Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 98 ( S2 )


__ADS_3

(Aaron POV)


Setelah proses pemakaman selesai,satu persatu para pelayat meninggalkan pemakaman. Kini hanya tinggal Aaron sendirian di sana. Di sebelah makan omanya ada makam maminya yang meninggal enam tahun lalu.


"Mi,oma sudah menyusul mami juga. Aku rasanya seperti sendirian di dunia ini. Walau pun saat ini di rumah sudah berkumpul sanak saudara,tapi nanti siang paling lama sampai sore,mereka sudah ingin pulang ke kota mereka masing-masing. Dan papi,tentu saja papi lebih memilih mengurus keluarga barunya di luar negri. Ah mami maafkan anakmu ini yang tidak bisa jadi dewasa. Semoga abang Romi bisa segera sadar,walau kata dokter dia mengalami kelumpuhan.


"Oma,mami,aku pulang dulu ya. Semoga kalian tenang di sana." Aaron lalu membacakan beberapa surah pendek sebelum meninggalkan pemakaman.


Aaron berjalan dengah lesu menuju sepeda motornya yang terparkir tidak jauh dari pemakaman lalu segera pulang ke rumah.


Di rumah sudah mulai sepi. Hanya tinggal keluarga besar saja yang sebagian sedang bersiap untuk pulang ke kota mereka masing-masing.


"Aaron?" Panggi om Adit.


Aaron mendekat. "Ada apa,om?"


"Kamu sudah bisa mengurus sendiri perusaahaan di sini?"


Aaron menggelengkan kepalanya. "Tidak bisa,om. Aku kan juga masih harus kuliah. Biasanya kan bang Romi."


"Hhmm,baiklah kalau begitu om yang akan urus."


"Benarkah om? Papi tetap tidak ingin mengurus yang di sini?"


Om Adit menggelengkan kepalanya. "Perusahaannya yang di luar baru berdiri,jadi dia tidak bisa meninggalkannya."


"Bukannya itu perusahaan istri papi? Istri baru yang berhasil menyingkirkan. . ."


"Aaron,mereka sudah menikah. Kamu tidak boleh berpikir begitu terus."


"Ah iya,tentu saja,om."


"Hhh,om juga sudah menyuruh pakde Arman untuk menjaga Romi di Rumah Sakit. Toh dia tidak punya istri dan anak lagi yang harus di jaga. Jadi dia akan membantu kamu di sini."


"Hmm,anaknya pakde Arman kan masih ada,om?"


"Anaknya sudah menikah dan ikut suaminya. Oh iya,om juga akan ajak keluarga om tinggal di sini. Tidak apa-apa,kan?"


Apa! Om akan bawa semua keluarganya tinggal di sini? Hhh," Aaron terlihat tidak suka.


"Anak-anak om juga akan pindah sekolah. Tolong kamu carikan sekolah terbaik untuk mereka ya?"


"Hmm,Aaron tidak tau sekolah terbaik menurut om bagaimana. Semua sekolah baik."


"Hmm,kamu itu. Baiklah,om akan sekolahkan anak-anak om di tempat kamu sekolah dulu ya."


"Terserah om saja."


"Aaron!" Tiba-tiba papinya memanggil.

__ADS_1


"Iya pi."


"Papi dengar dari bibi,kalau jantung oma kamu kambuh gara-gara ada beberapa orang mencari abang kamu tapi abang kamu melarikan diri. Siapa orang-orang itu dan ada masalah apa sama abang kamu sampai dia melarikan diri hingga mengalami kecelakaan?"


Deg,aku harus jawab apa? Batin Aaron. "Hmm,kita tunggu abang sadar saja,pi. Aku juga kurang tau." Jawabnya berbohong.


"Masa kamu tidak tau,kamu kan di rumah?"


"Iya,mereka cuma nanyain abang. Abang yang mendengar dari kamarnya langsung pergi dengan mobilnya dan orang-orang itu mengejarnya." Terang Aaron.


"Hmm,pasti mereka berniat jahat sama Romi. Papi akan pasang CCTV di rumah ini?"


"Kenapa pasang CCTV lagi? Tidak perlu,pi."


"Tentu saja perlu,agar papi tau siapa saja yang datang ke rumah ini."


"Huuhh,papi tidak perlu repot-repot. Urus saja keluarga baru papi di luar negri." Jawab Aaron ketus.


"Kamu!" Papi Aaron hendak melayangkan tangannya ke wajah Aaron tapi di urungkannya.


Mata Aaron membulat. "Papi mau mukul aku?"


"Aku ini papi kamu,Aaron. Aku berhak mengatur kamu dan juga rumah ini!"


"Di mana papi tinggal,di sanalah papi boleh mengatur. Kalau papi masih juga mau mengatur yang di sini,aku akan pergi!" Aaron segera meninggalkan papinya yang masih marah-marah.


"Dasar anak tidak tau diri!"


"Tidak perlu kamu ingatkan aku masalah itu Adit. Toh Romi dan Aaron tidak tau sampai mereka menikah!"


"Hmm,terserah mas saja. Aku mau urus sahamku sendiri. Mas senang-senang saja di luar negeri."


"Dasar kamu! Anak,adik,sama saja!" Ucap papinya Aaron kesal.


Di dalam kamar Aaron. Dia buka pintu yang menuju ke balkon lalu duduk di sana sambil melihat ke arah paviliun tempat dia menemukan Cinta.


"Sebenernya apa tujuan bang Romi menyembunyikan Cinta di sana? Apa bang Romi suka sama Cinta? Tapi kenapa harus dengan cara seperti itu? Seingatku bang Romi sudah punya pacar,tapi di mana pacarnya sekarang ya. Batin Aaron.


"Aahh,semoga bang Romi lekas sadar. Aku penasaran. Kak Ratna juga menghilang,apa ada hubungannya dengan bang Romi ya? Huuhh,kepalaku pusing." Gumam Aaron seraya memegangi kepalanya.


"Aku telpon Cinta saja ah,apa dia masih ngambek? Dia makin cantik saja." Aaron tersenyum sendirian.


Aaron lalu masuk lagi ke kamarnya untuk mengambil handphone. Setelah beberapa panggilan,tetap tidak ada jawaban.


"Cinta di mana sih? Apa belum sampai rumah ya? Kangen banget sama dia? Kangen tiap hari."


Tok tok. . . Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Aaron.


"Masuk." Teriak Aaron.

__ADS_1


Ceklek. Seorang gadis yang seumuran dengannya masuk.


"Kamu? Ada apa?" Tanya Aaron ketus.


"Aaron,kita cari makan di luar yuk! Aku tidak biasa makan di tempat orang yang baru meninggal." Ajaknya.


"Aku mau makan di rumahku sendiri,tidak masalah ada yang baru meninggal juga. Toh beliau,omaku sendiri!" Tolak Aaron.


Gadis itu mendekati Aaron. "Hhmm,temani aku yuk!"


"Eehh jangan dekat-dekat! Aku sedang tidak ingin kemana-mana!"


"Ayolah Aaron. Masa kamu tega sih aku kelaparan dari pagi belum makan?"


"Ajak yang lain saja. Aku capek!" Aaron masih tetap menolak.


Gadis itu makin berani. "Aaron. . ."


"Kamu apa-apaan sih,lepasin! Yang sopan jadi tamu!"


"Aaron,kok gitu sih? Aku kan keluarga kamu juga?"


"Kamu itu anak dari istri papaku! Jadi kita tidak ada hubungan keluarga!"


"Aaron jahat deh!" Pura-pura ngambek.


"Keluar sekarang sebelum aku kasar ya!" Usir Aaron yang sudah sangat kesal.


"Aaron jahat!" Gadis itu langsung keluar.


Aaron buru-buru menutup dan mengunci pintu kamarnya. "Anak sama ibu sama-sama tidak tau malu! Jauh banget sama Cintaku! Huuuhh!"


"Cintaku,kenapa kamu tidak mau jawab telpon aku?" Gumam Aaron.


NEXT


Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya untuk karya othor ini ya. Terimakasih. 😍😍


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


1313


__ADS_2