Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 10


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat. Cinta makin sering mengajak papa nya berkunjung ke rumah bu Ranti,kadang sampai menginap beberapa hari. Seperti siang hari ini mereka kembali berkunjung setelah beberapa hari sebelumnya Cinta bertanya kapan Siti libur bekerja. Saat Siti sedang asik di kebun belakang,tiba-tiba Cinta datang mengagetkan nya.


"Tante Siti!" Panggil Cinta.


"Cinta? Sama siapa ke sini sayang?" Tanya Siti. Dia lalu duduk di bangku yang ada di kebun dan Cinta pun mengikutinya.


"Cinta kesini sama papa!" Ucap nya riang. " Tuh papa!" Tunjuk nya kemudian ke arah pintu belakang rumah yang menghubungkan ke kebun.


"Oohh!" Ucap Siti.


"Tante,kita jalan-jalan yuk,tante kan sedang libur!" Ajak Cinta.


"Jalan-jalan?" Siti melirik ke arah Rey. Merasa sedang di perhatikan,Rey langsung masuk ke rumah tanpa ekspresi. Deg,Siti merasakan hati nya kecewa. Pak Rey begitu dingin jika berhadapan dengan saya tapi jika dengan orang lain dia begitu hangat. Apa semua yang di lakukan nya pada saya hanya karena terpaksa? Pikir Siti.


"Kok tante melamun?" Cinta membuyarkan lamunan nya.


"Eehh,tante tidak apa-apa kok sayang." Jawab Siti.


"Ayo tante,kita pergi sekarang saja mumpung masih siang!" Ajak Cinta setengah memaksa.


"Tapi sayang. . ." Ucap Siti ragu.


"Kenapa tante tidak mau ya jalan-jalan sama Cinta?" Cinta terlihat mulai merajuk.


"Bukan begitu sayang,tapi papa Cinta?"


"Papa Cinta tidak apa-apa kok! Papa tungguin tante di depan. Ayoo!" Menarik-narik tangan Siti dengan tidak sabar. Siti terpaksa mengikuti keinginan gadis kecil itu.


Di depan rumah,Rey berdiri sambil memasukkan kedua tangan nya di saku celana. Pandangan nya lurus ke depan. Seperti nya dia tidak menyadari kedatangan Cinta dan Siti.


"Papa!" Seru Cinta memanggil papa nya.


"Sayang. . ." Ucap Rey. Dia sama sekali tidak menoleh ke arah Siti. Siti pun jadi ragu untuk menyapa.


"Ayo pa kita jalan-jalan! Tante Siti sudah siap." Ajak Cinta.


"Memangnya Cinta mau jalan-jalan kemana?" Tanya Rey.


"Kemana saja pa tapi sama tante Siti juga!" Cinta memaksa.


"Hmm,kalau kemana saja papa bingung nih." Ucap Rey.


"Kita ke taman dekat sini saja pa!" Usul Cinta.

__ADS_1


"Hmm,baiklah!" Rey pun pasrah dengan keinginan putri semata wayangnya itu. Tentu saja dia akan lakukan apapun asalkan putri nya itu senang.


"Ayo tante Siti!" Cinta lalu menarik tangan Siti agar mengikuti mereka. Mau tak mau Siti pun ikut. Berharap Rey juga akan menyapa dan mengajaknya tapi itu seperti menghayal saja.


Cinta memaksa duduk di belakang,sementara Siti di mintanya duduk di depan di samping papanya. Rey dan Siti hanya bisa menuruti keinginan Cinta walau jantungnya jadi berdetak lebih kencang duduk bersebelahan dengan papa nya Cinta.


Sepanjang perjalanan yang hanya memakan waktu sebentar saja itu,Cinta tetap dengan celotehannya. Sesekali Rey dan Siti menimpalinya.


"Silahkan turun!" Pinta Rey tanpa menatap mata Siti saat membukakan pintu mobil untuk nya. Siti pun turun. Lalu Rey membukakan pintu untuk Cinta.


"Ayo pa,tante!" Seru Cinta dengan senyum semringah.


Di tangan kanan dia menggandeng papa nya dan di tangan kiri dia menggandeng Siti layak nya sebuah keluarga. Papa,mama dan putrinya.


Siti terlihat canggung. Sesekali dia melirik ke arah Rey tapi pria itu tetap dingin dan hanya memandang lurus ke depan. Ingin memulai obrolan tapi lidah Siti terasa kelu.


"Pa,Cinta mau es cream itu donk!" Pinta Cinta sambil menunjuk ke arah penjual es cream.


"Baiklah,Cinta tunggu di sini ya!" Titah nya. Rey pun berjalan menghampiri penjual es cream.


Tak lama Rey datang dengan membawakan dua cup es cream. Satu dia berikan pada Cinta dan satu nya lagi dia berikan pada Siti.


"Ini es cream nya!" Ucap Rey pada Siti. Tetap tanpa mau menatap mata Siti.


"Kok papa tidak beli juga?" Tanya Cinta.


"Hmm enak loh pa! Iya kan tante?" Seru Cinta lalu menoleh ke arah Siti. Siti mengangguk lalu tersenyum.


Mereka kembali berjalan. Tiba-tiba Cinta berhenti. "Pa,kita cari tempat duduk yuk,Cinta capek!" Rengek nya.


"Iya sayang!" Rey lalu mengedarkan pandangan nya ke sekeliling taman mencari mungkin ada bangku yang kosong. Karena bukan hari libur,jadi taman tidak terlalu ramai. Mereka dengan cepat menemukan bangku yang kosong.


"Yuk kita kesana!" Ajak Rey sambil menunjuk ke arah bangku yang kosong. Cinta dan Siti lalu mengikuti langkah kaki Rey.


"Pa,kita foto bertiga yuk!" Ajak Cinta sambil menoleh ke papa nya.


"Tidak boleh foto bertiga,sayang!" Rey beralasan.


"Kenapa tidak boleh pa?" Tanya Cinta penasaran.


"Hmm,tidak boleh saja sayang!" Rey bingung harus menjawab apa.


"Papa. . ." Cinta merajuk. "Ayo foto bertiga sama tante Siti!" Rengek nya sambil menggoyang-goyangkan tangan papa nya.

__ADS_1


"Sayang,tidak boleh!" Rey tetap menolak.


"Ya sudah kalau tidak boleh foto bertiga. Papa sama tante Siti saja yang foto berdua!" Cinta malah memberikan usul yang membuat papa nya dan Siti kaget.


"Apa sayang?" Mata Rey membulat. Sementara Siti melongo saja.


"Kan tadi kata papa tidak boleh foto bertiga jadi papa sama tante Siti saja berdua!" Cinta masih dengan keinginan anehnya.


"Tapi sayang?" Rey bingung mau mencari alasan apa lagi.


"Iiihh papa! Ini tidak boleh ini tidak mau!" Cinta makin cemberut. Dia menyilangkan kedua tangan nya di dada lalu menoleh ke arah lain. Tidak mau melihat ke arah papa nya yang sedang menatap nya.


"Hmm,bagaimana kalau Cinta saja yang foto berdua tante Siti? Biar papa yang fotoin. Papa jago loh membuat foto yang bagus!" Rey membujuk putrinya.


"Iya Cinta mau foto berdua sama tante Siti tapi papa juga foto berdua tante Siti!"


"Begini saja. Cinta foto berdua sama tante Siti,lalu Cinta juga foto berdua sama papa! Bagaimana?" Rey mencoba memberikan usul yang lain.


"Tapi papa juga harus foto berdua sama tante Siti! Sama seperti ayah foto berdua bunda." Cinta masih terus memaksakan kehendaknya.


"Sayang,kalau papa sama tante Siti kan tidak ada hubungan apa-apa. Kalau ayah kan suami nya bunda!" Terang Rey.


"Kalau begitu papa jadi suami nya tante Siti saja!" Cinta malah memberikan usul yang lebih membuat kaget Rey dan Siti.


"Apaa?!" Teriak Siti dan Rey hampir berbarengan.


"Ayo donk pa,ini sudah sore loh!"


Rey sudah kehabisan alasan. " Hmm,kita foto bertiga saja ya sayang!" Akhirnya Rey memilih foto bertiga daripada harus foto berdua Siti.


"Tadi bilang nya tidak boleh foto bertiga. . ." Cinta protes.


" Yah kalau terpaksa tidak apa-apa!" Ucap Rey.


Siti mendengarnya jadi tidak enak hati. Jadi semua yang pak Rey lakukan untuk saya hanya karena terpaksa menuruti keinginan putrinya. Batin Siti. Siti lalu menunduk memainkan jemari nya. Dia terlihat tidak bersemangat.


"Tante Siti ayo kok melamun?" Seru Cinta. "Senyum ya tante!" Pintanya.


Mereka lalu berfoto bertiga dengan Cinta di tengah.


Hari makin sore. Mereka lalu pulang. Rey mengantarkan Siti ke rumah bu Ranti. Sementara Cinta ikut pulang bersama nya. Sudah beberpa hari Cinta menginap di rumah papa nya.


Setelah mobil Rey meninggalkan rumah bu Ranti,Siti langsung masuk ke kamar. Rey sudah pergi tapi debaran jantung nya belum lah normal. Ya Allah jangan sampai saya jatuh cinta dengan pria itu. Batin Siti. Saya bukanlah siapa-siapa tentu saja tidak pantas untuk papanya Cinta. Hanya menoleh sedetik pun dia tidak tertarik. Batinnya meringis.

__ADS_1


Next


270321/18.10


__ADS_2