
Mendengar ucapan Fathan, Fathir langsung murka dan berada dalam kemarahan yang luar biasa, sampai Clarissa pun terkena amukan laki-laki itu.
Sampai akhirnya Fathir menemukan sebuah pistol yang tergeletak di atas sofa. Tidak tahu dari mana datangnya pistol itu, bahkan Fathan juga terkejut saat melihat laki-laki itu memegang senjata api.
"Kau mau membunuhku?" tanya Fathan dengan wajah pias.
"Ya, aku akan membunuhmu. Aku juga akan membunuh wanita itu, aku akan membunuh kalian semua! Beraninya kau berkata ingin mengambil anakku!" teriakan Fathir menggema di tempat itu.
Seketika Fathan menjadi cemas dan berusaha untuk merebut senjata itu. Namun, kekuatannya tidak sebanding dengan tenaga Fathir sampai akhirnya sebuah peluru melesat keluar dari pistol itu dan mengenai Clarissa.
Clarissa langsung tumbang detik itu juga membuat Fathan dan Fathir memekik secara bersamaan. Mereka langsung melempar pistol itu dan segera menghampiri Clarissa yang sudah tergeletak di atas lantai.
Tangis kesedihan tumpah diwajah mereka saat melihat keadaan Clarissa. Wanita itu terus mengucapkan maaf pada mereka, terutama Fathir karena sudah sangat menyakiti hati laki-laki itu.
Di napas terakhir Clarissa, dia meminta mereka berjanji untuk tidak mengatakan kejadian ini pada siapapun, juga tidak mengatakan alasan kematiannya. Anggaplah bahwa dia sendiri yang bunuh diri.
"Tapi, sedetik kemudian Rian dan yang lainnya datang ke apartemenku lalu melihat semuanya," ucap Fathan setelah selesai menceritakan semuanya.
Ayun, Keanu, dan Nindi hanya bisa terdiam dengan tatapan nanar saat mendengar semua cerita Fathan. Apalagi saat mendengar bahwa Faiz bukan anak kandung Fathir, melainkan darah daging laki-laki itu.
"Akulah yang membunuh Clarissa, jika bukan karna perbuatanku, maka dia tidak akan meregang nyawa seperti itu," sambung Fathan dengan lirih.
Melihat keberadaan polisi, Fathan langsung menyerahkan diri dan membuat pernyataan bahwa dialah yang sudah membunuh Clarissa. Sidik jarinya dan sidik jari Fathir ditemukan pada pistol tersebut, itu sebabnya dia langsung ditetapkan sebagai tersangka.
Fathan juga memberikan uang yang sangat banyak agar polisi tidak melakukan penyelidikan mendalam tentang kasus itu. Biarlah hanya dia yang menjadi tersangka, dia tidak mau jika Fathir juga bernasib sama sepertinya.
Walau Fathan sudah sangat jahat dan kejam terhadap Fathir, entah kenapa hatinya terenyuh saat melihat tangisan adiknya itu. Hingga disaat terakhir dia memutuskan untuk bertanggung jawab, dan menanggung segala hukuman atas perbuatan yang telah dia lakukan.
"Kau, apa kau tidak berpikir bahwa semua yang terjadi pada kalian sudah direncanakan oleh seseorang?" ucap Keanu sambil menggertakkan giginya menahan emosi.
Fathan yang semula menunduk langsung menatap ke arah laki-laki itu dengan tidak mengerti. "Apa maksudmu?" Dia merasa bingung. "Tentu saja semua itu karna perbuatanku. Aku, aku benar-benar menyesal."
Keanu mengusap wajahnya dengan kasar. Tidak mungkin semua kejahatan yang Fathan lakukan itu bersumber dari pikiran laki-laki itu sendiri, jelas ada yang membantunya.
__ADS_1
"Katakan siapa yang selama ini membantumu!" pinta Keanu dengab tajam.
Fathan terdiam. Dia telah memutuskan untuk menanggung semuanya sendiri dan tidak mau melibatkan orang lain lagi.
"Rian. Dia yang selama ini membantumu, 'kan?"
Fathan terkesiap dengan tatapan terkejut saat mendengar nama yang Keanu sebutkan. "A-apa urusannya dengan dia? Dia hanya mantan sekretarisku, dia tidak pernah terlibat dengan apapun yang aku lakukan."
Keanu langsung tersenyum sinis. Dari reaksi Fathan saja dia sudah tahu jika laki-laki bernama Rian itu jelas terlibat dengan semuanya.
"Penggelapan dana atas nama Fathir, pembatalan mega proyek atas persetujuan Fathir. Bahkan sampai ekspor barang dalam jumlah triliunan juga digelapkan atas nama Fathir. Kau yakin bahwa kau sendiri yang melakukannya?" ucap Keanu dengan tajam.
Fathan terdiam. Dia tidak bisa membantah, juga enggan untuk mengatakan yang sebenarnya bahwa memang Rianlah yang selama ini melakukan semua itu.
"Lalu kau tidak merasa aneh kenapa Rian bisa tiba-tiba datang ke apartemenmu pada malam itu, hah?" tanya Keanu kembali.
"Dia memang sering datang untuk melihat keadaanku, karena cuma dia yang selama ini peduli dan setia mendukungku."
Keanu langsung tergelak saat mendengarnya. Dasar bod'oh. Ternyata selama ini Fathan benar-benar diperdaya oleh Rian.
Deg.
Fathan terkejut dengan tatapan tidak percaya. "Ba-bagaimana mungkin dia menggantikan papa, dia tidak-"
"Tapi itulah yang akan terjadi." Keanu lalu menceritakan apa saja yang sudah Rian lakukan selama ini sesuai dengan penyelidikan yang dia dapatkan.
Setelah kejadian besar menimpa keluarga Farhan, tentu saja perusahaan juga terkena imbasnya. Apalagi sampai menewaskan menantu keluarga itu, membuat perusahaan menjadi goyah.
Di tengah permasalahan yang terjadi, Rian datang bak pahlawan menyelamatkan semuanya. Laki-laki itu bekerja keras untuk menyelesaikan semua masalah yang ada, hingga berhasil menarik perhatian para pimpinan di perusahaan. Itu sebabnya Rian menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan posisi Farhan, karena Fathir tidak bersedia untuk kembali ke perusahaan.
Fathan kembali diam saat mendengar semuanya. Tidak disangka jika Rian akan menduduki posisi tersebut, padahal selama ini laki-laki itulah yang memberikan ide-ide jahat untuk menggulingkan kekuasaan Fathir.
"Tidak, dia tidak boleh menggantikan posisi papa," ucap Fathan dengan tajam membuat Keanu dan yang lainnya menatap heran. "Selama ini dia memang memperlakukanku dengan baik, bahkan hanya dialah orang yang sangat aku percaya. Tapi aku merasa tidak nyaman jika dia yang menggantikan posisi papa."
__ADS_1
Walau di masa lalu hubungannya dan Rian sangat baik, entah kenapa Fathan seperti merasa jika laki-laki itu tidak pantas menggantikan papanya.
"Rupanya otakmu masih bisa berpikir dengan baik. Lalu, dari mana kau tahu jika Faiz itu adalah anakmu?" tanya Keanu kembali membuat Ayun dan Nindi langsung bereaksi.
"Keanu benar, Kak. Dari mana Kakak tahu jika Faiz bukan akan kandung Fathir sementara wajah mereka bak pinang dibelah dua?" sambung Ayun yang sejak tadi diam mendengarkan.
"Aku sudah melakukan tes DNA dengannya, dan dia benar-benar anakku," jawab Fathan.
Bukan hanya sekali, bahkan dia berulang kali melakukan tes DNA untuk memastikan bahwa Faiz adalah putra kandungnya karena memang pernah berhubungan badan dengan Clarissa.
"Apa kau sudah selingkuh selama itu dengan Clarissa sampai wanita itu mengandung anakmu?" seru Nindi. Wanita itu memilih angkat bicara karena merasa janggal dengan sesuatu. "Seingatku Clarissa tidak dekat denganmu sampai Faiz lahir ke dunia ini. Aku memang tidak tahu sejak kapan kalian berhubungan, tapi aku bisa pastikan jika Faiz lebih dulu lahir ketimbang pengkhianatan kalian."
Fathan terdiam. Memang sudah sangat lama dia berhubungan dengan Clarissa, bahkan dia tidak ingat kapan mereka melakukannya. Sebenarnya dia juga merasa aneh saat memikirkan kenapa Faiz bisa menjadi anak kandungnya, tetapi semua itu langsung hilang saat melihat hasil dari tes DNA mereka.
"Kau naif sekali, Fathan. Hanya karena hasil dari tes DNA itu, kau berpikir bahwa Faiz benar-benar putramu. Apa kau tidak punya akal sehat?" ucap Keanu dengan sarkas. "Kau pikir hasil tes itu tidak bisa direkayasa?"
Kedua tangan Fathan mengepal kuat saat mendengar ucapan Keanu. "Aku sudah berulang kali melakukannya, dan tidak mungkin semuanya salah."
"Itu bisa saja diatur karena kau terlalu bod'oh. Sekarang katakan padaku siapa yang menyuruhmu untuk melakukan tes DNA, dan kenapa kau melakukannya?" sambung Keanu.
Fathan kembali diam. Pikirannya sedang berkelana mengingat apa yang terjadi di masa lalu saat dia memutuskan untuk melakukan tes DNA, dan semua itu atas saran dari Rian.
"Kau benar-benar sudah diperdaya oleh Rian, Fathan. Laki-laki itu berhasil membod*ohimu dan menjadikanmu sebuah boneka. Ya, dia memang sudah setia mendukungmu. Tapi dia melakukan itu supaya kau percaya padanya, lalu dia bisa menguasaimu dan menghancurkan hubunganmu dengan Fathir. Lalu sekarang, dia tertawa di atas kehancuran kalian karena berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan," ucap Keanu panjang lebar, mencoba untuk menampar kebod*ohan Fathan.
Inilah salah satu alasan kenapa para petinggi perusahaan lebih mendukung Fathir ketimbang Fathan. Fathir punya sikap yang tegas dan teliti, tidak mudah diperdaya dan kebal akan aturan. Lain hal dengan Fathan. Laki-laki itu mudah terpengaruh oleh orang lain, juga kurang teliti dalam hal apapun membuat kinerjanya kurang memuaskan.
"Sadarlah dan sudahi kebod*ohanmu ini. Jika kau benar-benar ingin bertanggung jawab, maka yang harus kau lakukan adalah membalas perbuatan Rian. Hancurkan laki-laki itu seperti dia menghancurkan hidupmu."
•
•
•
__ADS_1
Tbc.