Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 88


__ADS_3

Siti sedang mempersiapkan keperluannya untuk jalan-jalan bersama anak dan suaminya. Dari mulai popok ganti hingga pakaian ganti Putri jika nanti di perlukan.


"Mas,strollernya sudah mas masukin mobil belum?" Tanya Siti saat suaminya baru saja masuk kamar.


"Sudah yank. Kamu juga sudah masukin semua barangnya Putri ke tas?"


"Sudah semua mas. Kita ke dokter Layli dulu kan ya?"


"Hmm iya yank. Ya mau gimana lagi." Ucap Rey.


"Mas,kalau aku beneran hamil lagi gimana?"


"Mas pasti tanggung jawab kok yank!" Jawab Rey dengan senyum menggoda.


"Iiih tentu saja mas harus tanggung jawab! Tapi bukan itu maksud aku mas!" Ucap Siti dengan kesal.


"Lalu apa,hmm?"


"Mas ini. Lupa ya apa yang tadi mama bilang? Aku kan habis caecar,bahaya kalau langsung hamil lagi!" Ucap Siti.


Rey langsung diam,dia sebenarnya tau maksud istrinya hanya saja dia ingin menghilangkan pikiran-pikiran buruk yang memang sedang mengganggunya.


Rey mendekati istrinya,memegang bahunya lalu menatapnya lekat-lekat. "Apapun yang terjadi,kita hadapi bersama ya,jangan lupa untuk selalu berdoa!" Hibur Rey lalu memeluk istrinya penuh cinta.


"Hmm,iya mas. Yuk kita berangkat sekarang. Mama kan sudah daftarkan kita sama dokter Layli." Ajak Siti.


Mereka lalu turun kebawah. Putri sedang bermain sama opanya di ruang keluarga.


"Pa,mama mana? Kita mau berangkat sekarang." Tanya Rey pada papanya.


"Mama ke kamar sebentar. Nah itu mama!" Tunjuk papa. Mama baru saja keluar dari kamarnya.


"Kalian mau pergi sekarang?" Tanya mama.


"Iya ma." Jawab Rey.


"Ya sudah,kalian hati-hati ya! Rey jaga anak istri kamu di mal,jangan sampai terpisah!" Pesan mama.


"Iya ma." Jawab Rey.


***


Mereka sudah tiba di klinik dokter Layli. Tidak butuh waktu lama,nama Siti pun di panggil.


"Pagi dokter Layli." Sapa Siti dan Rey hampir berbarengan.


"Pagi Rey,Siti. Ayo silahkan duduk."


Siti dan Rey lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan dokter Layli. "Terimakasih dokter." Jawan mereka.


"Bagaimana,ada yang bisa saya bantu?" Tanya dokter Layli.


Siti dan Rey saling pandang. Bingung harus memulai dari mana.


"Loh kok diam? Mama kalian bilang,Siti mau KB ya?"


Rey menelan salivanya. Apa bisa KB setelah berhubungan terlebih dahulu? Tanyanya dalam hati. Dia lalu menoleh ke arah istrinya yang sedang menatapnya bingung.


"Hmm,begini dokter. Kapan wanita yang melahirkan secara caecar boleh hamil lagi?" Tanya Rey hati-hati.


"Hmm,kalian ingin cepat nambah anak lagi?" Tanya dokter.


"Baru tanya-tanya saja kok dok." Jawab Rey.


"Hmm,sebisanya sih dua tahun tapi kalau memang ingin cepat nambah lagi bisa paling cepat enam bulan tapi harus lihat kondisi ibunya dulu!" Terang dokter Layli.

__ADS_1


Rey kembali menelan salivanya. "Enam bulan dok?"


"Iya,memangnya kamu mau lebih cepat lagi? Kita harus pikirkan resiko untuk ibunya." Terang dokter Layli lagi.


Rey diam sesaat. Dia mau jujur tapi malu. Siti pun tidak tau harus berkata apa.


"Kok diam lagi? Cerita saja. Insya Allah saya bisa bantu. Dan,saya akan jaga rahasia pasien saya tentunya!" Ucap dokter Layli yang mulai mengerti kegelisahan pasangan di depannya.


"Dokter,saya mau tanya tentang KB." Ucap Siti.


"Hmm,jadi kalian mau KB?"


"Ada berapa macam dok dan efek sampingnya?" Tanya Rey.


Dokter lalu menjelaskan macam-macam alat kontrasepsi. Siti dan Rey mendengarkan dengan seksama.


"Kok ada efeknya semua ya dok? Kok saya jadi ngeri mendengarnya." Ucap Rey.


" Ya memang pasti ada. Atau kalau kalian tidak mau,kalian bisa pakai pengaman saja sambil di siapkan mental mamanya mau pakai alat kontrasepsi yang mana.


"Hmm,sepertinya Siti tidak perlu alat kontrasepsi dok.!" Terang Rey.


"Hmm?"


"Jika hamil lagi dalam waktu dekat apa benar-benar sangat bahaya dok?"


"Sebenarnya iya tapi kita akan bantu semaksimal mungkin yang terbaik untuk ibu dan bayinya. Siti juga saat hamil perutnya tidak terlalu besar ya. Yang penting jangan stres dan sering konsultasi ke dokter kandungan." Terang dokter. "Tapi tetap saja di usahakan sedikit berjarak ya."


"Hmm,iya terimakasih dokter." Ucap Siti.


"Oh iya kita mau ajak Putri jalan-jalan ke Mal,tidak bahaya kan dok?"


"Ooh tidak apa-apa kok. Putri juga sehat. Jangan terlalu lama saja takutnya dia kelelahan.Mbak Siti juga jangan kelelahan." Jawab dokter Layli.


"Mari dokter." Siti pun pamit.


"Iya sama-sama." Jawab dokter Layli dengan ramah.


Rey dan Siti pun meninggalkan klinik dokter Layli. Rey melajukan mobilnya ke arah Mal terdekat.


"Mas,bagaimana?"


"Hmm,kamu takut yank?"


"Tidak kok mas. Kalau memang langsung di kasih lagi,itu adalah anugerah. Aku akan terima dengan senang hati!" Jawab Siti yang membuat Rey tenang.


Rey menggenggam tangan istrinya dengan mesra. "Mas akan selalu ada untuk kamu yank!"


Siti tersenyum. "Aku tau mas." Siti membalas genggaman tangan suaminya.


Mobil Rey sudah memasuki parkiran Mal. Setelah memarkirkan mobilnya,dia keluar lebih dulu untuk mengeluarkan stroller Putri. Putri tetap dalam gendongan sementara sebelum masuk pintu Mal.


"Moga Putri nyaman tidur di stroller ya mas. Kan baru ini di pakai." Ucap Siti.


"Insya Allah nyaman,yank. Kan sambil jalan. Kita mau kemana dulu ini?"


"Aku sih terserah mas. Aku kan sangat jarang ke Mal."


"Hmm,maaf ya yank,mas jarang ajak kamu keluar."


"Tidak apa-apa kok,mas kan sibuk."


"Kita cari pakaian untuk kamu ya." Ajak Rey.


"Hmm,buat apa mas? Pakaianku masih banyak. Aku juga jarang kemana-mana. Beli pakaian mas saja deh."

__ADS_1


"Hmm,yasudah kalau tidak mau. Tapi nanti kalau mas belikan kamu sesuatu,jangan nolak loh!"


"Iya terserah mas." Jawab Siti.


Mereka lalu keliling-keliling Mal. "Mas,cari pakaian Putri saja yuk! Kan Putri belum ada pakaian khusus untuk perempuan."


"Oh iya yank,yuk kita cari!"


Mereka lalu mencari toko pakaian bayi. Siti dan Rey sangat antusias memilihkan pakaian untuk putrinya. "Bagus-bagus ya mas."


"Iya yank. Kamu ambil saja yang kamu suka." Titah Rey.


"Ini cantik ya mas? Ini juga." Ucap Siti memamerkan pakaian pilihannya.


Setelah memilih beberapa potong pakaian bayi dan accesoriesnya,mereka pun keluar dari toko dan masuk lagi ke toko pakaian khusus pria.


"Mas,boleh aku pilihkan pakaian untuk mas?"


"Tentu saja boleh yank! Ayo kamu saja yang pilih,mas pasti suka sama pilihan kamu." Terang Rey.


Siti dengan antusias memilihkan pakaian untuk suaminya. "Ini suka mas?" Tanyanya.


"Suka yank!"


Siti membolak balik lagi pakaian yang ada di manekin. "Ini mas,bagus,keren."Siti menunjukkan lagi pilihannya.


"Iya bagus,kamu ambil saja."


"Mas,tiga cukup kan?"


"Cukup kok yank." Jawab Rey. "Sini mas bayar dulu." Ucap Rey lalu mengambil pakaiannya.


Mereka keliling-keliling lagi. Tiba-tiba Putri menangis. Siti dengan segera menggendong bayinya. "Lapar mungkin mas." Ucap Siti pada suaminya.


"Kita cari toilet dulu yank." Jawab Rey.


"Loh,masa mau kasih ASI untuk Putri di toilet mas?"


"Ooh,bukan yank. Kadang di toilet foodcourt ada ruang khusus untuk ibu dan bayi. Biasanya untuk ibu yang ingin memberikan ASI atau mau ganti popok untuk bayinya." Terang Rey.


"Ooh ada ya mas?"


"Ada yank. Mas pernah lihat,tapi di Mal ini mas kurang tau. Mas tanya satpamnya dulu ya."


Rey lalu bertanya sama satpam yang kebetulan lewat. "Mas mau tanya,di sini Foodcourd yang ada ruang khusus untuk ibu dan bayi di mana ya?"


"Oohh,ada mas dari sini naik dulu lantai empat,nanti ada tulisan foodcourd. Nah kalau sudah sampai foodcourd,tanya saja sama cleaning servis atau petugas di sana." Terang satpam. Rey pun mengangguk tanda mengerti.


"Terimakasih mas." Ucap Rey.


Rey kembali menemui anak dan istrinya.


"Yank,ada di lantai empat,naik satu lantai lagi dari sini. Yuk!" Ajak Rey.


Mereka lalu naik ke lantai empat. Setelah bertanya sama beberapa orang,akhirnya mereka sampai juga di ruang khusus ibu dan bayi.


"Nah,kamu bisa kasih ASI untuk Putri di sini yank. Sekalian nanti cek juga popoknya!" Titah Rey. Siti lalu duduk di kursi yang ada di sana,lalu mulai memberikan bayinya ASI.


"Wah,dia bener-bener kelaparan,yank!" Ucap Rey saat melihat bayinya.


"Iya mas kan terakhir di rumah tadi." Ucap Siti.


NEXT


0806/0940

__ADS_1


__ADS_2