Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 18 ( S2 )


__ADS_3

"Aku tidak mau cerai dari mas Seno. Tapi ibu sama nenek maksa." Lirih Fia sambil berlinang air mata.


Saat ini,istri Seno itu sudah di pindah ke ruang ranap biasa. Karena kondisinya sudah mulai membaik,keluarga besar Fia pun sudah kembali pulang ke desa. Hanya tinggal ayah,ibu,nenek dan adiknya Fia yang memang bersekolah di kota.


"Kalau kamu tidak mau menurut sama ibu dan nenek,berarti kamu sudah tidak sayang lagi sama kita! Dan ibu tidak akan anggap lagi kamu sebagai anak ibu!" Ancam ibunya Fia.


"Jadi nenek sama ibu ingin aku jadi janda?"


"Nenek sudah menjodohkan kamu dengan laki-laki yang terbaik untuk kamu!"


"Terbaik menurut nenek bukan aku,bu!" Ucap Fia sambil menghapus air matanya.


"Shofia,kamu lihat kan apa yang terjadi sama kamu. Menikah baru berapa hari,kamu sudah hampir kehilangan nyawa. Ibu tidak mau terjadi apa-apa lagi sama kamu!"


"Tapi aku sekarang baik-baik saja,bu."


"Nanti kalau perempuan jahat itu keluar dari penjara,bisa saja dia menyakiti kamu lagi!"


"Andaipun aku bercerai dari mas Seno,aku tidak akan menikah lagi,bu! Aku cintanya hanya sama mas Seno!" Ucap Fia masih sambil menangis.


"Terserah kamu saja. Yang penting kamu bercerai dari suami kamu itu. Buat apa menikah kalau hanya membahayakan nyawa kamu saja!" Tegas ibunya Fia.


Sementara di luar kamar ranap,Seno masih di desak oleh neneknya Fia untuk segera menceraikan cucunya.


"Seno,sekarang kondisi Fia sudah makin baik. Kamu bisa menceraikan cucu saya segera!"


"Tapi nek?"


"Kamu sudah membuat cucu saya celaka! Saya tidak mau kejadian itu terulang lagi! Kamu mengerti! Nyawa cucu saya lebih berharga dari apapun!" Tegas neneknya Fia kemudian langsung masuk ke dalam ruang ranap Fia. Seno yang hendak masuk selalu di larang oleh ibu dan neneknya Fia.


"Seno,bapak minta maaf ya."


"Pak,apa sudah di pikirkan baik-baik jika saya menceraikan anak bapak?"


"Bapak sudah tidak bisa memberi pengertian pada ibu dan neneknya Shofia." Ucap ayahnya Fia sambil menggelengkan kepalanya.


"Hmm,saya sebenarnya tidak ingin menceraikan Fia,pak." Ucap Seno lirih.


"Bapak juga tidak ingin kalian bercerai. Bapak tau bagaimana anak bapak."


"Hmm,saya mau kerja dulu pak,mau ketemu Fia juga tidak bisa,tidak enak harus ribut-ribut di Rumah Sakit. Titip salam saja buat Fia,pak!" Pamit Seno yang langsung berlalu dari hadapan bapak mertuanya.


Seno melangkahkan kaki dengan gontai. Dia berjalan ke arah parkiran. Dia melajukan mobilnya ke arah perusahaan kakak iparnya.


Sampai di sana,Seno langsung menuju ruangannya. Toni sudah memberikannya pekerjaan yang lumayan menyita pikirannya hingga siang dia belum juga keluar dari ruangannya.


***


Sementara itu Cinta melangkahkan kakinya teburu-buru menuju ruang kerja papanya. Karena terburu-buru sampai dia hampir terpeleset karena jalan yang dia lewati belum selesai di pel oleh cleaning servis. Untungnya ada seseorang yang menahan tubuhnya hingga tidak terjatuh.


"Aawww!" Teriak Cinta. Pandangan mereka bertemu hingga beberapa detik.


"Hmm,hati-hati. Lantainya belum sempat aku keringkan." Ucap seseorang yang menolong Cinta .

__ADS_1


Cinta buru-buru melepaskan rengkuhan orang itu lalu berdiri sendiri.


"Kamu yang barusan ngepel lantai ini ya?" Tanya Cinta dengan mata membulat.


"Hmm,i iya. Maafkan saya." Ternyata cleaning servis yang sudah menahan tubuh Cinta. Dia menundukkan kepalanya,tau jika gadis di depannya adalah anak dari bosnya.


"Hmm," Cinta hendak marah tapi tidak jadi karena melihat cleaning servis itu yang ketakutan padanya. "Kenapa ketakutan begitu? Memangnya aku menyeramkan,heehh?"


"Hmm,maaf bukan begitu nona. Saya hanya merasa bersalah." Ucapnya terbata-bata.


"Huuhhh. Makanya lain kali kerja sampai selesai baru di tinggal. Kalau aku sampai jatuh gimana? Sakit tauuu!!" Celoteh Cinta.


"I - iya. Maafkan saya."


"Maaf-maaf terus dari tadi. Sudah sana kerja yang bener!" Cinta langsung berlalu dari sana.Dia menoleh sebentar ke arah cleaning servis itu,ternyata cleaning servis itu pun sedang menatapnya. Cinta pun buru-buru pergi menuju ruang kerja papanya.


"Papa. . .!" Seru Cinta saat sudah masuk ke ruang papanya.


"Sayang,kamu kenapa ke sini?"


"Iihh,papa. Tiap Cinta main ke sini pasti nanya 'kenapa ke sini' ? Cinta tidak boleh ya main ke kantor papa?" Cinta cemberut.


"Bukan begitu sayang! Kamu harusnya pulang dulu,ganti baju dulu,makan siang dulu!" Terang Rey.


"Hmm,Cinta bawa baju ganti kok pa. Cinta juga mau makan siang bareng papa!"


"Papa tidak bisa nak,sebentar lagi mau makan siang sama klien papa. Kamu ajak om Seno saja makan siang!"


"Hmm,Cinta makan siang sendiri saja deh pa."


"Dulu pa,sudah lama!"


"Hmm,ya ajak lagi donk!"


"Males ah. Cinta mau makan siang di kantin kantor saja!"


"Terserah kamu deh,papa tidak bisa temani ya! "


"Iya papa. Pa,Cinta boleh tiduran di kamar kan?"


"Tentu saja sayang. Tapi mandi dulu,ganti baju dulu!"


"Iya iya,Cinta mau makan siang dulu di kantin. Abis itu Cinta mau mandi lalu tidur." Pamit Cinta yang segera keluar dari ruang kerja papanya.


"Hmm,tumben anak itu mau makan di kantin sendirian? Biasanya minta temani Seno." Gumam Rey.


***


Di kantin,Cinta langsung memilih tempat duduk di dekat jendela lalu memesan semangkok baso dan es teller kesukaannya. Hanya lima menit,pesanannya datang. Dia makan dengan lahab bersemangat tidak seperti biasanya makan sambil melamun.


"Iihh kenapa aku jadi inget anak tadi ya,sepertinya dia anak baru." Gumam Cinta sambil senyum-senyum sendiri. "Hmm,deg-degan juga tadi waktu dia menahan aku biar tidak jatuh." Gumamnya lagi sambil membayangkan kejadian tadi.


"Ehheemm!" Tiba-tiba seseorang sudah duduk di kursi yang ada di depannya.

__ADS_1


"Om?" Ucap Cinta kaget.


"Hmm,lagi seneng ya dari tadi om lihat senyum-senyum sendiri sampai tidak sadar ada om datang?" Tanya Seno sambil menatap lekat ke arah Cinta.


"Hmm,tidak kok. Basonya enak!" Ucap Cinta bohong.


"Hmm,sejak kapan kamu suka baso di sini? Tidak ajak om lagi?"


"Cinta sedang ingin makan sendiri kok!"


"Aah masa? Tadi papa Rey bilang kamu mau ajak papa makan siang tapi papa sibuk. Papa suruh ajak om,kamu tidak mau." Tanya Seno penuh selidik.


"Ehhm,ya karena Cinta sedang ingin sendiri saja kok!"


"Begitu ya? Jadi om tidak boleh donk gabung di sini,hmm?"


Cinta menoleh sesaat. "Terserah om saja,aku juga sudah mau selesai kok."


"Sepertinya keponakan om yang sudah remaja ini sedang jatuh cinta ya?"


"Iihh ngarang deh! Cinta hanya mencintai diri Cinta sendiri!" Jawabnya sewot.


"Hehee,bagus itu. Kita memang harus mencintai diri kita sendiri dulu baru mencintai orang lain,kan."


"Hmm." Cinta buru-buru menghabiskan sisa baso dan esnya. Dia lalu buru-buru berdiri.


"Loh sudah selesai?" Tanya Seno kaget.


"Iya. Cinta mau mandi terus tidur di ruang papa!" Cinta lalu membuka dompetnya hendak membayar apa yang sudah dia makan tapi di cegah oleh Seno.


"Om yang bayarin,Cin!" Ucap Seno.


"Hmm,ya sudah. Terimakasih. Cinta pergi dulu." Cinta segera berlalu dari hadapan Seno.


"Tumben anak itu. Ah sudahlah,aku ke sini mau makan." Gumam Seno.


Seno lalu memesan makanan untuk makan siangnya.


.


.


.


NEXT


Terimakasih sudah membaca 😘😘


.


.


.

__ADS_1


.


2607/1155


__ADS_2