
Mau tidak mau Cinta akhirnya pulang di antarkan oleh Angga. Dia hanya diam di dalam mobil sambil menatap ke luar jendela. Kak Ratna kemana sih kok tidak biasanya tanpa kabar. Aku tidak nyaman sama om Angga. Coba kalau ada Aaron ya? Aaron. Kenapa aku tidak menghubunginya tadi? Hhmm,tapi papa berpesan kalau Cinta tidak boleh ketemuan sama Aaron selain di rumah. Hhh,Cinta menghembuskan nafasnya kasar.
"Sedang mikirin apa?" Tanya Angga yang membuyarkan lamunan Cinta.
Cinta menoleh ke arah Angga yang sedang menatapnya lekat-lekat. Tatapan matanya membuat Cinta takut. Cinta langsung memalingkan lagi wajahnya.
"Hmm,om. Cinta tidak mikirin apa-apa kok." Jawab Cinta bohong.
"Om antar kamu ke mana nih?"
"Ke rumah bunda saja,om." Jawab Cinta.
"Rumah papa sama rumah bunda memangnya berbeda?"
"Hmm,i iya om."
Hhmm. . Angga diam sambil terus menatap Cinta.
Mobil berjalan sangat pelan sampai Cinta tidak sabar dan terus gelisah sambil sesekali melirik arloginya.
Sudah pukul setengah lima sore. Tiba-tiba Angga meminta sopirnya untuk berhenti di jalan.
"Berhenti di depan,pak!" Titah Angga.
Cinta kaget lalu menoleh. Kenapa berhenti di sini? Ini masih jauh dari rumah bunda. Batinnya heran. "Kenapa?"
"Itu mobil kamu kan?" Tunjuk Angga ke sebuah mobil yang terparkir di jalan.
Cinta reflek menoleh. "Kak Ratna!" Serunya kaget bercampur senang. Cinta pun buru-buru keluar dari mobil.
"Biar pak supir yang buka pintu!" Titah Angga..
Cinta menurut saja. "Hmm,om. Terimakasih sudah antar Cinta pulang dan juga ajak Cinta makan siang." Ucap Cinta sebelum turun dari mobil.
"Iya,sama-sama. Lain kali masih mau kan om traktir makan?"
"Hmm,in sya Allah ya om." Jawab Cinta.
Cinta segera turun dari mobil Angga dan berlarian ke arah Ratna. "Kak Ratna!" Serunya.
Ratna menoleh ke arah suara yang memanggilnya. "Cinta?"
"Kak Ratna kemana saja! Kenapa tidak jemput Cinta?"
"Hmm,maaf Cin tiba-tiba mobil kamu bermasalah." Jawab Ratna.
"Ya sudah nanti Cinta bilang sama ayah agar mobil di servis." Ucap Cinta.
"Hmm,tidak usah Cin. Sudah kakak servis kok."
"Oh ya? Berapa biayanya biar Cinta ganti.?"
"Tidak usah,Cin. Teman kakak yang perbaiki." Tolak Ratna.
"Hmm,tadi Cinta telpon kak Ratna tapi handphone kakak mati."
"Iya maaf,batere habis Cin. Ayo kakak antar pulang." Ajak Ratna.
Tidak sampai setengah jam,mereka sampai di rumah bunda Cinta.
"Terimakasih kak." Ucap Cinta yang langsung masuk ke rumahnya.
***
Malam hari saat Cinta sedang mengerjakan tugas sekolahnya di dalam kamar,tiba-tiba handphonenya berdering. Aaron.
"Hallo. . ."
"Cinta sedang ngerjain tugas sekolah."
"Apa? Kamu di depan rumah bunda? Ngapain?"
"Iiihhh,baru juga beberapa hari tidak ketemu masa sudah kangen?" Wajah Cinta terlihat merona.
"Hmm,Cinta tanya bunda dulu ya boleh apa tidak."
"Ok. Bye."
Cinta memutuskan sambungan telponnya.
__ADS_1
"Aaron. Masa sudah kangen sih? Coba tadi siang kamu yang jemput Cinta." Gumamnya dengan wajar berbinar bahagia lalu segera keluar dari kamarnya.
Di ruang keluarga.
"Bunda,ayah,ada teman Cinta di luar. Boleh Cinta ketemu sebentar?" Tanya Cinta sama bundanya.
"Teman sekolah?"
"Bukan,bun. Tapi papa sudah kenal kok. Pernah kerja di kantor papa." Terang Cinta.
"Oh ya,bener papa kamu kenal? Papa tidak marah kamu berteman dengan dia?"
"Iya,bun. Papa tidak marah kok yang penting Cinta jangan pacaran dulu." Terang Cinta.
"Hmm,baiklah nak. Kamu ajak masuk atau duduk di teras saja ya!"
"Baik bunda. "
Cinta lalu keluar rumah. Terlihat Aaron sedang duduk di pos satpam.
"Aaron?" Sapa Cinta.
"Cintaku. . ." Sahut Aaron dengan senyuman yang paling manis.
"Hmm,jangan panggil Cinta begitu nanti ada yang denger gimana?" Protes Cinta yang selalu merasa malu saat Aaron memanggilnya 'Cintaku'.
"Ya tidak apa-apa kalau ada yang denger."
"Hmm,kamu itu. Ayo masuk,kata bunda ngobrol di dalam saja." Ajak Cinta yang langsung berjalan menuju teras.
Aaron mengangguk lalu mengikuti langkah kaki Cinta.
"Cin," Panggil Aaron saat sudah di depan pintu.
Cinta menoleh. "Kenapa?"
"Hmm,ini untuk kamu!" Aaron memberikan setangkai mawar putih untuk Cinta.
Cinta mengambil mawar dari tangan Aaron dengan malu-malu. "Ayo masuk!" Ajaknya kemudian.
Mereka lalu duduk di ruang tamu.
"Kamu bilang ada tugas sekolah. Aku bantu lagi ya?" Tawar Aaron.
Cinta lalu pergi ke kamarnya membawa buku-buku pelajarannya.
Dia lalu meletakkan semua buku-bukunya di atas meja.
"Banyak ya?" Tanya Aaron heran melihat Cinta membawa banyak buku.
"Ada dua sih,tapi yang satu ini hanya mau Cinta pelajari saja kok." Jawab Cinta.
"Oh iya kok sepi Cin?"
"Oma sama opa sedang keluar kota. Kalau bunda sama ayah sedang nonton tv,bunda masih kurang enak badan."
"Kalau adek kamu?"
"Adek sedang nonton tv juga."
"Hmm,mau ngerjain tugas yang mana dulu?"
"Yang ini nih. Kimia. Cinta kurang suka pelajaran kimia."
"Cinta sukanya bahasa inggris sama biologi."
"Hmm,memangnya mau jadi apa kalau sudah besar?"
"Cinta sudah besar kok!"
"Masa sih sudah besar?" Tanya Aaron sambil menatap Cinta lekat-lekat hingga gadis itu jadi salah tingkah.
"Iiihh,jangan lihatin terus!" Protes Cinta.
"Hehe,lihatin yang cantik sih tidak cukup sebentar."
"Aaron! Sudah ah Cinta mau kerjain sendiri saja." Cinta kesal.
"Cemberut kok makin cantik ya?" Aaron terus menggoda Cinta.
__ADS_1
"Aaron. . ." Cinta menutupi wajahnya dengan buku tulis.
"Hehee. Katanya mau ngerjain tugas,kok bukunya buat nutupin wajah?"
"Kamu sih." Cinta lalu menaruh bukunya di atas meja. Wajah putihnya terlihat bersemu.
Aaron tersenyum. Kok kamu makin gemesin,Cin. Batinnya.
"Ehhem. Yang mana tugas sekolahnya?" Tanya Aaron berusaha mengalihkan obrolan.
Cinta lalu menunjukkan semua tugas sekolahnya. "Yang ini,ini,ini. . .!"
"Ok,aku coba bantu ya."
Mereka pun fokus mengerjakan tugas sekolah Cinta.
"Non,ini minuman sama cemilannya." Ucap bibi Sri,asisten rumah tangganya.
"Terimakasih. Taruh di meja sana saja ya bi." Pinta Cinta.
Mereka kembali fokus dengan tugas sekolah Cinta hingga menjelang pukul sembilan malam.
"Cin,orang tua kamu tidak marah aku ke rumah kamu?" Tanya Aaron setelah mereka selesai mengerjakan semua tugas sekolah Cinta.
"Tidak marah kok. Kalau ajak Cinta keluar baru marah dan pasti di larang!"
"Hmm,mereka sangat perhatian dan sayang ya sama kamu."
"Iya. Hmm,di minum donk sama di cicipin juga cemilanya. Itu bunda yang bikin." Tawar Cinta.
"Oh iya." Aaron mulai mencicipi cemilan yang tadi di bawa oleh asisten rumah tangganya.
"Enak,manis seperti kamu." Puji Aaron.
"Hmm,mulai deh."
"Nih. . ." Aaron menyuapi satu potong kue ke mulut Cinta.
Cinta lalu membuka mulutnya dan memakan setengah potong kue,sisanya di makan oleh Aaron.
Cinta jadi tersipu malu dengan apa yang Aaron lakukan.
Tiba-tiba Aaron mengusap bibir Cinta yang ada sisa remahan kue.
Mata mereka saling bersitatap. Cinta mulai merasakan jantungnya berdetak kencang. Tiba-tiba Aaron mendekatkan wajah mereka berdua. Cinta diam seolah terhipnotis dan membiarkan saja saat Aaron mencium bibirnya.
Beberapa detik,Cinta seolah tersadar lalu mendorong Aaron hingga Aaron yang tidak siap pun langsung terjatuh di lantai.
"Cin. . .?"
Cinta memegangi bibirnya. Ada rasa aneh di sana.
"Cinta benci kamu!" Teriaknya tiba-tiba lalu bangkit dan berlari naik ke lantai atas. Sampai di dalam kamar,dia tutup pintu kamarnya rapat-rapat lalu menjatuhkan diri di atas tempat tidur sambil menutupi wajahnya dengan bantal.
"Aaron jahaat." Lirihnya di balik bantal. Dia mulai sesenggukan.
Sementara Aaron hanya mematung melihat Cinta yang meninggalkannya. Beberapa detik kemudian dia mengusap wajahnya kasar. Apa yang sudah aku lakukan? Batinnya.
Aaron lalu meninggalkan rumah Cinta tanpa pamit lagi karena tidak ada seorangpun yang di jumpainya. Dia hanya berpamitan sama pak satpam yang berjaga di depan pagar rumah.
.
.
.
NEXT
Selamat membaca moga suka ππ
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
2121