Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 65 ( S2 )


__ADS_3

Cinta baru saja keluar dari gerbang sekolahnya. Saat dia hendak berjalan menuju mobilnya yang biasa parkir tidak jauh dari gerbang,ada seseorang yang mecegatnya.


"Halo." Sapa orang itu.


"Hmm,om? Om yang waktu itu bayarin tas Cinta sama bantu perbaiki ban mobil Cinta,kan?" Tanya Cinta sambil berpikir.


"Kamu masih ingat."


Cinta tersenyum. "Iya,Cinta ingat om. Om sedang apa di sekolah Cinta?"


"Om ada perlu saja sama pengurus sekolah! Kamu sudah ada yang jemput?"


"Cinta di jemput sama kak Ratna kok!" Jawab Cinta.


"Oh di jemput kak Ratna ya? Mobilnya mana?"


Cinta menoleh ke tempat di mana Ratna biasa memarkirkan mobilnya saat menjemput Cinta.


"Itu kak Ratna!" Tunjuk Cinta.


"Hmm."


"Cinta pulang dulu ya om." Pamit Cinta.


"Bagaimana kalau om traktir makan siang? Sama kak Ratna?"


"Hmm,Cinta tanyain kak Ratna dulu ya om."


"Oke. Om tunggu ya!"


Cinta segera ke mobilnya. "Kak Ratna." Panggil Cinta.


Pintu mobil terbuka. "Cin,yuk!" Ajak Ratna.


"Kak,ada om yang waktu itu lho." Terang Cinta.


"Om? Om yang mana?"


"Om yang bantu betulin ban mobil Cinta."


Apa,mas Angga? Batin Ratna. "Hmm,kamu ketemu di mana?"


"Itu omnya." Tunjuk Cinta ke arah dimana om-om yang dia maksud sedang berdiri sambil menoleh ke arah mereka.


"Beneran mas Angga." Gumam Ratna.


"Oh nama om itu Angga ya,kak?"


"Eh,hmm iya Cin. Namanya Angga." Jawab Ratna salah tingkah.


"Oooh,om Angga." Cinta menangguk-anggukan kepalanya. "Oh iya kak,om Angga mau ajak kita makan siang."


"Apa? Hhmm?" Ratna terlihat sedang berpikir.


"Kenapa,kak?"


"Cin,kakak ijin papa kamu dulu ya?"


"Oh iya kak."


Ratna lalu menelpon Rey. Beberapa menit kemudian.


"Cin,papa bilang kamu di suruh langsung ke kantornya papa. Papa mau ketemu kamu."


"Hmm,jadi tidak boleh ya kak?"


Ratna mengangguk.


"Hmm,ya sudah kalau begitu Cinta bilang dulu sama om itu ya kak."


Ratna menganggukkan kepalanya. Cinta lalu menemui Angga yang masih menunggunya di dekat gerbang sekolah.


"Om?"


"Ya Cinta."


"Hmm,om namanya Angga ya?"


"Iya,nama om 'Angga'."


"Om Angga,Cinta minta maaf ya. Cinta di suruh papa ke kantornya. Jadi Cinta tidak bisa menemani om makan siang."


"Hmm,om kecewa nih." Angga memasang wajah sedih.


"Maaf ya om. Lain kali saja,ok?"


"Baiklah kalau begitu. Om tunggu janjinya ya?"


"Ok om. Cinta pulang dulu ya. Bye." Cinta segera berlalu dari sana.


Di dalam mobil.

__ADS_1


"Kak Ratna kok tadi tidak ikut ngobrol sama om Angga?"


"Hmm,kakak. Kakak sudah ngobrol tadi sebelum kamu pulang."


"Oohh."


Mas Angga kenapa ya mau ajak Cinta makan siang bareng? Tidak bilang lagi sama aku. Apa dia suka sama Cinta? Tapi kemarin dia bilang ingin kenal aku lebih dekat. Aahh entahlah. Batin Ratna lalu melirik Cinta sekilas.


Satu jam kemudian di ruangan Rey.


"Papa!" Seru Cinta saat baru masuk ke ruangan papanya.


"Ucap salam dulu,sayang!"


"Hehe. Assalammualaikum,papa."


"Wa alaikumsalam,sayang. Bagaimana sekolah kamu?"


"Hmm,lancar pa. Cinta sudah banyak teman. Tapi Cinta masih belum mau di ajak mereka jalan bersama." Terang Cinta.


"Kenapa tidak mau?"


"Cinta belum terlalu nyaman sama mereka,pa."


"Hmm,pelan-pelan saja. Tidak usah memaksakan diri."


"Hmm,iya pa. Pa,Cinta belum makan siang nih. Laper!" Keluhnya.


"Papa memang mau ajak kamu makan siang sama-sama. Ayo!"


Rey segera memakai jasnya. Mereka segera keluar dari ruangan. Saat baru saja sampai di depan lift,Seno memanggil mereka.


"Mas Rey,Cinta!" Seru Seno sambil setengah berlari menyusul mereka.


"Seno? Kamu mau kemana?" Tanya Rey saat mereka sudah berada di dalam lift.


"Seno belum makan siang,mas."


"Oohh,bareng kita saja kalau begitu." Ajak Rey.


"Oh iya mas. Kita mau makan siang di mana?"


"Di kafe yang biasa saja yang dekat. Kantin sudah tutup jam segini." Jawab Rey.


"Kafe depan?" Tanya Seno kaget.


"Iya. Kenapa,kamu tidak mau makan di sana?"


Agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan sang istri,Seno lalu mengirim pesan pada istrinya itu. Meminta ijin untuk makan di kafe atas ajakan kakak iparnya. Beruntung Dinda mau mengerti setelah melakukan panggilan video kalau benar dia sedang makan di kafe bersama Rey dan Cinta.


"Perempuan yang sebelah Cinta itu siapa,mas?" Tanya Dinda dengan nada cemburu.


"Ooh,itu bodyguardnya Cinta,yank. Mas pernah cerita sama kamu kan? Masa tidak ikut di ajak makan.


"Hmm,iya deh. Jangan nakal di sana!"


"Iya istriku tercinta!"


"Hhmm."


Seno mematikan panggilan videonya lalu bergabung bersama Rey.


"Dinda kenapa?" Tanya Rey.


"Hmm,hanya bertanya Seno makan siang di mana,mas."


"Hmm. Ya sudah kamu makanlah."


Setengah jam,mereka sudah selesai makan lalu kembali lagi ke kantor.


"Mas,Seno langsung ke ruangan Seno ya." Pamit Seno.


"Oh iya." Sahut Rey.


"Cinta,om tinggal ya."


"Hmm,iya." Sahut Cinta datar.


***


Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore. Cinta baru selesai mengerjakan tugas sekolahnya.


"Pa."


"Hmm?"


"Papa mau pulang jam berapa?"


"Papa masih belum selesai nak. Kamu mau pulang sekarang?"


"Iya pa. Cinta pulang sekarang saja ya."

__ADS_1


"Iya sayang kamu pulang sekarang saja mumpung masih jam kerja kalau kesorean nanti macet di jalan!" Titah papanya.


"Hmm,iya pa."


Cinta lalu berpamitan sama papanya. Bersama Ratna,Cinta berjalan menuju parkiran.


"Kak Ratna kok dari tadi diem terus,kenapa?"


"Kakak tidak apa-apa kok Cin. Kita langsung pulang ke rumah bunda,kan?"


"Iya kak,mumpung jalan belum macet." Terang Cinta.


Mereka baru saja tiba di parkiran. Di depan mobilnya ada seseorang yang sedang berdiri dengan membelakangi mereka.


"Kak,itu siapa?" Tanya Cinta cemas sambil menggandeng erat tangan Ratna.


"Kamu tenang ya! Tidak apa-apa!" Ratna coba menenangkan Cinta.


Sampai di mobil,seseorang itu menoleh seolah tau kedatangan mereka berdua.


"Kamu?" Seru Cinta kaget.


Seseorang itu tersenyum begitupun Ratna.


"Hhh,bakal jadi obat nyamuk kak Ratna nih." Godanya. "Kakak tunggu di mobil ya. Jangan macam-macam!"


"Hhmm,kamu tau dari mana aku di sini?"


"Tau dari perasaanku!"


"Iihh,paan sih." Cinta bersemu merah.


"Aku kangen. Kangen banget!"


"Hhh,mulai deh."


"Aku serius,Cintaku!"


Cinta memalingkan wajahnya yang makin memerah. Jantungnya jadi berdetak lebih cepat.


"Hmm,hari minggu lalu,aku ke rumah kamu tapi kata pak satpam,kamu sekeluarga pergi ke mal. Sayangnya pak satpam tidak tau mal mana." Terangnya tanpa di tanya.


"Hmm,kasihan deh." Ejek Cinta demi menutupi kegugupannya.


"Cintaku sungguh tega!"


"Hmm." Cinta menunduk sambil memainkan mainan tasnya.


"Hari minggu nanti ada acara tidak? Boleh donk aku main sebagai teman biasa kalau tidak boleh sebagai pacar,hmm?"


"Hmm,Cinta tidak tau." Jawab Cinta yang terlihat salah tingkah.


"Nanti aku telpon ya?"


Cinta mengangguk.


"Aku pergi dulu. Cintaku langsung pulang ya. Jaga diri baik-baik demi aku. . ."


"Hmm. . ." Cinta makin salah tingkah.


"Masuklah ke mobil!"


"Hmm." Cinta langsung masuk ke dalam mobil.


"Daahh,Cintaku. . ."


.


.


.


.


.


NEXT


Selamat membaca,semoga suka. Jangan lupa dukungannya ya sebagai penyemangat buat othor menulis. Terimakasih 😍😍


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


1200


__ADS_2