Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 88


__ADS_3

Siti dan Rey masih jalan-jalan di Mal. Setelah selesai memberikan ASI dan mengganti popok Putri,mereka berniat untuk makan-makan di foodcourdnya.


"Kita sekalian makan di sini yank." Ajak Rey.


"Iya mas. Mas tidak ke toilet dulu?"Tanya Siti.


"Hmm,mas tidak biasa yank. Kamu mau ke toilet?" Rey balik bertanya.


Siti menggeleng. "Aku juga tidak biasa mas." Jawab Siti.


"Yuk kita cari makan saja kalau begitu. Kita cari meja dulu."


Mereka lalu mencari meja kosong yang agak ke pojok agar tidak banyak orang lewat.


"Kamu mau makan apa yank? Mas yang pesan,kamu tunggu saja di sini sama Putri!"


"Aku ikut mas saja mau makan apa." Jawab Siti.


"Hmm,yasudah kamu tunggu di sini ya! Putri tetap di sebelah kamu! Jangan kemana-mana!" Titah Rey dengan penekanan.


"Iya mas." Jawab Siti.


Rey lalu mencari tenant yang menyediakan menu kesukaannya. Setelah mengantri tidak terlalu lama,dia kembali lagi ke mejanya. Dari jauh dia lihat istrinya sedang mengajak bicara putri mereka. Rey pun tersenyum.


"Sayang,kita tunggu sebentar lagi ya makanannya. Kamu sudah lapar,hmm?"


"Iya mas. Lapar sedikit sih." Jawab Siti.


"Putri tidak tidur nak?" Rey mengajak bayinya berbicara. Penglihatan Putri makin jelas jadi dia sudah mulai tersenyum dan terkadang tertawa jika di ajak bicara. "Kamu gemesin sekali,nak!" Rey menciumi kedua pipi bayinya.


Tak lama kemudian pesanan mereka datang.


"Kamu suka kan yank makanannya?"Tanya Rey saat sedang asik menyantap makanannya.


"Suka kok mas. Hmm,aku haus sekali!" Ucap Siti lalu segera menyeruput minumannya.


Setelah selesai makan,mereka berkeliling Mal sebentar.


Saat tiba di sebuah toko perhiasan,Rey membelokkan stroller dan Siti pun mengikuti.


"Yank,kamu mau perhiasan apa?" Tanya Rey.


"Hmm,mas aku kan sudah punya semua." Jawab Siti.


"Ini kan kado ulang tahun kamu yank,beda yang kamu punya itu emas kawin dari mas kan!" Ucap Rey.


"Sama saja mas,lagipula tidak pernah aku pakai." Terang Siti.


Rey menarik nafasnya. "Hhh,yank." Menatap istrinya dengan wajah berharap.


"Kita beli buat Putri saja ya mas?" Usul Siti.


Rey tersenyum. "Iya yank,kita cari untuk Putri dan juga kamu. Kembaran ya!" Ucap Rey tanpa bisa di bantah. Dia langsung bicara dengan pelayan tokonya.


"Mbak,saya cari kalung tapi kembaran untuk istri dan bayi saya,ada?" Tanya Rey.


"Oh ada pak. Mau cari yang seperti apa? Di etalase ini kalau mau yang kembaran." Tunjuk pelayannya.


Rey langsung berdiri di depan etalase yang di tunjuk oleh pelayannya. Lalu mulai memilih.


"Hmm,yang paling bagus yang mana ya?" Tanya Rey pada pelayan toko karena dia bingung,semua terlihat bagus.


Pelayan toko lalu menunjuk ke sebuah kalung bermata berlian. "Ini pak,tapi sedikit mahal karena ada berliannya." Terang pelayan toko.


"Ya sudah saya ambil yang ini mbak." Ucap Rey lalu segera mengeluarkan kartu debitnya.

__ADS_1


"Pakai ini ya,pak?"


"Iya mbak? Bisa kan?"


"Oh bisa pak,saya cek dulu." Ucap pelayan toko yang terlihat ragu.


"Silahkan pinnya pak?"


Rey lalu menekan nomor pinnya. Pelayan toko pun tersenyum lalu tak lama segera mengembalikan kartu debit Rey. "Mau langsung di pakai pak?" Tanyanya.


"Hmm,tidak mbak." jawab Rey.


Setelah urusan surat-suratnya selesai,Rey menyimpan perhiasannya dalam saku celananya.


"Terimakasih." Ucap Rey lalu segera mengajal istri dan bayinya meninggalkan toko.


"Mas,mahal sekali perhiasannya." Protes Siti.


"Untuk kesayangan mas,itu tidak mahal,yank!"


"Hmm." Siti tidak tau harus berkata apa lagi kalau suaminya sudah berkehendak.


"Kamu sudah capek belum yank?" Tanya Rey.


"Hmm,capek dikit mas." Jawab Siti.


"Kita pulang sekarang ya?"


"Mas kita kan belum sholat dhuhur." Ucap Siti.


"Hmm,ada musholah di dekat sini yank. Mas duluan ya,nanti gantian sama kamu." Ucap Rey.


"Iya mas." Jawab Siti.


Rey lalu sholat,tak lama bergantian dengan Siti. Setelah mereka selesai,mereka kembali berjalan menuju parkiran. "Kita pulang sekarang,yank?


"Yuk!" Ajak Rey.


Sampai di area parkir,Siti menggendong bayinya sementara Rey mambawa stroller dan barang belanjaan mereka.


"Mas,aku duduk di belakang sama Putri ya. Aku capek sekali mas." Keluh Siti.


Rey menoleh ke istrinya. "Kamu rebahan saja yank." Ucap Rey. "Putri tidur ya?"


"Hmm,iya mas."


"Yasudah."


Kemudian Rey segera melajukan kendaraannya menuju rumahnya. Dari kaca spion di lihatnya anak dan istrinya sudah tertidur lelap.


Tanpa sepengatahuan Siti,Rey memarkirkan mobilnya di sebuah showroom mobil. Rey tetap menyalakan mobilnya agar tetap bisa menyalakan AC.


Rey turun dengan terburu-buru. Tanpa banyak bertanya,Rey langsung memilih satu mobil untuk istri dan anaknya. Mobil yang lebih luas daripada mobilnya. Setelah selesai bertransaksi di sana,Rey segera keluar dan masuk lagi ke apotek yang tidak jauh dari showroom mobil.


Rey kembali mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya. Sampai di rumah,Putri terbangun dan langsung di gendong sama mama. Mereka kumpul di ruang keluarga.


"Putri jalan-jalan kemana tadi sayang?" Mama mengajak cucunya bicara. Putri tertawa sambil menendang-nendang.


"Bagaimana,Siti jadi KB apa?" Tanya mama pada Siti yang ikut duduk di ruang keluarga.


Siti menoleh ke arah suaminya. "Hmm,mas bilang nanti saja ma,pakai mandiri saja dulu." Jawab Siti.


Dahi mama langsung berkerut. "Loh kenapa? Pakai mandiri tidak selalu aman." Terang mama.


"Yah kalau memang di kasih lagi,Alhamdulillah ma!"Jawab Rey berusaha tenang.

__ADS_1


"Hmm,ya sudah terserah kalian. Mama dan papa di kasih cucu berapa pun dan kapan pun tidak masalah hanya kasihan yang hamil kalau terlalu dekat." Terang mama lagi.


"Insya Allah semua akan baik-baik saja ma!" Ucap Rey berusaha meyakinkan mamanya walau sebenarnya dia juga berpikiran sama seperti mamanya.


"Siti tidak capek?" Tanya papa.


"Capek sedikit pa." Jawab Siti.


"Oh ya pa,ma,kita ke atas dulu mau istirahat!" Pamit Rey agar mamanya tidak banyak tanya lagi.


Siti lalu mengambil bayinya dari gendongan mama,lalu naik ke atas bersama Rey.


Sampai di kamar,Siti langsung menidurkan bayinya di kasur,dia lalu masuk ke kamar mandi.


"Yank,paman Supri beberapa kali nelpon dari tadi,tapi mas baru pegang handphone. Mas telpon lagi ya mungkin penting." Ucap Rey setelah Siti keluar dari kamar mandi.


"Hmm,iya mas telpon saja lagi." Ucap Siti.


Rey lalu mencoba menelpon pamannya Siti. Setelah beberapa kali panggilan,baru paman Supri menjawab.


"Ya hallo paman."


"Alhamdulillah kabar kita di sini baik. Gimana kabar keluarga di sana?"


"Iya paman bicara saja."


"Apa? Kapan paman?"


"Hmm,baiklah kita usahakan datang."


"Iya paman tidak masalah."


"Baiklah paman. Wa alaikumsalam."


Rey lalu memutuskan panggilan telponnya.


"Mas,ada apa paman Supri nelpon mas?"


"Paman berharap kita mau datang ke desa istrinya,yank. Kamu tau desanya di mana?"


"Hmm,Seno yang pernah kesana mas. Memangnya ada apa mas?"


"Paman tidak bilang. Cuma minta kita datang kalau tidak sibuk. Yah paman juga tidak maksa katanya."


"Hmm,mas mau datang kesana?"


"Mas terserah kamu saja yank. Kalau kamu mau datang ya mas temani."


"Kita datang saja ya mas?"


"Iya yank." Jawab Rey lalu memeluk Siti dengan mesra.


"Putri tidur tuh yank." Ucap Rey. Siti lalu menoleh ke Putri yang ternyata sudah tertidur lagi.


"Dia kecapekan mas."


"Iya. Mas juga capek. Yuk kita tidur sebentar." Ajak Rey.


"Iya mas." Siti lalu melepaskan pelukan suaminya. Dia lalu tidur di sebelah kiri Putri sedangkan Rey tidur di sebelah kanan Putri. Mereka sama-sama tidur menghadap ke Putrinya sambil berpegangan tangan.


"Mas sayang kamu!" Ucap Rey mesra.


"Aku juga sayang mas!" Balas Siti.


Mereka pun mulai memejamkan mata dan dengan cepat terlelap karena kelelahan setelah berkeliling Mal.

__ADS_1


NEXT


0906/16.16


__ADS_2