
Hari minggu yang cerah. Siti dan Rey beserta Seno dan Dinda pergi ke klinik maminya Dinda untuk melakukan pemeriksaan kehamilan.
"Adek tinggal sebentar ya?" Ucap Siti.
"Mama sama papa mau kemana?"
"Mama mau berobat,sayang. Mama sedang tidak enak badan.
"Tante Dinda juga sakit ya ma?"
"Iya nak!"
"Sakit seperti mama?"
Siti mengangguk." Jangan nakal di rumah ya."
"Iya ma!"
Sementara itu,Cinta dan kedua adeknya sedang bermain sepeda di halaman rumah setelah orang tuanya nya pergi ga?"
"Kita nanti siang tidak jadi ke mal ya kak?" Tanya Putra sambil mengayuh sepedanya.
"Mama kan sedang sakit,dek. Sekarang sedang ke dokter."
Wajah Putra terlihat sedih. "Iya sih."
"Kita mau ngapain hari ini,kak! Adek bosan kalau di rumah seharian tidak kemana-mana?"
"Kak Cinta,kita renang saja yuk!" Ajak Putri.
"Ayo dek!" Sahut Cinta antusias.
Mereka lalu menyimpan lagi sepedanya di garasi.
"Huuuhh,Putri gerah nih. Langsung renang yuk kak."
"Kita ambil pakaian renang dulu yuk!"
"Ayo!"
"Adek mau juga,kak!"
"Ya ayo!"
Mereka lalu ke kamar masing-masing mengambil pakaian renang.
Di kolam renang hanya ada mereka bertiga. Putra masih suka naik bebek- bebekan.
"Kak Cinta sudah pandai banget berenang." Puji Putri.
"Kakak kan sudah besar,rajin berlatih juga. Kalau kamu mau cepat pintar ya harus rajin berlatih." Terang Cinta.
"Iya deh,Putri berlatih sama kak Cinta saja ya."
Byuurr bbyyuuurrr. Ketiga kakak beradik beda ibu itu kompak belajar berenang. Sampai satu jam kemudian.
"Kak,adek haus nih,minum." Rengek Putra.
"Tunggu ya dek,kakak minta bikinin minum dulu sama bibi." Cinta memakai handuk kimononya lalu pergi ke dapur.
"Bi,buatin tiga gelas jus jeruk ya." Pinta Cinta.
"Baik,non Cinta."
"Hmm,bi. Sama kue juga ya."
Cinta lalu kembali ke kolam renang.
"Kak Cinta,mana minuman adek?" Tanya Putra yang masih asik dengan bebek-bebekannya.
"Adek,coba renangnya tidak usah pakai bebek?" Titah Putri lalu berusaha merebutnya dari Putra.
"Kakak,jangan ganggu adek!" Putra tetap tidak mau melepas bebek-bebekannya yang sudah terlilit di perutnya.
"Adek Putri tidak boleh begitu." Cinta berusaha menengahi adek-adeknya.
"Adek tu penakut,kak. Renang kok pake bebek terus." Ejeknya.
"Biarkan saja,adek masih takut. Yuk kak Cinta ajarin lagi." Titah Cinta.
__ADS_1
Saat sedang asik melatik adeknya berenang,asisten rumah tangga mereka datang membawakan minuman dan juga cemilan untuk mereka.
"Non Cinta. Ini makanan dan minumannya." Ucap bibi langsung meletakkannya di atas meja.
"Iya bi,terimakasih." Sahut Cinta.
"Oh iya non Cinta ada temannya yang nyariin." Terang bibi.
Cinta kaget dan langsung menoleh." Apa bi? Ada teman Cinta?"
"Iya non. Yang waktu itu ke sini."
"Hahh? Ehmm,bilang Cinta tidak ada ya bi." Jawab Cinta malas.
"Hmm,tapi bibi sudah bilang kalau non Cinta ada di rumah."
Hhh,Cinta menghela nafasnya berat. "Bilang saja Cinta sibuk tidak bisa di ganggu,bi."
"I ya baiklah non."
Hhh,ngapain sih dia kesini? Sudah di bilang kalau Cinta males ketemu dia. Gumamnya lalu kembali berenang.
"Ayo kak Cinta!" Seru Putri.
Byyuuurr! Cinta kembali lompat ke kolam renang.
"Cinta!" Panggil omanya.
Cinta menoleh." Ada apa,oma?"Sahutnya.
"Kesini dulu!" Titah oma.
Cinta lalu mendekati omanya. "Ada apa,oma?"
"Sudah dulu renangnya. Ada teman kamu ingin ketemu!"
"Hmm,tapi oma?"
"Sayang,tidak baik menolak tamu!"
"Tapi adek-adek tidak ada yang jagain,oma." Cinta beralasan.
"Hhh,baiklah oma."
Hhh,dia bilang apa sih sama oma sampai oma maksa Cinta ketemu dia. Batinnya. Cinta lalu memakai handuk kimononya."
Cinta lalu pergi ke kamarnya tapi saat dia lewat ruang tengah,Aaron melihatnya. Wajah Cinta langsung bersemu merah karena malu. Dia apa-apaan sih,kok malah berdiri di situ. Cinta lalu buru-buru naik ke atas menuju kamarnya.
Setengah jam,Cinta baru turun menemui Aaron.
"Kok lama,kan teman kamu kasihan kelamaan nunggunya?" Tanya oma.
"Hmm,Cinta mandi dulu,oma." Jawab Cinta malas lalu segera menemui Aaron.
Aaron sedang melihat ke aquarium yang ada di ruang tamu.
"Hmm."
Aaron menoleh. "Cintaku."
"Berapa kali Cinta bilang,jangan panggil Cinta seperti itu." Protes Cinta.
"Hhmm,maaf. Aku sudah terbiasa."
"Huhh."
"Cin,sudah lebih satu bulan kita tidak ketemu. Aku kangen. Kamu marahnya lama banget."
"Hhmm,tidak usah ketemu lagi."
"Kamu tidak ada perasaan apa-apa sama aku,hmm?
"Ngomong apa sih?"
Aaron terus menatap Cinta lekat-lekat. " Sedikitpun tidak ada?"
"Cinta tidak tau." Jawab Cinta lirih. Jika ingat kejadian itu,kadang dia merasa sedih,kadang kesal lalu merutuki dirinya sendiri.
"Hmm,jangan marah lagi ya?" Pinta Aaron dengan wajah memelas.
__ADS_1
"Sekarang pulanglah." Pinta Cinta.
"Aku tidak akan pulang sebelum mandapat maaf dari kamu!"
"Kok maksa sih?"
"Jadi kamu belum bisa maafin aku?" Tanya Aaron dengan wajah sedih.
"Hhh,Cinta tidak akan maafin kamu kalau kamu temui Cinta terus."
"Tapi kita sudah hampir satu bulan tidak ketemu,Cin."
"Cinta sedang tidak ingin ketemu kamu." Jawab Cinta lirih.
"Karena masih marah."
"Cinta mulai percaya sama kamu! Tapi kamu ngecewain!" Ucap Cinta pelan dengan mata berkaca-kaca.
"Aku tau aku salah. Tolong maafin aku. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi." Aaron terus memohon.
"Ya sudah pulanglah!" Titah Cinta sambil berjalan ke arah pintu keluar lalu di ikuti oleh Aaron.
"Hmm,kapan aku boleh ketemu kamu lagi?"
"Cinta tidak tau." Ucap Cinta sedih. Diapun merasakan kerinduan saat mereka lama tidak bertemu tapi dia takut,godaan lebih besar dari itu. Ada bulir hangat mengalir di sudut pipinya.
"Cin. . .?"
Cinta menghapus airmatanya. "Nanti Cinta yang akan hubungi kamu!"
"Beneran kan?" Aaron belum yakin.
Cinta mengangguk. "Pulanglah!"
"Hmm,baiklah. Aku pulang. Aku akan selalu menunggu kamu." Ucap Aaron.
Setelah mengatakan itu,Cinta segera berlalu meninggalkan Aaron yang masih terus menatapnya.
Cinta kembali ke kamarnya.Merebahkan diri di tempat tidur.
"Cinta juga kangen kamu. Kangen banget! Tapi Cinta takut bertemu kamu! Takut kita sama-sama tidak bisa menahan diri." Gumam Cinta.
Sementara di ruang tamu,Aaron menatap kepergian Cinta dengan tatapan nanar. "Aku juga tidak tau kenapa aku bisa seperti ini." Gumamnya lalu segera melangkah keluar,meninggalkan rumah kediaman Cinta lalu menaiki motornya.
Setelah Aaron meninggalkan kediaman keluarga Cinta,tak berapa lama orang tua dan juga om dan tantenya Dinda baru saja pulang ke rumah setelah melakukan pemeriksaan kehamilaan di klinik maminya Dinda.
.
.
.
.
.
.
Next.
Selamat membaca,moga suka ya. Terimakasih yaaa ππ
.
.
.
.
.
.
.
.
1830
__ADS_1