Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 107 ( S2 )


__ADS_3

Pulang dari desanya Ratna,hari sudah menjelang malam. Anak-anak di rumah sibuk menanyakan di mana papanya.


"Papa kenapa belum pulang,ma?" Tanya Putra


"Papa sedang di jalan,dek. Sebentar lagi sampai." Jawab Siti yang berusaha menenangkan putranya padahal dia juga tidak tau jam berapa suaminya pulang.


Pukul delapan malam,Siti dan anak-anak naik ke atas masuk ke kamarnya.


"Mama,adek mau tidur sama papa. Kenapa papa belum pulang juga?" Rengeknya lagi.


"Sabar ya,mungkin jalanan sedang macet. Tidur sama mama saja ya." Bujuk Siti.


"Kakak tidur duluan ya ma." Ucap Putri yang baru saja dari kamar mandi lalu segera naik ke atas tempat tidur.


"Iya sayang." Siti menghampiri putrinya lalu menyelimuti dan mengecup dahinya. "Met tidur ya kak. Mama,papa sayang kakak!"


"Putri juga sayang sama mama papa." Balas Putri lalu mulai memejamkan matanya.


Siti kembali ke tempat tidur Putra yang bersebelahan dengan Putri.


"Adek mau tidur tunggu papa ya?"


Putra langsung mengangguk. "Iya ma."


"Memangnya sekarang belum ngantuk? Kalau papa pulangnya larut bagaimana? Besok kan adek harus sekolah. Anak kecil tidak boleh tidur larut loh." Terang Siti.


Putra lalu menatap jam di dinding. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan lebih tiga puluh menit.


"Hmm,ya sudah deh adek tidur sekarang. Adek juga sudah ngantuk. Tapi nanti kalau papa pulang,suruh ke kamar adek ya ma?" Pintanya.


"Iya,sayang. Ya sudah,kita tidur yuk." Ajak Siti lalu ikut tidur di sebelah putranya agar lekas nyenyak.


Lima menit,Putra sudah terlelap. Siti perlahan turun dari tempat tidur yang hanya cukup untuk satu orang itu.


Perlahan Siti keluar dari kamar putra dan putrinya lalu masuk ke kamarnya sendiri.


Siti mengambil handphonenya lalu menghubungi suaminya tapi tidak ada jawaban. "Mas kemana sih? Pulang malam,tidak kasih kabar,di hubungi tidak di jawab. Huhh,menyebalkan." Gerutu Siti.


***


Sementara itu,setelah pulang dari desa Ratna,Rey melajukan mobilnya ke Rumah Sakit Medika di mana Romi di rawat.


"Temui saya di depan IGD setengah jam lagi." Titah Rey pada seseorang yang dia telpon.


Setengah jam kemudian,mobil Rey tiba di Rumah Sakit Medika. Rey masih menunggu di dalam mobil. Tak berapa lama seseorang yang ingin dia temui sudah berdiri di depan IGD. Rey lalu turun dari mobil.


"Aaron." Panggilnya.


"Pak Rey. .." Sahut Aaron. Wajahnya terlihat bingung.


"Kita duduk dulu di sini." Ajak Rey yang langsung duduk di kursi panjang yang ada di depan IGD,Aaron pun ikut duduk di sebelahnya.


"Ada apa ya pak?" Tanya Aaron heran,malam-malam papanya Cinta sampai menemuinya. Pasti ada hal yang sangat penting. Batinnya.


"Saya hanya mau tanya,nama lengkap abang kamu siapa?" Tanya Rey.


Aaron mengernyitkan dahinya. Untuk apa papa Cinta tanya nama lengkap abang ya? "Hmm,nama abang Romi Rafael,pak." Jawab Aaron.


"Romi Rafael? Hanya itu nama lengkapnya?" Tanya Rey seakan tidak percaya.


"Iya pak." Jawab Aaron yakin.


"Hmm. . ." Apa mereka bukan orang yang sama ya? Tapi sepertinya Angga dan Romi itu adalah orang yang sama.

__ADS_1


"Memangnya ada apa ya pak?"


"Hmm,tidak apa-apa. Kapan abang kamu boleh pulang!"


"Saya belum tau,pak."


"Hhmm,ya sudah. Mungkin besok saya ke sini lagi. Kamu jaga kesehatan ya. Saya pulang dulu. Terimakasih." Pamit Rey lalu bangkit dari duduknya kemudian pergi ke parkiran.


Rey naik ke mobilnya kemudian melajukan mobilnya ke arah rumah.


" Jadi namanya Romi Rafael. Lalu Angga yang di maksud oleh Ratna,Angga siapa ya?" Gumam Rey. Semoga Ratna bisa segera datang.


Satu jam kemudian Rey sampai ke rumahnya . Rumahnya terlihat sepi hanya ada satu satpam yang berjaga.


Rey memarkirkan mobilnya di tempat biasa,lalu masuk ke dalam rumah. Rumah juga sudah sepi karena sudah pukul sembilan malam. Rey lalu naik ke atas,menuju kamarnya.


Ceklek. Rey membuka pintu kamarnya perlahan takut mengganggu Siti yang mungkin sudah tertidur. Ternyata Siti sedang sholat.


"Aahh,istriku ternyata belum tidur." Gumamnya sambil menyunggingkan senyum.


Rey langsung masuk ke dalam kamar mandi. Lima belas menit kemudian,Rey sudah selesai dengan aktivitas mandinya.


Rey keluar dari kamar mandi,ternyata Siti sudah selesai dengan sholatnya dan kini sedang duduk di sisi kasur yang menghadap ke kamar mandi sambil memegang pakaian tidur suaminya.


Rey berjalan mendekatinya,Siti pun langsung berdiri. "Sayang,maafin mas ya pulangnya malam." Ucap Rey seraya memeluk Siti. Siti pun membalas pelukannya.


"Mas dari mana? Bikin aku khawatir saja."


"Nanti mas ceritakan ya." Ucap Rey lalu melepaskan pelukannya.


"Ini pakaian mas." Ucap Siti seraya memberikan pakaian pada Rey.


"Terimakasih,sayang." Rey lalu memakai pakaiannya.


"Adek dari tadi nanyain papanya terus. Mau tidur sama papanya."


"Tidak apa-apa dia manja sekarang. Mungkin kalau sudah ada adiknya,dia sudah tidak manja lagi." Ucap Siti.


"Yah semoga saja."


"Kamu belum ngantuk,yank?"


"Ngantuk sedikit sih."


"Yank,mas kangen banget." Rayu Rey sambil memeluk Siti.


Siti menggelengkan kepalanya. "Tadi adek pesan kalau papa pulang di suruh ke kamarnya."


"Hmm,masa yank?"


Siti mengangguk." Sana mas. Besok pagi dia nanyain loh."


"Hhh,besok dia sudah lupa yank."


"Mas,kalau adek ingat bagaimana? Mas mau menghadapi tingkahnya kalau pagi-pagi sudah ngambek?"


"Hhh,iya-iya. Mas temani dia tidur lima menit saja. Kamu tunggu mas ya,jangan tidur dulu!" Ucap Rey sambil tersenyum dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Iihh,dasar." Siti langsung berbalik arah lalu naik ke atas tempat tidur.


"Yank,tunggu mas loh!" Ucap Rey sekali lagi sebelum keluar dari kamar.


"Tidur ah,sudah hampir jam sepuluh. Masa tidak ada capeknya." Gumam Siti sambil senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


Siti lalu memejamkan matanya. Rasanya baru saja dia terlelap,tiba-tiba dia merasakan ada tangan kekar yang melingkari pinggangnya lalu ada sentuhan lembut di perutnya yang sedikit buncit.


Reflek Siti membuka matanya. "Hmm,mas?"


"Yuk yank? Sudah lama kan mas tidak mengunjungi calon adiknya Putra,hmm?" Rayu Rey sambil tersenyum menggoda.


"Baru juga berapa hari sudah di bilang lama." Protes Siti.


"Itu sudah lama,yank!"


"Hmm,mas tidak capek ya baru pulang malam?"


"Urusan yang satu ini tidak akan pernah capek." Jawab Rey percaya diri.


"Iihh. Tapi tadi bilangnya mau cerita?"


"Nanti setelah mengunjungi adeknya Putra baru mas cerita."


"Lalu kapan tidurnya?" Siti kembali protes.


"Ceritanya sambil tidur! Ucap Rey yang langsung memberikan ciuman untuk istrinya. Tentu saja Siti tidak akan bisa menolak. Hingga setengah jam kemudian Siti langsung membalik badannya tidur membelakangi Rey takut Rey ingin mengulang sekali lagi.


"Yank?"


"Sudah,mas. Ngantuk banget nih,capek." Keluh Siti.


"Iya-iya. Jadi tidak mau denger cerita mas nih?"


"Hmm,besok saja."


"Iya tapi tidurnya jangan membelakangi mas donk. Dosa loh!"


"Tapi janji langsung tidur!"


"Iya sayang,kita langsung tidur."


Siti lalu membalik badannya menghadap langit-langit kamar.


Rey langsung memeluk Siti. "Selamat tidur ya sayang,mimpiin mas. Cup." Rey pun mencium dahi Siti penuh kasih sayang.


.


.


.


.


.


NEXT


Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya untuk karya othor ini ya. Terimakasih. 😍😍


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


1515


__ADS_2