Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 111 ( S2 )


__ADS_3

Siti kembali ke ruang keluarga. Putra dan Putri sedang asik nonton tv sebelum tidur siang.


"Siti,kamu kapan kontrol ke dokter Layli?" Tanya oma Asti.


"Hmm,besok sore ma."


"Kamu ajak sekalian si Ratna. Mama takut dia beneran hamil."


"Hmm,aku juga takut kalau ternyata Ratna beneran hamil,ma. Cirinya mirip aku saat hamil muda."


"Iya makanya. Mumpung perutnya masih belum terlihat,kita harus buru-buru menikahkan dia dengan si Romi itu. Yah,walau si Romi itu bukan laki-laki yang baik,tapi tetap dia adalah ayah dari anak yang sedang Ratna kandung."


"Iya ma. Tapi bagaimana kalau si Romi tidak mau tanggung jawab ya?" Siti sedang berpikir.


"Hmm,ya harus mau lah!" Tegas oma Asti.


***


Siang hari Rey masih sibuk di kantornya dan belum sempat makan siang. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya.


Tok tok. . .


Rey menoleh. Ternyata. . .


"Assalammualaikum papa. . ." Cinta tiba-tiba muncul di depan pintu. Lalu menghampiri papanya.


"Wa alaikumsalam. Sayang,papa pikir karyawan yang ketuk pintu. Biasanya tanpa ketuk dulu. Sini peluk papa dulu,papa kangen." Sahut Rey.


Cinta pun memeluk papanya. "Cinta juga kangen papa. Cinta malam ini tidur di rumah papa ya,sabtu minggu."


"Iya sayang,kapan pun kamu mau. Sopir kamu mana?"


"Cinta suruh pulang,pa. Kan mau langsung ke rumah papa. Nih,Cinta sudah bawa sekalian buku pelajaran buat besok." Terang Cinta seraya menaruh tas sekolahnya ke atas meja di dekat sofa lalu dia pun duduk manis di sofa sambil memainkan handphonenya.


"Hmm,sekolah kamu lancar kan? Ada tugas sekolah tidak?"


"Alhamdulillah lancar pa. Ada nih satu tugas sekolah."


"Ya sudah kamu kerjain dulu tugas sekolahnya baru mainin handphone." Titah Rey.


"Tapi Cinta lapar,belum makan siang,pa." Keluhnya.


"Hmm,papa juga belum sempat makan siang. Sepuluh menit lagi ya,papa selesaikan ini dulu."


"Ok pa."


Selama menunggu,Cinta hanya memainkan handphone kesayangannya.


Beberapa saat kemudian. "Yuk,kita makan siang dulu. Kamu mau makan di mana,hmm?"


"Kalau kantin sudah tutup ya,pa?"


"Iya nak,ini sudah jam dua."


"Hmm,di kafe saja deh pa."


"Ya sudah,ayo." Ajak Rey.


Saat mereka baru saja keluar dari ruangan Rey,Seno juga baru keluar dari ruangannya dengan membawa berkas.


"Mas,mau kemana?" Tanya Seno.


"Mas mau cari makan siang sama Cinta. Kamu mau ikut?"


"Seno taruh berkas ini dulu di ruangan mas ya." Ucap Seno lalu masuk ke ruangan Rey untuk menaruh berkas.

__ADS_1


Setelahnya Seno buru-buru keluar. Rey dan Cinta sudah menunggu di depan lift.


Ting. . .


Mereka masuk ke lift khusus menuju lantai dasar.


Saat keluar dari lift,suasana kantor sepi karena karyawan masih sibuk bekerja.


Dulu sering lihat Aaron saat mau keluar masuk lift tapi sekarang tidak bisa lagi. Aaron apa kabarnya ya? Apa abangnya sudah sadar? Cinta belum pernah menjenguk abangnya. Mau ke Rumah Sakit sendirian,malu. Mau ajak papa juga malu. Papa juga kenapa tidak pernah ke Rumah Sakit ajak Cinta. Batin Cinta.


Karena berjalan sambil melamun,Cinta ketinggalan jauh di belakang Rey dan Seno.


"Sayang,kamu jalan sambil melamun ya?" Tanya Rey yang sampai berhenti berjalan demi menunggu Cinta.


"Hmm,tidak pa."


"Hmm,jalan sambil bengong gitu."


"Sedang mikirin seseorang ya,yang biasa ada di sini?" Goda Seno.


"Iihh om apaan sih. Siapa juga yang mikirin Aaron."


"Loh,om kan tidak bilang kamu sedang mikirin Aaron. Waahh,jadi beneran ya sedang mikirin Aaron." Seno makin menggodanya membuat wajah Cinta memerah.


"Iihh paan sih." Cinta langsung berjalan di depan karena malu.


Seno dan Rey hanya senyum-senyum saja melihat wajah Cinta yang memerah karena di goda Seno.


"Jalannya pelan-pelan nanti nabrak cowok lain loh!"


"Hiihhh,om nyebelin!" Ucapnya kesal.


Tak lama mereka sampai di kafe.


"Sayang,sudah cemberutnya. Kamu mau makan apa?" Tanya Rey sambil melirik Cinta yang masih memasang wajah kesal.


"Hhmm," Rey lalu memesan makanan dan minuman untuk mereka bertiga.


Lima belas menit,pesanan mereka sampai. Cinta langsung menyantap makanannya cepat-cepat.


"Makannya pelan-pelan." Ucap Rey.


Setelah setengah jam,mereka kembali lagi ke kantor. Seno ikut masuk ke ruangan Rey,duduk di kursi yang ada di depan meja Rey sementara Cinta duduk di sofa mulai sibuk dengan tugas sekolahnya.


"Mas,besok sore Seno yang meeting ya?" Tanya Seno.


"Iya,mbak kamu minta di antar periksa kandungannya. Mas sudah bilang sama mama saja tapi dia tidak mau. Biasa ibu hamil suka manja." Terang Rey.


"Hmm,iya mas."


"Kamu tidak sibuk kan? Apa ada urusan sama Dinda?"


"Ooh,tidak kok mas. Tapi siangnya aku pulang dulu ya,makan siang di rumah?"


"Ooh iya tidak apa-apa yang penting jam tiga kamu sudah harus ada di kantor karena mas jam tiga mau pulang. Mbak kamu mau ke dokter Layli jam empat sore."


"Iya bisa,mas." Jawab Seno. "Hhmm. . . Oh iya si Ratna jadi datang,mas?"


"Iya sudah beberapa hari yang lalu."


"Sudah ketemu sama Romi?"


"Hhh,ternyata Romi itu adalah Angga!" Terang Rey.


"Jadi bener mas,kalau Romi itu adalah Angga?" Seno kaget.

__ADS_1


"Iya dan Ratna langsung lari saat melihat Romi. Sejak itu Ratna belum mau ketemu lagi. Jadi mas tunggu dia siap saja. Kasihan kalau di paksa. Wajahnya selalu terlihat murung."


"Astagfirullah. . ." Seno hanya bisa mengelus dada.


"Sekarang dia juga sedang sakit,mungkin stres."


"Sakit? Di mana dia sekarang,mas?"


"Mas ajak tinggal di rumah sejak dari Rumah Sakit."


"Ooh jadi dia sekarang tinggal di rumah mas Rey. Seno mau ajak Dinda ketemu dia,mas. Mau minta maaf."


"Jangan dulu. Takutnya dia malu."


"Hhmm,iya sih mas. Kalau Cinta sudah tau semua ceritanya?" Tanya Seno seraya melirik ke arah Cinta yang sedang sibuk dengan tugas sekolahnya.


"Sejak pemakaman omanya Aaron,mas baru hari ini bertemu Cinta lagi. Mas belum cerita apa-apa. Mungkin nanti dia kaget ada Ratna di rumah."


"Hmm,Cinta mau main ke rumah mas?"


"Mau menginap dua hari sampai hari minggu."


"Nanti ketemu mereka berdua."


"Iya tidak apa-apa.Toh Cinta tidak tau kalau Ratna meninggalkannya saat itu."


"Hmm,Ratna memang terlihat seperti gadis baik-baik kok mas. Makanya aku tidak pernah berpikir dia sengaja tinggalkan Cinta. Pasti ada sesuatu. Ternyata benar."


Hhhh,Rey menghela nafasnya berat. "Mana mama curiga kalau Ratna hamil lagi."


"Hamil,mas?" Seno membulatkan matanya.


"Kemungkinan besar,iya. Sakitnya mirip sama mbak kamu saat sedang hamil muda. Mas kasihan banget melihatnya."


"Ratna benar-benar malang. Seno akan bantu dia agar si Romi itu tanggung jawab,mas!" Tegas Seno.


"Iya,mas juga akan bantu dia."


.


.


.


.


.


.


NEXT


Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya untuk karya othor ini ya. Terimakasih. 😍😍


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


1717


__ADS_2