Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 2(S2)


__ADS_3

Setelah mengantarkan keponakannya ke sekolah,Seno langsung melajukan mobilnya ke perusahaan milik kakak iparnya,Rey.


Setelah sampai dia lalu memberikan kunci mobilnya pada pak satpam untuk di parkirkan ke tempat biasa.


"Pak." Panggil Seno pada satpam yang sedang berdiri di depan pintu lobby.


"Oohh iya,pak Seno." Sahut satpam yang bernama Ari itu. Dia langsung mengambil kunci mobil dari tangan Seno.


"Terimakasih,pak." Ucap Seno ramah.


Seno lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantor melewati beberapa ruang karyawan. Kemudian dia naik ke lift khusus lalu menuju ke ruangannya yang bersebelahan dengan ruangan Rey.


"Seno?" Panggil seseorang.


Seno menoleh. "Sandi?" Dahinya berkerut lalu menoleh ke kiri dan kanan. "Kalau ada orang apalagi ada pak Rey,kamu jangan panggil aku 'Seno' saja." Titah Seno.


"Hmm,iya aku tau. Hmm,tadi si Anita nelpon aku. Dia minta cariin kerja."


Seno membulatkan matanya. "Anita." Gumamnya.


"Kamu masih sakit hati sama dia?" Tanya Sandi.


"Dia minta cariin kamu kerja lalu apa hubungannya sama aku?"


"Hmm,mungkin kamu bisa terima dia kerja di sini. Aku dan Farid kan kerja di sini juga berkat kamu,Seno." Terang Sandi.


"Kamu dan Farid bukan hanya teman sekolah tapi sudah seperti saudara. Kita selalu sama-sama. Jangan kamu samakan kita dengan orang lain!" Tegas Seno.


"Hmm,maaf Seno. Jadi kamu. . . "


"Maaf aku tidak bisa!" Potong Seno. Dia pun berlalu meninggalkan Sandi yang langsung menggaruk-garuk kepalanya. "Hhh. . Gara-gara Anita nih." Gumamnya yang langsung pergi dari sana kembali ke ruang karyawan.


Di dalam ruangan Seno.


"Anita. . ."


.


.


.


Flashback


"Anita,ada salam dari Seno,nih!" Seru teman-teman Seno yang sedang duduk di depan kelas saat Anita CS melewati kelas meraka.


"Ihhh,males banget bukan level aku!" Jawabnya ketus.


Wajah Seno merah padam. Seno memang menyukai teman sekolahnya itu tapi dia tidak pernah mengutarakannya karena sadar diri Dia hanyalah anak yatim piatu yang tidak punya apa-apa. Tapi teman-temannya tahu tentang perasaan Seno saat itu.


Lain waktu,saat Seno di suruh gurunya ke kelas Anita untuk mengambil bukunya yang tertinggal,Anita CS menghinanya habis-habisan.


"Anak miskin berani-beraninya menyukai seorang Anita." Ejeknya yang langsung di soraki teman-temannya.


"Iya bener tuh kok tidak ngaca,ya!"


"Kacanya pecah."


"Kasihan banget."


"Hahahaaa!"


Semua kata hinaan terlontar dari mulut teman-teman Anita.


"Jadi orang kaya dulu,baru aku mau sama kamu!" Ejeknya lagi.

__ADS_1


"Memangnya bisa?"


"Bisalah tapi dalam mimpi!"


Hahaha. . .


Teman-teman Anita terus saja menghinanya hingga satu kelas menjadi heboh.


Seno mulai sedikit melupakan perasaannya karena kehadiran seorang siswi pindahan dari kota karena ayahnya mendapat tugas di desanya.


Siswi itu bernama Maya. Maya memang tidak secantik Anita tapi gadis itu ramah dan sopan santunnya tinggi,mungkin karena didikan dari orang tuanya. Tapi sayangnya Seno harus menelan kekecewaan sekali lagi karena ternyata Maya sudah di jodohkan oleh orang tuanya sejak dari bayi.


Hingga beberapa bulan sebelum kelulusan,Seno dekat dengan siswi adik kelasnya yang bernama Fia. Mereka hanya dekat walau Seno tahu jika Fia menaruh hati padanya. Gadis itu selalu menghampirinya ke kelas setiap pulang dari sekolah agar mereka bisa pulang bareng. Gadis manja yang kadang membuat Seno repot. Saat Seno lulus sekolah dan pindah ke kota,gadis itu memaksa orangtuanya untuk memindahkannya sekolah di kota juga agar bisa selalu dekat dengan Seno.


Dan kini,gadis itu sedang menanti gelar sarjananya.


Flashback off.


Seno duduk di kursinya. Dia mengambil dompet di saku celananya lalu mengeluarkan sebuah foto. Foto gadis bernama Fia. Seno menyunggingkan senyum.


Tuuutt. Seno mengambil handphonenya yang ada di atas meja.


"Halloo."


"Besok kan?"


"Iya,aku pasti datang!"


"Iya bawel!"


"Sudah ya,lagi kerja ini."


"Bye. . ."


Seno menyimpan lagi handphonenya. Dia lalu membuka berkas-berkas yang harus segera dia periksa agar bisa di serahkan pada Rey.


Seno sedang menunggu pesanan makan siangnya. Dia sengaja makan di kantin agar bisa segera kembali ke kantor dengan cepat karena pekerjaannya sangat banyak dan besok dia akan minta ijin keluar dari pagi sampai siang karena ada urusan.


Saat dia sedang menyantap makanannya,tiba-tiba ada yang menyapanya.


"Seno? Kamu Seno kan?"


Seno menoleh. Matanya membulat beberapa saat lalu kembali bersikap biasa dan mulai menyantap lagi makanannya.


"Aku duduk di sini ya?" Dia langsung menarik kursi,duduk di hadapan Seno.


"Aku tadi masukin lamaran di sini loh. Aku baru saja berhenti kerja di perusahaan D. Di sana aku tidak betah karena ada salah satu managernya yang suka sama aku,ngejar-ngejar aku terus." Celotehnya.


Seno tetap sibuk dengan makanan di hadapannya tanpa mempedulikan omongannya. Setelah merasa kenyang,dia lalu berdiri dan segera berlalu meninggalkan gadis itu yang ternyata adalah Anita.


"Seno."Teriak Anita.


Seno tetap melangkah menjauh tanpa mempedulikan gadis itu.


"Hmm,lihat saja ya. Kamu pasti bisa aku dapetin. Bukannya dulu kamu suka sama aku." Gumam Anita sambil menyunggingkan senyum ke arah Seno yang berjalan makin menjauh.


Bbrruukk! Tiba-tiba ada yang menabrak Seno. Seno langsung menoleh. "Farid?" Seru Seno.


"Se. . . hmm,pak Seno." Sahut Farid gugup.


"Kamu kenapa? Jalan kok tidak lihat-lihat lagi!" Ucap Seno kesal.


"Hmm,maaf aku buru-buru ke kantin." Jawab Farid. "Kamu makan siang di restoran seperti biasa ya?"


"Kantin." Jawab Seno singkat kemudian segera berlali dari hadapan Farid.

__ADS_1


"Apa? Dari kantin? Haduuhh!" Farid menepuk dahinya sendiri.


Dia segera menuju kantin dengan tergesa.


Sementara Seno sudah kembali ke ruangannya.


Dia lalu duduk di kursi sambil melamun.


Tok tok.


Ceklek,pintu terbuka. Seno langsung menoleh. Biasanya kakak iparnya yang suka datang tanpa meminta ijin dulu tapi ternyata. . .


"Kamu?"


"Hay,Seno." Sapanya.


"Tahu darimana kamu ruangan saya?" Seno menatap dengan tatapan tidak sukanya.


"Hmm,tidak penting tahu darimana. Kamu sudah jadi bos ya sekarang?" Dengan gaya genit,Anita berjalan mendekati Seno.


"Seno?" Muncul lagi seseorang mengagetkan mereka berdua. Seseorang itu berjalan ke arah Seno sambil memberikan tatapan tidak suka pada Anita.


"Kamu anak kecil? Ngapain asal masuk saja?" Tanya Anita dengan suara tinggi.


"Seno,dia karyawan baru ya?" Tanya anak kecil itu yang ternyata adalah Cinta.


"Pergilah!" Usir Seno tanpa melihat ke siapa-siapa.


"Sana pergi anak kecil!" Anita ikut mengusir.


"Kamu yang pergilah!" Seno menatap tajam ke arah Anita.


"Seno? Kamu?"


"Kamu tidak dengar tadi dia bilang apa?" Cinta juga menatap tajam ke arah Anita.


"Kamu! Memangnya siapa kamu berani ngusir saya?" Anita terlihat marah.


"Aku siapa? Aku adalah Cinta! Kalau tidak tau,tanya sama semua karyawan di sini!"


"Huuhh,tidak penting siapa kamu!" Ucap Anita ketus.


Cinta menoleh ke arah Seno. "Pecat dia atau papa yang akan pecat dia."


"Dia bukan karyawan di sini. Kamu kenapa datang ke sini?"


"Seno?" Anita memasang wajah memelas.


"Pergilah,jangan membuat keributan di kantor saya!"


"Seno,dia saja yang di suruh pergi. Kenapa aku?"


"Karena aku adalah cucu dari pemilik perusahaan ini! Paham?" Cinta berkacak pinggang dan menatap tajam ke arah Anita.


Anita membulatkan matanya. " Tidak mungkin!"


"Tolong pergilah! Sebelum saya panggil satpam!" Ancam Seno.


Anita hanya bisa menatap mereka dengan wajah kesal.


.


.


NEXT

__ADS_1


.


0407/1828


__ADS_2