
Hari menjelang sore. Sudah lebih satu minggu Dinda melahirkan dan masih menginap di Klinik maminya demi bisa berdekatan terus dengan buah hatinya yang masih di rawat intensif di ruang NICU.
Dinda dan Seno baru saja kembali dari mengunjungi bayi mereka.
"Kamu istirahatlah,yank." Titah Seno.
"Hmm,iya mas. Mas kapan mau kerja lagi?"
"Hmm,mas belum tau yank. Mas tidak tega tinggalin kamu di sini sendirian."
"Kalau mas mau kerja,tidak apa-apa kok. Kan kalau siang ada mami di sini."
"Tapi kan mami kerja,yank."
"Hmm,kan mami tidak kerja seharian mas. Kalau mami sedang kerja,aku nungguin Syafira saja."
"Kamu tidak apa-apa mas tingģal kerja?"
"Tidak apa-apa,mas. Tapi mas pulang lebih awal ya?"
"Hmm,ya sudah kalau kamu tidak keberatan. Mas usahakan pulang lebih awal ya. Mungkin besok saja mas mulai kerja."
Tiba-tiba handphone Seno berdering. Mas Rey.
"Mas jawab telpon dulu ya,dari mas Rey."
"Iya mas."
Seno lalu menjawab panggilan telpon dari Rey.
"Hallo mas?"
"Seno masih di klinik mami. Maaf ya mas,Seno baru bisa mulai kerjanya besok."
"Orang yang nabrak mobil Seno dan menculik Cinta,sudah ketemu?"
"Kecelakaan?"
"Kok bisa,mas?"
"Dia melarikan diri?"
"Hmm,mas tau siapa dia?"
"Romi,mas?"
"Hmm,Seno tidak kenal tapi mantan Dinda namanya Romi juga,mas." Seno melirik ke arah Dinda yang sedang tiduran.
"Iya mas."
"Nama lengkapnya Seno tidak tau. Kalau nama lengkap orang itu siapa,mas?"
"Romi Rafael?"
"Ooh,iya mas. Akan Seno tanyakan."
"Terimakasih,mas."
Seno memutuskan panggilan telponnya.
"Kenapa,mas?" Tanya Dinda penasaran.
"Orang yang nabrak mobil kita dan juga menculik Cinta itu namanya Romi Rafael.
Dinda kaget. "Siapa,mas?"
"Romi Rafael. Apa dia mantan kamu?"
"Romi Rafael. Jadi dia yang melakukannya." Dinda terlihat kaget.
"Jadi mantan kamu itu namanya Romi Rafael?"
"Hhmm,iya mas."
"Dia sekarang koma karena kecelakaan saat melarikan diri dari polisi."
"Apa mas? Romi koma?" Dinda makin kaget dan wajahnya terlihat sedih.
__ADS_1
"Kenapa? Kamu masih suka sama dia? Masih Cinta? Sampai sedih begitu." Ucap Seno dengan nada cemburu.
"Hhmm,mas. Kok ngomongnya begitu? Aku kan hanya kaget,mas?"
"Oohh hanya kaget? Kirain khawatir."
"Mas Seno apa-apaan sih? Aku hanya tanya bukan khawatir."
Seno diam saja sambil menatap ke layar tv. Dia jadi begitu kesal dan marah tau siapa yang membuat mereka celaka. Terlebih Cinta yang sampai di culik.
"Kenapa dia sampai menculik Cinta ya? Apa hubungannya sama Cinta kok dia sampai di libatkan? Dasar orang aneh." Gumam Seno.
"Mas kok malah marah-marah sih?" Dinda yang tidak begitu mendengar apa yang Seno ucapkan menjadi salah paham.
"Loh,siapa yang marah-marah?"
"Tau aah! Mentang dia mantan aku,terus aku juga di salahkan? mantan mas juga sudah tega dorong aku yang sedang hamil tapi aku tidak menyalahkan mas."
"Kamu kok malah bahas kemana-mana?"
"Huuhh!" Dinda membalik badannya,tidur membelakangi Seno.
"Hhh,ada-ada saja." Keluh Seno.
Lima menit kemudian,Dinda turun dari tempat tidur. Dia mengambil pakaian bersihnya lalu masuk ke dalam kamar mandi. Seno yang melihat sekilas buru-buru menyusul ke kamar mandi.
"Mau mandi ya?" Tanya Seno.
Sudah tau masih nanya. Batin Dinda.
"Mas bantu ya?"
"Tidak usah,sana. Aku bisa sendiri!" Jawab Dinda ketus.
"Loh kamu kan yang marah."
"Sana,ihh!" Usir Dinda.
"Hmm,biasanya manja minta di bantuin." Ucap Seno lalu memeluk Dinda dari belakang.
"Mas bantuin!" Ucap Seno lalu mulai membantu Dinda mandi.
"Iiihh,tidak usah aku bisa sendiri!" Dinda bersikeras menolak.
"Hmm,kamu kok jadi marah sih yank?"
"Mas yang marah duluan."
"Hmm, iya-iya maaf. Mas kesal saja tadi."
"Kesal sama orang lain,aku ikut kena."
"Iya-iya mas salah. Maafin mas,ya? Jangan ngambek lagi donk!" Pinta Seno lalu memeluk dan mencium Dinda mesra.
***
Sepulang dari Rumah Sakit,Cinta langsung ke kamarnya untuk mandi.
Selesai mandi,Cinta duduk di teras balkon kamarnya. "Hhh,Aaron. Kenapa dia jadi berubah begitu? Tidak seperti tadi pagi. Tadi pagi dia lembut dan selalu bikin Cinta berbunga-bunga." Gumam Cinta.
Hhh,sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa papa dan ayah tiba-tiba jadi peduli sama Aaron? Kenapa semua orang berubah? Kenapa tidak ada yang memberitahu Cinta.
"Hhh,Cinta harus tanya sama ayah." Gumam Cinta lalu buru-buru keluar dari kamar,mencari ayahnya.
Cinta turun dari tangga. Di ruang keluarga ada ayah dan bundanya sedang nonton tv sambil makan buah-buahan. Cinta datang mendekat.
"Ayah." Panggil Cinta.
Cyndia dan Fadil menoleh.
"Ya,kenapa Cinta?"
"Eemm,Cinta mau tanya,yah."
"Iya,tanya soal apa?"
"Hmm,kenapa ayah sama papa membantu Aaron di Rumah Sakit? Ayah dan papa kan belum lama mengenal Aaron."
__ADS_1
Fadil menoleh ke arah Cyndia. Cyndia mengangguk.
"Hmm,Cinta jangan kaget ya?"
"Kenapa kaget,yah?"
Hhhh,Fadil menarik nafasnya berat. "Kamu kenal abangnya Aaron?"
Cinta menggelengkan kepalanya. "Tidak yah. Memang kenapa? Bukannya abangnya Aaron sakit juga ya?"
"Hhmm,jadi kamu tidak kenal sama abangnya Aaron. Abangnya Aaron kecelakaan."
"Kecelakaan? Ya Allah,kasihan banget. Terus sekarang dia dimana,yah? Tidak parah kan?"
"Dia di rawat di Rumah Sakit. Sama seperti omanya Aaron,koma."
Cinta membulatkan matanya seraya menutup mulut dengan telapak tangannya. "Koma?"
"Iya."
"Kasihan Aaron. Pasti dia sedih banget. Terimakasih,yah." Cinta buru-buru naik ke atas,kembali ke kamarnya.
"Mas? Mas tidak cerita siapa abangnya Aaron?" Tanya Cyndia.
"Hhh,baru mau cerita ehh dia langsung pergi."
"Hhmm,biarkan saja mas. Biar nanti saja Cinta tau. Aku takut nanti Cinta jadi marah sama Aaron."
"Hmm,iya juga."
Di dalam kamar Cinta. Gadis itu langsung mengambil handphonenya lalu mencoba menghubungi Aaron.
Berkali-kali Cinta telpon tapi tidak juga mendapatkan jawaban dari Aaron.
"Aaron,kamu kenapa sih tidak pernah mau menjawab telpon Cinta. Cinta salah apa coba!" Mata Cinta berkaca-kaca. "Cinta kangen Aaron. Kangen banget!"
"Coba kirim pesan deh,moga saja Aaron mau balas." Gumamnya.
Setelah mengirimkan pesan singkat pada Aaron,Cinta membuka-buka galeri di handphonenya.
Dari foto yang Cinta curi saat melihat Aaron d kantor papanya sampai foto yang sengaja Aaron kirimkan langsung.
"Hhhh,Aaron sedang apa sih? Sudah makan belum? Pasti Aaron sedih banget."
"Iiihh,Aaron! Aaron jelek! Awas saja ya nanti kalau mau ketemu Cinta,Cinta akan bales cuekin kamu. Lihat saja!" Teriaknya kesal.
.
.
.
.
.
.
.
.
NEXT
Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya untuk karya othor ini ya. Terimakasih. 😍😍
.
.
.
.
.
1616
__ADS_1