
Aaron dan Romi sudah siap menuju ruang meeting. Semua pemegang saham dan juga karyawan penting di perusahaan sudah hadir dari tadi. Saat Aaron dan Romi tiba,mereka berbarengan dengan om Adit.
Pengacara mereka akhirnya menjelaskan pada semua pemegang saham kalau saham sebanyak tiga puluh lima persen sebenarnya adalah milik Aaron. Dan itu membuat para pemegang saham yang lain kaget.
Selama ini mereka berpikir bahwa pak Rafael selaku orang tua Romi dan Aaron adalah pemilik saham terbesar yaitu sebanyak tujuh puluh lima persen ternyata yang tujuh puluh persennya adalah milik Aaron sebanyak tiga puluh lima persen dan milik Romi yang juga tiga puluh lima persen.
Akhirnya Aaron bisa memegang sahamnya sendiri.
Aaron lalu meminta pengacaranya untuk membagi sahamnya dua puluh persen kepada istrinya yang bernama Cinta Clarissa.
"Aaron? Untuk apa kamu membagi saham kamu pada istri kamu? Bukankah dia itu anak orang kaya!" tanya om Adit dengan nada tidak suka.
"Tidak masalah,om. Toh dia istriku sendiri!" jawab Aaron.
"Tapi Aaron? Walau dia itu istri kamu tetap saja dia itu orang lain. Kalau kalian berpisah,kamu tidak akan bisa mengambil saham itu kembali!"
"Om! Kenapa om bicara seperti itu? Harusnya om mendoakan yang baik-baik untukku!" ucap Aaron kesal.
"Hhmm,maaf Aaron. Om tidak bermaksud mendoakan yang buruk tapi. . .?"
"Sudahlah om,itu adalah hak Aaron. Terserah dia mau memberikan sahamnya pada siapa!" tegas Romi.
Karena kesal,Aaron dan Romi gegas meninggalkan ruangan meeting dan kembali ke ruangan Romi.
"Om Adit benar-benar keterlaluan!" kesal Aaron lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa dengan kasar.
"Sudah tidak usah kamu dengar omongannya!" ucap Romi.
"Tapi bang,bisa-bisanya dia mendoakan yang buruk untuk pernikahanku yang bahkan baru berumur beberapa hari!"
"Hhmm,dia hanya iri karena tidak bisa lagi menguasai saham kamu. Biarkan saja tidak perlu kamu pedulikan dan tidak usah kamu sampai emosi menghadapinya. Abang tidak ingin pemegang saham yang lain jadi meragukan kamu!"
"Hhmm,tapi bang. Aku juga belum pintar mengurus sahamku."
"Kan ada abang! Kamu tidak percaya sama abangmu ini,hmm?"
Hhh,Aaron menghela nafas panjang, "Hanya abang tempat aku meminta bantuan,bang. Aku hanya punya abang yang bisa aku andalkan!"
"Abang juga hanya punya kamu! Abang tidak akan membiarkan siapapun membuatmu menderita termasuk juga papi!"
"Hhmm,terimakasih,bang!"
"Abang juga banyak terimakasih sama kamu. Kamu sabar dan perhatian selama abang sakit. Keluarga kecil abang utuh berkat bantuan kamu!"
"Iya,bang. Itulah gunanya saudara,kan! Tapi kita juga jangan lupakan jasa pakde,bang!"
"Tentu saja! Abang tidak akan pernah lupakan jasa pakde yang selalu ada buat abang."
"Ya sudah,bang. Aku mau langsung pulang sekarang!" pamit Aron.
"Kenapa terburu-buru sekarang baru jam tiga?" tanya Romi.
"Nanti istri kecilku nyariin,bang!" ucap Aaron sambil tersenyum semringah.
"Perasaan kamu saja itu. Toh kalau dia nyariin kamu dia pasti menghubungi kamu" ucap Romi.
"Ah tidak mungkin,bang. Istriku itu gengsinya tinggi,jadi dia tidak mungkin menghubungiku nyuruh pulang!"
"Hhmm,sudah nikah masih gengsi saja."
__ADS_1
"Lagipula aku kan masih dalam suasana pengantin baru,bang. Aku masih ingin dekat-dekat terus dengan dia,hehheee."
"Huuhh,dasar kamu," sungut Romi.
"Aku pulang,bang!" Aaron tersenyum dan langsung keluar dari ruangan Romi. Romi hanya menggeleng melihat tingkah adik semata wayangnya itu. Semoga kamu selalu bahagia. Doanya dalam hati.
Saat Aaron hendak masuk ke dalam lift,dia bertemu dengan om Adit.
"Aaron,om ini hanya tidak ingin kamu terburu-buru mengambil keputusan karena kamu itu keponakan om. Om sayang sama kamu."
"Terima kasih om atas perhatiannya. Aku sudah besar. Aku sudah bisa mengambil keputusanku sendiri. Aku mau pulang dulu,aku tidak mau istriku menunggu lama!" pamit Aaron yang langsung buru-buru naik ke lift. Om Adit menatap Aaron dengan tatapan nyalang.
***
Sampai di rumah papanya Cinta,Aaron gegas pergi ke kamar istrinya tapi ternyata istrinya itu tidak ada di kamarnya. Cintaku kemana,ya? Kangen banget. Batin Aaron.
Aaron lalu turun ke bawah,dari ujung tangga dia dapat mendengar celotehan adiknya Putra di selingi tawa istrinya.
"Aahh,Cintaku di kolam renang ternyata," gumam Aaron lalu segera menyusul ke sana.
"Eh,Aaron sudah pulang? Kantor baik-baik saja kan?" tanya Rey yang juga ada di sana.
"Hhm,iya pa. Tadi hanya meeting sebentar," jelas Aaron lalu duduk di samping Cinta.
"Cin,ajak suamimu makan sana!" titah Siti.
Wah kebetulan aku memang sedang lapar. Batin Aaron.
Cinta menoleh ke arah suaminya, "Abang mau makan?" tanya Cinta yang di berikan anggukan oleh Aaron.
"Ya sudah,Cinta ambilkan! Pa,ma,Cinta ke dapur dulu," pamitnya yang segera berlalu dari sana di ikuti oleh Aaron dari belakang.
Aaron berjalan seraya merangkul istrinya.
Aaron tersenyum menggoda, "Kenapa mesti malu? Abang kangen!" bisiknya lembut di telinga Cinta membuat Cinta merinding.
"Iihhh!"
"Abis makan kita ke kamar,ya?"
"Iya,abang harus mandi kalau dari mana-mana. Ganti baju!"
"Hhmm,bukan itu. . ."
Sampai di ruang makan,Cinta lalu melepaskan rangkulan suaminya, "Abang duduk dulu,Cinta ambilkan makan!"
Aaron menurut,dia duduk manis sambil menopang dagunya dan pandangan matanya tak lepas dari istrinya. Alhamdulillah tak seperti bayanganku waktu sebelum menikah. Aku pikir beneran harus pisah kamar dan menunggu dia mau. Ternyata menikah itu menyenangkan banget. Batin Aaron sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Kenapa senyum-senyum sendiri?" Tiba-tiba tanpa Aaron sadari,Cinta sudah duduk di depannya dan sepiring nasi beserta lauk dan sayur sudah ada di hadapannya.
"Eehh,Cintaku. Abang tadi ngelamunin kamu!" ucap Aaron sambil tersenyum menyeringai.
"Iiihh,abang! Ngelamunin apa coba sampai senyum-senyum gitu?" tanya Cinta dengan wajah kesal.
"Hehee,ngelamunin istri sendiri bebas donk."
"Ya sudah makan dulu,sudah itu mandi!"
"Iya-iya Cintaku!"
__ADS_1
Aaron lalu makan dengan lahab sesekali menyuapi istrinya yang masih duduk di depannya.
"Cinta kenyang,bang."
"Dikit kok,sayang! Ayo,buka mulutnya!" titah Aaron lagi. Mau tak mau Cinta pun menurut.
Tadi saat di kolam renang,papa dan juga opanya banyak menasehati bagaimana cara bersikap yang baik pada suami.
"Hhh,kenyang. Terimakasih ya Cintaku sudah mau temani abang makan!"
"Hhmm,abang mandi ya!"
"Temani!"
"Iya,Cinta ikut ke kamar. Cinta siapin air di bathup apa mandi di shower?"
"Bathup deh."
Mereka lalu naik ke atas menuju kamar Cinta. Cinta lalu menyiapkan air di dalam bathup. Setelah selesai,Cinta hendak keluar dari kamar mandi.
"Eh mau kemana?" cegah Aaron dengan menarik tangan istrinya.
"Mau keluar,abang kan mau mandi."
"Kan tadi abang bilang temani abang!"
"Iya,Cinta tunggu di kamar."
"Temani mandi," bisik Aaron di telinga Cinta.
Wajah Cinta seketika memerah,jantungnya berdetak tidak beraturan.
"Ayo!" ajak Aaron yang langsung menggendong istrinya masuk ke dalam bathup.
"Abang. . .!" teriak Cinta.
.
.
.
.
.
.
Mampir ke novel terbaru Author ya. ceritanya beda . Terimakasih ππ
.
.
.
__ADS_1
.
09