Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 34 ( S2 )


__ADS_3

Sementara itu,sejak Seno menikah dan berbulan madu,Cinta hampir setiap hari datang ke perusahaan papanya. Dia akan ikut pulang bersama papanya karena dia juga tiap hari menginap di rumah papanya. Jadi bertambah kesibukan Rey setiap pagi harus mengantarkan ketiga anaknya sekolah dengan sekolah yang berbeda.


"Halo papa." Cinta tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu ruangan papanya.


"Hmm,ya sayang." Rey sudah tidak kaget lagi dengan kedatangan putrinya itu.


"Papa hari ini tidak sibuk kan?"


"Sibuk nak. Om Seno kan masih bulan madu jadi papa yang kerjain pekerjaan dia." Terang Rey.


"Loh kan ada om Toni."


"Om Toni sibuk di lapangan."


"Hhh,jadi Cinta makan siang sendirian lagi."


"Pesan saja,kita makan sama-sama di sini."


"Aahh bosan."


"Hhh,kamu kan lihat nih berkas yang harus papa periksa banyak banget."


"Iya iya. Cinta makan di kantin saja deh. Papa mau titip?"


"Jangan makan baso! Papa nanti saja belum lapar juga."


"Iya pa. Ya sudah Cinta ke kantin sekarang ya pa."


"Hmm,selesai makan langsung balik lagi ke sini!"


"Iya pa. Daaahh papa."


"Daah sayang."


Cinta melangkahkan kakinya dengan riang. Tidak boleh makan baso lalu makan apa ya. Batinnya.


Sampai di kantin Cinta langsung duduk di tempat biasa dia duduk karena istirahat siang sudah hampir habis dan hanya tinggal beberapa orang saja yang masih makan.


Cinta segera memesan makanannya. Dia lalu membuka-buka handphonenya.


"Hai,Cin. Kemarin kamu tidak datang ya. Kirain hari ini kamu tidak datang juga." Sapa seseorang.


"Kenapa memangnya?"


"Aku nungguin kamu."


Wajah Cinta memerah. "Hmm,ngapain nungguin aku?"


"Yah,ingin ngobrol saja."


"Kamu setiap aku datang pasti ngajak ngobrol."


"Iya. Tau tidak,kenapa?"


"Kenapa memang?"


"Ngobrol sama kamu menyenangkan."


"Iih,masa sih?"


"Iya."


"Eh sudah sering ngobrol tapi aku tidak tau nama kamu."


"Hehee,kamu tidak pernah tanya."


"Masa mesti di tanya dulu?"


"Iyalah."


"Hmm."


"Aku Aaron."


"Hmm,Aaron."


"Boleh pinjem handphone kamu?"


"Hmm,buat apaan?"


"Satu menit saja,plis." Pinta Aaron.


"Satu menit ya!" Dinda lalu menyerahkan handphonenya.


Satu menit. "Tuh nomor kontakku. Save ya." Ucap Aaron kemudian segera berlalu dari hadapan Cinta.


Cinta hanya tersenyum.


Tak lama pesanan Cinta datang. Dia makan dengan santai karena kantin sudah mulai sepi.


Hanya lima belas menit,Cinta kembali lagi ke ruang papanya.


Saat mau naik lift,Cinta bertemu lagi dengan Aaron.

__ADS_1


"Sudah makannya?" Tanya Aaron ramah. "


Cinta mengangguk sambil tersenyum lalu segera naik lift.


Keluar dari lift,Cinta masih senyum-senyum sendiri sampai ke ruangan papanya.


"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri gitu?" Tanya Rey.


"Hmm,papa. Cinta,tidak apa-apa kok." Jawabnya lalu duduk di sofa.


"Tidak ada pekerjaan rumah?"


"Hmm,iya ada pa."


"Ya sudah kerjain dulu." Titah Rey.


"Iya,pa."


Cinta membuka isi tasnya lalu mengeluarkan buku dan alat tulis lainnya. Dia mulai konsentrasi dengan tugas sekolahnya sampai Rey pulang.


Pukul empat sore. "Sudah belum?" Tanya Rey.


"Sudah kok pa." Jawab Cinta.


Ayo kita pulang." Ajak Rey.


"Iya pa."


Cinta menggandeng papanya sepanjang jalan menuju parkiran. Tidak sengaja bertemu Aaron dan teman-temannya di lobi.


Aaron tersenyum sambil melambaikan tangannya,Cinta hanya membalas dengan senyuman.


Sampai di mobil.


"Siapa tadi?" Tanya Rey.


"Hmm,siapa apa pa?"


"Yang melambaikan tangan sama kamu. Kamunya senyum-senyum,hmm?"


Deg. Papa lihat? Haduuhh. Batin Cinta.


"Kok diam?"


"Hmm,itu pa. Dia itu kerja juga di tempat papa. Cinta sering ketemu." Jawab Cinta gugup.


"Sering ketemu? Sejak kapan?"


"Hmm,Cinta lupa pa."


"Hmm,yah lebih sebulan sih."


"Hmm,pantes."


"Pantes apa pa?"


"Sebulan ini sering senyum-senyum sendiri. Makin rajin main ke kantor."


"Iiihh papa asal deh. Kan dari dulu Cinta memang sering main ke papa."


"Biasanya sering main ke ruangannya om Seno kan."


"Iiihh papa,masa curiga sama anak sendiri?"


"Papa tidak curiga sama anak sendiri! Papa mau jagain anak gadis papa yang sudah remaja."


"Hehee. Hmm,pa Cinta tidur di rumah papa lagi."


"Sudah bilang sama bunda?"


"Sudah kok."


"Keperluan sekolah kamu untuk besok?"


"Ada Cinta bawa kok,pa."


"Hmm."


Hampir satu jam mereka baru sampai di rumah keluarga Rey.


"Cinta duluan ya pa." Cinta turun dari mobil lebih dulu meninggalkan papanya.


Hmm,anak itu pasti ada yang di rahasiakan. Gumam Rey.


***


Habis jam makan malam,keluarga bercanda ria di ruang keluarga. Putri di bantu mamanya mengerjakan tugas sekolahnya.


"Loh,Cinta mana ya?" Tanya Rey.


"Kakak Cinta pamit ke kamarnya,pa. Banyak tugas sekolah katanya."


Hmm,banyak tugas sekolah? Bukannya di kantor tadi dia bilang sudah selesai semua. Batin Rey heran.

__ADS_1


Di kamar Cinta.


Cinta sedang senyum-senyum sendiri sambil melihat ke handphonenya. Jarinya dengan lincah menari-nari di atas keyboard handphone. Tak lama kemudian handphonenya berdering.


"Hallo. . ." Cinta.


"Sedang di kamar,tiduran."


"Hmm,tidak apa-apa kok. Aku sendirian di kamar."


"Aku sekolah di SMU Favorit XX."


"Eehh,jangan. Aku sudah ada yang jemput tiap hari. Lagian kamu kan kerja."


"Haahh? Mau bolos?"


"Hmm,janganlah. Aku tidak suka kamu bolos kerja.


"Iya. Kata papa sama ayah,kita tuh harus disipilin dan jujur kalau ingin jadi orang sukses."


"Iya,aku punya papa sama mama. Ayah sama bunda. Adik aku tiga."


"Iya banyak,memangnya kenapa?"


"Hmm,papa sama ayah sayang banget kok sama aku. Mama sama bunda juga. Oma,opa. Semua sayang kok sama aku."


"Kenapa memang?"


"Iya,kata ayah nanti aku kuliah di Malaysia. ada sodara di sana. Kalau papa maunya aku nanti kuliah di Australia. Ada kakaknya papa yang tinggal di sana."


"Aku maunya di sini saja sih."


"Memangnya kenapa kalau aku kuliah di luar?"


"Iiihh." Wajah Cinta memerah.


"Oh kamu kerja sambil kuliah ya."


"Hmm,aku pikir-pikir dulu deh. Lagian aku kan masih lama kuliah,aku masih kelas satu."


Tok Tok Tok. Tiba-tiba ada suara ketukan dari luar.


Cinta menoleh.


"Eh sudah dulu ya ada yang ketuk kamarku."


"Iya,nanti aku kirim pesan deh."


"Byee. ."


Cinta mematikan handphonenya sambil tersenyum-senyum sendiri. Suara ketukan masih terdengar. Cinta lalu membuka pintu.


Ceklek.


"Papa?"


"Bicara sama siapa tadi?"


"Itu pa. Teman sekolah Cinta." Jawab Cinta berbohong.


"Hmm,adek Putri bilang kamu sedang mengerjakan tugas sekolah?"


"I iya pa. Tapi sudah selesai." Jawab Cinta gugup.


"Kalau sudah selesai,ayo turun. Kita ngobrol-ngobrol." Ajak Rey.


"Hmm,iya pa."


Cinta lalu mengikuti ayahnya turun ke bawah,bergabung bersama di ruang keluarga.


"Kak Cinta sudah selesai ya tugas sekolahnya?" Tanya Putri.


"Sudah dek. Kamu sudah juga kan?"


"Iya kak,Putri sudah selesai mengerjakan tuga sekolah Putri di bantu sama mama."


Mereka lalu saling bercanda sambil nonton yv. Di meja tersedia cemilan dan juga buah-buahan segar.


.


.


.


.


NEXT


Selamat membaca.


.


.

__ADS_1


0508/1212


__ADS_2