bukan karena sudah disiapkan oleh seseorang?" ucap Keanu dengan tajam.


Yah, Haris kembali menganggukkan kepalanya. Pantas saja saat itu para anggotanya mengatakan jika rekaman cctv apartemen sedang rusak, ternyata sejak awal memang sudah direncanakan oleh Rian.


"Baiklah. Saya akan kembali mengusut tentang kasus ini. Saya akan menghubungi orang-orang yang terlibat dalam penyelidikan itu."





Tbc.

__ADS_1



__ADS_2