Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 72 ( S2 )


__ADS_3

Karena lelah menangis dan juga ngantuk,Cinta pun tertidur sampai subuh.


Cinta terbangun saat mendengar suara azan subuh berkumandang. Gadis itu segera beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Setelah selesai membersihkan diri,Cinta lalu pergi sholat.


Selesai sholat,Cinta membuka pintu yang menuju ke balkon. Menghirup udara pagi yang masih tanpa polusi sungguh menyegarkan. Embun pagi juga masih menempel di bunga-bunga yang ada di balkon kamarnya.


Dari jauh terlihat semburat merah. Hmm,matahari terbitnya sangat indah. Gumam Cinta. Dia meregangkan sedikit otot-ototnya. Setelah sepuluh menit,Cinta kembali masuk ke kamarnya untuk bergantin pakaian sekolah.


"Oh iya,tugas sekolahku kan masih di bawah." Gumamnya. "Gara-gara Aaron menyebalkan itu." kesalnya lalu menyentuh bibirnya sendiri teringat kejadian tadi malam. Kenapa juga semalam diam saja tidak mau menolak. "Uuhh,Cinta memang bodoh bodoh bodoh." Cinta merutuki dirinya sendiri.


Cinta lalu turun ke bawah,di ruang makan sudah ada bundanya yang sedang membantu bi Sri menyiapkan sarapan untuk mereka.


"Sayang?" Tegur bundanya.


"Ya bunda."


"Itu buku pelajaran kamu kenapa masih di ruang tamu? Semalam teman kamu pulang jam berapa? Perut bunda semalam tiba-tiba sakit jadi langsung istirahat di kamar."


"Hmm,iya bunda. Dia pulang jam sembilan."


"Oohh,ya sudah segera bereskan buku-buku kamu lalu sarapan."


"Iya bunda." Cinta lalu membawa buku pelajarannya ke atas.


Sampai di atas,dia masukan semua keperluan sekolahnya ke dalam tas. Cinta lalu mengambil handphonenya yang dia simpan di atas nakas. Ternyata ada banyak pesan dan panggilan dari Aaron.


"Aaron nyebelin! Cinta benci sama kamu!" Cinta bersungut lalu mengusap bibirnya kasar.


***


Cinta sedang berada di dalam kelasnya sambil memperhatikan gurunya yang sedang menerangkan mata pelajaran di depan kelas.


Tapi konsentrasinya sedikit terganggu hingga apa yang sudah di sampaikan oleh gurunya hanya masuk sedikit ke otaknya.


"Cinta,ayo kamu kerjakan soal di papan tulis!" Titah gurunya yang membuat Cinta kaget bukan main. Duuhhh,Cinta belum paham nih. Batinnya gusar.


Mau tidak mau Cinta maju ke depan kelas. Dia terlihat bingung dengan soal yang ada di papan tulis. Akhirnya dia mengikuti saja nalurinya dalam menjawab soal itu. "Hmm,su sudah bu." Ucapnya gugup.


Gurunya mendekat. Setelah melihat hasil jawaban Cinta,gurunya itu menggelengkan kepalanya.


"Cinta,jawaban kamu salah!"


Cinta jadi salah tingkah dan malu. Baru kali ini dia tidak bisa menjawab soal yang di berikan oleh gurunya.


"Hmm,kamu kenapa hari ini? Tidak seperti biasanya. Oke ibu maafkan sekali ini ya! Sana duduk!" Titah gurunya.


Cinta kembali ke bangkunya. Hhh,gara-gara ngelamun nih jadi tidak bisa jawab soalnya. Gerutunya dalam hati.


Tidak terasa jam pelajaran sudah selesai. Cinta sedang memasukkan buku pelajarannya ke dalam tas.


"Cin,kamu kenapa? Hari ini banyak melamun? Kamu sakit?" Tanya Vina.


Cinta menoleh. "Hmm,Cinta tidak apa-apa kok. Hanya sedikit pusing." Jawab Cinta.


"Hmm,cepet sembuh ya. Yuk pulang." Ajaknya.


Cinta mengangguk. Berdua Vina,Cinta berjalan menuju gerbang sekolah.


"Tuh,mobil kamu." Tunjuk Vina.


"Hmm,iya. Cinta duluan ya,Vin." Pamit Cinta seraya melambaikan tangannya.


"Kak Ratna." Panggil Cinta.


Pintu mobil terbuka,Cinta lalu masuk. Dia menoleh ke arah Ratna. "Kak Ratna kenapa? Habis nangis ya?" Tanya Cinta sambil menatap Ratna lekat-lekat.


"Kakak kelilipan,Cin." Jawab Ratna tanpa mau membalas tatapan Cinta.


"Hhmm."


"Langsung pulang ya?"


"Iya kak,langsung pulang saja ke rumah bunda." Jawab Cinta.


Ratna lalu menghidupkan mesin mobilnya. Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Satu jam kemudian baru sampai di rumah bundanya Cinta.

__ADS_1


"Kak Ratna beneran tidak apa-apa?" Tanya Cinta masih penasaran.


"Iya Cin,kakak tidak apa-apa kok. Kakak langsung pulang ya?"


"Hmm,iya kakak pulang saja. Besok bisa antar jemput Cinta kan?"


"Hmm,in sya Allah kakak usahain ya. Kakak pulang. Salam buat bunda." Pamit Ratna lalu mengambil sepeda motornya yang terparkir tidak jauh dari sana.


"Daahh." Cinta melambaikan tangannya.


Maafin kak Ratna,Cin. Batin Ratna sambil melirik Cinta sekilas.


Cinta lalu pergi ke kamarnya. Cinta melihat ke kaca cermin lalu memandangi bibirnya.


"Iiihh kok keinget terus sih!" Gerutunya lalu berjalan ke tempat tidur,menghempaskan tubuh kasar.


***


Malam hari Cinta baru saja selesai makan malam bersama keluarga. Kini dia sedang duduk di balkon kamarnya. Tiba-tiba di pintu pagar rumahnya,Cinta melihat sosok yang sangat dia kenal. Yang seharian ini selalu mengganggu pikirannya.


"Aaron. Ngapain dia kesini lagi?" Gumam Cinta. "Ahh,males ketemu dia."


Cinta lalu masuk ke kamarnya. Baru saja dia berbaring,pintu kamarnya ada yang mengetuk.


Tok tok. . .


"Ya. . .buka saja." Sahut Cinta malas.


Ceklek. Pintu kamarnya terbuka.


"Non Cinta,ada yang nyariin." Ucap bi Sri.


"Tolong bilang Cinta sudah tidur,bi." Sahut Cinta.


"Hmm,baik non." Bi Sri pun turun ke bawah.


Beberapa menit kemudian.


Tok tok. . .


"Iihh,siapa lagi sih?" Gerutunya.


"Non,kata ibu non Cinta di suruh turun."


"Iiihh,bibi. Kan sudah di bilang kalau Cinta sedang tidur."


"Tapi non,ibu bilang tidak mungkin baru jam tujuh non Cinta sudah tidur."


"Iiihh,tolong bilang sama bunda kalau Cinta sedang sibuk tidak mau ketemu siapa-siapa!" Cinta makin kesal.


Lima menit kemudian ada yang membuka pintu kamarnya. Cinta menoleh.


"Bunda?"


"Sayang,kamu sedang sibuk apa?"


"Hmm,tidak ada bun." Jawab Cinta malu karena sudah membohongi bundanya.


"Itu ada teman kamu yang semalam. Kenapa kamu tudak mau ketemu dia,hmm?"


"Cinta sedang tidak ingin ketemu,bun."


"Pasti ada sebabnya kan?"


"Hmm,tidak ada kok bun. Cinta hanya sedang malas saja."


"Hmm,anak bunda sudah beranjak remaja. Kalau ada sesuatu yang mengganjal di hati,bicarakan. Jangan di pendam sendiri."


"Hmm,iya bun."


"Sana ,temui teman kamu itu. Sepertinya dia ingin sekali bicara sama kamu."


Iihh Aaron ngomong apa sih sama bunda. Batin Cinta. Mau tidak mau akhirnya Cinta turun juga.


Di lihatnya Aaron sedang duduk di ruang keuarga. Cinta pun menghampirinya.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Cinta ketus masih dengan posisi berdiri cukup jauh dari Aaron.


Aaron yang tidak menyadari kedatangan Cinta langsung kaget lalu menoleh.


"Cinta." Aaron berjalan mendekatinya.


"Stop. Mau ngmong apa?"


"Cin,tolong maafin aku. Aku tau kalau aku salah tapi aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya teŕbawa suasana."


Cinta diam,dia masih marah dan kesal.


"Cintaku. . .?"


"Jangan panggil Cinta seperti itu!" Ucapnya kesal.


"Hmm,baiklah. Tapi tolong maafin aku,Cin. Kamu boleh hukum aku tapi maafin aku." Pinta Aaron dengan wajah memelas.


"Ya sudah Cinta hukum kamu jangan temui Cinta lagi! Selamanya!"


"Apa? Jangan temui kamu lagi selamanya? Itu bukan hukuman tapi nyiksa aku,Cin!" Protes Aaron. "Tidak ketemu kamu satu minggu saja ya?"


"Tidak mau ya sudah. Minta hukuman kok pilih sendiri."


"Ya jangan selamanya Cin,aku bisa gila."


"Huuhh,biarin saja gila!"


"Apa aku harus berlutut agar kamu maafin?" Aaron langsung berlutut di hadapan Cinta.


"Iihh paan,sih? Ayo berdiri!"


"Aku tidak bisa jauh dari kamu,Cin. Rasanya aku ingin setiap hari bertemu kamu. Jangan kasih aku hukuman itu,ya?"


"Huhh!"


"Bagaimana kalau kamu pukul saja aku,hmm?"


"Iiihh."


"Aku janji tidak akan lakukan itu lagi. Itu yang pertama buat aku."


"Kamu pikir itu bukan yang pertama buat Cinta?" Raut wajah Cinta mulai memerah.


"Aku tau,Cin. Tolong maafin aku ya?"


"Cinta sedang tidak ingin ketemu kamu!"


"Hhh,baiklah. Tapi jangan lama-lama,ya?"


"Cinta tidak tau. Pulanglah!" Cinta segera berlalu dari hadapan Aaron,naik ke atas menuju kamarnya. Aaron hanya bisa menatap kepergian Cinta dengan tatàpan nanar.


.


.


.


.


.


NEXT


Selamat membaca,moga suka. maaf kl ada typo 😍😍


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


1345


__ADS_2