Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 84 ( S2 )


__ADS_3

Minggu pagi,Rey dan keluarga baru saja selesai sarapan. Mereka sedang bercengkerama di ruang keluarga. Tiba-tiba handphonenya berdering. Pak Fadil.


"Hallo,pak Fadil."


"Saya sedang santai saja sama anak-anak. Ada apa,pak?"


"Apa? Anak itu ada di rumah sama Cinta?"


"Hmm,begitu ya."


"Baiklah,pak. Saya akan ke sana sekarang."


"Baiklah. Terimakasih banyak atas informasinya,pak."


Rey segera memutuskan panggilan telponnya.


"Mas mau kerja hari ini?" Tanya Siti.


"Hmm,kamu tidak ingin ketemu Cinta? Mas antar mumpung mas libur?"


"Bukannya mas mau pergi?" Tanya Siti


"Hmm,mas ingin ke rumah pak Fadil. Teman Cinta datang ke rumahnya. Ada yang ingin mas tanyakan sama anak itu."


"Mas curiga sama Aaron?" Siti menatap suaminya heran.


Hhh,Rey menarik nafasnya berat. " Mas hanya ingin tanya,di mana dia temukan Cinta saat itu."


"Hmm,tapi tidak apa-apa kita kesana pagi-pagi, mas. Kan baru dua hari yang lalu juga kita kesana."


"Sebentar saja,setelah mas selesai bicara sama anak itu,kita pulang. Mas tidak enak ke sana sendirian." Terang Rey.


"Hmm,baiklah mas. Kita siap-siap ya?"


"Langsung saja yuk,takutnya dia sudah pulang kalau kelamaan. Ayo!" Ajak Rey.


"Ya sudah. Sayang, ikut papa sama mama ke rumah kak Cinta yuk?" Ajak Siti pada kedua anaknya yang sedang asik nonton tv.


"Ketemu kak Cinta,ma? Assiikk!" Seru Putri.


Setelah semua naik ke mobil,Rey segera melajukan mobilnya ke rumah Cinta.


"Mas?"


"Hhmm,kenapa?"


"Mas tau dari mana kalau Aaron sedang di sana?"


"Tadi ayahnya telpon mas. Mas memang sudah pesan kalau anak itu datang menemui Cinta agar menghubungi mas. Ada yang ingin mas bicarakan dengan dia."


"Kenapa mas sampai menaruh curiga dengan anak itu? Kan polisi sudah bilang kalau yang nabrak mobil Seno dan menculik Cinta itu orang yang sama. Yah walau dia hanya suruhan,tapi kan tidak mungkin dia adalah Aaron."


"Mas hanya ingin tanya di mana dia temukan Cinta."


"Hmm,iya mas."

__ADS_1


Setengah jam lebih mereka baru sampai di rumah Cinta. Rey memarkirkan mobilnya tidak jauh dari pintu pagar. Dia buru-buru keluar karena di lihatnya Aaron seperti ingin pulang.


"Papa,mama?" Cinta kaget begitupun Aaron.


"Kak Cinta!" Seru Putri yang langsung memeluknya.


"Putri dari mana,dek?" Tanya Cinta heran.


"Kita dari rumah,mau ketemu kakak."


"Hmm."


Aaron yang terlihat salah tingkah hanya tersenyum seraya mencium punggung tangan Rey.


"Sudah lama ke sini?" Tanya Rey seraya menatap lekat-lekat ke arah Aaron.


"Hmm,lumayan pak."


Tak lama,keluar Cyndia dan suaminya. "Eh ada mbak Siti. Mari masuk,mbak." Ajak Cyndia.


"Hmm,iya mbak." Sahut Siti seraya tersenyum. Ada rasa tidak enak hati pagi-pagi bertamu di rumah orang. Siti dan anak-anak pun masuk ke dalam rumah.


"Pak,Rey." Sapa Fadil yang di berikan senyuman oleh Rey.


"Bisa kita bicara ?" Tanya Rey sambil menatap Aaron lekat-lekat membuat Aaron makin salah tingkah.


"Hmm,bi bisa pak?"


"Cin,papa pinjam teman kamu sebentar ya?"


Cinta menatap penuh tanda tanya ke arah papanya. Ada apa ya papa ingin bicara sama Aaron. Apa papa tidak suka Aaron ke sini. Batin Cinta.


"Hmm,i iya boleh kok pa."


"Ayo Aaron. Pak Fadil,yuk kita ngobrol bertiga!" Ajak Rey yang di berikan anggukan oleh Fadil.


Mereka lalu duduk di gazebo yang tak jauh dari kolam ikan. Aaron terlihat gugup dan hanya menunduk saja. Sementara dari jauh,Cinta memperhatikan mereka dengan tanda tanya besar.


"Ehhmm. . . Aaron ya. Kamu asli sini?" Tanya Rey.


Aaron diam seperti sedang berpikir. Dia bingung harus jujur apa tidak. Tapi kalau bohong dan ketahuan resikonya sudah pasti dia tidak akan di perbolehkan lagi menemui Cinta.


"Aaron? Kamu asli orang sini?" Tanya Rey lagi yang makin di buat penasaran dengan sikap diam Aaron.


"Hmm,saya. Saya dari desa,pak."


"Desa. Desa mana?"


"Desa K,pak."


"Hmm,jadi di sini tinggal dengan siapa?"


Aaron menunduk. "Saya tinggal di rumah papi saya. Tapi beliau sedang ke luar negeri." Jawab Aaron lirih.


"Ke luar negeri? Banyak uang ya papi kamu. Kok anaknya bisa jadi cleaning servis?" Rey makin di buat penasaran.

__ADS_1


Hhh,Aaron menarik nafasnya pelan lalu menghembuskannya lagi. "Saya,saya sedang di hukum papi untuk membiayai kuliah saya sendiri di tahun pertama." Terang Aaron dengan jujur membuat perasaannya sedikit lega.


"Hhmm,begitu." Fadil ikut menimpali.


"Di hukum karena?"


"Hmm,karena saya menolak kuliah di luar negeri."


Hmm,jadi dia bukan anak orang biasa seperti perkiraanku. Pantas dia berani mendekati Cinta. Tapi apa benar dia menyukai Cinta.


"Rumah papi kamu di mana?" Tanya Fadil.


"Rumah papi ada di jalan NN."


"Jalan NN? Di sana rumahnya mewah-mewah." Terang Fadil.


"Oohh,iya benar." Sahut Rey.


Duuhh,aku seperti jadi tersangka saja di tanyain macem-macem. Batin Aaron. Bagaimana nanti kalau aku mau serius sama Cinta ya. Harus menghadapi dua orang papa mertua dan juga dua orang ibu mertua. Hhh,khayalanmu terlalu tinggi Aaron. Cinta masih sangat muda. Aaron lalu mengusap kasar wajahnya.


"Oh iya ada lagi yang ingin saya tanyakan. Itu membuat saya sangat penasaran." Rey diam sesaat seraya menatap tajam ke Aaron. Sementara Aaron tidak berani membalas tatapan Rey. "Hhmm. Kamu di mana menemukan Cinta? Sementara kita sudah mencari kemana-mana tapi tidak juga ketemu. Bahkan saya juga meminta bantuan pihak kepolisian."


Deg,deg,deg. Jantung Aaron tiba-tiba berdegup sangat kencang,rasanya seperti mau lepas dari tempatnya. Dia mulai berkeringat.


"Saya sangat berterima kasih karena berkat kamu,putri saya bisa pulang dengan selamat." Ucap Rey sedikit memuji Aaron agar Aaron tidak merasa di curigai. Aaron memperlihatkan gelagat yang mencurigakan. Wajahnya pun terlihat pucat seperti seseorang yang sedang tertangkap basah.


"Hmm,saya. Saya tidak sengaja melihat Cinta di suatu tempat dan langsung mengajaknya pergi dari tempat itu." Jawab Aaron gugup.


Rey mengernyitkan dahinya. "Itu masih pagi kan ya? Kamu sedang apa pagi-pagi ditempat Cinta di sembunyikan?"


"Tempat apa yang kamu maksud?" Fadil ikut menimpali.


Bagaimana ini? Aku harus jawab apa? Tidak mungkin aku bilang kalau tempat aku menemukan Cinta itu adalah paviliun di belakang rumah. Bisa-bisa rumahku di datangi polisi dan kalau sampai oma tau,beliau bisa jantungan. Tidak,aku tidak mau itu terjadi. Hanya oma yang dekat denganku saat ini. Papi dan bang Romi sibuk dengan urusan mereka sendiri.


Ya Allah. . . Tubuh Aaron mendadak lemas.


.


.


.


.


NEXT


Selamat membaca,semoga suka.Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya ya. Terimakasih. 😍😍


.


.


.


.

__ADS_1


.


1717


__ADS_2