Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 89


__ADS_3

Siti dan Rey baru saja selesai makan malam bersama. Mereka ngobrol-ngobrol dulu di ruang keluarga sama mama dan papa,ada Seno juga yang sedang bermain dengan keponakannya.


"Seno,bagaimana hari ini di kantor?" Tanya Rey.


"Semua lancar mas,karena tidak ada pertemuan dengan siapa-siapa." Jawab Seno.


"Oh ya satu minggu lagi apa kantor banyak pekerjaan? Paman Supri meminta kita datang ke desa istrinya."


"Paman Supri? Dalam rangka apa?" Tanya Seno.


"Paman tidak bilang."


"Aneh,minta kita datang tapi kok tidak bilang ada apa. Nanti Seno tanyakan,kalau tidak mau bilang ya Seno tidak mau datang,mas." Terang Seno.


"Seno benar,Rey. Harus jelas di suruh datang dalam rangka apa. Nanti sampai sana ada apa-apa lagi. Mama tidak ijinkan Putri di bawa kesana!" Terang mama.


"Ma,tidak boleh seperti itu. Bagaimanapun Supri itu pamannya Siti dan Seno." Ucap papa.


"Ya seperti kata Seno,pa. Harus kasih tau dulu kenapa minta Siti dan Seno datang. Pakai rahasia segala. Wajar donk mama curiga." Terang mama sedikit emosi.


"Nanti Seno tanyakan sama paman,ma." Ucap Seno. "Seno ke kamar dulu ya mau istirahat." Pamit Seno lalu pergi ke kamarnya.


"Hmm,kita juga mau istirahat dulu pa,ma!" Rey ikutan pamit. Dia lalu menggendong bayinya yang telah tertidur.


Sampai di kamar,Rey menidurkan bayinya ke dalam box bayi. "Loh mas kok Putri tidur di box?" Tanya Siti.


"Kita sholat dulu,yank!" Ajak Rey lalu merangkul istrinya menuju kamar mandi.


Mereka kemudian sholat bersama. Siti mengambil Alqurannya. "Kamu mau ngaji dulu yank?" Tanya Rey.


"Iya mas." Jawab Siti.


"Hmm,ya sudah." Ucap Rey. Dia lalu naik ke kasur menunggu istrinya yang sedang mengaji.


Setelah hampir setengah jam,Siti selesai mengaji lalu menyimpan lagi Alqurannya di laci meja rias dan juga menyimpan mukenanya. Kemudian dia melihat Putrinya dalam box yang masih tertidur pulas lalu menyusul suaminya tidur.


"Loh,mas belum tidur?" Tanya Siti saat dia lihat suaminya kembali membuka matanya.


"Mas nunggu kamu yank!" Ucap Rey yang langsung memeluk istrinya. "Yank,yuk mumpung Putri sedang tidur." Bisik Rey di telinga Siti membuat istrinya itu merinding.


"Hmm,mas kan aku belum. . ."


"Mas sudah beli alatnya!" Ucap Rey yang langsung turun dari kasur menuju kamar mandi.


Siti menatap suaminya dengan wajah bingung. Kok malah ke kamar mandi? Tanyanya dalam hati. Ya sudah aku mau tidur saja,ngantuk. "Hoooaaamm!" Siti menutup mulutnya.


Dia lalu tidur menyamping. Tak berapa lama ada yang merangkulnya dari belakang. "Hmm,mas? Bikin kaget deh!" Serunya.


"Ssstt,jangan berisik nanti Putri bangun!" Bisik Rey. "Kamu kok malah tidur sih yank?"


"Loh,mas tau-tau ke kamar mandi."

__ADS_1


"Yah kan mas,hmm. . . Yuk,sudah siap!" Ucap Rey dan langsung mulai menggoda istrinya.


"Hmmmfff,mas!" Siti menarik wajahnya menjauh sambil menarik nafas. "Kirain tidak jadi."


"Jadi donk!" Ucap Rey yang kembali menggoda istrinya yang akhirnya menurut saja.


***


Putri sudah selesai berjemur dan sedang di mandikan oleh mama di kamar Cinta di bantu Siti sementara Rey sedang di kamar mereka.


"Hari ini kamu di rumah saja kan Siti?" Tanya mama.


"Iya ma,kan kemarin sudah seharian keluar. Lagipula mas sibuk hari ini." Jawab Siti.


"Mama sama papa ada perlu di luar,kamu tidak apa-apa kan sendirian di rumah? Kalau butuh apa-apa minta tolong bibi saja." Terang mama.


"Oh iya ma tidak apa-apa kok!"


Mama tersenyum sambil menimang-nimang cucunya. "Yasudah nih kamu kasih Putri ASI,dia pasti sudah lapar." Titah mama. Siti lalu mengambil Putri dari gendongan mamanya lalu mulai memberikan ASI untuk Putri.


"Loh Siti,leher kamu ?" Tanya mama kaget saat tidak sengaja melihat leher Siti yang terekspose karena sedang memberi ASI untuk Putri.


"Hmm ini. . ." Siti menggantung ucapannya karena malu.


"Kalian jangan terlalu sering nanti kamu cepat hamil lagi loh. Putri kan masih bayi!" Mama mengingatkan.


"Hmm,iya ma." Jawab Siti lirih.


"Hmm,mama tidak bermaksud cerewet,mama hanya khawatir sama kamu saja. Kamu mengerti kan maksud mama?" Terang mama lagi.


"Iya ma,aku mengerti. Aku akan bilang sama mas." Jawab Siti.


"Yasudah mama mau turun dulu. Kamu kalau sudah selesai langsung turun sarapan sama Rey." Pamit mama yang langsung keluar dari kamar Cinta.


Setelah selesai memberikan ASI untuk bayinya,Siti keluar dari kamar Cinta lalu kembali ke kamarnya.


"Mas,tadi mama bilang kalau aku pakai KB saja. Mama takut aku hamil lagi dalam waktu dekat karena perut aku belum benar-benar sembuh. Dan juga Putri masih kecil." Terang Siti saat di kamarnya.


"Kok mama bahas itu lagi?"


"Tadi mama lihat tanda merah di leherku saat sedang memberi ASI untuk Putri,mas." Jawab Siti.


"Hmm."


"Kok cuma hmm sih mas. Tadi mama minta aku bilang sama mas kalau kita jangan terlalu sering karena kan aku tidak KB." Terang Siti lagi.


"Hmm,mas sudah pakai KB mandiri yank!"


"Hmm,mas deh yang bilang sama mama. Aku kan jadi tidak enak. Oh iya tadi mama bilang kalau mama sama papa hari ini ada urusan di luar."


"Iya yank. Sudah jangan di pikirin nanti ASI kamu jadi tidak lancar lagi!"

__ADS_1


"Aku hanya sampaikan pesan mama saja mas."


"Iya yank. Mas tau kok."


"Sarapan yuk mas!" Ajak Siti.


"Iya yank,yuk! Mas juga sudah lapar!" Ucap Rey. Mereka lalu turun bersama untuk sarapan dan menidurkan bayinya di bouncher yang ada di ruang keluarga.


Di meja makan sudah ada mama,papa dan juga adiknya Seno.


"Ayo Siti kamu makan yang banyak!" Titah mama.


"Iya ma." Jawab Siti. Dia lalu menaruh makanan ke piring suaminya terlebih dahulu.


Setelah selesai sarapan seperti biasa mereka akan ngobrol sebentar di ruang keluarga.


"Kamu hari ini sibuk Rey?" Tanya mama.


"Ada beberapa pekerjaan ma. Kenapa?"


"Kalau sudah selesai kamu langsung pulang saja. Mama sama papa mau pergi mungkin pulang malam!" Terang mama.


"Hmm,mau kemana?"


"Mau ke rumah saudara jauh papa di luar kota." Jawab papa.


"Hmm,iya pa. Kalian hati-hati di jalan." Pesan Rey. "Oh iya bawa mobil sendiri papa?"


"Iya Rey papa bawa mobil sendiri saja."


"Nanti papa capek?"


"Insya Allah kita pelan-pelan jalannya. Perjalanan hanya dua jam kok cuma kita mungkin akan lama di sana!" Terang papa.


"Oohh,iya pa. Rey sama Seno mau berangkat kerja sekarang." Pamit Rey.


Siti lalu mengantar suaminya sampai di teras. Setelah mobil suaminya tidak terlihat lagi,Siti kembali masuk ke dalam rumah.


"Siti,mama sama papa juga mau berangkat sekarang." Ucap mama.


"Hmm,iya ma."


"Kamu sama Putri di kamar saja!" Titah mama.


"Iya ma."


Siti lalu mengantar mama dan papanya sampai mobil mereka menjauh. Kemudian dia mengajak bayinya ke kamar.


"Kita main di kamar saja ya sayang. Rumah sepi." Ucapnya lirih. Putri lalu di baringkan di kasur dan Siti pun berbaring di sebelah Putri yang langsung menendang-nendang sambil mengecup jarinya.


NEXT

__ADS_1


1006/19.19


__ADS_2