Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 101 ( S2 )


__ADS_3

Dinda sedang sibuk berkemas. Hari ini bayinya sudah di perbolehkan pulang ke rumah.


"Mas bawa dulu barang-barang ke mobil ya." Ucap seno sambil menenteng koper berisi pakaian mereka selama di Klinik,pakaian bayi dan juga kado-kado dari tamu yang datang menjenguk.


"Iya,mas. Aku mau langsung ke ruang NICU ya. Mas susul saja aku ke sana."


"Iya,sayang. Pelan-pelan saja jalannya."


"Iya mas." Sahut Dinda kemudian segera pergi ke ruang NICU.


Sampai di ruang NICU,bayinya sudah siap untuk di bawa pulang.


"Mbak Dinda,ini bayinya sudah cantik dan harum." Ucap suster.


"Terimakasih,sus." Ucap Dinda lalu menggendong bayinya dengan penuh kasih sayang.


"Kita pulang ke rumah ya nak. Mama bahagia banget melihat kamu yang makin sehat dan kuat."


Tak lama kemudian Seno sampai juga di ruang NICU. " Sudah siap,yank?"


"Sudah,mas. Yuk,pulang. Aku sudah kangen rumah." Ajak Dinda.


Mereka segera meninggalkan ruang NICU menuju parkiran.


Saat baru saja sampi di parkiran,ada seseorang yang menunggunya.


"Kamu?" Seno dan Dinda begitu kaget melihatnya sedang berdiri di samping mobil mereka.


"Mas Seno."


"Mau apa lagi kamu?"Tanya Seno menahan emosi.


"Mas,aku kembali ke klinik ya." Ucap Dinda yang hendak pergi dari sana. Dinda terlihat takut apalagi saat ini dia sedang menggendong bayi nya yang masih sangat kecil.


"Tunggu,Din!" Panggilnya pada Dinda. Dinda tetap melangkah menjauh sambil mendekap bayinya.


"Kamu mau apa? Tolong jangan ganggu anak dan istriku! Apa mau aku laporkan ke polisi atas apa yang kamu lakukan waktu itu?" Ancam Seno.


"Aku. Aku ingin bicara. Aku sudah dari kemarin lihat kamu di sini." Ucapnya lirih dengan wajah menunduk.


"Apa? Jadi kamu mata-matain aku?" Seno kaget.


"Mas. Aku-aku mau minta maaf." Ucapnya terbata-bata.


"Minta maaf? Kamu sadar kalau kamu salah,heehh?" Seno sudah tidak bisa bersikap ramah lagi pada mantan istrinya itu.


"Aku-aku sadar mas,kalau aku salah. Aku mau minta maaf sama kamu."


"Kamu tidak perlu minta maaf. Kamu hanya perlu menerima kenyataan."


"Iya aku tau. Aku kesini untuk terakhir." Ucapnya lirih lalu menoĺeh ke arah Dinda yang sudah kembali masuk ke dalam klinik. "Selamat ya mas. Kamu sudah menjadi seorang ayah."


"Hmm,terimakasih. Tolong biarkan aku bahagia bersama keluarga kecilku. Aku ingin hidup tenang!"


Matanya mulai berkaca-kaca. "Sekali lagi maafkan aku mas. . . Sampaikan juga maafku pada istri kamu." Dia lalu menatap Seno lekat-lekat. Kemudian langsung berbalik arah meninggalkan Seno di sana.


Semoga kamu bisa secepatnya menemukan jodohmu. Batin Seno.


Seno lalu kembali ke dalam klinik mencari Dinda. Ternyata Dinda sedang di ruangan maminya.


Tok tok. . .

__ADS_1


"Assalammualaikum. . ." Ucap Seno.


Ceklek. Pintu terbuka. Ternyata maminya Dinda yang membukakan pintu.


"Wa alaikumsalam. Seno,itu Dinda. Kalian belum mau pulang?"


"Hmm,ini mau pulang kok mi." Jawab Seno sambil melirik ke Dinda yang sedang memberikan ASI untuk putrinya.


"Ooh,mami tinggal ya." Pamit dokter Layli.


Seno berjalan mendekati Dinda. "Pulang yuk,yank!" Ajaknya.


"Hmm,dia masih minta mas balikan?"


Seno menggelengkan kepalanya. "Dia bilang ini yang terakhir dia datang karena mau mau minta maaf. Dia juga minta maaf sama kamu." Ucap Seno.


"Hmm,mas tidak tergoda lagi kan sama mantan mas itu?" Tanya Dinda dengan nada cemburu.


"Kamu itu,pertanyaannya aneh-aneh saja. Masih suka cemburu?"


"Siapa juga yang cemburu."


"Hhmm,jadi tidak cemburu nih?"


"Pulang yuk mas. Aku capek." Ajak Dinda seraya bangkit dari duduknya lalu keluar. Seno mengikuti dari belakang.


Sampai di parkiran,Seno segera membukakan pintu mobil untuk Dinda lalu dia pun naik ke mobil. Seno lalu melajukan mobilnya ke arah rumah orang tua Dinda.


Dinda diam saja di dalam mobil dengan pura-pura sibuk dengan bayinya.


"Yank?"


"Hmm."


"Terserah." Jawab Dinda datar.


"Kok terserah?"


"Masa mau aku larang?" Jawab Dinda lagi.


"Hmm,kamu masih cemburu?"


"Iiihh,siapa juga yang cemburu?"


"Hmm,kalau tidak cemburu artinya tidak cinta loh!"


Dinda langsung menoleh. Maunya apa coba. Cemburu salah tidak cemburu salah. Batinnya.


"Jadi beneran nih tidak cemburu,hmm?"


"Terserah mas deh."


Seno melirik istrinya yang terlihat kesal.


Tidak sampai satu jam,mereka sudah sampai di rumah Dinda. Rumah terlihat sepi seperti biasa. Seno membukakan pintu mobil untuk Dinda lalu membawa semua barang-barangnya ke dalam rumah.


Sampai di dalam kamar,Dinda menidurkan bayinya di atas tempat tidur. Dinda lalu mengambil pakaian ganti dan pembalut lalu masuk ke dalam kamar mandi.


"Hmm,belum selesai pakai pembalutnya,yank?" Tanya Seno yang memperhatikan apa yang ada di tangan Dinda.


"Belum,satu tahun lagi!" Jawabnya asal.

__ADS_1


"Apa?" Seno kaget lalu menggelengkan kepalanya seraya tersenyum. Dindaku sedang sensitif. Batinnya.


Seno duduk di sebelah bayinya yang sedang tertidur. "Hmm,anakku mirip mbak Siti." Gumamnya.


Setengah jam,Dinda keluar dari kamar mandi lalu duduk di depan meja rias. Seno datang mendekatinya.


"Hmm,sudah harum dan seger istri cantik mas ini." Puji Seno seraya memeluk Dinda dari belakang.


"Iiihh,mas ini mandi sana!"


"Loh,mas tadi pagi sudah mandi kok!" Protesnya.


"Mandi lagi habis dari luar. Inget punya anak bayi!" Ucap Dinda dengan penekanan.


"Siiiapp,nyonya Seno. Cup!" Gurau Seno lalu mencuri cium di pipi kanan Dinda.


"Iihh,nyebelin!" Ucap Dinda kesal.


Seno hanya tersenyum lalu pergi ke kamar mandi.


Setelah selesai dengan aktifitasnya di depan cermin kaca,Dinda duduk di sebelah bayinya.


"Sayang,terimakasih ya kamu sudah hadir di kehidupan mama dan papa. Semoga dengan adanya kamu,papa kamu akan makin sayang sama mama!" Ucap Dinda setengah berbisik. Dinda lalu ikut berbaring di sebelah kiri bayinya.


Seno keluar dari kamar mandi lalu menoleh ke arah meja rias. "Pakaianku mana?" Gumamnya lalu menoleh ke arah Dinda yang sudah tertidur lelap.


"Hhmm,malah tidur belum siapin pakaian suaminya." Gumamnya lalu mengambil pakaiannya sendiri di dalam lemari.


Seno lalu duduk di sisi tempat tidur memperhatikan bayinya yang sedang tidur. "Alhamdulilah,bayiku sudah bisa di bawa pulang dan dalam keadaan sehat." Lalu menoleh ke arah Dinda yang juga sedang tidur. " Terimakasih ya sayang. Mas akan berusaha jadi papa dan suami yang terbaik untuk kalian berdua." Ucapnya lalu mencium dahi bayi dan istrinya bergantian.


Seno lalu ikut berbaring di tempat tidur di sebelah kanan bayinya.


Hhh,Fia. Sebenernya aku kasihan sama kamu. Kamu yang dulu selalu berusaha jadi seperti gadis yang aku mau. Selalu mengerti aku. Tapi ternyata akhirnya kita tetap terpisah juga. Maafkan aku. Semoga kamu cepat mendapatkan kebahagiaanmu sendiri. Batin Seno lalu mulai memejamkan matanya.


.


.


.


.


.


.


NEXT


Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya untuk karya othor ini ya. Terimakasih. 😍😍


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


1331


__ADS_2