Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 112


__ADS_3

Hari ini Siti sudah boleh pulang. Jadi dia pagi-pagi sekali sudah berada di ruang NICU untuk melihat dan memberikan ASI untuk bayinya. Selama lebih satu jam dia terus menatap buah hatinya itu. Ada rasa tidak tega meninggalkannya sendiri di Rumah Sakit.


Setelah puas melihat bayinya,Siti bersiap-siap untuk pulang sambil menunggu suaminya mengurus administrasi dan membawa semua barang-barang mereka ke mobil.


"Yuk yank kita pulang sekarang." Ajak Rey.


"Mas,aku mau sekali lagi lihat Putra?" Pinta Siti.


"Ya sudah,ayo." Jawab Rey.


Mereka lalu mampir sebentar di ruang NICU.


"Mama sama papa pulang duluan ya nak. Nanti sore kita ke sini lagi. Tiap hari mama sama papa pasti kesini nengok kamu. Kamu yang kuat ya. Kamu anak yang kuat,anak yang hebat!" Siti mengajak bayinya berkomunikasi. Sangat berat meninggalkan bayinya tapi di rumah juga ada kakaknya yang juga masih bayi,masih butuh juga mamanya.


Mereka lalu meninggalkan Rumah Sakit. Paman dan Radit sudah lebih dulu ke mobil.


"Paman tinggal sama kita dulu ya. Nanti sore Rey antar ke rumah kenalan Rey yang punya usaha minimarket kecil-kecilan di dekat rumahnya. Paman nanti bisa tanya-tanya." Ucap Rey.


"Siapa mas?" Tanya Siti penasaran.


"Bu Ranti,yank." Jawab Rey.


"Oh bu Ranti. Apa kabar beliau ya mas. Sudah lama banget tidak bertemu." Ucap Siti.


"Rey,kita tinggal di penginapan saja." Tolak paman. Paman masih tidak enak dengan orang tua Rey apalagi paman tau kalau mama Rey tidak menyukai mereka atas apa yang terjadi pada Siti.


"Paman,kita ada faviliun,kecil sih hanya ada satu ruangan. Paman bisa tinggal di sana saja sama Radit ya. Jarang terpakai kok. Paman tidak perlu malu." Rey masih coba menawari paman Supri.


"Hmm,baiklah Rey kalau begitu." Paman akhirnya mau.


Tak berapa lama,mereka akhirnya sampai juga di rumah orangtuanya Rey. Rey turun lebih dulu lalu membukakan pintu mobil untuk istrinya.


"Pelan-pelan,yank." Ucap Rey sambil memapah istrinya masuk ke dalam rumah.


"Bi,tolong barang-barang di mobil ya." Pinta Rey pada bibi,kebetulan bibi ada di ruang tamu.


"Iya,den." Bibi bergegas keluar mengambil barang-barang yang sudah di keluarkan oleh paman lalu membawanya masuk ke dalam rumah.


Siti langsung naik ke atas,ke kamarnya. "Putri kok tidak kelihatan mas,kemana?" Tanya Siti saat sudah berada di kamarnya tapi putrinya tidak ada.


"Putri sejak kamu di rawat,tidurnya di kamar mama,yank." Jawab Rey. "Mungkin sekarang sedang tidur di kamar mama.


"Hmm,aku kangen Putri,mas." Ucap Siti lirih.


"Nanti mas bawa Putri ke sini ya. Kamu istirahat saja dulu." Titah Rey lalu meninggalkan Siti di kamar. Sementara Siti langsung ke kamar mandi.


Rey ke ruang tamu di mana ada paman Supri dan Radit.


"Maaf ya paman menunggu lama." Ucap Rey.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok Rey." Sahut paman.


"Yuk Rey antar ke faviliun,paman. Agak di belakang tempatnya." Ajak Rey.


"Iya,ayo."


Rey lalu mengantar paman Seno dan Radit ke faviliun yang terletak di samping rumah agak ke belakang.


Rey membuka pintu. Faviliun dengan ukuran tidak lebih dari lima kali enam meter itu hanya ada kasur dan sofa di lengkapi kamar mandi di dalam tapi cukup nyaman layaknya kamar hotel standar.


"Ayo masuk."Ajak Rey.


Paman Supri dan Radit langsung masuk. "Bagus dan nyaman kok mas Rey." Ucap Radit.


"Syukurlah kalau kamu suka. Silahkan istirahat,nanti sehabis zuhur baru kita ketemu orang yang akan membantu paman membuka minimarket." Terang Rey.


"Tidak usah buru-buru,Rey. Besok juga tidak apa-apa." Ucap paman.


"Iya paman. Rey tinggal dulu ya. Nanti Rey suruh bibi membawakan minumam." Pamit Rey.


"Tidak usah repot-repot,Rey." Ucap paman tidak enak hati.


"Tidak apa-apa,paman." Sahut Rey kemudian segera keluar dari faviliun


Rey kembali masuk ke rumahnya. Dia mengetuk kamar orangtuanya.


Tok tok.


"Rey? Kamu sudah pulang?" Tanya papa.


"Iya baru saja,pa. Putri mana pa,Siti nanyain?"


"Putri sedang tidur sama mama kamu. Nanti saja ya tadi sebelum tidur dia rewel,kasihan jangan di ganggu dulu tunggu bangun saja." Terang papa.


"Oh yasudah nanti saja kalau begitu. Oh iya pa,paman Supri sama Radit Rey suruh istirahat do faviliun kita,tidak apa-apa ya?" Tanya Rey.


"Loh kenapa tidak di kamar tamu saja?" Tanya papa.


"Paman tidak enak sama mama,pa. Biar sama-sama nyaman biar di faviliun saja." Terang Rey.


"Oh ya sudah."


"Rey ke kamar dulu kalau gitu,pa." Pamit Rey.


"Hmm,iya." Jawab papa.


Rey lalu kembali ke kamarnya.


"Mas? Putri mana?" Tanya Siti saat suaminya masuk ke kamar tidak bersama putri mereka.

__ADS_1


"Putri sedang tidur sama mama,yank. Nanti saja tunggu dia bangun baru bawa ke sini ya. Kasihan jangan di ganggu tidurnya,tadi rewel." Terang Rey.


"Hmm,iya mas." Sahut Siti.


***


Mereka sedang makan siang bersama. Putri sedang di jaga oleh bibi di ruang keluarga. Makanan rumahan yang beberapa hari ini Siti rindukan sungguh menggugah selera.


"Paman Supri sama anaknya tidak di ajak makan sekalian,Rey?" Tanya papa.


"Mereka sedang tidur,pa. Nanti saja Rey suruh bibi antarkan makanan untuk mereka." Jawab Rey.


"Hmm." Sahut papa.


"Kamu makan yang banyak,Siti!" Titah mama.


"Iya ma." Jawab Siti yang makan dengan lahab.


"Pelan-pelan makannya,yank!" Ucap Rey yang melihat Siti makan seperti terburu-buru.


"Hmm,aku kangen masakan bibi,mas." Ucap Siti tanpa menoleh ke arah suaminya. Dia terus fokus ke makanan di piringnya.


Setelah selesai makan,mereka berkumpul di ruang keluarga,hal yang sudah terbiasa mereka lakukan setiap selesai makan. Ngobrol sejenak untuk bertukar kabar.


Putri sedang belajar berdiri dengan di bantu oleh bibi karena usianya sudah menginjak sembilan bulan.


Siti lalu mendudukkan Putri di pangkuannya. Tak lama,bibi membawakan bubur MPASI untuk Putri.


"Biar aku yang suapin,bi." Pinta Siti.


"Iya,non."Bibi pun memberikan mangkuk berisi bubur MPASI Putri.


Siti mendudukkan putrinya di kursi makan bayi.


"Aaak!" Ucap Siti sambil membuka mulutnya agar Putri mengikuti. Putri pun ikut membuka mulutnya. Dia langsung menelan makanannya.


"Enak ya,nak?" Ucap Siti sambil tersenyum ke arah putrinya. Putri ikut tersenyum.


Tak butuh waktu lama,Putri sudah menghabiskan buburnya.


"Waahh,Putri pintar ya. Makanannya sudah habis." Seru Siti sambil tersenyum senang.


"Eehh,iya cepet habis ya. Padahal dua hari ini dia susah makannya." Terang mama.


"Putri maunya makan di suapin mamanya."Sahut papa.


"Anak pintar!" Ucap Rey yang di sambut tawa renyah oleh Putri.


Semua ikut tertawa bahagia melihat tingkah Putri yang makin menggemaskan.

__ADS_1


NEXT


.2906/2122


__ADS_2