Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 10 ( S2 )


__ADS_3

Hari pernikahan Seno hanya tinggal dua minggu lagi. Semua seserahan yang di beli Fia akan di ambil oleh Seno agar bisa dia bawa ke desa nanti sebelum hari H. Sekarang Seno sedang di rumah kontrakan Fia untuk mengantarkan pakaian pengantinnya yang sudah di pilihkan oleh oma Asti sebagai kado pernikahan mereka.


"Assalammualaikum." Salam Seno.


Tak lama Fia keluar dari rumahnya."Wa alaikumsalam,mas. Duduk mas." Titah Fia.


Seno lalu duduk di kursi yang ada di teras,di ikuti oleh Fia.


"Kamu sedang apa?"


"Sedang nonton tv sama adek. Mas mau ambil barang-barang yang aku beli kan?"


"Iya. Sama mas antarkan ini buat kamu." Ucap Seno sambil menyerahkan paper bag ukuran besar pada Fia.


"Apa ini,mas?" Tanya Fia heran,dia lalu mengambil paperbag dari tangan Seno.


"Pakaian pengantin untuk kamu pakai pas akad nikah nanti." Terang Seno.


"Hmm,mas beli?"


"Mama mertua mbak Siti yang beliin. Kenapa? Kamu sudah punya?"


"Belum sih mas. Rencana beli di desa sama ibu."


"Oohh,kirain sudah beli. Kamu coba dulu pas tidaknya." Titah Seno.


"Aku coba dulu ya mas."


"Iya." Fia pun masuk ke dalam rumah. Lima menit kemudian dia sudah keluar lagi.


"Gimana,kamu sudah coba pakaian pengantinnya?"


"Sudah mas. Pas banget di badan aku. Modelnya juga bagus banget mas. Harganya pasti mahal banget ya mas."


"Hmm,mas tidak tau berapa harganya."


"Hmm,mertuanya mbak Siti baik banget ya mas."


"Iya. Mereka juga sudah anggap mas seperti anak sendiri. Mas tidak boleh keluar dari sana." Terang Seno.


"Hmm,terus kalau kita sudah nikah masih tinggal di sana?"


"Ya pindah donk,masa sudah punya istri masih numpang. Kalau mbak Siti kn memang menantunya."


"Iya mas,aku tidak enak kalau tinggal di sana."


"Hmm. Oh ya mana barang yang kamu beli,mau mas bawa sekarang."


"Iya mas aku ambil dulu." Fia lalu masuk ke dalam rumah mengambil barang untuk seserahan.


"Ini mas. Banyak. Aku dua kali ke Mal carinya sama adek." Terang Fia.


"Hmm,beli barang sebanyak ini pasti seharian kan. Mas mana mungkin bisa temani kamu."


"Hehee,iya." Ucap Fia malu-malu mengingat dia yang memaksa minta di temani beli. "Oh iya ini ada lebihnya mas." Ucap Fia sambil menyerahkan amplop berisi uang pada Seno.


"Kamu itu. Ambil saja buat kamu. Oh ya kapan kamu pulang ke desa? Mas antar ke terminal ya?"


"Mungkin lusa pagi mas."


"Ya sudah,pagi-pagi mas antar kamu. Mas pulang dulu ya." Pamit Seno.


"Iya mas. Hati-hati di jalan ya."

__ADS_1


Seno lalu memasukkan barang-barang ke kursi belakang. Dia pun segera meninggalkan rumah Fia karena hari memang sudah malam.


Sampai di rumah,suasana sudah sepi karena sudah pukul sepuluh malam. Seno membawa barang-barang ke dalam kamarnya.


***


Pagi-pagi sekali semua keluarga sibuk mempersiapkan diri untuk berangkat ke desa. Hari pernikahan Seno tinggal tiga hari lagi jadi mereka akan datang untuk membawa seserahan.


Siti sedang menelpon bundanya Cinta.


"Jadi tidak bisa ikut nih mbak?"


"Oohh,Cinta ada ujian akhir bulan?"


"Oohh,iya kasihan kalau dia di tinggal sendirian."


"Hmm,kita langsung pulang habis acara,mbak."


"Iya,nanti pas acara nikahannya saja mbak sekeluarga ikut. Nanti kan bisa tinggal di rumah saya,rumah kosong."


"Baiklah kalau begitu"


"Aamiin. Assalammualaikum. . ."


Siti mematikan handphonenya.


"Kenapa yank? Cinta sekeluarga tidak bisa ikut ya?" Tanya Rey.


"Iya mas,Cinta sedang ujian akhir bulan katanya."


"Oohh. Paman sama Radit sudah datang itu."


"Oh ya? Cuma berdua?"


"Anaknya Rania sedang sakit jadi tidak bisa ikut." Terang Rey.


"Demam,batuk,pilek. Rewel banget. Jadi lebih baik di rumah saja."


"Oohh begitu. Moga lekas sembuh. Aamiin."


"Ya sudah kita berangkat sekarang saja yank. Semua barang seserahan sudah di mobil semua."


"Iya mas."


Mereka lalu turun dari kamar.


Di ruang keluarga,ada paman dan Radit sedang ngobrol bersama papa dan mama Rey. Seno masih di dalam kamarnya sedang berbicara dengan calon istrinya via telpon.


"Kita berangkat sebentar lagi kok. Paling lama empat jam paling cepat tiga jam perjalanan. Kamu sabar yaa. . ."


"Iya mas tau. Doakan saja kita semua selamat tidak kurang apa sampai rumah kamu dan balik lagi ke sini."


"Iya. Ya sudah ya. Mas tutup dulu telponnya."


"Assalammualaikum."


Seno mematikan handphonenya lalu segera keluar dari dalam kamar.


"Seno,kamu sudah siap kan dek?" Tanya Siti melihat adiknya yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Iya mbak,Seno sudah siap. Yang lain sudah siap,mbak?"


"Semua sudah siap tinggal nungguin kamu."

__ADS_1


"Hmm,iya mbak.


Mereka pun segera berangkat ke desa dengan mengendarai dua mobil.


Seno satu mobil bersama paman dan Radit,karena Radit sudah pandai menyetir mobil jadi mobil Seno Radit yang bawa beserta semua barang seserahannya.


Selama tiga jam lebih,mereka akhirnya tiba di desa. Rumah Fia terletak di pinggiran jalan raya. Dari jauh sudah terlihat janur kuning melambai di samping rumahnya.


Setelah memarkirkan mobilnya di halaman kosong di samping ruko orangtua Fia,rombongan pun segera turun dengan membawa barang-barang seserahan. Keluarga Fia menyambut kedatangan keluarga Seno dengan hangat. Setelah masuk ke dalam rumah,paman Seno selaku wakil orang tua Seno menyampaikan maksud dan tujuan mereka beserta sepatah dua patah kata. Barang-barang segera di bawa kedalam kamar pengantin. Calon pengantin perempuan belum boleh bertemu dengan calon mempelai pria seperti tradisi di desa mereka.


Setelah berbincang-bincang,mereka di persilahkan makan siang. Jam menunjukkan pukul satu siang,keluarga Seno pun pamit pulang.


"Kita tidak mampir ke rumah dulu,mas? Kan belum sholat?" Tanya Siti pada suaminya.


"Kita sholat di masjid saja yank."


"Hmm,yasudah kalau gitu."


"Kenapa,kamu mau mampir ke rumah,hmm?"


"Kangen sih,mas."


"Dua hari lagi kita kan kesini lagi,nginap di rumah."


"Hmm,iya mas."


Mereka akhirnya sholat di masjid sebelum meneruskan perjalanan kembali ke kota. Karena macet,hampir empat jam mereka baru tiba di rumah setelah sebelumnya mengantar paman Supri dan Radit ke rumah mereka.


"Adek capek,ma." Keluh Putra saat mereka baru saja sampai di rumah.


"Hmm,kasihan adek. Kita langsung ke kamar kamu ya,kita bobok." Ajak Siti. "Kakak,yuk kita langsung bobok sama adek Putra!" Siti menoleh ke arah Putri.


"Tapi kakak tidak ngantuk ma,kan tadi di mobil kakak sudah tidur." Tolak Putri.


"Hmm,ya sudah. Mama anter adek ke kamar ya. Kamu main sama oma saja."


"Iya ma."


Siti segera mengajak Putra pergi ke kamarnya.


"Sayang,tidak ikut adek tidur,hmm?" Tanya Rey pada Putri yang malah asik nonton tv.


"Kakak tidak ngantuk,pa."


"Papa capek,mau istirahat juga. Oma sama opa pasti juga capek. Kamu sendirian mainnya,hmm?"


"Iihh ,kok pada mau istirahat." Putri terlihat ngambek.


"Semua orang tidak bisa istirahat di mobil,nak. Yuk,kamu main di kamar saja. Paman Seno juga sudah masuk ke kamarnya kan."


"Hmm,iya deh." Putri akhirnya mengikuti papanya pergi ke kamar untuk istirahat.


.


.


.


.


.


NEXT

__ADS_1


Maaf ya othornya baru bisa up lagi. Ini juga karena sudah kangen pengen nulis tapi belum bisa setiap hari. Mohon doanya untuk kesembuhan othor dan keluarga. Maaf kalau tulisannya banyak yang salah.


Terimakasih


__ADS_2