
Cinta baru saja keluar dari gerbang sekolah. "Kakak,ayo jalan!" Ajak Cinta saat sudah di dalam mobil. Gadis itu terlihat bersemangat.
"Kantor papa,nih?"
Cinta mengangguk. "Cinta mau menginap di rumah papa,kak. Kan besok minggu." Jawab Cinta sambil menatap ke jendela.
"Hmm,ada apa hari minggu di rumah papa?"
Cinta menoleh sambil menyembunyikan senyumnya. "Tidak ada apa-apa kak. Kan hanya seminggu sekali Cinta menginap di rumah papa." Ucapnya beralasan. Lalu kembali menatap ke jendela.
Satu jam kemudian mereka sampai. Ratna memarkirkan mobilnya di tempat biasa.
"Kita langsung ke kantin saja,kak. Mungkin masih buka,Cinta ingin makan baso." Ajak Cinta yang segera turun.
"Apa tidak ke papa dulu,mungkin mau ajak Cinta makan bareng?"
"Tadi sudah telpon papa,papa bilang sudah makan sama temannya."
"Oohh,ayo kalau gitu."
Cinta bersama Ratna langsung pergi ke kantin. Beruntung kantin masih buka,Cinta segera memesan baso kesukaannya.
Mereka duduk di tempat biasa karena memang kantin sudah sepi. Sekarang kalau makan di kantin kurang bersemangat,tidak ada lagi Aaron. Apa Aaron benaran mau datang nanti malam ya. Batin Cinta.
"Hmm,ngelamun. Aaron mana ya,tidak asik kalau tidak ada Aaron?" Sindir Ratna.
"Iihh kak Ratna." Cinta tersenyum malu.
"Eh Cin,kamua belum cerita loh sama kakak kenapa Aaron tidak kerja lagi di sini?"
"Hmm,Aaron? Dia kerja di tempat lain kak." Jawab Cinta.
"Eh,kalau kakak perhatiin ya,sepertinya wajah Aaron itu mirip seseorang tapi siapa ya?" Dahi Ratna berkerut.
"Hmm,siapa kak?" Tanya Cinta penasaran.
"Kakak juga lagi mikir ini. Tapi yang pasti wajah Aaron tuh familiar deh."
"Hmm,cuma mirip mungkin kak!"
"Aahh,iya mungkin."
"Basonya sudah datang. Makan dulu kak,Cinta laper banget!" Ajak Cinta yang di berikan anggukan oleh Ratna.
Tidak sampai setengah jam,mereka sudah selesai makan.
"Ka,tolong ya jangan bilang papa kalau Cinta makan baso." Pinta Cinta dengan wajah memohon.
"Hmm,ok. Tapi ada syaratnya!"
"Syarat? Apa kak?"
"Kakak mau tanya tapi jawab jujur ya!"
Cinta mengangguk. "Tanya apa,kak?"
"Kamu suka sama Aaron apa sama om Angga?"
Mata Cinta membulat. " Om Angga?"
"Hmm,kakak bercanda. Hehe. Maksud kakak,kamu suka sama Aaron?"
Cinta tersenyum malu.
"Hmm,kenapa senyum-senyum. Tidak suka ya sama Aaron?"
Cinta diam sesaat.
"Aaron baik,loh!"
"Hmm,kak. Menurut kakak Aaron itu beneran suka sama Cinta?" Tanya Cinta dengan wajah serius.
"Hhj,kalau menurut kakak sih Aaron itu tidak suka sama kamu!"
"Apa kak? Jadi Aaron itu. . ." Nada suara Cinta terdengar sedih.
"Kenapa? Sedih ya?"
__ADS_1
"Hmm,tidak kak."
"Hhh. Aaron itu tidak suka sama kamu tapi dia sukaa banget sama kamu! Sayang banget sama kamu. Dia jatuh cinta sama gadis yang bernama Cinta. Cintaku." Ledek Ratna.
"Iihh kak Ratna ini." Cinta jadi tersipu malu.
"Kamu juga cinta kan sama Aaron?"
"Hhmm,kak. Cinta tidak mengerti yang di maksud cinta itu apa."
"Lalu?"
"Hmm,jangan bilang papa ya!"
"Hmm."
"Janji?"
"Janji!"
"Hmm,Cinta suka sama Aaron,kak. Seneng banget kalau ketemu dia. Rasanya badan Cinta tidak bertulang,lemes,degdegan kalau ketemu dia.Hmm apa lagi ya? Cinta bingung jelasinnya!" Terang Cinta dengan wajah berbinar-binar.
"Hhhh,hati-hati!"
"Hati-hati kenapa kak?"
"Jangan berduaan saja sama Aaron."
"Hmm,memangnya kenapa kak? Mana bisa juga berduaan kan ada kak Ratna. Hahhaa" Jawab Cinta sambil terbahak.
"Kakak serius,Cin!"
"Iya kak,kapan juga Cinta sempat berduaan."
"Hmm,siip!"
"Ayo kak,kita ke kantor papa. Perut Cinta mules!" Ajak Cinta yang segera beranjak dari sana di ikuti oleh Ratna.
"Kamu sih tadi banyak banget sambelnya!"
"Iya kak. Jangan bilang papa ya. Pliss!" Cinta memohon dengan wajah merah menahan sakit perut.
"Iiihh kak Ratna!" Cinta berjalan dengan terburu-buru menuju ruangan papanya.
Saat sudah di depan ruangan papanya,Cinta tidak sengaja bertemu omnya Seno yang juga baru datang bersama istrinya,Dinda. Suami istri itu terlihat mesra dengan Dinda merangkul Seno sambil menyandarkan kepala di bahu suaminya.
"Cin,kamu kenapa?" Tanya Seno heran melihat ekspresi wajah Cinta.
"Hmm,om. Tidak apa-apa kok." Cinta buru-buru masuk ke ruangan papanya.
"Cinta kenapa ya,mbak?" Tanya Seno sambil melirik ke arah Ratna.
"Hmm,mau ke toilet katanya,pak." Jawab Ratna sambil tersenyum pada Seno dan juga Dinda. "Saya permisi dulu." Pamitnya kemudian menyusul Cinta masuk ke ruangan papanya.
"Hmm,mas. Itu ya bodyguardnya Cinta?" Tanya Dinda.
"Iya,yank. Yuk masuk." Ajak Seno seraya menggandeng Dinda masuk ke ruangannya.
Di dalam ruangan Rey.
"Assalammualaikum,papa!" Sapa Cinta yang terburu-buru masuk ke dalam toilet.
"Wa alaikumsalam." Sahut Rey sambil menatap aneh putrinya itu.
Tak lama Ratna pun menyusul masuk.
"Assalammualaikum,pak Rey." Sapa Ratna
"Hmm,wa alaikumsalam. Cinta kenapa,mbak?" Tanya Rey.
"Hmm,ingin ke toilet,pak."
"Hmm,"
Sepuluh menit,Cinta keluar dari toilet.
"Kamu kenapa,nak?" Tanya Rey yang masih penasaran,tidak biasanya putrinya seperti itu.
__ADS_1
"Cinta,ke toilet pa. Tadi dari pagi belum ke toilet." Jawab Cinta sedikit gugup sambil menatap ke arah Ratna takut kalau bodyguardnya itu mengatakan kalau Cinta sakit perut karena makan banyak sambal di basonya.
"Hmm,malam ini menginap di rumah papa,kan?"
"Iya pa. Oh iya kak Ratna boleh pulang sekarang pa? Kan Cinta pulang bareng papa?" Tanya Cinta. Lebih aman kak Ratna pulang saja deh. Batin Cinta.
"Hmm,iya boleh." Jawab Rey.
Setelah Ratna pulang,Cinta tiduran di atas sofa.
"Tidak ada tugas sekolah,nak?" Tanya Rey,melihat putrinya tidak mengerjakan apa-apa seperti biasa.
"Hooaaamm. Pa,Cinta ngantuk banget. Cinta tidur sebentar ya pa." Ucapnya dengan wajah memohon.
"Hmm,ya sudah tidurlah. Tidur di kamar saja ya,papa bukain pintunya?" Tawar Rey.
"Cinta tidur di sofa saja,pa." Tolak Cinta yang lamgsung memejamkan matanya.
Tidak terasa hari sudah menjelang sore. Rey sudah merapikan meja kerjanya. Dia memakai lagi jas hitamnya yang dia sandarkan di sandaran kursi. Lalu mendekati putrinya yang masih terlelap.
"Sayang," Rey mengusap pucuk kepala Cinta.
Cinta meregangkan ototnya lalu mengerjap-ngerjapkan matanya. "Hmm,pa?"
"Masih mau tidur ya?"
"Hmm,papa kok sudah pake jasnya? Sudah mau pulang ya?" Tanya Cinta heran.
"Iya nak."
Cinta langsung duduk." Ayo pulang,pa. Cinta lanjut tidur di mobil ya pa?" Ajaknya masih dengan wajah mengantuk."
"Ya sudah,ayo!"
Cinta mengaitkan tas sekolahnya yang penuh buku-buku pelajaran di bahu kanannya. Dia keluar lebih dulu dari papanya. Saat keluar,dia bertemu lagi dengan omnya Seno dan juga istrinya Dinda.
Hmm,kenapa tante Dinda memakain jas milik om Seno? Batin Cinta heran.
"Kalian juga sudah mau pulang?" Tanya Rey sambil memberikan tatapan menyelidik ke arah Seno dan Dinda.
"Hmm,iya mas." Jawab Seno yang salah tingkah mendapatkan tatapan mengintimidasi dari kakak iparnya itu.
Rey tersenyum lalu berjalan ke arah lift,Cinta berjalan di sampingnya sementara Seno dan Dinda berjalan di belakang.
.
.
.
.
.
.
.
.
NEXT
Selamat membaca,semoga suka. Jangan lupa terus dukung othor dan tungguin terus bab selanjutnya ya.Terimakasih ππ
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
1212