Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 59 ( S2 )


__ADS_3

Seluruh keluarga sedang makan malam. Menu dan porsi masakan lebih banyak dari biasanya karena anggota keluarga bertambah. Mama Siti sibuk meladeni adek Putra yang tingkahnya makin banyak. Sementara yang lain sibuk dengan piring masing-masing. Seno masih sesekali menyuapi isrinya walau tidak sesering saat makan siang bersama Cinta.


"Kita duduk dulu,dek. Nanti main lagi." Titahnya tapi sang anak tetap saja tidak bisa diam kesana kemari.


"Putra belum lapar,ma." Tolaknya.


"Tadi adek ngemil roti banyak,ma. Makanya dia belum lapar." Terang Putri.


"Tidak apa-apa,biarkan saja dulu. Nanti kalau lapar pasti minta sendiri." Ucap opa.


"Malam-malam masih suka rewel kalau makan malamnya sedikit. Seperti bayi." Terang Siti.


"Iihh mama,adek bukan bayi!" Protes Putra.


"Yang suka rewel kalau malam kan bayi. Nah kamu masih suka rewel." Ucap Siti.


"Hmm,iya deh adek makan." Ucapnya sambil cemberut.


"Ayo sini duduk sama mama." Titah Siti sambil memangku Putra karena kursi sudah tidak cukup lagi.


"Dinda makan yang banyak biar bayinya sehat!" Titah oma Asti.


"Hmm,iya ma." Jawab Dinda.


"Makannya banyak kalau di suapin." Terang Siti sambil senyum-senyum ingat dia dulu juga begitu.


"Ya di suapin donk,Seno!" Titah oma.


"Hmm,iya ma. Ini sesekali di suapin." Jawab Seno yang langsung menyuapi Dinda makan. Dinda terlihat malu-malu.


Selesai makan,mereka kembali berkumpul di ruang keluarga. Putra dan Putri sibuk mengerjakan pekerjaan rumah di bantu oleh Cinta.


"Mami sama papi kamu masih sibuk kerja sampai malam ya,Din?" Tanya oma.


"Kalau papi sekarang sore sudah pulang,ma. Kadang nyusul mami ke klinik kalau bosan di rumah. Rumah sepi jadi kalaupun bisa makan bareng tidak bisa kumpul-kumpul seperti ini." Terang Cinta.


"Mas kamu Danis tidak mau pindah kerja di sini?"


"Tidak mau,ma. Istrinya kan kerja juga di sana tidak bisa pindah."


"Hmm,ya sudah kamu kasih cucu yang banyak buat mami kamu. Biar rumah ramai seperti di sini." Gurau Rey.


"Iya bener itu." Sahut opa.


Tiba-tiba pak satpam datang.


"Permisi,ada yang nyariin non Cinta." Terangnya.


"Nyariin Cinta? Siapa?" Tanya Rey heran.


"Katanya teman Cinta,mas Rey."


"Teman sekolah?"


"Saya kurang tau. Bilangnya teman non Cinta."


Cinta yang sedang membantu tugas sekolah Putri langsung menoleh.


"Cin? Kamu ada janji sama teman kamu?" Tanya oma.


"Hmm,Cinta tidak tau oma." Jawab Cinta dengan wajah bingung.


"Ya sudah kamu temui dulu." Titah Rey.


"Hmm,siapa ya?" Gumam Cinta lalu segera keluar.


"Laki apa perempuan,pak?" Tanya Seno.


"Laki,den."


"Laki?"


Seno dan Rey sama-sama mengernyitkan dahinya.


"Awasin ya,pak!" Titah Rey.


"Baik,mas Rey. Saya keluar dulu." Pamit pak satpam.


Di luar rumah. Cinta melangkahkan kakinya ke depan teras dimana ada seseorang yang sedang menunggunya. Seseorang itu berdiri membelakanginya sambil menatap ke arah langit.


"Ehmm. Siapa ya?" Tanya Cinta saat sudah berdiri di belakang orang itu.


Orang itu membalik badannya.


"Ka kamu?" Cinta kaget. Jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat.


"Cin,bisa aku bicara?"

__ADS_1


"Kamu? Kamu kok berani datang ke sini? Tau dari mana Cinta ada di sini?"


"Aku memang sengaja cari kamu."


"Hmm,untuk apa?"


"Aku mau jelasin tentang. . "


"Cinta tidak butuh penjelasan apa-apa!"


"Kenapa kamu tidak datang seminggu ini? Aku nungguin kamu!"


"Bukan urusan kamu!" Jawab Cinta ketus.


"Tentu saja urusan aku. Karena aku nungguin kamu!"


"Hhmm."


"Aku ingin mencoba kerja dari bawah,makanya aku kerja jadi cleaning service di perusahaan papa kamu!"


"Bukan urusan Cinta kok!"


"Benarkah bukan urusanmu? Kenapa kamu marah?"


"Siapa yang marah?"


"Kok seminggu tidak datang? Aku telpon aku kirim pesan tidak pernah kamu jawab."


"Suka-suka Cinta donk!"


"Hmm,Cintaku. Maafin aku ya sudah tidak jujur sama kamu!"


"Hhh."


"Kamu mau kan maafin aku,Cintaku?"


"Jangan panggil Cinta seperti itu!"


"Cin,kamu mau kan jadi seseorang yang lebih dari spesial?"


"Ngomong apa sih?"


"Aku mau kamu jadi pacar aku!"


Cinta kaget lalu menatap manik mata Aaron.


Cinta langsung memalingkan wajahnya. ร€da rasa bahagia menyeruak dalam hatinya mendengar apa yang Aaron ucapkan. Tapi sisi hatinya yang lain tidak begitu saja percaya.


"Hhh,sudah biasa bicara bohong ya."


"Aku sungguh-sungguh,Cintaku. Kamu tidak tau bagaimana gugupnya aku datang ke rumah kamu! Aku . . ."


"Kenapa kamu tidak jujur sama Cinta? Kenapa pura-pura?"


"Kamu mau kan dengerin cerita aku?"


"Hmm,tergantung."


"Tergantung apa?"


"Kamu jujur apa tidak!"


"Ini aku mau jujur. Tentang alasan aku kerja jadi cleaning service."


"Hmm. . . ."


"Aku dulu malas sekolah. Aku pernah tinggal kelas satu tahun makanya usia sembilan belas tahun aku baru lulus sekolah. Papi minta aku kuliah di luar negeri tapi aku maunya di sini. Jadi aku boleh kuliah di sini tapi dengan biaya sendiri selama satu tahun,ya dengan jadi cleaning service itu." Terang Aaron.


"Hmm. . ."


"Aku juga mau cari seseorang yang tulus sama aku. Yang menerima aku tanpa tau siapa aku sebenarnya. Saat itu aku lihat kamu. Kamu membuat jantungku berdetak lebih cepat tiap kali lihat kamu. Kamu yang buat aku kerja jadi bersemangat yang awalnya aku malas-malasan. Kamu,kamu mengubah hidupku,Cintaku. . ."


Hati Cinta berbunga-bunga. Dia tidak mau melihat ke arah Aaron karena wajahnya sudah bersemu merah. Dia pun merasakan jantungnya berdetak lebih cepat.


"Cintaku jangan diam saja. Kamu,kamu suka juga kan sama aku?"


"Cinta tidak boleh pacaran!"


"Hmm,tapi kamu mau kan maafin aku?"


"Hmm,Cinta tidak tau!"


"Aku sudah tidak lagi bekerja di perusahaan papa kamu."


Cinta langsung menoleh. "Apa? Ke-kenapa?" Tanyanya kaget.


"Hehee,kamu masih mau aku kerja di sana,hmm?"

__ADS_1


"Mm,terserah kamu kok." Cinta kembali ketus.


"Aku sudah resign tadi. Sudah satu minggu aku tunggu kamu tidak datang-datang. Cin,aku bener-bener sayang sama kamu!"


"Cinta masih terlalu kecil. Cinta belum boleh pacaran dulu!" Rey tiba-tiba sudah berdiri di belakang mereka.


Cinta dan Aaron reflek menoleh. "Papa?" Cinta kaget.


"Hmm,pak Rey?" Aaron terlihat kaget dan gugup. Aduh,apa papa Cinta denger semua ya? Batinnya.


"Cinta baru boleh pacaran setelah lulus sekolah!"


"Hmm,iya pak. Cinta sudah pernah bilang." Sahut Aaron sambil menundukkan kepalanya.


"Lalu kenapa kamu masih mau ajak putri saya pacaran?"


"Hmm,saya. Saya sayang sama Cinta,pak."


"Hmm,masih kecil sudah sayang-sayangan."


"Hmm. . .".Aaron makin gugup.


"Oh iya,kamu karyawan yang sering ajak putri saya ngobrol kan?"


"Hmm,i iya pak." Jawab Aaron.


Duuhh,papa tau dari mana ya. Batin Cinta.


"Hmm,apa kamu yang sudah menolong putri saya waktu itu?"


"Hmm,i iya pak."


"Hmm,tau dari mana kamu?"


"Saya sebelumnya sudah tanya alamat di mana Cinta kerja kelompok,pak. Saya memang berniat menyusulnya karena berapa hari Cinta tidak datang ke kantor."


"Hmm,begitu ceritanya. Baiklah. Saya ucapkan terimakasih sudah menolong putri saya."


"Hmm,iya pak."


"Tapi tetap saja saya tidak ijinkan Cinta pacaran saat masih sekolah!"


"Hmm,iya pak saya mengerti. Saya akan tunggu."


"Kamu mau tunggu? Yakin? Cinta masih kelas satu sekarang. Masih lama. Apa kamu tidak ingin cari pacar yang lain saja?"


"Hmm,saya. Saya sayang sama Cinta,pak."


Hmm,berani juga anak ini. Batin Rey.


"Kalian hanya saya ijinkan berteman. Saya tidak ingin sekolah putri saya terganggu karena urusan pacaran!"


"Hmm,terimakasih pak. Saya di ijinkan berteman pun sudah senang."


"Hmm,sudah malam pulang lah! Cinta,kamu masuklah!" Titah Rey. Cinta segera masuk ke dalam rumah.


"Terimakasih pak. Saya permisi dulu." Pamit Aaron.


"Hmm. . ."


.


.


.


.


.


.


NEXT


Semoga suka ๐Ÿ˜


.


.


.


.


.


2323

__ADS_1


__ADS_2