
Rey mengajak paman Supri dan Radit menemui bu Ranti,mamanya Cyndia yang mempunyai usaha minimarket kecil di ruko sebelah rumahnya. Siti juga sempat beberapa bulan ikut tinggal dan bekerja bersama bu Ranti.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam,mereka pun sampai.
Dari jauh terlihat bu Ranti sedang menata barang-barang di rak. Ada satu orang pegawai dan satu orang kasir yang membantunya.
Setelah memarkirkan mobilnya di depan halaman ruko,Rey mengajak paman dan Radit turun.
"Yuk kita kesana,paman!" Ajak Rey.
Sampai di toko,mereka langsung di sambut hangat olah bu Ranti karena Rey sudah lebih dulu memberitahukan tentang kedatangan mereka. Ada banyak pembeli yang datang ke minimarket bu Ranti selain karena harga-harganya lebih miring,pelayanannya juga menyenangkan. Bu Ranti dan pegawainya selalu ramah terhadap pembeli karena mereka memakai prinsif 'pembeli adalah raja'.
"Rey." Sapa bu Ranti.
"Bu Ranti." Sahut Rey. "Met siang bu,maaf kita ganggu." Ucap Rey.
"Tidak apa-apa,Rey. Ibu sudah selesai kok." Jawab bu Ranti. " Bagaimana kabar Siti dan bayi kalian? Maaf ibu belum sempat menjenguk,ibu beberapa hari ini sedang tidak sehat."
"Tidak apa-apa kok bu. Alhamdulillah Siti sudah pulang ke rumah tapi bayi kami masih harus di rawat secara intensif di ruang NICU." Terang Rey.
"Tidak apa-apa Rey. Semua demi kebaikan juga. Semoga kedepannya semua akan baik-baik saja."
"Aamiin." Sahut Rey. "Oh iya bu kenalkan,ini paman Supri dan putranya Radit." Ucap Rey.
"Dan paman,ini adalah bu Ranti yang Rey ceritakan itu. Beliau sudah lama usaha minimarket." Ucap Rey,mengenalkan bu Ranti dan paman Supri.
"Bu Ranti." Ucap bu Ranti sambil mengulurkan tangannya pada paman dan juga Radit.
"Saya pak Supri." Paman Supri menyambut uluran tangan bu Ranti,begitupun Radit.
Setelah saling berkenalan,bu Ranti mengajak paman dan Radit melihat-lihat isi minimarketnya. Sementara Rey pamit untuk vc dengan istrinya di dalam mobil.
"Jadi kapan pak Supri mau memulai usaha minimarketnya?" Tanya bu Ranti setelah mereka selesai keliling dan membahas tentang bisnis sembako bu Ranti yang makin maju.
"Saya masih menunggu dua bulan lagi,bu. Soalnya rumah saya masih di kontrakkan dan baru selesai dua bulan lagi " Jawab paman Supri.
"Oh iya pak. Nanti kalau tempatnya sudah siap,hubungi saya lagi nanti saya akan hubungkan sama distributor langganan saya." Ucap bu Ranti.
"Terimakasih banyak atas bantuannya bu." Ucap paman.
"Sama-sama pak. Saya dulu juga tau dari teman saya. Pada sesama harus saling bantu kan." sahut bu Ranti.
"Iya bu." Ucap paman. "Kita permisi dulu kalau gitu,bu." Pamit paman.
"Iya pak,silahkan."
Paman lalu menghampiri Rey di mobil yang masih asik vc dengan istrinya.
"Rey." Panggil paman.
Rey lalu membukakan pintu mobil. "Paman,sudah ngobrolnya?" Tanya Rey.
"Sudah Rey. Hmm,paman mau ke rumah lama sama Radit." Terang paman.
"Oh ayo aku antar,paman." Ucap Rey.
__ADS_1
"Terimakasih tapi kita pergi sendiri saja soalnya mau silaturahmi sama tetangga juga,mungkin lama." Tolak paman Supri.
"Tidak apa-apa Rey antar saja nanti Rey tinggal. Rey juga mau jenguk Putra bersama Siti,paman." Ucap Rey.?
"Hmm,baiklah kalau begitu." Ucap paman.
Rey kemudian melajukan mobilnya ke arah rumah paman yang lama.
"Nanti pulang lagi ke rumah Rey ya paman." Pesan Rey setelah sampai di rumah lama paman Supri.
"In sya Allah Rey. Terimakasih. Kamu hati-hati di jalan." Jawab paman.
Rey lalu melajukan mobilnya kembali ke rumahnya.
***
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih. Siti dan Rey baru saja selesai makan malam dan Rey juga selesai sholat isya. Mereka berencana menjenguk bayi mereka di Klinik dokter Layli. "Yank,kamu sudah siap kan? Kita jenguk Putra sekarang saja biar tidak kemalaman. " Tanya Rey.
"Iya mas."
"Kamu sudah siapkan ASI berapa botol,yank?" Tanya Rey.
"Ini hanya ada enam botol,mas."Jawab Siti.
"Semoga cukup sampai besok pagi ya. Besok pagi-pagi kita jenguk Putra lagi." Ucap Rey.
"Iya mas."
Mereka lalu turun ke bawah. Putri baru saja tertidur.
"Ma,tolong titip Putri ya. Kita pergi sekarang." Siti pun berpamitan
"Iya,kalian hati-hati." Pesan mama.
Rey dan Siti segera pergi ke Klinik dokter Layli.
Sampai di Klinik dokter Layli,mereka langsung menuju ruang NICU. Dari kejauhan Siti menatap nanar ke arah ruang NICU. Karena hari sudah menjelang malam, suasana jadi sepi. "Sus,kita mau jenguk bayi kita." Ucap Siti pada suster jaga.
"Silahkan bu." Jawab suster.
Setelah memakai pakaian khusus dan masker,Siti dan Rey masuk ke ruang NICU. Bayinya sedang tertidur.
"Alat bantunya kok belum di lepas juga ya mas?" Tanya Siti pada suaminya dengan wajah sedih.
"Kan baru satu mingguan,yank. Semoga makin hari kondisinya makin baik dan makin kuat! Aamiin."
"Aamiin."
Selama satu jam lebih mereka berada di ruang NICU sambil sesekali mengajak bayinya berkomunikasi.
"Yuk,yank kita pulang. Sudah malam ini." Ajak Rey.
"Hmm,mas aku belum puas melihat Putra." Tolak Siti. Matanya terus saja menatap bayinya.
"Hmm,setengah jam lagi ya. Mas tunggu di luar." Ucap Rey lalu keluar dari ruang NICU. Dia sebenarnya juga berat meninggalkan bayinya tapi jika terus berada di dalam,perasaan menyesal itu makin kuat hingga dadanya terasa sesak. Dia lalu duduk di ruang tunggu sambil memainkan handphonenya.
__ADS_1
Setelah menunggu selama setengah jam,istrinya pun keluar.
"Mas,yuk pulang." Ajak Siti.
Rey menoleh ke arahnya istrinya. "Ayo." Sahut Rey.
Rey menggandeng tangan istrinya dengan mesra. "Kamu jangan sedih dan banyak pikiran terus yank,nanti kamu bisa sakit. Ingat,ada dua bayi yang membutuhkan kamu."
"Iya mas."
Selama di perjalanan,mereka hanya diam. Siti hanya menatap jalanan yang gelap dari jendela. Walau sudah malam, namun masih penuh sesak kendaraan yang lalu lalang.
"Kamu tidak ada yang mau di beli,hmm?" Tanya Rey sambil tangan kirinya menggenggam tangan istrinya.
"Pulang saja mas."Jawab Rey.
Mereka tiba di rumah sudah hampir pukul sepuluh. Putri sudah di tidurkan oleh mama di box bayi.
Ceklek. Pintu kamar Rey terbuka.
"Ma." Sapa Siti.
"Kalian kok sudah pulang?"
"Iya ma,hanya jenguk Putra saja kok."Jawab Siti.
"Ooh,ya sudah mama tinggal ya." Pamit mama kemudian berdiri.
"Ma,terimakasih." Ucap Siti tulus.
"Iya sama-sama. Kamu harus jaga kesehatan,Siti!" Pesan mama dengan penekanan.
"Iya ma."
Mama lalu keluar dari kamar. Siti berjalan mendekat ke box bayi dimana putrinya sedang tidur.
Tak lama Rey masuk. "Yank,Putri sudah tidur?" Tanya Rey.
"Iya mas." Jawab Siti.
Rey lalu menghampiri istrinya yang sedang berdiri di sisi box bayi."Kok wajahmu kelihatan sedih terus sih yank?"
"Hmm,tidak kok mas. Aku hanya ngantuk." Siti berbohong.
"Ya sudah tidur yuk!" Ajak Rey.
"Putri tidur sama kita ya mas?" Pinta Siti.
"Iya sayang! Mas mau ke kamar mandi dulu ya."
Setelah Rey masuk ke kamar mandi,Siti lalu memindahkan Putri ke tempat tidur. Dia menidurkan Putri di tengah-tengah.
Beri dukungan terus untuk Siti ya readers sayang. Tungguin terus kelanjutan kisahnya. Terimakasih. βΊβΊππ
NEXT
__ADS_1
3006/1717