
Siti dan Rey baru saja sampai rumah. "Kok sepi ya mas?"
"Papa kan kerja. Mama mungkin di kamarnya!" Jawab Rey. "Kita langsung ke kamar saja,istirahat!"
Sampai di kamar,Siti langsung tiduran di kasur sambil memainkan handphonenya sementara Rey ke ruang ganti.
"Mas mau kemana kok pakaiannya formal gitu?" Tanya Siti saat Rey keluar dari kamar ganti.
"Mas ke kantor sebentar ya!" Jawab Rey.
"Hmm,sebentar?"
"Iya sebentar saja sayang! Mas kemarin kan tidak sempat ke kantor,pagi-pagi langsung berangkat ke desa."
"Iya deh!"
Rey lalu mendekati istrinya lalu duduk di sisi kasur. "Kamu mau ikut mas,hmm?" Tawar Rey.
Siti menatap suaminya. "Hmm,mas tidak merasa terganggu?"
"Kenapa harus merasa terganggu sama istri sendiri?"
Siti tersenyum lalu mengangguk. "Iya mas,saya mau ikut!" Jawab Siti antusias.
Siti lalu bergegas ke ruang ganti mencari pakaian yang dia anggap cocok untuk di pakai ke kantor suaminya. "Mas,pakai ini cocok kan?" Tanya Siti saat sudah memakai pakaiannya.
Rey memandang istrinya dengan tersenyum lalu mendekat dan memegang bahunya. "Ini sih cocok jadi sekretaris pribadi mas!" Ucapnya membuat Siti tersipu.
"Mana ada sekretaris lulusan S2!" Jawab Siti.
Rey mengernyitkan dahinya.
"SD,SMP!" Sambung Siti.
"Kamu itu! Tidak boleh merendah seperti itu!"
"Kan memang bener! Mas tidak malu punya istri yang hanya lulusan SMP? Sementara mas lulusan S2 di luar negri lagi."
"Siti!" Rey menatap istrinya tajam.
Siti langsung memeluk suaminya karena tidak mau melihat tatapan suaminya.
"Kamu calon ibu terbaik untuk anak mas! Kamu harus yakin itu! Mas tidak ingin mendengar kata-kata itu lagi! Kamu mengerti?"
Siti mengangguk-anggukan kepalanya. "Yuk mas!" Ajak Siti.
"Yuk apa? Kamu mau?"
"Mas ini! Yuk berangkat ke kantor mas!"
"Hehehee! Maunya nanti di kantor ya!" Tegas Rey lalu merangkul Siti,mengajaknya turun ke bawah.
"A apa?" Siti hanya memandang Rey dengan dahi berkerut.
__ADS_1
Di dalam mobil,Siti terus kepikiran. Seperti apa suaminya di kantor sampai dia bebas semaunya kapan saja datang dan libur sampai bisa untuk mengajaknya. . .
***
Rey membukakan pintu mobil Siti lalu menggandeng istrinya masuk ke dalam gedung di mana perusahaan keluarganya berdiri. Gedung yang tidak terlalu besar dan hanya memiliki empat lantai karena memang bukan perusahaan besar tapi tetap memiliki gedung sendiri.
Asisten Rey yang bernama Toni sudah menunggu di lobi lantai dasar. Setelah melihat kedatangan Rey,dia segera mengikuti bosnya itu dari belakang.
"Pak,satu jam lagi tuan Budi baru akan datang." Ucapnya.
"Oke saya tunggu di ruangan saya,kalau tuan Budi sudah datang,kamu langsung hubungi saya!" Titah Rey.
"Baik pak!" Mereka berjalan bersama menuju ke lift.
Siti bisa merasakan dan melihat bagaimana orang-orang yang berpapasan dengan mereka menundukkan kepala setelah sebelumnya menatap ke arah Siti dengan tatapan yang beragam. Ada yg tersenyum tulus,sinis dan juga melihat dengan dahi berkerut. Siti merasa tidak nyaman hingga dia tidak berani menoleh.
Lift terbuka,setelah melewati beberapa lantai,akhirnya mereka sampai juga di lantai empat di mana ruangan Rey berada.
Rey membukakan pintu untuk Siti lalu menggandengnya masuk. "Kamu duduk di sofa dulu ya sayang!" Titah Rey yang di berikan anggukan oleh Siti.
Tiba-tiba pintu di ketuk.
"Masuk!" Titah Rey.
Ceklek,pintu terbuka dan muncullah seorang wanita dengan penampilan yang sangat keren menurut Siti dan juga riasan yang membuatnya terlihat makin cantik hingga membuat Siti menatapnya tanpa berkedip.
"Pak Reynan,ini berkas yang harus bapak tanda tangani!" Ucapnya dengan bergenit-genit sambil melirik ke arah Siti dengan wajah sinis.
Rey segera membuka berkas itu,membacanya setelah itu segera membubuhkan tanda tangan di sana. "Terimakasih,silahkan keluar!" Titah Rey tanpa melihat ke arah wanita itu.
"Iya. Keluar dari ruangan saya!" Titah Rey dengan penekanan.
Dengan wajah kesal,wanita itu keluar dari ruangan Rey setelah sebelumnya masih sempat menatap tajam ke Siti. Siti langsung menundukkan kepalanya setelah sadar di tatap seperti itu.
"Mas?" Tanya Siti.
"Kenapa sayang?"
"Hmm,mau ke toilet!" Jawab Siti.
Rey segera membukakan pintu yang ada di sudut ruangan. "Ayo masuk!" Ajak Rey.
Siti mengikuti Rey masuk ke ruangan itu. Siti kaget kerena ruangan itu di desain sama persis dengan kamar mereka di rumah. Dari furnitur hingga warna dinding,lantai dan langit-langit kamar. Bahkan kasur dan seprey yang pernah mereka pakai.
"Sayang,kok berdiri di situ katanya mau ke toilet?" Tanya Rey yang melihat istrinya berhenti di dekat pintu.
"Hmm,mas ini seperti kamar milik mas di rumah ya!" Ucap Siti terkagum-kagum.
"Kamar kita di rumah!" Tegas Rey.
Siti tersenyum. "Jadi merasa sedang di kamar kita ya mas!" Siti melangkah sambil berputar melihat sekeliling.
"Ayo katanya mau ke toilet?"
__ADS_1
"Hehee,iya mas!"
Siti mengikuti langkah kaki suaminya masuk ke dalam toilet. "Sudah mas tunggu di luar!" Pinta Siti.
Rey masih diam mematung di depan pintu.
"Mas ini!" Siti cemberut.
"Sudah sana,biasa juga!"
"Iiih nyebelin!" Siti bersungut.
***
Siti segera mencari pakaian suaminya yang ada di lemari yang ada di kamar khusus suaminya. Karena aktifitas panas mereka di kamar mandi,pakaian Siti sedikit basah. Siti duduk di meja rias sambil mengeringkan rambutnya. Suaminya sudah keluar kamar,duduk di kursinya.
"Hmm,pemandangan di sini ternyata sangat indah." Gumam Siti yang berdiri di dekat jendela.
"Sayang,mas ke ruang meeting dulu ya. Kamu tunggu di sini jangan kemana-mana!" Pamit Rey dari balik pintu.
"Iya mas!" Jawab Siti.
Rey kembali menutup pintu. Siti lalu berjalan ke kasur dan tiduran sambil memainkan handphonenya. Sementara Rey keluar ruangannya untuk ke ruang meeting.
***
Rey baru saja kembali ke ruangannya saat di lihat papanya tengah duduk di sofa."Bagaimana,Rey?" Tanya papa.
"Alhamdulillah lancar pa!" Jawab Rey.
"Kamu memang bisa di andalkan nak! Terimakash ya!" Ucap papa bangga.
"Iya pa."
"Toni bilang,kamu ajak Siti ke sini ya? Dimana dia?"
"Siti ada di kamar sedang istirahat pa!"
"Ooh. Papa pikir istrimu itu tidak mau di ajak balik ke rumah!"
"Iya pa. Tapi kapan-kapan dia masih mau pulang ke desanya.
"Hmm,ya sudah papa mau pulang ke rumah dulu! Sudah tidak ada lagi yang papa kerjakan hari ini!" Pamit papa.
"Oya pa,hati-hati di jalan! Oh iya tadi pas kita sampai rumah belum sempat ketemu mama!"
"Iya tidak apa-apa! Sudah jam makan siang ini,kamu ajaklah istrimu makan!" Titah papa.
"Iya pa!"
Papa Rey lalu keluar dari ruangan Rey. Setelah papanya pergi,Rey masuk ke kamar menemui istrinya yang ternyata sudah tertidur.
"Hmm,nyenyak sekali tidurnya. Nanti sajalah makan siang." Gumam Rey. Rey pun ikut tiduran di sebelah istrinya.
__ADS_1
NEXT
100521/00.10