
Seperti biasa,setiap pagi Siti akan mengajak Putri berjemur di halaman belakang. Terkadang di temani suaminya,Rey.
"Mas,hari ini Putri sudah satu bulan. Aku di ajak mama ke klinik dokter Layli untuk imunisasi Putri. Mas mau ikut anter?" Tanya Siti.
"Maaf ya yank,mas tidak bisa anter kalian. Hari ini jadwal mas padat." Ucap Rey.
"Iya mas tidak apa-apa kok kan sudah di temani sama mama." Jawab Siti.
Rey menatap intens bayinya yang sedang anteng dalam gendongannya. "Dia makin besar ya yank sejak minum ASI kamu!"
"Iya mas dia makin berisi. Lihat pipinya sampai gembul begitu." Seloro Siti sambil tertawa.
"Hehee,iya. Sama seperti mamanya yang makin berisi. Makin seksi!" Ucap Rey sambil menggoda istrinya.
"Iihh mas ini." Ucap Siti yang sudah bersemu merah.
"Masuk yuk mas. Matahari makin panas jam segini,kasihan Putri!" Ajak Siti yang di beri anggukan suaminya.
Mereka masuk kembali ke rumah dengan Rey yang menggendong Putri.
"Papa mandi dulu ya sayang,kamu ikut mama dulu ya!" Ucap Rey pada bayinya setelah mereka sudah ada di kamar.
"Iya papa." Balas Siti menirukan suara bayi lalu mengambil alih Putri. "Putri juga mau mandi nih."
Putri lalu di bawa Siti ke kamar Cinta untuk di mandikan karena perlengkapan mandinya sengaja di simpan di sana. Mama segera menyusul ke kamar Cinta setelah Siti menyiapkan perlengkapan mandinya. Putri di mandiin oleh mama karena mama belum mengijinkan Siti untuk memandikan bayinya sendiri.
"Nah,sudah cantik kan cucu oma." Ucap mama sambil menimang-nimang Putri.
"Makasi ya oma sudah mandiin Putri." Ucap Siti.
Mama tersenyum. "Kamu siap-siaplah Siti,bawa semua perlengkapan Putri,popoknya juga di bawa buat jaga-jaga!" Titah mama.
"Iya ma."
"Mama turun dulu bawa Putri." Mama lalu turun menunggu Siti di ruang keluarga.
Putri lalu di tidurkan di bouncher oleh mama.
"Ma,papa mau ikut antar Putri." Ucap papa yang mendekati mama sudah dengan pakaian rapi.
"Oh opa mau ikut juga ya?"
"Iya donk,opa mau lihat Putri di suntik!" Ucap papa sambil mengusap lembut pipi cucunya.
Tak lama Rey turun bersama Siti yang sudah membawa perlengkapan Putri dalam tas bayi.
"Yuk kita sarapan dulu! Putri biar di jaga sama bibi!" Ajak mama.
Mereka lalu sarapan bersama. Setelahnya mereka kembali ke ruang keluarga sambil mengobrol sebentar sebelum Rey dan Seno berangkat kerja.
"Yank,kamu hati-hati di jalan ya! Kalau sudah selesai,hubungi mas! Oh iya kalau bisa kamu videoin pas Putri di suntik ya,mas ingin lihat!" Pinta Rey.
"Γya mas,Insya Allah nanti aku videoin deh." Jawab Siti.
"Ya sudah mas berangkat dulu. Pa,ma,Rey sama Seno kerja dulu!" Pamit Rey pada orang tuanya. Seno pun ikut berpamitan. Siti mengantar mereka sampai di teras.
Siti kembali ke ruang keluarga sambil menunggu jam delapan karena jadwal imunisasi Putri jam sembilan.
Kini Siti beserta mama dan papa mertuanya sudah berada di klinik dokter Layli dengan mama yang selalu menggendong cucunya. Dia terlihat begitu bangga dan bahagia saat sedang menggendong cucunya.
"Ma,kalau mama sudah capek biar aku gantian yang gendong." Tawar Siti.
__ADS_1
"Mama belum capek,Siti! Lagian kamu jangan sering-sering gendong sampai perut kamu benar-benar sembuh." Ucap mama.
"Hmm,iya ma.
Tak sampai lima menit,nama Putri di panggil. Mereka lalu masuk ke ruang periksa.
"Halloo debay. . ." Sapa dokter Layli dengan ramah.
"Haloo juga dokter. Kita ketemu lagi nih!" Mama menimpali.
"Kamu makin endut ya dek." Ucap dokter Layli.
"Iya dok,kan sudah dapet ASInya mama."Jawab mama.
"Ooh sudah keluar ASInya ya. Alhamdulillah!"
"Iya dok,karena mama rajin memberikan ASInya jadi sekarang makin lancar luncur deh!"
"Iya memang harus di rajini. Adek mau di suntik sama dokter ya?"
"Iya dok,tapi pelan-pelan ya takut sakit." Ucap mama sambil tersenyum.
"Oohh kamu tenang saja,dokter kalau nyuntik pelan dan pasti tidak akan sakit kok dek!"
"Sekarang imunisasi apa dok?" Tanya mama.
"Sekarang imunisasi BCG dan polio1. Kan Putri sudah satu bulan ya."
"Ooh iya dok."
Dokter lalu mulai menyuntik Putri. Awalnya Putri masih anteng tapi karena kaget,dia langsung menangis.
"Hehehee. Sakit dikit kok ya!"
"Kamu kenapa,Siti?" Tanya papa yang heran melihat Siti yang terus mengarahkan handphonenya ke arah Putri.
"Hmm,mas Rey minta di videoin saat Putri di suntik pa!" Terang Siti.
"Ooalah,ada-ada saja suami kamu itu!" Ucap papa sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Sudah ya sayang Cup! Anak pinter!" Ucap dokter Layli.
"Ini nanti panas kan dok?"
"Insya Allah saya biasanya kalau imunisasi jarang demam bu. Moga Putri kuat ya jadi tidak sampai demam." Terangnya sambil tersenyum.
"Oh ya,mbak Siti mau KB kah?" Tanya dokter Layli sambil melirik ke arah Siti.
Siti kaget. "Hmm,KB dok? Aku belum bilang mas Rey." Jawabnya.
"Oohh begitu. Sebaiknya KB mbak,bentar lagi masa nifasnya kan habis." Terangnya lagi.
"Hmm,iya dok. Ini sudah mau habis."
"Nah. Tapi kalau kalian mau cepat-cepat kasih adik buat Putri ya tidak masalah kalau tidak KB." Ucap dokter Layli sambil tersenyum.
"Sebaiknya KB saja,Siti!" Titah mama.
"Iya ma,nanti bilang mas dulu." Jawab Siti.
"Hmm,iya sih bilang Rey dulu."
__ADS_1
"Nanti kalau mau KB datang saja lagi ke sini! Ajak papanya Putri juga kalau perlu."
"Iya tadi tidak bisa ikut karena sedang banyak pekerjaan." Terang Siti.
"Oh iya." Jawab dokter Layli.
Setelah selesai sama dokter Layli,mereka lalu pulang ke rumah.
***
Siti dan Rey baru saja selesai makan malam seperti biasa. Rey juga baru selesai sholat.
"Yank,mana video Putri yang di dokter Layli?" Tanya Rey.
"Hmm,ini mas." Ucap Siti lalu memberikan handphonenya pada Rey. Rey langsung membuka videonya. Dan terlihatlah Putri yang sedang menangis setelah di suntik.
"Kasihan anak papa ini!" Ucap Rey sambil menatap bayinya yang sedang terlelap. "Oh iya yank,kamu belum selesai ya nifasnya? Kok lama ya?" Tanya Rey yang duduk di sisi kasur di samping istrinya.
"Tinggal dikit lagi kok mas!" Jawab Siti.
"Kalau sudah selesai,kamu langsung bilang mas ya!"
"Iya mas. Oh iya mas aku hampir lupa. Tadi dokter Layli tanyain aku mau KB apa? Lah aku bingung mau jawab apa. Aku juga takut KB,mas." Ucap Siti lirih.
"Hmm,kalau kamu tidak KB gimana yank?"
"Hmm,bisa-bisa aku hamil lagi mas!" Ucap Siti.
Rey langsung memeluk istrinya itu. "Memang kenapa kalau kamu hamil lagi,hmm? Mas ingin punya banyak anak dari kamu yank!" Ucap Rey sambil menggoda.
"Iiih mas ini. Lagipula mas,masa Putri masih bayi sudah di kasih adik kan kasihan!"
"Hmm,iya ya. Tunggu Putri satu tahun saja ya yank!"
"Hmm,terlalu cepat juga itu mas. Nanti jatuhnya Putri umur dua tahun sudah kasih adik."
"Nah,maksud mas gitu yank. Putri dua tahun,kamu sudah melahirkan lagi. Ya yank. Mau ya? Mumpung mas masih muda dan gagah ini!" Ucap Rey sambil memperagakan lengan dan tubuhnya yang berbentuk.
"Mas akan selalu terlihat muda dan gagah di mata aku!" Ucap Siti.
"Hhmm,yank. Mas benar-benar sudah tidak sabar ini! Kok lama sekali ya?" Keluh Rey.
Siti jadi tersenyum melihat tingkah suaminya itu.
"Mas mau aku cepat hamil lagi,sedangkan tiap habis melahirkan pasti mengalami nifas. Sekarang saja sudah tidak sabar nunggu." Terang Siti.
"Hehee,habisnya kamu selalu menggoda mas sih!"
"Hmm,menggoda gimana,aku kan pakai pakaian yang sopan terus!" Terang Siti dengan wajah cemberut.
"Kamu pakai pakaian apapun tetap bisa menggoda mas yank!" Bisik Rey.
"Hmm,mas ini. Kita tidur saja mas,mumpung Putri sedang tidur,nanti kalau dia bangun,susah tidur lagi!" Ajak Siti.
"Hmm,yasudah lah kalau gitu kita tidur saja yank!" Rey pun menyerah. Dia akhirnya tidur di sebelah bayinya yang tidur di tengah-tengah mereka.
Hai haaii,jangan lupa dukungannya ya. Maaf misal ada typo,ngetiknya sambil ngantuk ini ππ.
NEXT
050621/01.25
__ADS_1