
Cinta mengambil piring lalu mengisinya dengan nasi dan lauk. Ratna dan Aaron juga melakukan hal yang sama. Mereka lalu duduk di meja makan.
"Bang Romi masih di kamar ya kak?" Tanya Aaron sambil menoleh ke arah Ratna.
"Iya,tadi kakak tinggal di kamar sama papi kamu."
"Papi,kak Ratna juga kan sekarang sudah jadi menantunya."
Ratna tersenyum. "Hhmm,iya."
"Tapi bang Romi sudah makan belum ya kak?" Tanya Aaron.
"Hmm,belum. Tadi langsung minta di antar ke kamar mau istirahat katanya capek."
"Hhhmm,bang Romi tidak bisa telat makan kak."
"Oh ya? Tapi dia sedang tidur."
"Hhmm,iya nanti saja aku lihat."
Ratna lalu makan,tapi hanya sedikit karena perutnya kembali merasa tidak nyaman.
"Kenapa kak?" Tanya Aaron khawatir.
"Hhmm,perut kakak tidak enak." Jawab Ratna lalu segera menenggak minum.
"Kakak lihat bang Romi dulu ya." Pamitnya lalu berdiri meninggalkan Aaron dan Cinta yang masih makan.
"Cintaku,tadi aku cariin loh." Ucap Aaron.
Cinta hanya menoleh sesaat.
"Hhmm,Cintaku kenapa? Marah sama aku ya?"
Cinta sudah menghabiskan makanannya lalu berdiri meninggalkan piring kotornya di atas meja. Aaron ikut berdiri lalu menyusul Cinta.
"Cinta mau kemana?" Tanya Aaron seraya menarik tangan Cinta agar berhenti berjalan.
"Aku mau ke kamar." Jawabnya lalu menepiskan pegangan tangan Aaron.
"Cintaku marah ya sama aku?"
"Aku tidak marah. Aku capek!"
"Hhmm. Kalau aku ada salah,aku minta maaf. Tapi aku tidak mengerti." Ucap Aaron sambil menatap Cinta lekat-lekat.
"Aku mau ke kamar. Ngantuk." Pamit Cinta yang segera berlalu dari hadapan Aaron.
Pasti ada sesuatu makannya Cintaku begitu. Batin Aaron seraya menatap Cinta dari belakang hingga gadis itu naik ke atas.
Sementara Ratna masuk ke kamarnya. Romi ternyata sedang duduk.
"Hhmm,bang Romi. Aku pikir tidur." Ucap Ratna yang ikut duduk di sisi tempat tidur.
"Aku ingin ke kamar mandi."
"Hhmm,baiklah."
Ratna berdiri lalu menghampiri Romi. Mau tidak mau Ratna harus merangkul Romi agar bisa membantunya pindah duduk di kursi roda. Ratna terlihat kesulitan karena postur tubuh dan berat badan Romi hingga Romi hampir jatuh.
"Kamu bisa tidak sih? Kalau tidak bisa kamu panggil Aaron saja. Huuhh,percuma punya istri. Begini saja tidak bisa." Gerutu Romi.
"Maaf bang." Ucap Ratna lalu mendorong kursi roda Romi masuk ke kamar mandi.
Setelahnya Ratna buru-buru keluar. "Kamu mau kemana? Bantu aku!"
"Hhmm,i-iya bang." Ratna lalu kembali masuk ke dalam kamar mandi. Menuruti semua perintah suaminya walau dia sendiri masih merasa bingung dan aneh.
__ADS_1
Lima menit,Ratna kembali mendorong kursi roda Romi ke kamar.
"Mana Aaron,aku mau pulang?" Tanya Romi.
"Abang kan belum makan? Aku ambilkan makan ya?"
"Aku mau makan di rumah saja!" Tolak Romi.
"Hhmm,aku panggilkan Aaron." Pamit Ratna lalu segera keluar dari kamar.
Ratna kembali ke ruang makan di mana Aaron dan Cinta tadi makan,tapi mereka sudah tidak ada. "Aaron sama Cinta kemana ya?" Gumam Ratna.
"Ratna,kamu sudah makan belum?" Tanya Siti yang sedang membawa piring kotor.
"Tadi sudah makan bareng Cinta sama Aaron. Tapi sekarang mereka di mana ya,bu?"
"Oohh,Aaron sedang ngobrol sama papanya Cinta di teras. Kalau Cinta,saya tidak lihat. Mungkin di ruang keluarga sama Putri." Terang Siti.
"Ooh iya bu. Saya mau cari Aaron."
"Suami kamu sudah makan,belum?"
"Hhmm,dia mau makan di rumahnya saja bu. Minta pulang sekarang."
"Mau pulang sekarang?"
"Iya,bu."
"Hhmm,ya sudah kalau dia mau pulang. Kamu nanti baik-baik ya tinggal di sana. Sesekali main ke sini."
"Iya,bu. Saya sangat berterimakasih atas bantuan ibu dan keluarga. Sudah mau menerima saya di rumah ini."
Siti lalu memeluk Ratna. "Anggap kita keluarga kamu ya. Kalau ada apa-apa jangan malu untuk bercerita. Semoga pernikahan kamu selalu bahagia dan baik-baik saja ya. Harus sabar menghadapi suami kamu dengan kondisinya sekarang."
"Iya,bu." Ratna membalas pelukan Sitii. "Saya cari Aaron dulu ya bu."
Saat sedang mencari Aaron,Ratna berpapasan dengan ayahnya.
"Ayah?"
"Ratna? Ayah sama ibu mau pulang sekarang." Terang ayah Ratna.
"Hhmm,Ratna juga mau ke rumah suami Ratna sekarang,yah. Ayah sama ibu tidak mampir dulu ke rumah suami Ratna?" Tawar Ratna karena tidak enak hati jika tidak menawari ayahnya karena dia juga merasa belum tentu di terima di rumah suaminya.
"Lain kali saja nak. Ibu kamu ingin pulang sekarang juga. Sana kamu temui dulu ibu kamu."
Hhh,untung saja ayah menolak. Batij Ratna. "Baiklah,yah." Ratna lalu pergi ke kamar tamu dimana ibunya beristirahat.
Ratna ngobrol beberapa menit bersama ibu dan saudaranya sekaligus perpisahan karena keluarganya mau pulang ke desa.
Setelah bertemu ibunya,Ratna kembali mencari Aaron.
Ternyata Aaron sedang ngobrol bersama ayah Ratna, Rey dan juga Seno.
"Hhmm,maaf ganggu." Ucap Ratna pelan.
"Kak Ratna?" Panggil Aaron.
"Hhmm,bang Romi nyariin kamu." Terang Ratna.
"Oohh iya kak." Sahut Aaron. Aaron lalu menoleh ke arah ayah Ratna,Rey dan Seno. "Saya mau menemui bang Romi dulu,pak." Pamit Aaron.
"Oohh,iya." Jawab Rey.
"Mari pak." Pamit Ratna lalu berjalan mendahului Aaron.
"Yuk,bang Romi nyariin kamu. Dia ingin pulang sekarang." Ucap Ratna.
__ADS_1
"Iya,kak."
Ratna lalu membuka pintu kamar. Ceklek.
Ratna dan Aaron masuk ke dalam kamar,ternyata Romi sedang di dekat jendela sambil menatap ke arah luar.
"Bang?" Panggil Aaron.
Romi menoleh. "Abang mau pulang sekarang."
"Hhmm,baiklah. Ayo,kita pamit dulu sama pak Rey dan keluarga. Keluarga kak Ratna juga sudah mau pulang." Ucap Aaron lalu mendorong kursi roda Romi keluar dari kamar Ratna.
"Kak Ratna,barang-barangnya sudah siap belum? Langsung di bawa saja semua barang-barang kak Ratna." Ucap Aaron.
"Oohh iya,kakak sudah siapin dari semalam." Terang Ratna lalu membawa barang-barangnya keluar dari kamar.
Aaron mendorong kursi roda Romi ke teras rumah. Ternyata ada ayah Ratna juga di sana. Romi terlihat tidak nyaman di sana karena ada Seno juga.
"Romi?" Panggil ayah Ratna.
"Hhmm,iya pak." Jawab Romi pelan.
"Bapak titip Ratna ya. Kalau Ratna membuat kamu marah atau kesal,tolong kamu maafkan. In sya Allah dia akan mengerti dan menurut sebagai istri. Semoga pernikahan kalian bahagia."
"Iya,pak.Terimakasih." Sahut Romi.
Tak lama kemudian Ratna muncul dengan membawa barang-barangnya. Begitupun ibu dan saudara Ratna yang lain sudah bersiap untuk pulang.
"Pak Rey,terimakasih sudah mau membantu dan menerima putri saya di rumah ini. Membantu semua proses pernikahannya." Ucap ayahnya Ratna.
"Sama-sama,pak. Anggap kita keluarga. Kalau ada waktu mampirlah ke sini." Sahut Rey.
Keluarga Ratna yang lain pun berpamitan dengan keluarga Rey satu persatu.
Keluarga Ratna pulang dengan mengendarai mobil sewaan. Sementara Ratna pulang bersama Aaron dan Romi mengendarai mobil Aaron.
.
.
.
..
.
.
.NEXT
Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya untuk karya othor ini ya baik like,komen gift atau kalau mau juga vote. Terimakasih. πππ
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
1331