Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 65


__ADS_3

Siti masih menemani adiknya di kamar tamu. Setelah mandi,adiknya itu sibuk menyiapkan berkas-berkas untuk mendaftar kuliah dan juga melamar kerja. Seno berencana untuk kuliah jurusan bisnis.


"Kamu yakin mau kuliah sambil kerja,dek?" Tanya Siti.


"Iya mbak! Seno ingin membiayai sendiri kuliah Seno!" Jawabnya.


"Hmm,kamu rencana mau kerja di mana? Kenapa tidak melamar di perusahaan mas Rey saja dek?"


"Mbak,Seno tidak ingin terlalu banyak hutang budi sama mas Rey! Lagipula Seno mau lamar kerja bareng teman-teman juga. Tadi Seno ke kota bareng tiga teman Seno!"


"Kenapa tidak kamu ajak teman-teman kamu melamar di tempat mas Rey? Si Ratna anak pak Erte juga kerja di tempat mas Rey kok!"


"Oh iya ya mbak Ratna kerja di tempat mas Rey. Hmm,Seno akan coba di tempat lain dulu deh mbak!"


"Hmm,kamu itu dek! Mbak kasih saran itu karena mas Rey sendiri yang minta bukan kemauan mbak!"


"Iya mbak,Seno tau. Tapi. . .Seno pikir-pikir dulu deh!"


Tok tok tok


"Mbak buka pintu dulu."


Ceklek. "Bibi?"


"Non,di panggil nyonya sudah waktunya makan siang." Ucap bibi.


"Oh iya bi sebentar lagi kita kesana! Terimakasih!"


"Dek,yuk kita makan siang dulu!" Ajak Siti.


"Mbak,Seno tidak enak sama keluarga mas Rey!"


"Dek,justru tidak enak kalau kamu tidak mau ikut makan bareng. Di sini sarapan,makan siang dan malam tuh bareng!" Terang Siti.


"Hmm,iya deh." Seno akhirnya menurut. Dia mengikuti langkah mbaknya ke ruang makan.


"Siti,sini ajak adik kamu makan!" Ajak mama.


"Iya ma!" Jawab Siti. "Dek,kenalin ini papa. Pa,ini Seno adik saya dari desa." Ucap Siti memperkenalkan adiknya pada papa mertuanya. Seno pun segera menyalami papa mertua mbaknya itu.


"Ayo Seno kita makan!" Ajak papa.


Seno lalu duduk di sebelah Siti. Siti sibuk menoleh ke arah pintu masuk,berharap suaminya pulang untuk makan siang bersama. Dan apa yang di harapkan Siti pun terjadi. Dari luar terdengar suara mobil yang biasa di pakai suaminya.


"Itu mas Rey pulang!" Seru Siti dengan senyum semringah. Dia segera bangkit dari duduknya,setengah berlari ke arah pintu masuk. Mama dan papa mertuanya hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah menantunya itu.


Rey turun dari mobil di sambut oleh istrinya. "Mas. . ." Siti langsung berhambur ke pelukan suaminya.


"Sayang!" Rey pun membalas pelukan istrinya lalu mangecup pucuk kepalanya. "Sudah makan belum,hmm?" Tanya Rey yang di balas dengan gelengan kepala Siti.


"Kok belum?"


"Baru mau makan,eh mas pulang!" Jawabnya.


"Hmm,Yuk,kita makan!" Ajak Rey. Mereka berjalan ke ruang makan sambil Rey merangkul mesra Siti.


Seno yang melihat kemesraan mbaknya hanya senyum-senyum saja begitupun mama dan papanya.


"Ayo makan,papa sudah lapar ini!" Ajak papanya.

__ADS_1


"Hmm,iya pa!" Jawab Rey cepat.


Seperti biasa,Rey lebih sering menyuapi istrinya daripada dia makan sendiri. Kadang mama dan papanya sudah selesai makan,mereka masih asik suap-suapan. Seno yang melihat jadi geli sendiri. Padahal selama di desa mbak dan suaminya itu tidak pernah terlihat makan suap-suapan. Saat Seno tidak ada mungkin,entahlah. Tapi itu membuat Seno merasa bahagia dan lega melihat kebahagiaan mbaknya.


***


Setelah selesai makan siang,mereka bersantai di ruang keluarga.


"Mas tidak kerja lagi?" Tanya Siti yang duduk berdekatan dengan suaminya sambil menyandarkan kepala di bahu.


"Pekerjaan mas hari ini sudah beres yank,hari ini spesial menemani kamu!" Jawab Rey mesra.


Siti tersenyum semringah.


"Seno jadi kuliah dimana?" Tanya Rey sambil melirik ke adik iparnya.


"Kuliah di XX mas!"


"Ambil jurusan bisnis saja,nanti bisa bantu-bantu mas mu!" Saran papa.


"Hmm,iya om. Rencana memang mau ambil bisnis!" Jawab Seno.


"Papa! Kamu panggil papa juga sama seperti mbak kamu!" Titah papa.


"Hhmm?" Seno menoleh ke arah mbaknya. Siti dan Rey mengangguk berbarengan.


"Besok kamu ikut mas kerja ya! Nanti kamu bisa lihat-lihat,mungkin tertarik kerja di tempat mas kalau memang kamu ingin kerja sambil kuliah?"


"Loh Seno ingin kuliah sambil kerja?" Tanya papa.


"Iya om. Eh,iya pa. Mau cari pengalaman kerja!" Seno memberi alasan.


"Hmm,iya pa!"


"Besok pagi-pagi mas ada meeting sama orang kantor. Kamu bisa sambil belajar juga! Lusanya mas ke lapangan,kamu ikut juga." Terang Rey.


"Hmm,iya mas!" Seno tidak enak hati mau menolak.


***


"Mas,ayo bangun sudah jam lima lebih ini!"


"Hmm,yank. Mas masih ngantuk nih!" Keluh Rey.


"Mas,ayo bangun! Mas kan ada meeting pagi ini!" Ucap Siti mengingatkan.


"Mata mas berat sekali yank!"


"Ya makanya jangan begadang terus!"


"Hmm,tapi yank. . .?"


"Mas ini! Ayo donk bangun!"


"Hooaamm! Jadi tidak mau lagi di ajak begadang nih?" Rey melirik istrinya dengan senyum menggoda.


"Tau ah! Sana mandi! Sudah di siapin air anget!"


"Mandiin yank!"

__ADS_1


"Saya sudah mandi,mas! Nanti basah lagi!"


"Ya mandi lagi donk yank!" Ajak Rey sambil menarik tangan Siti.


"Iihh sana!" Siti menepiskan tangan suaminya.


"Huuhh!" Dengan malas-malasan Rey berlalu ke kamar mandi.


Keluar dari kamar mandi,Siti sudah menunggu. "Sayang,kamu pakai ini ya!" Pinta Siti. Dia sudah memilihkan pakaian kerja untuk suaminya.


"Hmm,pakein!" Rey berdiri di depan istrinya. Siti segera memakaikan pakaian untuk Rey. Baru saja mengeringkan tubuhnya tiba-tiba Rey langsung memeluknya. "Kena kamu ya!" Ucapnya dengan senyum menyeringi.


Siti berusaha melepaskan diri. "Mas,mas ingat loh ada meeting pagi ini!"


"Masih dua jam lagi yank! Kamu jangan banyak gerak!"


"Dua jam itu tidak lama loh mas!" Siti berhenti bergerak.


"Sebentar saja yank! Pagi ini kamu belum peluk mas kan! Peluk bentar!"


"Hmm,sudah peluk semalaman juga!" Siti protes.


"Kamu sudah bosan ya di peluk mas,hmm?"


"Mas sebentar lagi kan meeting,sambil mau ajak Seno juga!"


"Hmm,oh iya mas lupa!" Rey melepaskan pelukannya.


"Yang di ingat apa coba?" Siti mulai memakaikan pakaian untuk suaminya.


"Hehehee. Yang di ingat kamu terus!" Rey mencubit pipi istrinya gemas.


"Iiihh!" Wajah Siti memerah.


"Kamu hari ini di rumah saja yank?"


Siti menggeleng. "Mama mau ajak pergi ke salon!"


"Hmm,pulang dari salon pasti kamu makin gemesin!"


"Iiihh apa coba hubungannya?"


"Nanti malam lagi ya?"


"Nanti malam? Bukannya sudah setiap malam!" Wajah Siti cemberut.


"Hehee,siapa suruh tiap malam kamu godain mas terus?"


"Iiihh,orang mau tidur kok bukan godain mas! Nanti malam tidur di sofa saja kalau begitu biar mas tidak tergoda!" Ucap Siti.


"Hmm,jangan donk yank! Muah!" Rey mencium kening istrinya itu.


"Yuk turun mas,kita sarapan dulu. Sudah lapar nih!" Siti mengusap-usap perut buncitnya.


Rey membungkukkan tubuhnya agar wajahnya tepat di depan perut istrinya. "Muah!kesayangan papa sudah lapar ya? Sehat terus di sana ya nak." Ucapnya lembut lalu mengusap-usap perut buncit istrinya.


NEXT


190521/13.45

__ADS_1


__ADS_2