
Aaron lalu mengajak cinta naik ke lantai 9 menuju kamar hotel yang akan mereka pakai untuk berbulan madu. Saat sedang berjalan,kaki Cinta sedikit pincang karena kelelahan berdiri.
"Aku gendong,ya?" tanya Aaron pelan.
Cinta lalu menoleh kearah Aaron. Mau ga ya,kakiku sakit banget nih. Tapi malu. Batin Cinta.
Saat Cinta sedang melamun tiba-tiba Aaron langsung membopongnya.
"Aahhh!" teriak Cinta kaget.
Karena kakinya yang sakit dan sangat kelelahan akhirnya Cinta pasrah saja dibopong oleh Aaron. Dia lalu bersembungi di balik dada suaminya. Mereka sama-sama bisa merasakan debaran jantung masing-masing. Aaron mengulum senyumnya melihat tingkah Cinta.
Mereka lalu naik ke lift. Susana koridor hotel sudah sangat sepi karena sudah di atas pukul sepuluh malam. Aaron sengaja berjalan sangat pelan hingga Cinta merasa kamar hotel mereka sangat jauh sekali. Kok tidak sampai-sampai sih. Batin Cinta.
Beberapa menit kemudian Aaron berhenti melangkah. Tak lama kemudian Aaron membuka pintu kamar. Ceklek. Pintu terbuka. Aaron lalu menutup kembali pintu kamar.
Aaron lalu berjalan beberapa langkah dan tak lama kemudian ia menurunkan Cinta di sisi tempat tidur.
"Aku tinggal ke kamar mandi dulu,ya," pamit Aaron. Cinta hanya diam saja.
Setelah Aaron masuk ke kamar mandi,Cinta berjalan kemeja rias lalu duduk di sana seraya menatap wajahnya ke cermin kaca. Dia diam mematung menatap pantulan wajahnya di cermin.
Cinta lalu membuka sepatunya. Tak lama kemudian Aaron keluar dari kamar mandi.
"Kamu mau ke kamar mandi juga?" tanya Aaron.
Cinta langsung mengangguk.
"Aku gendong,ya!" tawar Aaron yang langsung menggendong Cinta tanpa menunggu jawaban lagi.
Sampai di kamar mandi Aaron lalu menurunkan Cinta di dekat wastafel.
"Mau ditungguin apa ditinggal?" tanya Aaron.
"Hhmm,tinggal dulu sebentar," jawab Cinta pelan.
Aaron lalu keluar dari kamar mandi. Tak lama kemudian dia kembali masuk setelah Cinta selesai dengan aktivitasnya. Aaron kembali menggendong cinta dan membawanya duduk di sisi tempat tidur. Aaron pun ikut duduk di tempat tidur bersebelahan dengan istrinya.
Tiba-tiba Aaron memegang tangan cinta lalu menggenggamnya erat. Cinta merasakan tubuhnya panas dingin begitu pun telapak tangannya. Jantung Cinta berdetak tidak beraturan,dia bingung dan malu hingga hanya menunduk saja tidak berani menatap ke arah Aaron.
"Kamu sudah ngantuk,belum?" tanya Aaron seraya merangkul bahu cinta. Cinta lalu menganggukkan kepalanya pelan.
"Ya sudah kalau kamu sudah ngantuk kita tidur saja ya," ajak Aaron.
Aaron lalu membimbing istrinya untuk naik ke tempat tidur. Dia pun ikut tidur di sebelah istrinya.
__ADS_1
Cinta mencoba memejamkan matanya begitu juga dengan Aaron.
Cinta merasakan tubuhnya seperti membeku,dia tidak berani bergerak namun suara nafasnya terdengar memburu. Aaron yang tidur di sebelahnya dapat mendengar suara nafas Cinta.
Sebenarnya dia ingin sekali memeluk istrinya itu tapi dia ingat janjinya ketika dia datang melamar. Kalau dia sampai ingkar janji,dia takut Cinta akan marah. Aaron begitu takut kehilangan Cintanya hingga dia akan mau menuruti keinginan istrinya itu yang terpenting baginya adalah mereka kini sudah resmi menikah.
Setengah jam berlalu,akhirnya kedua pengantin remaja itu terlelap karena kelelahan setelah pesta pernikahannya yang cukup meriah. Tanpa mereka sadari,mereka tidur saling memeluk satu sama lain.
Beberapa jam kemudian,Cinta terbangun dari tidurnya karena merasakan ada beban berat di perutnya.
Cinta mengerjap-ngerjapkan matanya. Dia ingin bergerak tapi terasa sulit. Saat dia melihat ke arah perutnya yang terasa berat,netra matanya menangkap sebuah tangan sedang melingkar cantik di atas perutnya.
Cinta memaksakan diri untuk bergerak dan menyingkirkan tangan itu. Saat menoleh ke sebelah kanan,dia kaget. Sepasang mata yang terlihat masih mengantuk tengah menatapnya.
"A-Aaron?" tanya Cinta kaget.
"Abang!" titah Aaron pelan namun dengan penekanan.
Wajah Cinta memerah, "Eehmm. Abang," ucap Cinta lirih.
Aaron lalu mendekatkan wajah mereka berdua. Cinta merasakan jantungnya kembali berdetak tidak beraturan,tubuhnya panas dingin. Dia tidak berani untuk membalas tatapan suaminya. Cinta lalu memejamkan matanya dan dia bisa merasakan sentuhan lembut di wajahnya.
Aaron yang merasa tidak ada penolakan dari istrinya mulai melakukan hal yang lebih. Cinta hanya pasrah saja dengan apa yang dilakukan suaminya. Walau hati dan pikirannya ingin menolak tapi tidak dengan tubuhnya. Cinta meremas sprey dengan kedua tangannya dan tanpa terasa air mata menetes di sudut matanya karena menahan rasa sakit. Dan walau dengan susah payah akhirnya terjadi juga malam pertama untuk sepasang pengantin remaja itu.
Satu jam kemudian Aaron terkulai di sebelah Cinta. Malam itu menjadi malam yang tak terlupakan bagi mereka berdua. Tiba-tiba Cinta menggerakkan tubuhnya perlahan,dia mendesis seperti sedang menahan rasa sakit.
"Kamu kenapa? tanya Aaron cemas.
"Hhmm,sakit!" keluh Cinta lirih.
"Apa? Sakit ? Apa yang sakit? tanya Aaron makin cemas.
Cinta cemberut lalu memalingkan wajahnya. Tidak mungkin kan aku kasih tau apa yang sakit. Batin Cinta. Dasar suami tidak pengertian. Gerutunya dalam hati.
Cinta kembali meneteskan air mata di sudut pipinya.
"Sayang,kenapa kamu menangis? Kamu menyesal,ya?" tanya Aaron cemas dan frustasi.
Cinta menunduk seraya menggelengkan kepalanya. Aaron lalu menyentuh dagu Cinta supaya wajah mereka saling berhadapan. Aaron kembali mendekatkan wajah mereka berdua.
"Sayang,lagi,ya?" pinta Aaron dengan tatapan mendamba.
Mata cinta membulat, "A-apa?" Cinta kaget. Sakitnya saja belum hilang. Batin Cinta.
"Aku mau lagi,yank!"
__ADS_1
"Ta-tapi?" sahut Cinta yang tiba-tiba menguap karena ngantuk.
"Hhmm,kamu ngantuk,ya. Maaf ya,sayang. Ya sudah kalau begitu kita tidur lagi yuk. Sekarang masih jam 3 pagi," ajak Aaron.
Cinta lalu menganggukkan kepalanya. Padahal bukan karena ngantuk. Tapi ya sudah yang penting sekarang tidur saja lagi. Batin Cinta.
Tak lama kemudian mereka kembali tertidur pulas. Beberapa jam kemudian,matahari mulai masuk di sela-sela gorden. Cinta merasakan matanya silau. Dia lalu mengerjap-ngerjapkan matanya. Saat Cinta ingin bangkit duduk,dia merasakan perutnya berat karena tertahan oleh tangan Aaron. Perlahan Cinta menyingkirkan tangan Aaron dari perutnya. Saat cinta hendak bangkit,kembali Aaron melingkarkan tangannya di perut Cinta.
"Uuhh," keluh Cinta.
Cinta kembali menyingkirkan tangan Aaron,membuat Aaron terbangun dari tidurnya.
"Sayang,kamu kenapa?" tanya Aaron mesra.
"A-aku,aku mau ke kamar mandi," jawab cinta.
"Oh,ya sudah ke kamar mandi lah," sahut Aaron.
Cinta lalu duduk perlahan. Saat Cinta hendak menurunkan kakinya ke lantai,tiba-tiba Cinta merasakan nyeri yang amat sangat di bagian sensitifnya.
"Aahh!" Cinta menjerit.
Mendengar teriakan Cinta,Aaron lalu duduk, "A-ada apa?" tanya Aaron cemas.
Tiba-tiba Cinta menitikkan air matanya.
"Kamu kenapa nangis lagi?" tanya Aaron cemas.
"Sakit!" ucap cinta lagi seraya menyentuh area sensitifnya di balik selimut.
Mata Aaron membulat,sedetik kemudian dia menyunggingkan senyum tipis.
"Oohh,ma-masih sakit ya?" tanyanya.
"Iyaa!" jawab Cinta kesal seraya memukul tangan Aaron.
"Hehee,maaf. Aku antar ke kamar mandi,ya?" ucap Aaron yang langsung menggendong tubuh istrinya.
"Bang! Malu!" teriak Cinta seraya menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Aaron makin melebarkan senyumnya. Kamu makin gemesin. Batin Aaron. Dia lalu melangkah santai ke kamar mandi.
.
.
.
__ADS_1
.
12