
Ratna tidak bisa menolak saat Angga mengajaknya naik ke mobil. Dia mulai tidak bisa menguasai diri.
Sementara Angga di sampingnya tersenyum menyeringai sambil sesekali melirik ke arah Ratna.
"Mas,ACnya kok tidak terasa ya?" Keluh Ratna seraya mengibas-ngibaskan pakaiannya.
"Sabar bentar lagi kita sampai." Ucap Angga.
Tak lama kemudian,Angga memarkirkan mobilnya di sebuah apartemen. Angga membukakan pintu mobil untuk Ratna lalu menggandeng Ratna yang mulai tidak bisa berjalan dengan benar.
Angga membuka pintu apartemen lalu menyuruh Ratna masuk.
"Kenapa kita kesini,mas?" Tanya Ratna yang makin tidak bisa menguasai diri. Tingkahnya makin aneh namun membuat Angga tersenyum senang.
"Kamu kan kepanasan. Di sini kamu bisa mendinginkan tubuhmu." Bisik Angga.
"Bagaimana caranya mas . .?" Tanyanya tidak sabar.
Angga menarik tangan Ratna,mengajaknya ke kamar mandi. Angga lalu mengisi bathup dengan air hangat. "Berendamlah,mungkin bisa mendinginkan tubuhmu!"
Ratna yang mulai kehilangan akalnya mulai melepas semua pakaiannya lalu berendam di dalam bathup.
"Hhmm,bekerja juga obat itu." Gumam Angga dengan senyum menyeringai.
Angga tidak melewatkan begitu saja kesempatan itu. Tanpa Ratna sadari,dia pun menerima saja apa yang Angga lakukan terhadapnya bahkan mampu membuat Angga tersenyum puas.
"Ternyata dia masih gadis." Gumam Angga setelah berhasil mengambil kehormatan Ratna tanpa paksaan.
***
Matahari mulai menerobos masuk ke sela-sela gorden. Ratna mengerjap-ngerjapkan matanya.
Hmm,sudah siang. Batinnya. "Haaahhh,sudah siang!"Jeritnya begitu sadar. Ratna duduk sebentar sambil menetralkan matanya.
"Aku-aku dimana ini?" Ratna sangat kaget mengetahui kalau dia sedang tidak berada di kamarnya.
Dia lalu melihat dirinya sendiri yang sudah tanpa pakaian. "A-apa yang terjadi? Kenapa aku?" Ratna semakin kalut hingga dia kemudian mulai merasakan nyeri di sana. "Aaahhhkkkk!" Jerit Ratna sekencang-kencangnya. Air matany lolos begitu saja tanpa bisa dia tahan.
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Seorang laki-laki yang sangat dia kenal berdiri di depan pintu hanya dengan berbalut handuk dari pinggang ke bawah.
"Kenapa teriak-teriak? Di sini bukan hutan!" Ucapnya dengan nada tinggi.
"Kamu? Kenapa saya bisa ada di sini?" Tanya Ratna seraya menutupi seluruh tubuhnya sampai ke leher.
"Kenapa di tutupi segala? Sudah saya lihat semua kok!" Ucapnya dengan senyum menyeringai.
"Apa yang sudah kamu lakukan sama saya? Apa salah saya?" Jerit Ratna di sertai tangis.
"Hhh,kamu lupa? Bukannya kamu yang lebih dulu menggoda saya,hehh?" Ejeknya.
"Apa maksud kamu? Saya bukan perempuan seperti itu!" Teriak Ratna lagi. Dia merasa begitu terhina hingga makin menangis histeris.
"Tapi kenyataannya,memang kamu yang menggoda saya lebih dulu. Apa mau saya perlihatkan buktinya,hehh?"
"Tidak! Itu tidak mungkin! Saya bahkan bisa menjaga harga diri dan kehormatan saya selama ini!"
"Tapi sekarang sudah tidak lagi. Semua sudah hilang!" Ucap Angga seraya melemparkan handphone Ratna yang ada foto-foto saat malam panjang itu. Di foto itu,wajah Ratna terlihat bahagia saat bersama Angga.
__ADS_1
"Kamu jahat,Angga! Kamu benar-benar jahat! Apa salah saya? Apa salah saya??" Ratna menangis sesenggukan.
Angga tidak mau peduli dengan tangisan Ratna. Dan tanpa malu,dia memakai pakaiannya di hadapan Ratna yang bahkan makin menangis tersedu.
Beberapa saat kemudian,Angga melemparkan segepok uang ratusan ribu ke hadapan Ratna. "Kalau kurang,nanti saya tambah lagi." Ucapnya dengan nada mengejek.
Ratna tidak peduli dengan uang yang Angga lemparkan kehadapannya. Dia masih dengan kesedihannya.
"Kamu boleh pakai salah satu pakaian saya di lemari. Ingat,urusan kita belum selesai. Kapanpun saya butuh kamu,kamu harus siap kalau tidak mau foto-foto kamu saya sebar luaskan!" Ancam Angga.
Angga lalu memakai sepatu mahalnya. "Saya kasih kamu waktu seharian di sini. Nanti sore,kamu sudah harus pergi dari sini!" Ucapnya lalu membuka pintu dan pergi begitu saja dari hadapan Ratna tanpa ada rasa bersalah dan kasihan sedikitpun. Sementara Ratna terus menyesali nasibnya.
Beberapa hari kemudian,Angga meminta bertemu lagi. Dia meminta Ratna membawa Cinta paďanya.
"Itu tidak mungkin! Jangan kamu rusak dia juga! Cukup aku yang kamu rusak,Angga!"
"Hhh,berani kamu ya. Sudah tidak mau lagi panggil saya 'mas'. Eh berani juga bicara tinggi pada saya!"
"Saya tidak takut sama kamu!"
"Hahaa,tidak takut? Apa kamu juga tidak takut kalau foto-foto kamu malam itu saya sebar luaskan?" Ancamnya.
"Kamu benar-benar jahat Angga!"
Hhmm,sepertinya aku akan mengajaknya lagi ke apartemen malam ini. Batin Angga. "Hmm,kamu tidak mau saya rusak gadis itu kan? Kalau begitu,malam ini kamu datang ke apartemen itu lagi."
"A-apa maksud kamu?"
"Kamu sudah dewasa,Ratna. Kamu bukanlah Cinta yang masih lugu dan polos!" Ejek Angga.
"Kamu keterlaluan!" Ratna seperti sedang berusaha menahan untuk tidak menangis.
Minggu berikutnya,Angga kembali memaksa Ratna untuk bertemu. Ratna pun mau menemui Angga. Ratna hanya bisa mendengarkan apa saja yang Angga ucapkan tanpa menyela sedikitpun. Bahkan Ratna seperti orang yang tidak mempunyai semangat untuk hidup.
"Ratna! Kamu dengar apa yang saya ucapkan,kan?"
Ratna menarik nafasnya berat. "Saya dengar." Ucapnya lirih.
Aku sudah gagal membuat Dinda dan suaminya celaka,bahkan bayi mereka pun selamat. Tidak ada cara lain untuk membalaskan sakit hatiku. Batinnya seraya menatap Ratna dengan tatapan membunuh.
Hari itu,Ratna harus membawa Cinta untuk di serahkan pada Angga. Angga berjanji tidak akan menyakiti Cinta. Cinta hanya alat untuk membalas sakit hatinya.
Saat Cinta hendak membeli kado untuk bayinya Seno,saat itulah Cinta di bawa oleh Angga dan Ratna harus segera menghilang kalau tidak ingin kembali menuruti keinginan gila Angga.
.
.
Flashback off.
.
"Maafkan saya,pak Rey. Sejak itu saya langsung pulang ke desa. Saya sudah tidak tau lagi apa yang terjadi pada Cinta. Saya benar-benar sudah menganggap Cinta seperti adik saya sendiri. Tapi kalau foto-foto saya di sebarluaskan bahkan sampai ke tangan orang tua saya,saya tidak sanggup,pak. Maafkan saya,saya lebih sayang orang tua saya. Saya tidak ingin orang tua saya hancur melihat kehancuran putrinya." Ucap Ratna seraya mengusap wajahnya yang mulai basah.
Hhhh,Rey menarik nafasnya berat lalu mengusap wajahnya kasar. Dia tidak menyangka nasib Ratna begitu buruk karena ikut bekerja dengannya.
"Kamu mau ikut saya kembali ke kota?" Tanya Rey?"
__ADS_1
Ratna menggelengkan kepalanya lemah. "Saya tidak ingin lagi kembali ke kota yang sudah membuat gelap masa depan saya." Tolaknya.
"Saya akan pertemukan kamu dengan dia! Saya akan buat dia bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap kamu!:
"Terimakasih,pak. Tapi saya tidak ingin lagi melihatnya."
"Hmm,tapi yang kamu katakan itu benar kan?"
Ratna mendongakkan kepalanya. "Maksud pak Rey semua yang saya katakan itu bohong,iya?" Ratna menatap Rey dengan pandangan seakan tak percaya.
"Bukan,Ratna. Maksud saya orang yang kamu maksud itu apa benar orang yang telah menculik putri saya. Karena orang yang mengaku telah menculik Cinta itu bernama Romi bukan Angga." Terang Rey.
"Intinya pak Rey tidak percaya sama saya!" Ratna histeris lalu terduduk bersimpuh di tanah.
"Bu-bukan begitu Ratna. Apa mungkin mereka tidak hanya satu orang? Bisa jadi dua orang kan?"
"Laki-laki jahat itu bernama Angga! Namanya Angga! Aku sangat membencinya!" Ratna menangis tersedu.
"Hhhh,baiklah. Saya percaya kamu,Ratna. Tapi saya minta tolong,kamu mau ikut saya ke kota. Kamu tidak mau menghukum orang jahat itu?"
Ratna menggelengkan kepalanya.
"Saya mohon Ratna,saya akan membantu kamu mendapatkan keadilan. Saya janji akan selalu membantu kamu."
Setelah sedikit merasa tenang,Ratna kembali berdiri. "Hhh,baiklah pak Rey. Saya akan kemnali ke kota,tapi tidak sekarang. Ibu saya sedang sakit."
"Hmm,baiklah. Saya akan tunggu kapan kamu siap. Terimakasih,Ratna. Ayo saya antar kamu pulang.".Tawar Rey.
Ratna kembali menggelengkan kepalanya sambil menunduk.
"Kamu tidak mau kan,orang-orang melihat kamu habis menangis?"
Ratna mendongakkan kepalanya. "Hhh,baiklah."
Rey lalu kembali ke mobil di ikuti oleh Ratna.
.
.
.
.
NEXT
Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya untuk karya othor ini ya. Terimakasih. 😍😍
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
1900