
Semua keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga setelah selesai sarapan bersama. Putri mendekati papanya.
"Papa,kita ke mal yuk." Ajak Putri.
"Hmm,ke mal? Ngapain? Enak di rumah." Sahut papanya.
Putri langsung cemberut.
"Mas,ke mal kok ngapain? Ya jalan-jalan,belanja." Sahut Siti.
"Hhh. . ."
"Adek Putri ke mal sama Cinta saja boleh kan pa?" Tanya Cinta.
Mata Rey langsung membulat. "Tidak akan pernah papa ijinkan!" Tegas Rey.
Putri yang mendengar langsung ngambek dan segera berlari hendak naik ke atas.
"Loh,sayang?" Siti menyusulnya. "Ayo kita ke mal!" Ajaknya sambil menatap lembut Putri.
"Tapi papa tidak mau!" Ucapnya sedih.
"Mau kok,nak!" Siti menoleh ke arah suaminya. "Tuh papa mau siap-siap." Ucapnya.
Rey sedang berjalan ke arahnya. "Papa ambil kunci mobil dulu ya!" Ucap Rey seraya mengacak-acak rambut Putri.
"Iiihh papa. Rambut Putri jadi berantakan nih." Gerutunya sambil merapikan rambutnya dengan jari.
Mereka semua naik ke mobil Rey. Rey duduk di depan kemudi,di sampingnya ada Seno yang memangku Putra. Dinda dan Siti di kursi tengah sementara Cinta dan Putri duduk di kursi paling belakang. Oma dan opa tidak mau ikut.
"Kita mau ke mal mana,Put?" Tanya Rey.
"Mal mana,kak?" Bisik Putri ke telinga Cinta.
"Mal S." Sahut Cinta.
"Mal S,pa!" Seru Putri dari kursi belakang.
"Hmm,ok tuan putri. Kita segera meluncur ke sana. Pegangan yang erat ya!" Gurau Rey sambil melirik kedua putrinya dari kaca spion.
Cinta dan Putri hanya senyum-senyum.
"Adek Putri mau beli apa di mal S?" Tanya Dinda.
"Putri mau beli tas sekolah,te." Jawab Putri.
"Oohh,nanti tante pilihkan boleh?"
"Hmm,Putri mau pilih sama kak Cinta!" Sahutnya dari belakang.
"Oohh mau pilih sama kak Cinta ya."
"Iya tante." Jawab Putri.
Setengah jam lebih,mereka sampai di mal S. Putri dan Cinta begitu antusias. "Sayang,kalian jalannya jangan cepat-cepat! Harus tetap sama-sama!" Titah Rey yang berjalan di belakang mereka.
Dia lalu menoleh ke arah Siti. "Sayang,kamu jagain Putra ya. Mas mau jagain putri-putri kita biar tidak terpisah!" Titah Rey pada Siti. Siti mengangguk.
Rey lalu berjalan menyusul kedua putrinya di depan lalu menggandeng mereka berdua dengan Rey di tengah-tengah.
"Papa?" Cinta dan Putri kaget tiba-tiba papa nya langsung menggandeng mereka.
"Jangan pisah! Ayo mau ke toko yang mana?"
Cinta dan Putri saling memandang.
"Kita nanti belok ke kanan,pa. Ada toko tas anak sekolah." Jawab Cinta. Putri tersenyum senang.
Beberapa menit mereka sudah sampai di dalam toko. Toko khusus tas sekolah dan aksesoriesnya sangat lengkap. Dan harganya pun terbilang cukup mahal.
__ADS_1
Cinta dan Putri langsung sibuk memilih-milih tas. Mereka terlihat kompak. Siti pun tidak ketinggalan ikut melihat-lihat beberapa tas sekolah dengan harga paling murah lima ratus ribu,itu pun terlihat biasa. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Putri mau tas yang itu,kak." Seru Putri sambil menunjuk tas yang ada di lemari kaca.
"Wah,itu bagus kok dek. Kakak tanya sama pelayan tokonya ya." Sahut Cinta. Putri mengangguk antusias.
"Kak,lihat tas yang itu donk." Pinta Cinta pada pelayan toko.
"Yang warna pink itu dek?" Tanya pelayan toko.
"Iya kak."
"Hmm,mahal itu dek." Ucap pelayan toko. "Cari tas model lain saja. Di sini yang paling murah lima ratus ribu." Ucap pelayan toko ketus.
"Yang mana tas mahal itu?" Tanya Rey yang sudah berada di antara mereka.
"Hmm,bapak mau cari tas sekolah anak juga?" Tanya pelayan toko pada Rey.
"Mana tas yang paling mahal?" Tanya Rey sambil menahan emosi. Dia tidak terima putrinya di remehkan orang.
Pelayan lalu membawa dua contoh tas sekolah dengan harga di atas dua juta,lebih bagus daripada yang di tunjuk oleh Putri.
"Sayang,kalian mau tas yang ini?" Tanya Rey sambil memanggil putri-putrinya.
Cinta dan Putri datang mendekat. "Papa. . ." Mereka berdua terlihat takut.
"Hanya tas ini yang paling mahal di sini ya?" Tanya Rey sinis ke pelayan toko.
Cinta dan Putri saling menoleh bingung,mereka tau papanya sedang emosi.
Siti ikut mendekat. "Mas,sabar. Biar aku saja."
Hhh,Rey menghembuskan nafasnya berat lalu keluar dari toko. "Saya ambil dua tas itu ya mbak." Ucap Siti seraya mengambil uang dalam dompetnya.
"Semua empat juta tujuh ratus,bu." Jawab kasirnya.
Setelah membayar belanjaannya,Siti pun keluar dari toko tersebut.
"Hhh,ingat jangan pernah datang ke toko itu lagi!" Titahnya.
"Hmm,i iya pa." Jawab Cinta. Putri terlihat bersembunyi di belakang punggung kakaknya.
"Papa,adek mau main di Timexxxx." Rengek Putra.
"Iya sayang,kita main ke sana." Ucap Rey lalu menggendong putra satu-satunya itu.
Siti berjalan sambil menggandeng kedua putrinya.
Sampai di Timexxxx,ketiga anaknya sibuk memilih permainan yang mereka suka. Cinta dan Putri selalu kompak bermain yang sama di temani mamanya sementara Putra di temani oleh papanya.
Seno dan Dinda duduk tidak jauh dari mereka.
"Seneng ya mas lihat anak-anak bermain." Ucap Dinda.
"Iya sayang. Nanti kalau anak kita sudah bisa main,kita sering ajak ke sini." Sahut Seno.
"Hmm. . ."
"Mas ingin punya banyak anak,yank!"
Dinda menoleh. "Banyak anak?"
Seno mengangguk sambil tersenyum lembut pada istrinya.
"Nanti badanku bisa remuk,mas."
"Heheee,mumpung masih muda. Kalau perlu setiap tahun."
"Iiiihh,mas saja yang hamil." Gerutu Dinda.
__ADS_1
"Hahaa. Cup." Seno tergelak lalu mencuri cium pipi Dinda gemas.
"Iihh,mas ini. Malu di lihat orang." Protes Dinda dengan wajah memerah.
Dua jam kemudian,ketiga anak Rey mulai kecapekan. "Papa,adek capek,laper juga." Rengek Putra.
"Ya sudah,kita cari makan ya!" Ajak Rey.
Mereka pun meninggalkan tempat bermain lalu mencari restoran atau kafe untuk mengisi perut.
"Pa,Putri mau makan di sana!" Tunjuk Putri ke sebuah restoran cepat saji.
"Ya sudah ayo kita makan di sana." Ajak Rey.
Sampai di restoran yang di mau oleh Putri,mereka segera memesan makanan dan juga minuman. Beberapa menit,pesanan mereka datang.
"Makannya pelan-pelan,nak." Titah Rey yang melihat Putra makan dengan terburu-buru. Sepertinya putranya itu sangat kelaparan.
"Mas suapin,yank?" Tawar Seno ke istrinya.
"Makan sendiri saja,mas." Tolak Dinda halus karena malu di suapin di tempat umum.
"Hmm,tapi makannya yang banyak ya!" Titah Seno yang di berikan anggukan Dinda.
Setelah selesai makan,mereka masuk ke toko pakaian wanita. Dinda sibuk memilih pakaian hamil karena pakaian lamanya sudah tidak muat lagi. Siti pun sibuk memilih pakaian untuknya dan juga kedua putrinya.
Setelah selesai memilih pakaian yang mereka suka,mereka pun pulang.
"Papa,adek mau tidur ngantuk!" Rengek putra saat sudah di dalam mobil.
"Hmm,Seno kamu yang bawa mobilnya ya." Titah Rey karena Putra ingin tidur sambil di pangku papanya.
"Oh iya mas." Mereka lalu bertukar tempat.
Hanya beberapa menit saja Putra sudah terlelap dalam pangkuan papanya. "Putra kecapekan bermain,ya mas." Ucap Seno.
"Iya,ada berapa permainan tadi,mas lupa." Sahut Rey.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam,mereka pun sampai di rumah.
.
.
.
.
.
.
.
NEXT
Selamat membaca semoga suka.ππ
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
1700