
Mobil Rey memasuki halaman rumahnya. Cinta segera turun dari mobil.
"Assalammualaikum." Sapanya saat memasuki rumah.
"Wa alaikumsalam. Cinta menginap di rumah oma ya?" Tanya oma Asti yang sedang berada di ruang tamu.
"Iya oma. Kok sepi?" Cinta mencium punggung tangan omanya.
"Adek-adek kamu sedang mandi. Kamu mandi dulu ya!" Titah oma.
"Iya oma." Cinta lalu naik ke atas ke kamarnya.
Setelah selesai mandi,Cinta pergi ke kamar adek-adeknya. Dia mengendap-endap ingin memberikan kejutan.
"Hallooo." Sapanya saat berada di depan pintu.
"Kak Cinta!" Seru Putri yang langsung berlarian ke arahnya. "Kakak kapan datang kok sudah mandi?"
"Kakak tadi datang,kalian sedang mandi jadi kakak juga langsung mandi." Terang Cinta.
"Oohh pantes Putri tidak lihat kakak datang. Kak,kita turun yuk. Putri punya ikan lagi lho." Ajak Putri lalu menarik tangan kakaknya agar mengikutinya turun.
"Ikan apa,dek?"
"Apa ya namanya Putri lupa. Tadi Putri di kasih teman Putri yang rumahnya tidak jauh dari rumah kita,kak. Tiga apa empat rumah dari rumah kita. Baru pindah dua bulan lalu." Terang Putri.
"Teman?" Cinta mengerutkan dahinya.
"Iya kak,dia baik banget sama Putri!"
"Hmm,siapa nama teman kamu itu?"
"Namanya David,kak."
Mata Cinta membulat. " Cowok?"
Putri mengangguk. Kini mereka sudah ada di depan aquarium besar yang ada di pojok ruang tamu.
"Tuh kak,cantik ya ikannya. Putri suka banget!" Tunjuknya dengan bangga.
Adekku kecil-kecil ya. Gumamnya.
"Kak Cinta,kok bengong? Cantik kan ikannya?:
Cinta mengangguk. "Iya cantik,seperti kak Cinta."Jawabnya sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Iihh,kata David ikan itu cantik dan lucu seperti Putri,bukan seperti kakak!" Protesnya.
"Heheee,iya iya adek kak Cinta memang cantik kok!" Sahut Cinta seraya mengacak rambut panjang Putri.
"Kak Cinta,iihh. Seperti paman Seno dan papa saja suka ngacakin rambut Putri." Kesal gadis kecil itu sambil mengerucutkan bibirnya.
"Hehhee. Dek,nonton tv yuk." Ajak Cinta yang langsung pergi ke ruang keluarga.
"Wah,ada kak Cinta. Mau jalan-jalan lagi ke mal ya besok?" Seru Putra.
"Hmm,siapa yang bilang dek? Kita di rumah saja kok!"
"Yaahh,adek mau main di mal lagi." Ucapnya sedih.
"Siapa yang mau main di mal?" Tanya papa mereka yang baru turun.
"Papa,kita main ke mal lagi ya besok?"
"Hmm,adek mau main ke mal ya?"
Putra mengangguk. "Main yang waktu itu,pa." Pintanya sambil bergelayut manja sama papanya.
"Hhh,in sya Allah ya nak?" Sahutnya sambil mengusap lembut pucuk kepala Putra.
"Hmm,mama mana pa?"
"Mama di dapur sama oma. Kenapa,hmm?"
"Adek laper,pa." Bisiknya.
"Sebentar lagi ya. Mama sama oma nyiapin makan malamnya dulu." Jawab Rey.
***
Jam tujuh malam selesai sholat isya berjamaah,Cinta sekeluarga makan malam bersama. Bermacam lauk lezat terhidang di meja makan membuat makan jadi makin berselera.
"Mama,adek mau nambah." Pinta Putra.
__ADS_1
"Iya sayang." Siti mengambilkan lagi sedikit nasi dan lauk untuk putranya.
"Mama,kok dikit?" Protes Putra.
"Sayang,nanti perutnya kekenyangan. Nanti kalau masih lapar,nambah lagi ya." Jawab Siti yang di berikan anggukan oleh putranya.
"Putra pinter ya,sudah mau makan sendiri." Puji papa.
"Iya,adek memang anak pinter." Sahutnya.
Tidak sampai setengah jam,mereka semua sudah selesai makan lalu berkumpul di ruang keluarga. Cinta membawa tugas sekolahnya untuk di kerjakan.
"Kak Cinta banyak tugas sekolah ya?" Tanya Putri.
Cinta mengangguk. "Iya dek,tadi di kantor papa tidak sempat kakak kerjain,ngantuk banget jadi tidur deh."
"Hhmm,Putri bantu ya?" Tanya gadis kecil itu polos. Anak esde mau bantu mengerjakan tugas anak es em u.
Cinta menoleh,menatap adeknya sambil tersenyum. "Boleh kok dek."
"Permisi pak,bu. Ada yang nyariin non Cinta." Ucap pak satpam yang tiba-tiba masuk.
Semua orang menoleh. "Siapa pak?" Tanya Rey.
"Yang waktu itu,mas Rey." Jawab pak satpam.
Aduuhh,apa Aaron ya? Hhh,jadi deg-degan gini. Batin Cinta. Apalagi semua orang kini beralih menatapnya membuat dia jadi salah tingkah hingga tidak berani membalas tatapan mereka.
"Kak Cinta ada yang nyariin itu." Ucap Putra.
"Hmm," Jawab Cinta malu-malu.
Rey keluar menemui orang yang mencari putrinya.
Tak berapa lama,Rey kembali masuk.
"Cin,ada teman kamu itu." Terang Rey.
"Hmm,i iya pa." Sahut Cinta gugup dan tak berani menatap semua yang ada di ruang keluarga. " Cinta keluar dulu." Pamitnya.
Cinta lalu keluar di ikuti Rey dari belakang. Duuhh,papa kok ikut sih. Batin Cinta membuat jantungnya makin berdetak kencang saja.
"Hmm,A Aaron?" Panggil Cinta gugup.
"Pak Rey,Cintaku? Hmm,Cinta?" Aaron menutup mulutnya seketika,dia jadi ikut gugup karena ada papanya Cinta di sana.
"Hmm,i iya pak." Jawab Aaron.
" Ayo masuk!" Titah Rey. Mereka lalu duduk di ruang tamu. "Duduk!" Titah Rey.
"Sudah tidak pernah lihat kamu lagi di kantor?" Tanya Rey saat mereka sudah sama-sama duduk.
"Hmm,saya saya sudah resign,pak."
Dahi Rey berkerut. " Kenapa? Tidak suka kerja di tempat saya?"
"Saya,saya pindah kerja."
"Hmm,jadi tidak betah ya kerja di tempat saya sampai pindah."
"Bu bukan begitu,pak. Saya. . ."
"Hhh,ya sudah. Ngobrolnya di dalam saja!" Rey lalu meninggalkan Cinta dan Aaron yang terdiam melihat ekspresi wajahnya.
"Cin,papa kamu marah ya?" Tanya Aaron tidak enak hati.
"Cinta tidak tau." Jawab Cinta lirih.
Hhmm,apa bilang saja ya sama papa Cinta kalau aku kerja di kantor papiku sendiri. Batin Aaron.
"Hmm,Cinta tidak sibuk?"
"Cinta sedang mengerjakan tugas sekolah."
"Oh ya? Aku bantu,mau?"
"Memang kamu bisa?"
"In sya Allah. Kan aku sudah lulus sekolah."
"Hmm,Cinta ambil dulu ya." Pamit Cinta lalu meninggalkan Aaron di ruang tamu.
Di ruang keluarga,semua masih asik mengobrol sambil nonton tv.
__ADS_1
"Kak Cinta!" Seru Putri.
"Cin? Teman kamu sudah pulang?" Tanya mama Siti.
" Belum ma. Cinta mau ambil tugas sekolah Cinta."Jawab Cinta seraya membawa semua tugas sekolahnya. "Hmm,pa. Cinta kerjain tugas sekolah sama Aaron,boleh?" Tanya Cinta tapi tidak berani menatap wajah papanya.
"Hmm,." Jawab Rey cepat.
Cinta kembali ke ruang tamu di mana Aaron masih menunggu. Sudah ada dua gelas minuman di meja dengan beberapa toples cemilan.
Cinta menaruh buku-bukunya di meja di sebelahnya.
"Ada tugas apa saja?" Tanya Aaron.
"Hmm,Kimia sama Bahasa Inggris." Jawab Cinta.
"Hmm,aku lihat boleh?"
Cinta mengangguk.
Mereka lalu mengerjakan tugas sekolah Cinta bersama-sama. Aaron dan Cinta fokus mengerjakan soal-soal dengan kompak seperti teman sekelas saja. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata mengawasi mereka.
"Cintaku pintar juga ya?" Puji Aaron saat Cinta mengerjakan tugas sekolahnya dengan cepat. Dia hanya membantu beberapa soal saja.
"Hmm,kamu juga pintar." Puji Cinta.
"Hmm,aku hanya bantu sedikit kok."
"Hmm."
"Cintaku? Aku boleh minum?" Tanya Aaron sambl mengusap lehernya.
Cinta mendongakkan kepalanya yang sedari tadi hanya menunduk. "Hmm,iya boleh kok. Itu minuman untuk kamu." Jawab Cinta. Jadi dia kehausan dari tadi. Batinnya.
Mereka lalu ngobrol ringan sambil ngemil.
Tanpa terasa sudah pukul sembilan malam.
"Ehhmm! Sudah jam sembilan." Ucap seseorang yang membuat Aaron dan Cinta kaget.
"Papa?"
"Pak Rey?"
"Sudah jam sembilan,Cinta harus kembali ke kamarnya!" Titah Rey.
"Hmm,i iya pak. Kalau begitu saya permisi dulu!" Pamit Aaron.
"Hmm,kalau mau ketemu putri saya jangan di luaran! Apalagi kalau sampai berdua saja!" Pesan Rey.
"Hmm,baiklah pak. Saya hanya akan menemui Cinta di rumah saja." Sahut Aaron.
"Hmm!"
"Saya pulang dulu Cin. Pak Rey saya pulang dulu!" Pamit Aaron seraya mencium punggung tangan Rey.
Cinta lalu mengantar Aaron sampai ke teras rumah. Setelah Aaron tidak terlihat lagi dengan sepeda motornya,Cinta masuk ke dalam rumah. Lalu membereskan buku-bukunya kemudian naik ke atas menuju kamarnya. Semua keluarga sudah pergi ke kamar masing-masing.
"Hmm,Aaron. . ." Gumam Cinta sambil tersenyum lalu menutup wajahnya dengan bantal.
.
.
.
.
.
Next
Selamat membaca ya,moga suka. ππ
,
.
.
.
.
__ADS_1
.
2332