Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 35


__ADS_3

Hari ini Siti di temani Rey,dan mama mertuanya menghadiri sidang pertama kasus penganiayaan atas dirinya. Kasusnya memang di percepat atas permintaan papa mertuanya yang ingin segera menghukum orang-orang yang telah berbuat aniaya pada menantunya dalam kondisi hamil muda. Entah bagaimana caranya,Rey tidak mau bercerita.


Ruang sidang tidak terlalu ramai. Siti sedikit takut untuk bertemu lagi dengan orang-orang yang telah menganiayanya itu.


Sidang berjalan dengan lancar. Tapi ada satu hal yang membuat Siti sedih. Ternyata pak Agus mendapatkan alamat tempat tinggal Siti dari bibinya Rena. Dan mereka hampir satu bulan ini mengawasi tempat tinggal mertua Siti.


Sebelum pulang,Siti bertemu dengan paman Supri yang baru saja menemui bi Rena.


"Siti,tolong maafkan bibi kamu ya. Paman benar-benar tidak tahu. Paman juga baru tahu tentang apa yang kamu alami." Ucap paman dengan penuh penyesalan.


"Iya paman. Siti maafkan kok." Jawab Siti dengan wajah sedih. Walau bisa memaafkan tapi rasa kecewa masih di rasakannya.


Hhh. Paman menghela nafas. "Paman pasrah saja bagaimana nasib bibi kamu nanti. Itu konsekuensi atas apa yang dia lakukan. Bisa-bisanya memberitahukan alamat kamu pada si Agus itu." Paman menggelengkan kepala.


"Iya paman."


"Paman pulang,Siti. Kamu jaga diri ya. Oh iya selamat atas kehamilan kamu. Di jaga baik-baik ya! Rey,bu,titip Siti ya!" Paman pun meninggalkan pengadilan sendirian tanpa bi Rena.


"Yuk,kita pulang juga!" Ajak Rey. Mereka bertiga berjalan ke arah parkiran mobil.


Dalam perjalanan menuju ke rumah mertuanya,Siti tidak bicara apa-apa. Dia masih kepikiran tentang bibinya yang terlibat dengan kejadian yang menimpanya. Siti pikir bibinya itu tidak punya rasa benci padanya tapi apa yang bibinya lakukan membuat Siti merasa jika bi Rena membencinya selama ini.


"Siti,kamu melamun?" Tanya mama yang sama-sama duduk di belakang. Sementara Rey duduk di depan sendirian.


"Hmm,tidak kok ma. Hanya lihat-lihat jalanan saja."


"Kamu memikirkan bibi kamu? Biarkan saja dia menanggung buah dari kejahatannya." Seloroh mama. "Itu balasan untuk dia. Cinta pernah cerita sama mama jika dia pernah lihat kamu sedang di siksa oleh bibi kamu itu. Kok bisa ya sama keponakan sendiri." Ucap mama lagi.


Siti hanya diam.


"Sudah ma tidak usah di bahas lagi,nanti Siti makin kepikiran." Ucap Rey.


"Hmm. Kita mau mampir kemana dulu? Apa langsung pulang?" Tanya mama. "Mungkin Siti mengidam sesuatu?" Mama melirik ke arahnya.


"Saya tidak ingin apa-apa,ma." Jawab Siti.


"Kita ke minimarket saja Rey beli susu hamil untuk Siti. Mungkin Siti mau beli cemilan juga." Ucap mama.


"Iya ma." Tak lama Rey memarkirkan mobilnya di depan minimarket. Mama langsung turun. Siti sebenarnya tidak ingin turun tapi tidak enak sama mama mertuanya yang langsung mengajaknya ikut turun.


"Ayo Siti kita cari susu hamil untuk kamu!" Ajak mama.


Mereka langsung menuju ke bagian yang menyediakan berbagai macam susu. Mama begitu antusias. "Kamu sukanya yang mana,Siti? Kan waktu itu kamu sudah coba tiga macam susu hamil ya?" Tanya mama.


"Saya suka yang merk Pxxx saja ma." Jawab Siti.

__ADS_1


"Yang coklat atau vanilla? Kamu ambil empat kotak untuk satu minggu!" Titah mama.


"Empat kotak untuk satu minggu ma? Terlalu banyak." Tolak Siti.


"Loh kamu harus banyak-banyak minum susu hamilnya agar janin kamu tumbuh sehat!"


Siti melirik Rey yang ada di belakangnya. Rey justru hanya tersenyum sambil mengedikkan bahu.


Setelah memilih susu,mereka ke bagian makanan,buah-buahan dan kebutuhan dapur hingga satu troly besar penuh belanjaan.


"Kamu tidak ingin mampir beli makanan apa gitu?" Mama menoleh ke arah Siti saat mereka sudah di dalam mobil menuju ke rumah.


"Hmm,tidak ma. Mungkin sekarang belum berasa ngidamnya." Tolak Siti.


"Hmm,ya sudah kita langsung pulang saja. Kamu juga tidak boleh capek-capek!"


***


Sampai di rumah,mereka langsung menuju ruang makan karena memang sudah waktunya jam makan siang. Di meja makan telah terhidang bermacam jenis masakan lezat yang menggugah selera.


Masakan khusus untuk Siti di bedakan yang hanya sedikit mengandung bawang agar dia tidak mual-mual.


"Sedikit sekali kamu makannya?" Rey melirik ke piring Siti yang hanya terisi separuh nasi.


"Sedikit dulu takut tidak habis kan sayang kalau di buang!" Siti beralasan.


"Iya ma." Jawab Siti.


Bersyukur Siti bisa menghabiskan makanannya walau tidak nambah. Rey memaksanya untuk nambah lagi tapi Siti menolak.


"Tidak apa-apa Rey,memang bulan-bulannya susah makan. Yang penting tetap makan walau porsi sedikit. Nanti kalau kamu merasa lapar saat belum waktunya makan,kamu makan saja ya! Minta buatkan sama bibi!" Terang mama.


"Iya ma. Siti mau ke kamar dulu ya."


"Hmm. . ."


Siti langsung merebahkan diri di kasur setelah sampai di kamarnya. " Kamu capek ya? Mas pijit ya!" Rey duduk di pinggir kasur di sebelah Siti.


"Mas?" Siti mengernyitkan dahinya.


"Iya,mas! Memang kenapa? Saya kan suami kamu! Masa kamu panggil,Rey,Rey? Tidak sopan!" Seloroh Rey dengan kesal membuat Siti tersenyum geli melihat mimik wajah suaminya yang terlihat lucu.


"Saya kan dulu panggil kamu 'Pak'."


"Pak? Memangnya saya bapak kamu!" Rey memasang wajah kesal.

__ADS_1


"Hmm,pikir-pikir dulu deh. Panggilan mas itu terdengar aneh kalau untuk kamu!" Siti tersenyum sambil memalingkan wajahnya.


"Aneh kenapa?"


"Hmm,tidak apa-apa. Sudah ah mau tidur,ngantuk."


"Mas pijit ya!"


"Hmm,mau tidur!" Tolak Siti.


"Atau mau lebih dari pijit,hmm?" Goda Rey sambil tangannya mulai menjelajah.


"Iihh,apaan! Sanaaa!" Siti mendorong suaminya agar menjauh.


"Mas kan jadi pengangguran nih demi nungguin kamu. Masa sudah nganggur eh di anggurin juga sama bini,hmm?" Rey masih coba merayu Siti.


"Kan semalam sudah." Protes Siti.


"Malam kan beda sama siang."


Kalau sudah begini,Siti tidak bisa lagi menolak. Yang ada di pikirannya,dosa kalau menolak suami. Itu di manfaatkan Rey untuk membuat Siti tak bisa menolaknya.


Rey makin lembut melakukannya. Demi menjaga sang buah hati agar tidak tersakiti di dalam sana. Perlakuan yang membuat Siti kembali hanyut dalam manisnya cinta suaminya. Padahal dia tidak ingin lagi terbuai.


Setelah adegan panas siang-siang. Siti ingin segera beranjak ke kamar mandi dengan berbalut selimut. Tapi dengan cepat di cegah Rey.


"Mau kemana? Nanti saja,tidur siang dulu!" Titahnya dengan mata terpejam.


"Gerah." Siti beralasan.


"Hmm,sudah pakai ac masih gerah?" Rey memicingkan matanya.


"Ingin mandi biar segar!"


Rey langsung duduk. "Yuk!" Ajak Rey lalu hendak turun juga dari kasur.


"Eehh ,mau apa?" Tanya Siti kaget.


"Katanya mau mandi?"


"Ya sudah,kamu duluan sana!" Siti mengusirnya.


"Berdua!" Dengan sigap Rey menggendong Siit,membawanya ke kamar mandi.


"Rey,turunin!" Siti memukul-mukul lengan Rey. Rey hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


NEXT


230421/19.10


__ADS_2