
Rey baru pulang kerja menjelang malam. Anak dan istrinya sudah terlelap. "Uuhh,capeknya!" Keluhnya sambil bersandar di sofa yang ada di kamar.
"Hhh,bidadari-bidadariku sudah pada tidur. Yah langsung tidur juga deh." Gumamnya.
Dia lalu naik ke kasur di sebelah bayinya. "Kamu kok lucu dan imutnya nak. Sehat terus ya sayang!" Gumamnya lalu mencium pelan dahi bayinya.
"Mas?" Tiba-tiba Siti terbangun dan kaget melihat suaminya.
Rey langsung menoleh. "Yank,kenapa bangun?" Tanya Rey.
"Hmm,denger suara mas. Baru pulang ya,kok selarut ini?" Tanya Siti dengan dahi berkerut.
"Iya yank,tadi mas pulang kerja di ajak klien makan malam. Maaf tadi mendadak jadi lupa isi baterai handphone jadi tidak bisa hubungi kamu." Rey beralasan.
"Hmm,Seno pulang duluan ya?"
"Seno kan langsung kuliah yank jadi tidak bisa temani mas."
"Hmm,yasudah. Tidur lagi yuk mas!" Ajak Siti.
"Hmm,yank nanti dulu tidurnya ada yang mau mas omongin." Ucap Rey.
"Mau ngomong apa mas?"
"Tiga hari lagi mas mau ke Bali,ada meeting sama pemilik perusahaan di Bali. Sekaligus survey lokasi. Mas mau ajak kamu dan Putri tapi Putri masih terlalu kecil." Terang Rey.
"Hmm,berapa lama mas?"
"Mas belum tau yank. Kamu tidak apa-apa kan mas tinggal beberapa hari?"
"Hmm,kalau memang penting sekali ya tidak masalah mas!" Jawab Siti.
"Terimakasih yank,kamu memang istri yang pengertian." Ucap Rey.
"Hmm. Tidur yuk mas. Ngantuk nih!" Ajak Siti.
"Iya yank. Mas juga sangat ngantuk dan capek!" Ucap Rey.
***
Pagi ini Rey lebih lama berjemur dengan bayinya bersama Siti karena nanti dia akan berangkat ke Bali. Dia ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama anak istrinya.
"Yank,pakaian mas sudah siap semua kan? Jangan ada yang ketinggalan ya soalnya mas males kalau harus beli lagi di sana." Ucap Rey sambil menimang-nimang bayinya.
"Iya mas,sudah siap semua kok. Aku bawain jaket juga mungkin mas mau keluar saat malam hari,atau mau main ke pantai malam hari mungkin." Jawab Siti lirih.
"Terimakasih ya sayang! Doakan urusan mas di sana cepat selesai biar mas bisa cepat pulang." Ucap Rey.
"Iya pasti mas. Aku akan selalu mendoakan mas!" Jawab Siti sambil menatap lekat-lekat suaminya.
Setelah selesai sarapan,Siti mengantar Rey sampai ke teras. Pagi ini juga Rey akan terbang ke Bali. Walau berat untuk Siti tapi dia tidak mau membuat suaminya kepikiran jadi dia tetap menampakkan wajah ceria dan selalu tersenyum di depan semua orang.
"Mas,hati-hati di sana ya. Jangan lupa untuk menghubungi kita di sini!" Pinta Siti.
"Pasti mas akan sering-sering hubungi kamu yank! Mas akan merindukan kamu dan juga Putri!" Hibur Rey.
__ADS_1
"Hmm,aku dan Putri juga pasti akan merindukan mas!" Balas Siti.
"Ya sudah mas berangkat dulu ya sayang. Kamu minta temani bibi saja malam-malam kalau kerepotan ngurus Putri." Usul Rey lalu dia mencium pucuk kepala Siti.
"Iya mas." Siti lalu mencium punggung tangan suaminya.
Rey pun segera berlalu meninggalkan Siti yang mulai merasakan sedih. "Hati-hati ya mas!" Seru Siti sambil melambaikan tangannya saat Rey sudah masuk ke dalam mobil,di antar oleh Seno.
Siti kembali masuk ke rumah saat mobil sudah tidak terlihat lagi. Dia bergabung dengan mama dan papa mertuanya yang sedang menjaga Putri.
"Kamu mau di temani bibi nanti malam,Siti?" Tanya mama.
"Hmm,sepertinya belum perlu ma. Aku coba sendiri dulu nanti malam." Jawab Siti.
"Ooh ya sudah kalau gitu. Tadi Rey maksa agar bibi menemani kamu kalau malam."
"Iya ma,kalau mau nanti aku bilang sama bibi tapi malam ini coba sendiri dulu."
"Hmm. Sepertinya Putri lapar,coba kamu kasih ASI dulu!" Titah mama.
"Iya ma." Siti lalu mengangkat Putri dari boucher lalu menggendongnya. "Aku ke atas dulu ma,pa!" Pamit Siti yang di beri anggukan oleh mama dan papa.
Siti lalu membawa bayinya naik ke atas dan masuk ke kamarnya. Dia duduk di sofa lalu mulai memberikan ASI untuk Putri.
"Malam ini kita tidur tanpa papa kamu nak. Hhh,mama sedih tapi mau bagaimana lagi." Siti mengajak bayinya berbicara seolah bayinya itu bisa mengerti.
Setelah merasa kenyang Putri melepaskan diri. Dia tersenyum lalu menendang-nendang.
"Kamu sungguh menggemaskan nak! Cup,cup:" Gumam Siti lalu mencium kedua pipi gembul bayinya. "Kita main di kasur saja ya biar kamu bisa bebas bergerak." Gumamnya lagi.
Siti mencoba mengalihkan pikirannya akan sosok suaminya dengan bermain-main dengan bayinya.
***
Malam hari sehabis makan malam,Siti kembali ke kamarnya. Dia ingin menelpon suaminya yang sejak ke Bali belum memberikan kabar.
Tuuuutt tuuuuttt.
Siti terus mencoba menghubungi suaminya. Handphonenya masih aktip tapi suaminya itu tidak menjawab panggilan teleponnya. Hati Siti mulai gelisah. Kamu kemana mas? Batinnya. Siti terus mencoba dan mencoba lagi menghubungi suaminya. Sampai pukul dua belas malam,Siti tidak juga bisa terlelap. Dia mencoba sekali lagi,tapi handphone suaminya sudah tidak aktip lagi. Tak terasa sesuatu yang bening mulai mengalir di sudut matanya. "Kamu kemana mas?" Gumamnya.
Tok tok
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya. Siti pura-pura tidak mendengar,mungkin bibi yang mau menemaninya tidur. Aku cuma mau tidur sama mas Rey. Batinnya.
Tok tok tok
Pintu kembali di ketuk bahkan hingga beberapa kali membuat Siti terpaksa bangun dari tidurnya lalu berjalan ke arah pintu.
Ceklek. Siti membuka pintu kamarnya perlahan.
Dan
Mata Siti membulat sempurna,mulutnya pun terbuka.
"Mas?" Gumamnya lirih.
__ADS_1
Ya,suaminya Rey sedang berada di depan pintu kamarnya sambil tersenyum dan menatapnya penuh Cinta.
"Hepi besdey istriku tercinta!" Ucap Rey lalu menyerahkan sebuket bunga dari tangannya yang dia sembunyikan di belakang punggungnya.
Siti menutup mulutnya yang makin terbuka lebar saking terkejut dan bahagianya. Airmatanya makin mengalir. Dia langsung berhambur ke dalam pelukan suaminya dan memeluknya erat-erat seakan takut kehilangan.
"Kemana saja hari ini? Kenapa tidak mau menghubungiku? Kenapa di telpon tidak mau jawab?" Tanyanya sambil terisak. "Mas jahat!" Ucapnya lagi.
Rey pun membalas pelukan istrinya. Dia pun merasakan kerinduan yang dalam. Harus menahan sampai lewat tengah malam bertemu istrinya hanya demi sebuah kejutan ulang tahun istrinya itu.
"Mas sengaja memberikan kamu kejutan,sayang!"
Siti memukul-mukul punggung Rey dari belakang.
"Suami pulang bukan di sayang-sayang malah di pukuli,hmm? Mas pergi lagi ya?"
"Iiihh awas saja kalau berani!" Ancam Siti.
"Memangnya kenapa kalau mas berani,hmm?"
"Iiihh! Mas akan tau akibatnya!"
"Apa akibatnya,hmm?"
"Mas!"
"Hmm,apa sayang?"
"Jangan lakukan lagi!"
"Kalau mas tidak lakukan lagi terus mas dapat apa?"
"Hmm,mas. Mas dapat aku." Ucap Siti lirih karena malu.
"Kapan?"
"Hmm,besok."
"Malam ini ya?"
"Besok."
"Hmm,besok itu lamaaaa." Ucap Rey.
"Iihh tinggal tunggu satu hari lagi kok lama?"
"Memangnya malam ini belum bisa,hmm?"
Siti diam tidak bisa menjawab. Rey lalu menggendong istrinya lalu menutup pintu dan menguncinya. "Malam ini ya? Mas kangeen!" Bisiknya mesra. Siti mengangguk dalam gendongan suaminya. Jantungnya berdebar. Rey langsung bersorak dalam hati. Akhirnya. . .Batin Rey sambil menyunggingkan senyum.
Jangan lupa dukungannya yaa ☺☺☺
NEXT
0606/0030
__ADS_1