Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 37


__ADS_3

Siti mondar-mandir di kamarnya. Hari sudah menjelang sore tapi suaminya itu belum pulang ke rumah. Dia coba telepon juga tidak di angkat.


Siti yang tidak sabar lalu turun ke bawah. Di ruang tengah ada mama dan papa mertuanya yang sedang menonton tv. Siti masih sedikit sungkan dengan mertuanya.


"Ma,pa. . ." Sapa Siti ke mertuanya saat melewati mereka.


"Hmm,kamu mau kemana Siti? Kalau lapar langsung saja minta di buatkan sama bibi,jangan di tahan-tahan!" Ucap mama.


"Hmm,saya belum lapar ma. Saya mau duduk-duduk di depan."


"Oohh,kamu nungguin Rey ya? Dia sudah pulang tadi sebelum papa pulang." Terang papanya. "Mungkin dia sedang ada urusan di tempat lain.


"Iya pa. Saya ke depan dulu." Siti pun pamit dan berlalu keluar.


Siti duduk-duduk di sofa yang ada di teras sambil memandang ke arah pintu pagar. Berharap seseorang yang di tunggu datang. Setelah menunggu hampir setengah jam,mobil yang biasa di pakai oleh Rey muncul.


Pak satpam segera membukakan pintu pagar,mobil Rey berjalan perlahan masuk ke halaman. Setelah di parkirkan tidak jauh dari Siti duduk,Rey keluar dari pintu kemudi kemudian membukakan pintu yang satu lagi.


Keluarlah seorang bocah perempuan yang langsung meneriakkan namanya.


"Mama Siti. . ."Seru Cinta.


Siti kaget melihat Cinta yang baru turun dari mobil. "Cinta." Siti memeluk putri sambungnya dengan hangat.


"Cinta masuk yuk!" Ajak Siti sambil menggandeng Cinta. "Cinta mau langsung ke atas apa main sama oma dan opa dulu,hmm?"


"Cinta mau ke atas saja,ma!" Jawab Cinta.


"Iya,salim dulu sama oma,opa ya!"


Mereka lalu berjalan ke ruang keluarga di mana oma dan opa Cinta masih asik nonton tv.


"Oma,opa. Apa kabar?" Tanya Cinta sambil mencium punggung tangan oma dan opa nya.


"Cucu opa yang cantik ini dari mana?"


"Cinta dari rumah tadi di jemput papa!" Jawab Cinta.


Rey ke rumah Cinta kok tidak bilang-bilang. Batin Siti. Ada sedikit rasa cemburu di hatinya saat tahu sang suami baru saja dari rumah mantannya walau itu hanya untuk menjemput putri mereka.


"Ayo ma,kita main di kamar mama!" Ajak Cinta membuyarkan lamunannya.


"Ehh iya sayang. Yuk! Ma,pa,kita ke atas dulu!" Pamit Siti pada kedua mertuanya.


***


Hari sudah berganti malam. Setelah makan malam bersama,Siti dan Cinta kembali ke kamar. Bermain dan bercanda berdua seolah telah lama tidak berjumpa. Sikap Cinta yang terbuka membuat Siti nyaman dan makin menyayangi putri sambungnya itu. Karena putri sambungnya itulah,kini hidupnya jadi lebih baik. Apalagi dia bisa menikah dengan pria seperti Rey yang dulu hanya ada dalam khayalannya saja. Walau awalnya suaminya itu sama sekali tidak menyukainya.


"Jadi sebentar lagi mama akan kasih Cinta adik ya?" Tanya Cinta antusias.


"Iya sayang! Cinta seneng kan?"

__ADS_1


"Seneeeng ma! Kan Cinta sudah lama ingin punya adik dari mama sama papa!" Terangnya.


"Iya sayang. Doakan adik Cinta selalu sehat dan tumbuh kuat di dalam sini ya!" Siti mengusap perutnya.


"Iya ma! Ma,kok perut mama masih kecil tidak seperti perut bunda dulu saat ada adik bayi terlihat besar!"


"Ya nanti juga akan besar kok,sayang. Dari kecil dulu lalu tumbuh besar."


"Cinta sudah tidak sabar mau lihat adik bayi. Nanti kalau adik bayinya lahir,Cinta jadi punya dua adik donk!" Ucap Cinta dengan senyum semringah.


Saking asiknya ngobrol,tak terasa hari sudah makin malam,akhirnya Cinta tertidur di sofa. Siti berniat menggendong tubuh Cinta ke kasur.


"Eehh kamu mau apa?" Tanya Rey yang tiba-tiba ada di kamar. "Biar saya yang gendong! Kamu tidak boleh kerja yang berat!" Rey menatap lekat-lekat istrinya itu. Siti diam saja lalu ikut tiduran di kasur.


"Cinta ikut kita ke desa?" Tanya Siti sambil menatap suaminya.


"Tidak kan Cinta harus sekolah!" Jawab Rey.


"Hmm,tapi besok jadi kan? Apa di tunda lagi?"


"Kan lusa,sayang!" Rey memegang kedua bahu istrinya.


"Lusa? Tidak akan berubah lagi?" Siti masih kurang yakin.


"Semoga tidak berubah ya! Kamu sudah ngantuk belum?"


"Saya mau sholat dulu!" Jawab Siti lalu beranjak menuju kamar mandi.


Mereka pun sholat berjamaah. Siti terlihat sangat bahagia. Semoga selalu seperti ini. Doanya dalam hati.


"Kamu tidur duluan ya,saya mau ke ruang kerja dulu. Masih ada sedikit pekerjaan sama papa." Ucap Rey yang di beri anggukan oleh Siti.


Sementara Rey keluar dari kamar,Siti langsung tidur di samping Cinta.


***


Hari sudah pagi. Siti sibuk mengurus keperluan Cinta yang mau sekolah.


"Cinta sudah rapi kan ma?" Tanya Cinta sambil berdiri di depan cermin.


"Iya sayang,sudah rapi,cantik pula!" Jawab Siti sambil mengusap lembut rambut Cinta.


Cinta berjalan mengambil tasnya yang ada di atas sofa. "Cinta malam ini menginap di sini lagi ma. Nanti jemput Cinta di sekolah saja ya!" Pinta nya.


"Iya sayang! Nanti kita bilang sama papa ya! Sekarang kita turun yuk,sarapan dulu. Oma sama opa pasti sudah nungguin." Ajak Siti seraya menggandeng Cinta keluar kamar.


Di meja makan sudah ada opa dan omanya Cinta sementara papanya belum terlihat. Cinta duduk di sebelah Siti.


"Selamat pagi ma,pa!" Sapa Siti.


"Pagi oma,opa." Cinta ikutan menyapa oma dan opanya.

__ADS_1


"Pagi juga Siti,Cinta." Jawab mereka hampir berbarengan.


"Ayo kalian duduk!" Titah oma.


"Papa belum turun ya oma?" Tanya Cinta.


"Sebentar lagi mungkin. Cinta sudah lapar ya?"


Cinta hanya tersenyum sambil merapikan rambutnya yang di kuncir kuda oleh Siti.


"Tuh papa!" Tunjuk Siti ke arah Rey yang baru turun dari tangga.


"Papa!" Seru Cinta." Cinta sudah lapar!" Keluhnya sambil memasang wajah cemberut.


"Maaf ya sayang,papa ada pekerjaan sedikit tadi. Wah putri papa sudah cantik nih!" Pujinya lalu mencium pucuk kepala Cinta.


"Mama yang bikin Cinta jadi cantik!" Selorohnya.


"Cinta memang sudah cantik kok! Jadinya tambah cantik!" Puji Siti.


"Ayo kita makan,katanya Cinta sudah lapar!" Titah opanya Cinta.


"Iya opa." Mereka semua sarapan bersama dengan Siti yang melayani suami dan putri sambungnya.


"Kamu makannya sedikit sekali?" Tanya Rey yang ingin menambahkan lagi nasi beserta lauk ke piring Siti.


"Hmm,dikit dulu! Perutku rasa begah ini!" Tolak Siti.


"Biar saja,Rey. Jangan di paksa langsung banyak!" Mama menengahi.


"Hmm,janji ya sebelum makan siang kamu sudah harus makan lagi!" Titah Rey sambil menatap tajam ke arah Siti.


Setelah sarapan,Cinta di temani Siti duduk di teras rumah menunggu papanya yang sedang mengambil mobil. Tak berapa lama,mobil pun sampai di teras,di depan mereka berdua.


"Rey,Cinta bilang nanti malam menginap lagi di sini! Minta jemput di sekolah." Ucap Siti sambil merapikan dasi yang di pakai Rey.


"Iya sayang." Bisiknya mesra. Wajah Siti memerah.


Rey membukakan pintu mobil untuk Cinta. Cinta melambai-lambaikan tangan ke arahnya. "Daa,mama!"


Siti membalas lambaian tangan Cinta sambil tersenyum. "Daa,sayaang!"


Mobil Rey pun berlalu meninggalkan Siti yang masih menatapnya. Setelah tak terlihat lagi,Siti kembali masuk ke rumah. Dia berjalan ke dapur lalu ke belakang rumah. Cuaca cerah tapi tidak panas,Siti ingin berjemur sambil menenggelamkan kakinya di kolam.


"Apa benar Rey sudah mulai mencintaiku?" Gumamnya sambil terseyum,membayangkan semua sikap manis suaminya itu.


Aahh Rey,kamu membuat cinta ini makin dalam. Moga dengan kehadiran buah hati kita,ikatan batin kita akan makin kuat! Dan kamu makin mencintai saya. Doa nya dalam hati.


NEXT


260421/12.55

__ADS_1


__ADS_2