
Seperti seorang anak yang diberi mainan kesukaannya, Fathir mengatakan tentang apa yang ingin dia lakukan pada sang mama dengan sangat semangat dan antusias.
Alma sendiri tercengang saat mendengar ucapan Fathir. Kedua matanya membulat sempurna dengan mulut menganga lebar karena tidak percaya dengan apa yang putranya itu katakan.
"Aku akan pergi ke mall untuk membeli sesuatu, jadi Mama juga harus segera pulang saat ini juga, karena malam ini aku akan langsung datang ke rumah Ayun."
Alma terkesiap. "Tu-tunggu, Fathir. Kau, kau serius?" Dia tersadar dari lamunannya.
Fathir langsung menganggukkan kepala membuat Alma mengusap wajahnya dengan kasar. "Duduk dulu, Fathir." Dia lalu menarik tangan putranya untuk duduk, karena semua ucapan yang Fathir katakan belum bisa dicerna dengan baik dan benar.
Kemudian Alma meminta Fathir untuk menjelaskan semua maksud dari apa yang laki-laki itu ucapkan tadi dengan jelas, dan tidak terburu-buru hingga membuat kepalanya terasa pusing.
Bak pemuda yang baru saja jatuh cinta, Fathir menceritakan semua yang terjadi antara dia dan Ayun hari ini. Termasuk ucapan wanita itu tentang rencana lamaran yang akan dia lakukan, hingga membuatnya sangat bahagia dan bersemangat seperti ini.
Alma terpaku dengan mata berkaca-kaca mendengar semua cerita Fathir. Tanpa mengucapkan apa-apa, dia langsung memeluk tubuh putranya itu dengan erat membuat Fathir terkesiap.
"Alhamdulillah. Selamat, Nak. Selamat," ucap Alma dengan terisak, sungguh dia merasa sangat senang mendengar kabar baik ini dari putranya.
Fathir membalas pelukan sang mama dan memeluk tubuh mamanya itu dengan erat. "Terima kasih karena selalu mendukungku, Ma. Dan maaf untuk kemarahan dan sikapku yang telah menyakiti hati Mama."
__ADS_1
Alma langsung menggelengkan kepalanya untuk membantah ucapan Fathir, karena dia dan sang suami memang layak untuk mendapatkan kemarahan dari putra mereka.
"Berbahagialah, Nak. Berbahagialah. Mama akan selalu mendo'akan dan mendukung apapun yang kau lakukan," ucap Alma kemudian.
Fathir mengangguk dengan senyuman yang sejak tadi tidak lepas dari wajahnya, dia benar-benar merasa senang dan bersyukur dengan apa yang terjadi saat ini.
Setelah menemui mamanya, Fathir menunggu sejenak di ruangan sang mama karena mamanya itu ingin pergi menemui atasan untuk izin pulang cepat.
Tentu saja Alma harus menemani Fathir untuk mempersiapkan semuanya, karena dia sendiri juga merasa bahagia dengan apa yang terjadi saat ini.
Sementara itu, di tempat lain terlihat Ayun sedang bersama dengan keluarganya. Saat ini mereka sedang sibuk membuka hadiah-hadiah yang diberikan oleh para tamu, walau tanpa dibuka pun mereka sudah tahu apa isi di dalamnya.
Semua orang juga terkejut dengan hadiah-hadiah itu, terutama Hasna yang baru melihat hadiah seperti hadiah seperti itu diberikan saat pernikahan.
"Se-semua ini harganya pasti sangat mahal," ucap Hasna sambil melihat semua hadiah yang ada di hadapannya. Terlihat ada berbagai tas bermerk dengan aneka warna, juga ada perhiasan, parfum, dan barang-barang mewah lainnya.
"Tidak apa-apa, itu tanda mereka menghargai kita," sahut Abbas. Baru melihat itu saja semua sudah heboh, padahal masih ada hadiah lain yang lebih tidak masuk akal dari semua itu.
Semua orang berdecak kagum melihatnya. Memang ya, kalau orang kaya itu kelasnya berbeda dari orang biasanya.
__ADS_1
"Tapi, kenapa kebanyakan hadiahnya untuk Ibu? Padahal 'kan, ini hadiah pernikahan," ucap Ayun dengan bingung.
Ah, semua orang baru sadar saat mendengar ucapan Ayun. Betul juga, hampir semua hadiah itu hanya bisa digunakan oleh wanita. Tidak mungkin 'kan, tas wanita dipakai oleh Abbas?
Mereka semua saling bertatapan dengan bingung, jangan-jangan orang kaya memang seperti itu? Hanya saja mereka yang tidak paham bagaimana dunia para konglomerat bekerja.
"Itu memang di sengaja," ucap Abbas tiba-tiba membuat semua orang langsung menatap dengan tajam dan bertanya-tanya.
"Disengaja?" tanya Hasna dengan bingung.
Abbas mengangguk membuat semua orang semakin merasa bingung. "Aku sudah memberi pesan pada Keanu dan Fathir, kalau mereka harus mengatakan pada para tamu jika ingin memberi hadiah, maka berilah hadiah untuk istriku. Jika tidak, maka tidak usah datang sekalian."
"Apa?"
•
•
•
__ADS_1
Tbc.