Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 92


__ADS_3

Tidak terasa usia Putri sudah menginjak tiga bulan. Dia makin aktip dan sesekali sudah bisa tengkurap beberapa detik walau akhirnya menangis karena kelelahan. Semua keluarga sangat bersyukur dengan perkembangan Putri.


Seperti sekarang,Siti terbangun karena mendengar tangisan bayinya yang sangat kencang. Ternyata bayinya itu sedang tengkurap tapi belum bisa mambalik badannya kembali.


"Uuhh,kesayangan mama." Ucap Siti lembut seraya menggendong bayinya lalu memberikannya ASI agar tidak menangis lagi. Bayinya langsung diam dan dengan semangat meminum ASI mamanya.


"Putri kenapa,yank?" Tanya Rey yang juga ikut terbangun.


"Biasa,mas. Tengkurap tapi tidak bisa balik sendiri." Jawab Siti sambil tersenyum.


"Hmm,sudah subuh ya yank?"


"Belum,mas. Sekarang belum jam empat kok. Mas tidur saja lagi." Jawab Siti.


"Hmm." Rey menjawab sambil matanya terpejam.


Setelah merasa kenyang,Putri melepaskan diri dan mulai tertidur lagi.


Sayup-sayup terdengar suara orang mengaji dari masjid. "Hmm,sebentar lagi subuh,tanggung mau tidur lagi." Gumam Siti. "Enak mandi nih"


Siti menidurkan bayinya ke dalam box bayi,dan dia lalu masuk ke kamar mandi. Setelah selesai mandi,azan subuh berkumandang. Siti segera menunaikan ibadahnya lalu mengaji beberapa surah saja.


Siti membangunkan suaminya yang masih tidur pulas sambil mengusap-usap bahunya. "Mas,sudah subuh loh." Ucapnya lirih.


"Hmm?"


"Mas,semalam bilang ada meeting pagi-pagi."


"Hooaamm. Iya yank,kok mas masih ngantuk banget ini. Kamu harum banget yank,sudah mandi ya?"


"Iya mas,aku sudah mandi dan sholat juga. Mas mandi terus sholat sana!" Titah Siti.


"Hmm,iya yank. Putri masih tidur ya?"


"Putri baru tidur sebelum subuh tadi,mas."


"Hmm,yasudah mas mandi dulu." Ucap Rey. Dia segera bangun lalu ke kamar mandi.


Siti masuk ke ruang ganti hendak mengambilkan pakaian untuk suaminya. Baru saja dia menutup kembali lemari pakaian milik suaminya,tiba-tiba Siti merasa kepalanya pusing dan perutnya lapar. "Ya Allah kok pusing banget! Perut juga jam segini kok sudah terasa lapar ya." Gumamnya sambil memijat pelipisnya.


Siti lalu mengambil minyak kayu putih milik bayinya,menghirupnya dalam-dalam lalu mengoles sedikit di dahinya. "Hhh,sudah agak mendingan." Gumamnya lagi.


"Kamu kenapa,yank?" Tanya Rey saat keluar dari kamar mandi melihat istrinya yang terus memegangi kepalanya.


"Hmm,mas. Kepalaku sedikit pusing. Mungkin karena kurang tidur." Jawab Siti. "Ini pakaian mas." Ucapnya lagi seraya memberikan pakaian pada suaminya.


"Hmm,kalau masih pusing kamu minum obat saja,yank!" Titah Rey. "Makan roti dulu." Titahnya lagi sambil memakai pakaiannya.


"Sudah berkurang kok mas." Jawab Siti.


"Hmm,jangan-jangan karena kita sudah beberapa hari tidak sempat,hmmm. . ." Rey menggantung ucapanya.


"Tidak sempat apa,mas?"


Rey mendekat lalu merangkul istrinya. "Hmm,tidak sempat. . ." Bisiknya membuat Siti merinding.


"Iihh,mana mungkinlah gara-gara itu. Mas kali?" Protes Siti.


"Hahaha,nanti malam ya yank!"


"Hmm,maunya!"


"Iya donk yank!"


"Hmm,Insya Allah."

__ADS_1


"Mmm,biar pusingnya sembuh!"


"Huuhh,itu kalau mas yang pusing!"


"Hehhee,itu tau!"


"Sudah ah,sini aku pakaikan dasinya!" Siti melepaskan pelukan suaminya lalu mulai memasangkan dasi.


"Hmm,kamu makin pintar pasang dasi ya. Hitungan detik!" Puji Rey.


"Iya donk!" Ucap Siti sambil tersenyum.


"Cup!" Rey mencuri cium dahi istrinya.


"Iihh mas,bikin kaget deh!"


"Hehee,mas sholat dulu yank!" Ucap Rey.


Siti menggendong bayinya yang sudah bangun lalu memberikan ASI.


Setelah selesai sholat,Rey mengajak istrinya turun.


"Putri sudah belum? Kalau sudah kita turun yuk yank,kita jemur Putri dulu terus mas mau sarapan duluan. Mas buru-buru nih!" Ajak Rey.


"Iya sudah mas. Putri hari ini juga mau imunisasi." Jawab Siti.


Mereka lalu turun bersama,berjemur sebentar bersama bayinya di halaman kemudian Rey sarapan duluan sementara Siti memandikan bayinya.


***


Jam sudah menunjukkan pukul delapan,Siti sedang bersiap-siap hendak membawa bayinya untuk imunisasi. Seperti biasa,mama dan papa yang akan mengantarkan ke klinik dokter Layli.


"Haloo,Putri. Kamu makin besar ya!" Sapa dokter Layli,sambil mencubit gemas pipi gembulnya Putri. "Ayo di timbang dulu ya!" Titahnya.


Putri lalu di tidurkan di timbangan bayi. "Wah,beratnya sudah tujuh kilo." Seru dokter Layli. " Gendut banget kamu de. ASInya kuat ya mbak Siti?"


"Oh sekarang Putri mau imunisasi ya." Terang dokter.


"Iya dok." Jawab mama.


"Ayo di pangku dulu dedenya!" Titah dokter.


Mama lalu memangku Putri kemudian dokter meneteskan vaksin Polio ke mulut Putri. Setelah itu baru lengan Putri di suntik. Seketika Putri langsung menangis kencang.


"Saya kasih ASI ya dok." Ucap Siti.


"Ooh nanti saja,biar yang di teteskan tadi tertelan dulu. Biar tidak apa-apa nangis sebentar. Di gendong saja." Terang dokter.


Mama langsung menggendong cucunya dan sedikit mengayun-ayunnya agar berkurang nangisnya.


"Siti juga mau periksa jahitannya dok." Ucap mama.


"Oh iya. Ayo Siti berbaring di sini dulu,saya periksa jahitan kamu!" Titah dokter.


Siti menurut lalu berbaring di kasur. "Hmm,jahitannya bagus kok!" Terang dokter.


"Alhamdulillah." Ucap Siti lirih.


Siti lalu turun dari kasur dan kembali duduk di kursi. Setelah beberapa menit Siti lalu memberikan ASI untuk bayinya,tak lama bayinya pun tertidur.


"Kecapekan nangis dia langsung tidur." Ucap mama sambil mengusap lembut kepala cucunya. "Habis di vaksin ini Putri tidak akan demam kan dok? Tanya mama.


"Insya Allah tidak. Putri tubuhnya kuat kok!" Jawab dokter membuat Siti,mama dan papa lega.


Setelah selesai,mereka lalu berpamitan.

__ADS_1


"Kita langsung pulang nih ma?" Tanya papa.


"Siti,kamu tidak ada yang mau di beli?" Mama menoleh ke belakang,dimana Siti duduk bersama bayinya.


"Hmm,tidak ada ma." Jawab Siti.


"Popok Putri masih ada?"


"Masih banyak ma,beberapa hari yang lalu mas sudah beli." Terang Siti.


"Oh ya sudah pa,kita langsung pulang saja." Ucap mama.


Papa lalu melajukan mobilnya ke arah rumah. Sampai di rumah,Siti menidurkan bayinya di kasur. Dia pun ikut tertidur.


***


Siti membuka matanya saat merasa ada yang menyentuh wajahnya. "Hmm,mas?" Ucap Siti kaget mendapati suaminya sedang menciumi wajahnya. "Kapan pulang?"


"Hehee,baru saja pulang yank." Jawab Rey lalu ikut berbaring di sebelah istrinya.


"Oohh,jam berapa sekarang ya mas?"


"Hmm,sudah jam dua belas yank. Turun yuk,makan dulu mas sudah lapar!" Ajak Rey.


"Ooh pantas saja perutku lapar sekali." Ucap Siti.


"Kamu harus sering-sering makan yank,tidak usah nunggu jam makan. Kamu kan butuh asupan lebih banyak agar ASI kamu juga banyak!"


"Hmm,iya mas. Biasanya bibi suka bawakan cemilan tapi aku pulang dari klinik tadi langsung tidur." Terang Siti.


Tiba-tiba bayinya terbangun. "Putri bangun,mas. Aku kasih ASI dulu ya,pasti dia sudah lapar." Ucap Siti yang langsung memangku bayinya untuk di berikan ASI.


"Tuh yank,kuat sekali dia minumnya. Kamu harus makan lebih banyak lagi!" Titah Rey.


"Iya mas. Aku memang makin cepat lapar sekarang." Jawab Siti.


"Oh iya dia tadi nangis pas di suntik?" Tanya Rey.


"Ya nangis mas tapi tidak lama kok!" Jawab Siti. "Moga saja tubuhnya kuat jadi tidak panas."


"Memangnya pasti panas habis di suntik yank?"


"Kata dokter Layli kalau tubuhnya kuat Insya Allah tidak akan panas kok mas."


"Hmm,semoga saja tidak panas ya. Tidak tega mas lihatnya." Ucap Rey sambil mengusap lembit kepala bayinya.


"Oh iya,timbangan Putri naik lagi tadi."


"Alhamdulillah." Ucap Rey.


Putri mulai melapaskan diri sepertinya dia sudah kenyang. "Sudah kenyang dia." Ucap Siti.


"Kamu makin berisi ya yank!" Goda Rey. Siti hanya tersenyum mendengarnya.


"Yank,nanti malam ya!"


"Insya Allah kalau tidak ngantuk." Jawab Siti lirih.


"Kalau gitu jangan malam-malam biar tidak ngantuk!" Bisik Rey membuat Siti merinding.


"Yuk turun mas. Aku sudah laper banget nih!" Ajak Siti lalu menggendong bayinya. Mereka keluar dari kamar,menidurkan bayinya di bouncher yang ada di ruang keluarga lalu makan siang bersama mama dan papa yang sudah menunggu di meja makan.


NEXT


Jangan lupa dukungannya untuk Siti ya. Makasiihh β˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™

__ADS_1


1406/1900


__ADS_2