Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 133 ( S2 )


__ADS_3

Dengan susah payah,Romi akhirnya bisa tertidur menjelang tengah malam tanpa mau menoleh ke arah Ratna.


Suara azan subuh terdengar sayup. Ratna mengerjap-ngerjapkan matanya. Betapa kaget Ratna menyadari kalau dia sedang tidur sambil tangannya berada di atas dada Romi. Ratna buru-buru menarik kembali tangannya. Di tatapnya wajah suaminya yang sedang terlelap. Dia tampan,tak jauh beda dari Aaron. Tapi kenapa sifat mereka sangat bertentangan? Dia selalu marah-marah. Apalagi sama aku,dia selalu emosi. Iya,mungkin karena dia terpaksa menikahiku jadi dia selalu merasa kesal dan marah padaku.


Ratna lalu duduk. "Hhmm,maafin aku bang yang membuatmu terpaksa menikahiku. Aku hanya tidak ingin anakku lahir tanpa ayah. Setelah anakku lahir nanti kamu ingin menceraikan aku,aku terima bang. Aku akan bawa anakku pergi jauh agar tidak lagi mengganggu hidup kamu." Ucap Ratna lirih hingga matanya berkaca-kaca.


Ratna turun dari tempat tidur,mengambil pakaiannya yang masih di dalam tas. Dia tidak berani menyimpan pakaiannya di lemari karena takut suaminya marah. Lalu Ratna masuk ke kamar mandi. Tanpa Ratna sadari,Romi sudah terbangun saat Ratna menarik tangannya yang berada di atas dada Romi.


Lima belas menit,Ratna keluar dari kamar mandi. Dia masih sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ratna melirik Romi yang masih tertidur. Ratna lalu sholat subuh.


Setelah selesai sholat subuh,Ratna membuka pintu yang mengarah ke balkon.


"Hhhhh.. .Udaranya seger banget." Ratna menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Ratna mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Dia melihat sebuah rumah kecil yang posisinya agak ke belakang.


"Itu rumah siapa ya? Apa rumah asisten rumah tangga di sini? Terpisah cukup jauh dari rumah ini." Gumam Ratna.


"Ratna!" Teriak Romi dari dalam kamar.


Ratna buru-buru masuk ke kamar lalu menutup kembali pintunya.


"Iya,bang."


"Aku mau mandi!"


"Iya,bang."


Ratna lalu mengambil kursi roda yang ada di sudut kamar. Membawanya ke arah tempat tidur lalu membantu Romi duduk. Ratna lalu mendorong kursi roda ke kamar mandi.


"Mandi di bathub ya bang."


Romi diam saja.


Karena Romi yang hanya diam saja,Ratna berinisiatif sendiri. Dia isi air ke dalam bathub dan juga menuangkan sabun cair ke dalamnya.


Setelah air untuk mandi sudah siap,Ratna mendekati Romi. "Aku bukain pakaiannya ya,bang." Ucap Ratna yang langsung membuka semua pakaian Romi tanpa menunggu jawabannya lagi.


Dengan susah payah,akhirnya Ratna bisa membantu Romi masuk ke dalam bathub dan beremdam dengan air hangat yang busa sabunnya sangat berlimpah.


"Keluar!" Titah Romi kemudian.


Lagi-lagi,Ratna menunggu Romi selesai mandi hampir satu jam. "Bang Romi ngapain saja di kamar mandi ya,kok lama banget. Seperti mandinya tuan putri saja." Gumam Ratna.


Sementara di kamar mandi,ternyata Romi sibuk dengan aktivitasnya sendiri. "Hhhh,susah juga punya istri tapi tidak bisa di sentuh." Gumamnya.


"Hhhmm,sebenarnya tidak masalah aku menyentuhnya tapi kondisi ku yang seperti ini bagaimana bisa! Aaagggrrr!" Romi menggeram sampai menggema di kamar mandi.


Ratna yang sedang berdiri di balik pintu langsung kaget. Dia buru-buru masuk ke kamar mandi tanpa ijin dulu pada Romi.


"Bang. Abang kenapa?" Tanya Ratna khawatir seraya menatap wajah Romi. Ratna berjongkok di samping bathub.


Romi yang tak kalah kaget langsung menoleh. "Kamu? kenapa masuk? Aku kan belum panggil kamu!"


"Aku tadi dengar abang teriak. Aku takut abang kenapa-kenapa."


"Sok peduli,kamu! Kamu kan hanya peduli dengan anak itu!" Romi memalingkan wajahnya. Wajahnya memerah.


"Hhmm,abang kan suami aku. Tentu saja aku peduli sama abang."


Romi diam sambil memejamkan matanya. "Abang kenapa? Apa ada yang sakit?"


"Keluar!" Usir Romi.


"Hhmm,baiklah. Kalau abang butuh apa-apa,aku ada di depan pintu." Ucap Ratna lalu keluar dari kamar mandi.


Apa benar dia peduli sama aku? Hhhmm,aku tau dia dari dulu menyukaiku.Tapi setelah apa yang aku lakukan padanya,pasti dia sekarang membenciku. Batin Romi. Apa aku minta bantuannya saja? Aahh tidak-tidak!


Tidak sampai setengah jam,Romi berteriak memanggil Ratna.

__ADS_1


"Ratna!" Teriaknya.


Ratna yang memang sengaja menunggu di depan pintu kamar mandi lansung masuk.


"Iya,bang."


"Aku ingin bilas."


Ratna membantu Romi duduk di kursi roda lalu mendorong kursi rodanya ke arah shower.


"Tinggalkan aku!"


"Hhhmm,aku bantu seperti kemarin ya bang?"


"Tidak perlu!" Tolak Romi.


Ratna lalu keluar lagi dari kamar mandi.


Lima menit,Romi kembali memanggil Ratna. Ratna lalu mendorong kursi roda Romi keluar dari kamar mandi setelah memakaikan Romi handuk.


Ratna membuka pintu lemari." Bang,pakai ini ya?" Tanya Ratna seraya menunjukkan pakaian pilihannya.


"Aku mau ke kantor!" Sahut Romi.


Ratna pun mengganti pakaian yang dia pilih dengan pakaian kerja.


"Abang mau kerja hari ini?" Tanya Ratna seraya memakaikan Romi pakaian. Setiap kali berdekatan seperti itu,Ratna tidak bisa menyembunyikan kegugupannya. Perasaannya pada Romi yang sempat memudar karena terluka,kini mulai Ratna rasakan kembali.


"Hhmm,dan kamu ikut aku ke kantor. Pakai pakaian yang layak. Jangan pakaian itu!"


"Iya,bang." Ratna memandangi dirinya sendiri. Penampilannya memang seperti gadis desa,pakaiannya sangat sederhana.


"Nanti kamu ikut Aaron membeli pakaian untuk kamu." Ucap Romi.


"I-iya bang." Setelah selesai memakaikan Romi pakaian, Ratna tetap dengan posisinya berjongkok di hadapan Romi. Di pandanginya wajah tampan itu yang kini sudah jadi suaminya.


Tidak ada raut wajah benci apalagi dendam di wajah Ratna atas perlakuan Romi. Ternyata rasa Cintanya melebihi rasa kecewanya.


"Hhhmm,maafin aku bang." Jawab Ratna lirih. Aku tau,kamu tidak akan bisa membalas cintaku,bang. Batin Ratna.


Ratna lalu mendorong kursi roda Romi ke arah tempat tidur. "Bang Romi mau tetap duduk di kursi roda apa di tempat tidur?


"Kan aku sudah bilang kalau aku mau ke kantor. Kamu lupa?"


"Iya,bang." Jawab Ratna lirih tanpa menoleh ke arah Romi. Ratna lalu duduk di sisi kasur sambil menunduk,memainkan jari jemarinya.


"Kenapa kamu memasang wajah sedih begitu? Kamu menyesal menikah denganku? Menyesal mempunyai suami lumpuh,iya?" Romi menatap lekat-lekat ke arah Ratna.


Ratna langsung mendongakkan kepalanya lalu mengggeleng cepat. "Tidak bang. Itu tidak benar! Aku-aku tidak menyesal menikah dengan abang!"


"Hhhhm."


Aku sedih karena abang yang terpaksa menikahiku. Aku tidak mengharap balasan Cinta dari abang. Aku hanya berharap abang bisa menerimaku dan anakku. Itu saja. Batin Ratna. Tanpa di duga,air mata Ratna lolos begitu saja. Ratna buru-buru mengusap air matanya.


Kenapa dia menangis? Aahh,aku tidak peduli. Batin Romi.


Tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu kamar Romi.


Tok tok tok.


Ratna menoleh ke arah Romi. "Aku buka pintu dulu ya,bang?"


"Hhmm." Sahut Romi.


Ratna lalu berjalan ke arah pintu.


Ceklek. Aaron sudah berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"Aaron." Sapa Ratna lalu tersenyum.


"Kak,Ratna. Aku masuk ya?"


Ratna mengangguk lalu menutup kembali pintu kamar Romi.


"Bang,sudah mau kerja sekarang?" Tanya Aaron heran melihat Romi yang mengenakan pakaian kerja.


"Iya,ada meeting nanti jam sepuluh."


"Oohh,abang pergi sama siapa?"


"Kalau kamu ada waktu kamu ikut abang."


"Hhmm,baiklah aku akan ikut."


"Ajak pakde Arman juga biar dia bisa bantu abang di kantor."


"Oke,siap bang."


"Nanti setelah kamu antar abang,kamu ajak Ratna belanja pakaian yang pantas karena jika abang ke kantor,Ratna akan ikut." Terang Romi.


"Baik bang. Aku akan bantu kak Ratna pilih pakaian yang seperti abang mau."


"Hhmm,kamu tidak kuliah?"


"Ada,bang. Tapi nanti siang jadi aku bisa antar abang kantor dan menemani kak Ratna belanja pakaian."


"Belikan juga dia pakaian untuk di rumah. Pakaiannya jelek semua." Ucap Romi seraya melirik sinis ke arah Ratna yang selalu menunduk dari tadi.


"Iya,tuan. Apa lagi yang harus saya lakukan?" Gurau Aaron.


"Abang tidak bercanda,Aaron!" Ucap Romi kesal.


"Hahaa,aku tau. Kapan sih abang bisa bercanda,hmm? Sama kak Ratna jangan serius terus ya. Bumil harus selalu bahagia. Inget itu bang!"


"Huuhhh,sok tau kamu!"


.


.


.


.


.


.


NEXT


Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya untuk karya othor ini ya baik like,komen gift atau kalau mau juga vote. Terimakasih. 😍😍😍


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


1111


__ADS_2