
Tok tok tok.
Saat Siti dan bayinya sedang bermain-main di kamar tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu. Pintu sengaja di kunci oleh Siti dari dalam.
"Siapa?" Tanya Siti.
"Mas yank!" Jawab orang itu yang ternyata Rey.
Ceklek. Siti langsung membuka pintu. "Mas,kok sudah pulang?" Tanya Siti yang langsung mencium punggung tangan suaminya.
"Pekerjaan mas sudah selesai,yank. Jadi mas pulang saja menemani anak dan istri mas di rumah."
"Hmm,kalau Seno kok pekerjaannya ada terus ya mas?"
"Hehe,kalau Seno kan yang ngurus semua hal dari yang tidak penting sampai yang paling penting yank." Terang Rey.
"Seno semua yang kerjakan mas? Memangnya dia bisa?"
"Di bantu sama Toni kalau Seno tidak bisa yank." Dia juga kan kuliah jurusan bisnis jadi bisa sejalanlah."
"Hhm,begitu ya." Siti menganggukkan kepala tanda mengerti."
"Kamu sudah makan siang belum yank? Makan sekarang yuk,mas lapar nih!" Ajak Rey.
"Iya mas,aku juga sudah lapar." Jawab Siti.
Mereka lalu turun ke bawah. Putri mereka titipkan ke bibi di ruang keluarga. Setelah selesai makan siang,mereka kembali ke kamar. Tak berapa lama kemudian.
Tok tok
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.
"Biar mas yang bukain!" Ucap Rey. Dia lalu berjalan ke arah pintu.
Ceklek.
"Bi? Ada apa?" Tanya Rey.
"Anu den,ada yang cari non Siti. Dua orang laki-laki." Jawab bibi.
Dahi Rey berkerut. "Siapa bi?"
"Bibi tidak kenal den,mereka masih di luar pagar." Terang bibi.
"Hmm,yasudah Rey akan temui mereka bi." Jawab Rey.
Rey mendekat ke arah jendela untuk melihat ke bawah ke luar pagar. Dia hanya bisa melihat dua orang laki-laki sedang berbicara dengan pak satpam.
"Kenapa mas?" Tanya Siti heran melihat suaminya yang sedang mengintip di jendela.
"Hmm,tidak apa-apa kok yank. Mas turun sebentar ya!" Pamit Rey yang di beri anggukan oleh Siti.
Rey segera turun ke bawah dan menghampiri pak satpam. "Ada apa pak?" Tanya Rey.
__ADS_1
"Ooh den Rey. Ini bapak-bapak cari non Siti." Jawab pak satpam.
"Maaf bapak-bapak ada perlu apa sama istri saya ya?"
"Oohh anda suami bu Siti? Saya mengantarkan mobil untuk bu Siti,kemarin beli di showroom kami!" Jawab salah satu dari bapak-bapak itu.
"Oohh iya iya,maaf ya pak silahkan masuk!" Ucap Rey sambil tersenyum. "Pak,tolong buka pagarnya!" Titah Rey pada pak satpam.
Hari itu mobil baru Siti sudah di antarkan ke rumah. Siti sampai geleng-geleng kepala. Ternyata suaminya itu jadi membelikan dia mobil. "Mas kapan belinya? Tadi ya?" Tanya Siti.
"Kemarin kok yank,kita pulang dari Mal." Jawab Rey.
Dahi Siti berkerut. "Kemarin? Kok aku tidak tau ya mas?"
"Kamu sama Putri sedang tidur,mas mampir sebentar ke showroom kebetulan lewat." Terang Rey. "Bagaimana kamu suka mobilnya yank?"
"Hmm mas ini kok diem-diem belinya tidak bilang lagi!" Protes Siti.
"Kenapa yank kamu tidak suka yang ini? Mau yang lain ya?"
"Hmm,bukan begitu mas. Aku suka apa pun yang mas belikan hanya kaget saja kok tau-tau sudah di beli." Terang Siti.
"Ooh kirain kamu tidak suka yang ini. Kalau kamu mau yang lain tidak masalah kita tukar lagi."
"Hmm,jangan mas masa di tukar. Aku suka kok tapi besar ya mas."
"Iya yank,di kursi tengah kamu bisa santai tiduran kalau capek." Terang Rey. "Kamu mau coba sekarang?"
"Hmm,nanti sore saja mas. Aku ngantuk."
Mereka lalu kembali ke kamar. Putri masih terlelap. "Yank,mas mau nih!" Bisik Rey.
"Iiihh mas ini,siang-siang begini katanya mau tidur."
"Ya habis itu baru tidur. Yuk yank,sebentar saja ya!" Pinta Rey dan tanpa mendengar lagi jawaban dari istrinya dia langsung masuk ke dalam kamar mandi,Siti hanya memandang suaminya sambil menggelengkan kepala.
Rey keluar dari kamar mandi dengan wajah semringah lalu segera mendekati istrinya.
"Hmmff,mas ini."
"Kamu selalu membuat mas tergoda yank." Bisiknya mesra sambil terus memberikan sentuhan-sentuhan lembut yang membuat istrinya tidak bisa menolak.
***
"Kalian jadi ke desa paman Supri?" Tanya mama yang melihat putranya membawa tas istri dan bayinya.
"Jadi ma!" Jawab Rey.
"Itu si Rania kok bisa-bisanya hamil padahal baru saja masuk sekolah." Ucap mama sinis.
"Hmm,biarkan saja ma. Semua sudah terjadi ya sudah!" Jawab papa.
"Jangan lama-lama loh kalian di sana! Kalau perlu acara selesai langsung pulang!" Titah mama. "Huuhh,mama akan mengawasi cucu mama dengan sangat ketat!" Ucap mama lagi.
__ADS_1
"Ma! Tidak boleh bicara seperti itu!" Ucap papa dengan penekanan.
"Papa ini! Pokoknya kalian langsung pulang,Rey!" Mama makin sewot.
"Iya ma,Insya Allah kita langsung pulang. Doakan saja kita selamat sampai rumah lagi!" Jawab Rey agar mamanya tidak lagi sewot.
"Kamu bawa mobil siapa,Rey? Bawa saja mobil Siti kan lebih luas agar anak dan istri kamu bisa nyaman!" Titah papa.
"Iya pa,Rey memang mau bawa mobil Siti kok." Jawab Rey.
Siti turun sambil menggendong bayinya,lalu menghampiri suami dan mertuanya di ruang keluarga. Seno pun baru keluar dari kamarnya.
"Seno,kamu tidak bawa pakaian ganti?" Tanya Siti yang melihat adiknya tidak membawa apa-apa.
"Seno langsung pulang,mbak. Besok pagi ada ujian." Jawab Seno.
"Nah,Seno juga tidak menginap kan. Jadi kalian langsung pulang bareng!" Usul mama.
"Iya ma. Ini barang-barang keperluannya Siti sama Putri saja kok." Jawab Rey.
"Hmm,ya sudah kalian berangkat sekarang saja. Pelan-pelan tidak usah ngebut!" Titah mama.
"Yasudah kita berangkat sekarang ma,pa!" Rey pamit bersama Siti dan Seno.
Rey dan Seno duduk di depan sementara Siti di belakang bersama bayinya sambil tiduran.
Memakan waktu lebih tiga jam,akhirnya mobil mereka tiba di sebuah desa. Mobil terus merangkak maju. Tak berapa lama mobil mereka tiba di sebuah rumah sederhana. Ada beberapa orang di sana. Seno turun lebih dulu.
"Permisi pak,ini benar rumah bu Rena kan?" Tanya Seno pada bapak-bapak yang sedang duduk-duduk di sana. Ada beberapa ibu-ibu juga di dalam rumah. Kalau untuk sebuah acara pernikahan,rumah itu terlihat sepi padahal acara sebentar lagi di mulai.
"Iya benar. Kamu siapa? Tamu undangan ya?" Tanya bapak-bapak itu.
"Hmm,iya pak. Kok sepi ya?"
"Oohh,semua orang sekarang berada di masjid,mereka akadnya di masjid. Kita di sini hanya beberapa orang saja untuk berjaga-jaga." Terang bapak itu.
"Oh di masjid mana ya pak? Saya dari kota." Tanya Seno.
"Di sana. Dari sini belok kiri sudah kelihatan kok ada masjid di ujung." Tunjuk bapak itu.
"Oh terimakasih pak. Saya ke sana dulu!" Pamit Seno.
"Ya ya silahkan nak!" Ucap bapak itu.
Seno kembali ke mobil. "Kita kesana mas! Acaranya di masjid dekat sana." Tunjuk Seno sesuai dengan apa yang di beritahukan oleh bapak-bapak tadi. Rey menggangguk lalu mulai melajukan mobilnya.
Sampai di dekat masjid,Rey memarkirkan mobilnya. Dia turun lebih dulu untuk membukakan pintu untuk istrinya. "Yuk kita turun!" Ajak Rey.
Siti turun sambil menggendong bayinya. Mereja berjalan menuju masjid. Saat baru sampai di teras masjid,ada Radit memanggil mereka.
"Mbak Siti?" Serunya sambil melambaikan tangan.
Siti,Rey dan Seno menoleh ke arahnya.
__ADS_1
NEXT
1106/0530