Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 68


__ADS_3

Ceklek.


Siti membuka matanya dan langsung duduk begitu tau siapa yang membuka pintu.


"Sayang,kamu belum tidur?" Tanya Rey yang segera menutup kembali pintu.


Siti hendak turun dari kasur. "Mas kemana saja seharian ini?"


"Sayang,mas ke kamar mandi dulu ya! Badan mas bau nih!" Ucap Rey yang langsung masuk ke kamar mandi tanpa menghiraukan istrinya.


"Mas kenapa ya? Seharian tanpa kabar,sekarang malah cuek. Apa tidak kangen?" Gumam Siti dengan raut wajah sedih.


Siti menunggu hampir setengah jam suaminya dari kamar mandi baru suaminya itu keluar dan langsung ke ruang ganti.


Rey mendekat ke istrinya lalu memeluknya. "Sayang,sudah malam kenapa belum tidur?" Tanya Rey.


"Nungguin mas!"


"Hmm,kamu harus banyak istirahat yank! Bagaimana perut kamu,hmm?"


"Sudah biasa lagi mas. Paling terasa sedikit sakit kalau dia nendangnya kuat!" Terang Siti.


Rey lalu mencium perut buncit Siti. "Kamu sehat-sehat ya nak!" Lalu mengusapnya lembut penuh kasih sayang.


Rey berdiri. "Mas mau ngecek email dulu yank!"


"Hmm,mas kemana saja hari ini? Kenapa saya telpon tidak di jawab?"


"Mas sangat sibuk hari ini yank!"


"Sampai sekarang sibuknya?"


"Ya mas mau cek email yang masuk ini. Kamu tidurlah sudah malam!"


Siti diam. Dia langsung tidur membelakangi suaminya. Sesaat Rey menoleh. Setelah melihat istrinya seperti sudah tertidur,Rey pun merebahkan tubuhnya di sofa.


Dia meregangkan otot-ototnya. "Uuhhh,capeknya hari ini." Lalu dia taruh handphonenya di atas meja di samping sofa. "Hoooaamm!" Rey menutup mulutnya sambil melirik ke istrinya. "Maafin mas yank,kita jaga jarak dulu sekarang. Mas juga kangen kamu." Gumamnya. Tak lama Rey langsung tertidur.


Rey mengira jika istrinya sudah tertidur padahal istrinya itu sedang melamun. "Mas kenapa ya? Tidak seperti biasanya. Apa mas sudah. . .?" Pikiran Siti sudah kemana-mana.


"Hmm,tidak. Tidak boleh sedih! Tidak boleh banyak pikiran!" Gumamnya. Dia lalu bangun dan berjalan ke kamar mandi. Setelah dari kamar mandi,Siti masuk ke ruang ganti. Siti sholat malam di sana agar suaminya tidak tau. Setelah selesai,dia masih enggan untuk bangkit,dia masih duduk di sajadahnya sambil membaca ayat suci Alqur'an.


Suara Siti begitu indah saat melantunkan ayat suci Alqur'an sampai terdengar oleh suaminya. Rey menoleh ke kasur,istrinya itu tidak ada. Rey lalu berjalan ke ruang ganti,di lihatnya istrinya itu duduk di sajadah masih berbalut mukena dan masih mengaji hingga tidak menyadari jika sedang di perhatikan oleh suaminya.


Rey begitu terharu dan baru menyadari ternyata istrinya itu belum tidur dari tadi. "Kamu benar-benar tidak bisa tidur jika tidak di dekat mas." Gumamnya. "Hmm,sepertinya menghindar bukanlah keputusan yang benar,saya harus tetap seperti biasa dan harus bisa menahan diri jika dekat dengannya daripada membiarkan dia tidak bisa tidur."


Rey pun menunggu sampai istrinya itu selesai,sampai istrinya melepaskan mukenanya. Rey berjalan mendekat. "Sayang!" Sapanya dengan mesra.


Siti menoleh karena kaget. "Mm mas? Sejak kapan di sini?"


"Sejak suara merdumu menggelitik telinga mas!" Ucap Rey yang langsung memeluk istrinya.

__ADS_1


Siti pun membalas pelukan suaminya dengan erat. "Kangen!" Ucapnya dengan penekanan.


"Mas juga kangen kamu,yank!"


Setelah beberapa menit,mereka melepaskan pelukannya. "Kamu nangis yank?" Rey kaget melihat bulir bening di sudut mata istrinya. Segera di usapnya.


"Hmm," Siti menggeleng.


"Kamu sudah ngantuk belum? Tidur yuk!" Ajak Rey.


"Hhm,mas mau tidur di sofa?" Siti mengangkat kepalanya agar dapat menatap mata suaminya.


Rey menggeleng cepat. "Mas tidur sama kamu!"


Mata Siti berbinar. "Sungguh mas?" Tanya Siti yang di beri anggukan oleh suaminya.


"Yuk tidur,sudah malam ini yank!"


Mereka pun kembali ke kamar,tidur di ranjang yang sama. "Langsung tidur yank!"


Siti mengangguk lalu tersenyum. Dia merasa nyaman tidur sambil di peluk oleh suaminya sementara Rey cepat-cepat memejamkan matanya.


***


Pagi-pagi sekali Siti sudah bangun.


Dia melirik suaminya yang masih tertidur pulas. Di usap-usap wajah suaminya. "Mas,bangun sudah subuh ini. Kita kan sudah lama tidak subuh bareng."


Rey meregangkan ototnya lalu membuka matanya perlahan. "Hmm,kamu sudah mandi yank?"


"Hmm,yuk mandi sekalian bareng juga!" Ajak Rey yang segera turun dari kasur.


"Tapi mas?" Siti ingin menolak.


"Hanya mandi yank! Yuk!" Rey menggamit tangan istrinya ke kamar mandi.


Tak sampai setengah jam,mereka sudah selesai mandi lalu sholat bersama.


"Mas hari ini pulang malam lagi ya?" Tanya Siti saat mereka mau turun untuk sarapan.


"Hmm,mungkin sore yank. Maaf ya kemarin mas tidak jawab telepon kamu! Mas bener-bener sibuk yank! Mas sama Seno ke proyek juga!" Terang Rey.


"Iya mas,saya ngerti kok."


Di meja makan sudah ada mama,papa dan juga Seno.


"Ayo kalian sarapan. Bagaimana perut kamu apa masih suka kram,Siti?" Tanya mama.


"Sudah tidak lagi ma!" Jawab Siti.


"Tapi tetap saja beberapa hari ini kamu puasa dulu,Rey! Mama tidak mau ada apa-apa sama calon cucu mama!" Titah mama.

__ADS_1


"Hmm,iya ma." Jawab Rey lirih. Siti hanya menunduk.


"Kenapa Rey di suruh puasa ma? Pekerjaannya sedang banyak-banyaknya kok,kasian kelaparan!" Tanya papa yang tak mengerti sambil menatap heran istri dan putranya.


"Hmm,ayo pa kita makan dulu!" Jawab mama.


Rey menghela nafas lega. Untung saja mama tidak membahas lagi tentang 'puasanya'. Ada Seno juga kan bisa malu. Batin Rey.


Setelah selesai sarapan,mereka masih sempat ngobrol-ngobrol di ruang keluarga.


"Siti,kapan kamu mau beli perlengkapan bayi?" Tanya mama.


"Nanti tunggu Rey tidak sibuk ma!" Rey yang menjawab.


"Hmm,kamu mau ikut juga?"


"Tentu donk ma. Rey juga ingin memilih pakaian untuk anak Rey!"


"Kamu kapan bisanya? Sekalian kita USG lagi,mama ingin lihat jenis kelamin cucu mama!"


"Ma,Rey pikir tidak perlu. Rey ingin jadi kejutan saat dia lahir nanti!"


"Hmm,ya sudah kalau begitu!" Ucap mama. "Oh iya Siti,kamu ikut senam ibu hamil deh. Sambil belajar juga tentang kehamilan,melahirkan dan cara merawat bayi! Nanti mama yang daftarkan."


"Iya ma,Siti mau."


"Ya sudah,Rey sama Seno mau berangkat dulu! Seno juga mau daftar kuliah pagi ini,siang baru bisa bantu Rey!"


"Oh kamu jadi kuliah di mana Seno?" Tanya papa.


"Di Uxx pa." Jawab Seno.


"Oh ya sudah moga di terima ya!" Ucap papa.


"Aamiin!"


Rey dan Seno berdiri di ikuti oleh Siti yang mengantar sampai ke teras.


"Mas makan siang dimana?" Tanya Siti.


"Insya Allah mas makan siang di rumah. Kalau tidak sempat,kamu makan sama mama saja ya,jangan malas makannya. Makan yang banyak!" Jawab Rey sambil mengusap wajah istrinya.


"Hmm,iya mas!"


"Mas sayang kamu!" Ucap Rey lalu mengecup kening dan juga perut istrinya. Siti lalu mencium punggung tangan suaminya.


"Saya juga sangat menyayangi mas!" Balas Siti dengan penekanan. Mereka saling menatap lama.


"Hmm,ya sudah mas pergi dulu ya!" Pamit Rey yang segera berlalu meninggalkan istrinya.


"Hati-hati di jalan mas!" Seru Siti sambil melambaikan tangannya. Siti masih berdiri di teras sampai mobil suaminya menghilang di simpang jalan.

__ADS_1


NEXT


220521/14.35


__ADS_2