Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 91


__ADS_3

Radit mengajak Siti,Rey dan Seno masuk ke dalam masjid. Di sana sudah banyak orang. Paman Supri sudah duduk berseberangan dengan calon suami Rania sementara Rania duduk di dekat mamanya.


Tak berapa lama proses ijab kabul pun di mulai.


"Saaahhh!"


Terdengar suara dari semua orang yang ada di dalam masjid.


Setelah ijab kabul selesai,rombongan ibu-ibu dan bapak-bapak berangsur-angsur meninggalkan masjid menuju ke rumah bi Rena. Siti datang mendekati adik sepupunya yang baru saja sah menjadi seorang istri untuk mengucapkan selamat.


"Selamat ya Rania,semoga pernikahan kamu membawa berkah dan kebahagiaan!" Ucap Siti tulus.


"Mbak Siti!" Pekik Rania. Dia langsung memeluk Siti. "Terimakasih mbak mau datang." Ucapnya terisak.


"Iya Rania." Ucap Siti.


"Ayo kita kembali ke rumah,tamu sudah menunggu di sana!" Ajak paman Supri.


Mereka lalu kembali ke rumah bi Rena. Di sana para tamu sedang menikmati suguhan ala orang desa. Tidak ada acara hiburan,hanya acara sederhana saja tapi cukup banyak tamu yang turut hadir mengucapkan selamat. Keluarga besar bi Rena pun hadir meramaikan.


Setelah para tamu mulai pulang satu persatu,Siti,Rey dan Seno baru mulai makan. Mereka makan di ruang tamu. Radit dan paman pun ikut bergabung makan bersama mereka. Setelah makan,mereka ngobrol-ngobrol di teras rumah.


"Kamu kuliah di mana,Seno?" Tanya paman.


"Universitas A,paman." Jawab Seno.


Radit mendengarkan dengan menatap fokus ke arah Seno. "Kamu tidak jadi kerja?" Tanyanya.


"Sambil kerja juga kok!" Jawab Seno.


"Wah enak ya kamu Seno bisa kuliah sambil kerja. Aku di rumah saja,membosankan." Ucap Radit dengan wajah sedih.


"Kamu kan bantu papa di kebun,Radit." Ucap paman.


"Yah papa,ke kebun mah bukan kerja. Kebun juga bukan punya kita." Keluhnya.


"Tidak apa-apa,Radit. Di syukuri!" Ucap paman.


"Iya yang di katakan paman benar. Apapun itu di syukuri. Mana tau nanti kamu bisa memiliki kebun sendiri." Ucap Seno.


Hhhh,Radit menarik nafasnya sambil menatap ke jalanan.


Tiba-tiba bayi Siti menangis. "Aku mau memberi Putri ASI dulu mas." Siti menoleh ke arah suaminya.


"Kita ke mobil saja!" Usul Rey.


"Kenapa tidak di kamar saja?" Paman Supri pun memberikan usul.


"Terimakasih paman,tidak apa-apa di mobil saja." Siti menolak halus saran dari paman Supri. Dia lalu mengikuti suaminya ke mobil.


"Kamu kalau capek,sambil istirahat saja yank." Ucap Rey. "Mas tinggal ya,tidak enak sama paman." Pamit Rey.


"Hmm,iya mas." Jawab Siti.


Rey kembali ke rumah bi Rena yang mulai sepi.


"Kalian menginap kan?" Tanya paman.


"Maaf paman,besok Seno ada ujian." Tolak Seno halus.


"Hmm,kalau kamu dan Siti,Rey?" Paman menatap Rey.

__ADS_1


"Maaf paman,kita juga tidak menginap. Saya besok banyak pekerjaan." Jawab Rey.


Paman diam saja. Dia mengerti kalau keponakanya tidak akan mau menginap di rumah keluarga istrinya.


"Paman,rumah yang di kota sekarang kosong ya?" Tanya Seno.


"Paman kontrakkan,Seno. Lumayan uangnya buat tambah-tambahan." Jawab paman. Wajahnya terlihat sedih.


Bi Rena keluar dari dalam rumah. "Kalian sudah makan?" Tanyanya sambil menatap ke arah Rey dan Seno bergantian.


"Sudah bi." Jawab Seno.


"Oh iya Siti mana kok tidak kelihatan?"


"Mbak Siti sedang memberikan ASI untuk bayinya di mobil bi." Seno yang menjawab tanpa menoleh.


"Oohh,iya. Kalian menginap kan di sini? Rania nanyain Siti dari tadi."


"Maaf bi kita tidak bisa menginap." Jawab Rey.


"Hmm,iya tidak apa-apa." Ucap bi Rena lirih.


Siti keluar dari mobil menuju rumah bi Rena. "Mas,mama telpon katanya kapan pulang,jangan sampai kemalaman di jalan?" Ucap Siti.


"Yasudah kita pulang sekarang saja." Jawab Rey.


"Hmm,kalian sudah mau pulang sekarang?" Tanya paman Supri.


"Iya paman,soalnya kita jalannya pelan takut kemalaman." Jawab Rey.


"Aku mau ketemu Rania dulu,mas." Pinta Siti.


Siti di antar pamannya masuk ke kamar Rania.


Tok tok.


"Rania,ini ada mbak Siti." Panggil paman di depan pintu kamar Rania.


Pintu kamar Rania terbuka. "Mbak Siti? Masuk mbak!" Ajak Rania.


Siti masuk ke dalam kamar pengantin Rania lalu duduk di sisi kasur.


"Mbak,sekali lagi terimakasih mbak sudah berbaik hati memaafkan aku dan mau datang ke nikahan aku."


"Iya Rania,sudah lupakan saja. Oh iya mbak mau pulang sekarang biar ga kemalaman." Terang Siti.


"Loh,kenapa tidak menginap sehari dua hari di sini mbak." Pinta Rania.


"Maaf Rania,tapi besok Seno ujian dan mas Rey banyak pekerjaaan. Mbak tidak bisa menginap." Tolak Siti halus.


"Hmm,iya mbak. Mbak,aku masih boleh kan menghubungi mbak?"


"Tentu saja boleh,Rania!"


"Hmm,baiklah. Terimakasih mbak."


"Oh iya mbak hanya bisa kasih ini untuk kamu. Mbak pamit dulu ya!" Ucap Siti seraya memberikan kado kecil untuk Rania.


"Hmm,ini? Ini tidak perlu mbak. Mbak mau datang saja,aku sudah senang kok!" Rania hendak mengembalikan kado dari Siti.


"Ambil saja,Rania! Sudah ya mbak mau pulang sekarang!"

__ADS_1


"Hmm,yasudah terimakasih mbak. Aku antar sampai depan ya mbak!"


Siti lalu keluar kamar di antarkan olah Rania. Setelah berpamitan pada semua orang yang ada di rumah bi Rena,Siti,Rey dan Seno segera naik ke mobil.


***


Setelah menempuh perjalanan hampir empat jam karena macet,mereka akhirnya sampai di rumah keluarga Rey. Siti segera membawa bayinya ke kamar dan menidurkannya di kasur. Dia pun langsung berbaring di sebelah bayinya.


"Huuhh,capek juga ternyata,sudah lama tidak pergi jauh." Gumamnya. "Hooaaamm. Hhmm,ngantuk." Siti lalu memejamkan matanya.


Rey masuk ke dalam kamar saat Siti baru saja memejamkan matanya. "Tidur,yank?" Tanya Rey yang ikut berbaring di sebelah bayinya sambil memainkan handphone.


"Iya mas,di mobil susah tidur. Mas tidak tidur juga?"


"Ya sudah tidurlah tapi jangan lama-lama sudah mau sore ini. Mas mau ngecek email dulu banyak yang masuk." Terang Rey.


"Hmm. . ." Gumam Siti sambil memejamkan matanya.


Rey berdiri lalu berjalan ke arah meja tempat dia menyimpan laptopnya lalu membawa laptopnya ke meja di depan sofa. Dia mulai menyalakan laptopnya.


Setelah hampir satu jam berkutat di depan laptop,Rey bangkit dari duduknya lalu berjalan ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi,Rey menghampiri istrinya yang masih terlelap sementara bayinya baru saja terbangun dari tidur.


"Yank,Putri bangun tuh. Kamu bangunlah,mandi. Putri juga belum di mandiin kan!" Titah Rey seraya mengusap-usap bahu istrinya.


Hhmm,Siti meregangkan otot-ototnya. "Capek banget mas." Keluhnya.


"Mandi sana biar seger! Biar mas jagain Putri!" Titah Rey.


Siti pun menurut. Dia bangun lalu berjalan ke kamar mandi. Sementara Rey mengajak bayinya bermain.


Tok tok. Ada yang mengetuk pintu kamarnya.


"Rey?" Panggil mama dari luar.


Rey membukakan pintu. "Ma? Ada apa?"


"Siti mana? Putri belum mandi kan?" Tanya mama.


"Siti sedang mandi ma,sebentar lagi kita bawa Putri ke kamar Cinta." Terang Rey.


"Hmm,ya sudah mama suruh bibi siapkan dulu air mandi untuk Putri." Ucap mama lalu keluar dari kamar.


Hanya lima belas menit Siti selesai mandi.


"Yank,mama mau mandiin Putri." Ucap Rey.


"Hmm,iya mas." Siti lalu menggendong bayinya lalu membawanya ke kamar Cinta. Air mandi Putri sudah siap,mama juga sudah ada di kamar Cinta.


"Sini cucu oma mandi dulu!" Titah mama lalu mengambil Putri dari gendongan Siti.


Setelah selesai mandi,mama membawa Putri ke ruang keluarga di mana papa sedang menonton tv.


"Sini,cucu opa. Opa kangen nih seharian tidak lihat Putri." Ucap papa sambil menciumi pipi cucunya dengan gemas.


Rey dan Siti pun ikut bergabung di sana sambil makan cemilan yang di buatkan oleh bibi.


NEXT


1306/1616

__ADS_1


__ADS_2