Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 135 (S2)


__ADS_3

Kenapa dia begitu? Apa wajahku ini menakutkan. Batin Romi yang masih menatap ke arah Ratna. "Ratna." Panggil Romi.


Ratna mendongakkan kepalanya. "I-iya,bang."


"Antar ke kamar mandi!" Titah Romi.


Ratna bangkit dari duduknya lalu menghampiri Romi. "Kamar mandinya sebelah mana,bang?"


"Tuh!" Tunjuk Romi ke arah pintu berwarna biru.


Ratna lalu mendorong kursi roda Romi ke kamar mandi.


Setelah masuk ke dalam kamar mandi. "Aku ingin berdiri!!"


"I-ya,bang." Sahut Ratna. Ratna pun segara membantu Romi untuk berdiri. Walau sudah mulai sering membantu Romi saat di kamar mandi,tetap saja Ratna merasa malu. Belum lagi perutnya yang akan terasa sedikit keram karena menahan bobot tubuh Romi.


Tak berapa lama. "Sudah." Ucap Romi pelan.


Ŕatna kembali membantu Romi untuk duduk di kursi rodanya lalu mendorongnya lagi keluar dari kamar mandi.


"Aku ingin tiduran di sofa." Titahnya kemudian. Ratna pun melakukan apa yang di suruh oleh Romi,meluruskan kedua kaki Romi di atas sofa lalu berdiri di dekat kaki Romi sambil menundukkan kepalanya.


"Duduk!" Titah Romi lagi. "Kamu itu istriku bukan sih?" Tanyanya seraya menatap lekat-lekat wajah Ratna yang masih tertunduk.


Ratna buru-buru duduk di sebelah kaki Romi. "Hhmm,aku. . ." Ratna bingung harus menjawab apa.


"Apa?"


"Hhmm,a-aku istri abang." Jawab Ratna takut-takut. Aku tau kalau sebenarnya abang tidak pernah menganggap aku ini istrinya abang. Batin Ratna.


"Tunjukkan kalau kamu itu istri yang baik!"


Ratna mendongakkan kepalanya tapi tidak ke arah Romi. Istri yang baik yang seperti apa yang bang Romi maksud. Batin Ratna.


"Hhmm,a-aku harus melakukan apa,bang?" Ratna memberanikan diri untuk bertanya.


"Jadi kamu tidak tau bagaimana menjadi istri yang baik,hehh?"


"Hhmm,maaf bang. A-aku pijat kakinya ya?"


"Kamu menghinaku?" Romi langsung bicara dengan suara tinggi.


"Ti-tidak bang! Mana mungkin aku menghina abang." Ratna makin takut. Jantungnya berdebar-debar. Aku harus apa? Duuhh,Ratna kenapa kamu jadi bodoh begini sih. Gerutunya dalam hati.


"Sudah tau kakiku tidak bisa merasakan apa-apa,kenapa mau kamu pijat? Kamu memang sengaja menghinaku!"


"Tidak bang. Sungguh! A-aku hanya bingung. Hhmm,aku pijat punggung abang saja ya?" Ratna langsung bangkit dari duduknya lalu berdiri di belakang Romi. Dia mulai memijat-mijat lembut punggung Romi.


"Kamu tidak punya tenaga,ya?" Protes Romi saat merasakan pijatan Ratna terlalu pelan.

__ADS_1


"Hhmm,maaf bang." Ratna lalu memijat punggung Romi lebih kuat dari sebelumnya.


"Kurang kuat!"


Ratna memijat lebih kuat lagi. Ternyata Romi sudah tidak protes lagi. Setelah beberapa saat,Ratna mulai mendengar suara dengkuran halus di depannya. "Hmm,bang Romi sudah tertidur." Gumam Ratna. Ratna lalu ke kamar mandi,sudah sejak sampai di kantor Romi,rasanya dia ingin ke kamar mandi.


Setelah dari kamar mandi,Ratna duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Romi. Ingin duduk di sofa tapi Ratna takut membangunkan tidur Romi.


Beberapa saat kemudian,Ratna mulai mengantuk. Dia lalu menyandarkan kepalanya ke atas meja hingga lama-lama dia tertidur.


Rasanya baru saja Ratna terlelap,tiba-tiba ada yang meneriakkan namanya. "Ratna. . .!"


Ratna langsung mengangkat kepalanya lalu menoleh ke sumber suara. Bang Romi. Batinnya. Ratna buru-buru mendekati Romi yang sedang menatapnya dengan tatapan marah. "Apa pendengaranmu sudah tidak berfungsi,heehh? Di panggil berkali-kali tetap saja tidak mendengar!"


Ratna menundukkan kepalanya. "Maaf,bang. Aku ketiduran."


"Alasan saja,kamu! Aku lapar!"


"Hhmm,lapar? Aku beliin makanan ya bang?" Tanya Ratna bingung. Dia juga merasa lapar tapi tidak tau membeli makanan di mana.


"Kamu minta tolong pakde Arman saja. Dia pasti sedang duduk di luar."


"Iya,bang. Abang mau makan apa?"


"Minta pakde Arman beli nasi padang. Aku ingin makan yang pedas!"


"Hhmm,baiklah bang. Aku keluar dulu." Pamit Ratna yang segera berlalu dari hadapan Romi.


"Pakde." Panggil Ratna.


Pakde Arman langsung menoleh lalu berdiri. "Non Ratna?" Sahut pakde.


"Hhmm,pakde. Bang Romi minta di belikan nasi padang yang pedas." Ucap Ratna.


"Hhmm,baik non. Saya pergi dulu." Pamit pakde.


Setelah pakde Arman masuk ke dalam lift,Ratna kembali masuk ke ruangan Romi.


Hhmm,haus banget. Ucapnya dalam hati seraya mengusap lehernya. Ratna menatap ke seisi ruangan tapi tidak menemukan yang dia cari.


"Bang Romi tidak haus apa ya? Kok tidak ada air minum di ruangannya. Aku haus banget ini." Gumam Ratna sambil matanya terus memperhatikan seisi ruangan suaminya.


"Kenapa kamu?" Tanya Romi yang tanpa Ratna sadari tengah memperhatikan gerak-geriknya dari tadi.


"Hhmm,bang. Apa ada air minum?" Tanya Ratna pelan.


Romi tidak menjawab,dia malah mengambil handphonenya lalu berbicara dengan seseorang di seberang sana. "Bawakan air mineral tiga botol." Titahnya lalusegera menutup kembali telponnya.


"Kamu bisa kan duduk?" Ucap Romi sambil melirik ke arah Ratna.

__ADS_1


"Iya,bang." Ratna lalu duduk di kursi dekat meja kerja Romi. Ratna menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.


Lima menit kemudian ada seorang wanita seksi masuk ke ruangan Romi dengan membawa tiga botol air mineral.


"Mas,ini air mineralnya." Ucap wanita itu dengan gaya genit. Ratna hanya bisa melihat dari belakang.


"Pak! Panggil saya,pak!" Tegas Romi seraya menatap tajam ke arah wanita itu. Dari tempat Ratna duduk,dia bisa melihat sorot mata Romi yang tertuju untuk wanita itu. Bang Romi memang kasar dan dingin ya sama semua wanita. Batin Ratna.


"I-iya pak." Sahut wanita itu lalu buru-buru pergi setelah sebelumnya sempat melirik ke arah Ratna.


Kenapa dia lihatin aku seperti itu. Apa ada yang aneh dengan penampilanku? Terhadap wanita itu yang jelas-jelas cantik dan anggun saja bang Romi kasar dan dingin,jadi wajar saja sih kalau terhadapku juga begitu. Batin Ratna.


"Nih air,tadi nanyain." Ucap Romi.


"Iya,bang." Ratna langsung mengambil sebotol air mineral di atas meja yang di bawakan oleh wanita tadi. Ratna lalu menenggaknya hingga lebih setengah botol.


"Kamu sudah sebulan tidak minum,ya?" Tanya Romi sinis.


"Hhmm,aku. . ."


"Antar ke meja!" Titah Romi sebelum Ratna menyelesaikan ucapannya.


"Iya,bang." Ratna lantas membantu Romi duduk di kursi roda lalu mendorong kursi rodanya ke depan meja kerja Romi. "Aku duduk di sofa ya,bang."


"Hhmm." Sahut Romi.


Ratna lalu duduk di sofa. Menyandarkan punggung dan kepalanya rasanya nyaman sekali. Rasa capek sedikit berkurang. Dia lalu memejamkan matanya hingga rasa kantuk mulai menyerang.


Romi melirik ke arah Ratna. Dasar tukang tidur. Gumam Romi seraya menggelengkan kepalanya. . .


.


.


.


.


.


.


.


.


Tes. masih byk ga yang penasaran. tp maaf tidak bs up seperti biasa. . .


.

__ADS_1


.


10sep


__ADS_2